وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاءُ وَلَا الْأَمْوَاتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُ ۖ وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ

Dan tidak sama orang yang hidup dengan orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki, dan engkau tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاءُ وَلَا الْأَمْوَاتُwa-maa yastawi l-ahyaa'u wa-la l-amwaatudan tidak sama orang yang hidup dengan orang yang mati
  2. إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُinna llaaha yusmi'u man yasyaa'usesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki
  3. وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِwa-maa anta bi-musmi'in man fi l-qubuuridan engkau tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. يَسْتَوِيyastawisama
  3. الْأَحْيَاءُl-ahyaa'uorang-orang hidup
  4. وَلَاwa-ladan tidak pula
  5. الْأَمْوَاتُl-amwaatuorang-orang mati
  6. إِنَّinnasesungguhnya
  7. اللَّهَllaahaAllah
  8. يُسْمِعُyusmi'umemperdengarkan
  9. مَنْmanorang yang
  10. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  11. وَمَاwa-maadan tidaklah
  12. أَنْتَantaengkau
  13. بِمُسْمِعٍbi-musmi'inyang dapat memperdengarkan
  14. مَنْmanorang yang
  15. فِيfidi dalam
  16. الْقُبُورِl-qubuurikubur

Inti bacaan

Frasa (مَنْ فِي الْقُبُورِ, man fi l-qubuuri) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 22:7 dan 35:22.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمَا يَسْتَوِي, wa-maa yastawi) yang berarti "dan tidaklah sama", susunan yang sama dengan 35:19, lalu menyebut (الْأَحْيَاءُ, l-ahyaa'u) yang berarti "orang yang hidup" dan (الْأَمْوَاتُ, l-amwaatu) yang berarti "orang yang mati". Kata ahyaa' berakar ح-ي-ي dan amwaat berakar م-و-ت, dan keduanya berbentuk jamak. Bentuk bersandang dengan akhiran -u seperti di sini ada satu kali untuk masing-masing, yaitu di 35:22. Tanpa kata sandang, ahyaa' dan amwaat hadir bersama di 5 ayat, yaitu 2:154, 3:169, 16:21, 35:22, dan 77:26. Di 2:154 dan 3:169 pasangan itu dipakai untuk orang yang terbunuh di jalan Allah, dan kedua ayat menyebut mereka hidup, (بَلْ أَحْيَاءٌ, bal ahyaa'un) yang berarti "bahkan mereka hidup". Di 16:21, (أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ, amwaatun ghayru ahyaa'in) yang berarti "mati, tidak hidup", dipakai untuk apa yang diseru selain Allah menurut 16:20, dan di 77:26, (أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا, ahyaa'an wa-amwaatan) yang berarti "yang hidup dan yang mati", dipakai untuk yang dikumpulkan di bumi menurut 77:25. Karena kata ahyaa' dan amwaat sendiri tidak membatasi manusia, terjemahan 35:22 memakai kata "orang" mengikuti pasangan sebelumnya di deretan ini, yaitu orang buta dan orang yang melihat di 35:19.

Kata (يُسْمِعُ, yusmi'u) yang berarti "memberikan pendengaran" berakar س-م-ع dan menyebabkan pihak lain mendengar. Bentuk ini muncul satu kali, di 35:22, dengan Allah sebagai pelakunya dalam (إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَنْ يَشَاءُ, inna llaaha yusmi'u man yasyaa'u) yang berarti "sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki". Bentuk lampaunya, (أَسْمَعَهُمْ, asma'ahum) yang berarti "menjadikan mereka dapat mendengar", ada di 8:23, juga dengan Allah sebagai pelaku. Bentuk lain, (تُسْمِعُ, tusmi'u), muncul di enam ayat, yaitu 10:42, 27:80, 27:81, 30:52, 30:53, dan 43:40, dan di semuanya pelakunya adalah "engkau", yang dinafikan atau ditanyakan. Di 27:80 dan 30:52 kata kerja itu membawa dua objek, (الصُّمَّ الدُّعَاءَ, sh-shumma d-du'aa'a) yang berarti "orang yang tuli" dan "seruan", sehingga terjemahannya "memperdengarkan seruan kepada orang yang tuli". Di 35:22 objeknya satu, yaitu orang yang menerima kemampuan mendengar, sehingga terjemahannya "memberikan pendengaran kepada". Frasa (مَنْ يَشَاءُ, man yasyaa'u) yang berarti "siapa yang Dia kehendaki" dipakai di 35:8 untuk petunjuk: Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.

Kata (بِمُسْمِعٍ, bi-musmi'in) yang berarti "yang menjadikan dapat mendengar" memakai akar yang sama dalam bentuk pelaku dan muncul satu kali, di 35:22. Susunan (وَمَا أَنْتَ بِ, wa-maa anta bi-) muncul lima kali, yaitu di 2:145, 12:17, 27:81, 30:53, dan 35:22. Terjemahan di 2:145 dan 12:17 memakai "tidak akan", dan di 27:81 dan 30:53 memakai "bukanlah". Terjemahan 35:22 memakai "tidak akan sanggup menjadikan ... dapat mendengar", sejalan dengan 27:80 yang menafikan kemampuan yang sama dengan (لَا تُسْمِعُ, laa tusmi'u) yang diterjemahkan "tidak dapat memperdengarkan".

Kata (الْقُبُورِ, l-qubuuri) yang berarti "kubur" berakar ق-ب-ر dan muncul di lima ayat, yaitu 22:7, 35:22, 60:13, 82:4, dan 100:9. Frasa (مَنْ فِي الْقُبُورِ, man fi l-qubuuri) yang berarti "orang yang di dalam kubur" ada dua kali, yaitu di 22:7 dan 35:22. Di 22:7 pelakunya Allah dalam (يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ, yab'atsu man fii l-qubuuri) yang berarti "membangkitkan siapa yang di dalam kubur". Di 35:22 frasa yang sama menjadi objek dari kemampuan yang dinafikan bagi engkau. Kata (الْمَوْتَىٰ, l-mawtaa) yang berarti "orang yang mati" dipakai di 27:80 dan 30:52 sebagai objek kata kerja yang sama, sedangkan 35:22 memakai amwaat pada pasangan di awal ayat dan "orang yang di dalam kubur" sesudahnya.

Tafsiran

Ayat ini menjawab pertanyaan tentang siapa yang membuat orang mendengar, dan jawabannya bertingkat. Pasangan orang yang hidup dan orang yang mati menutup deretan perbandingan dari 35:19, lalu ayat berpindah ke pendengaran: Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki, dan engkau tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar. Ini ayat pertama dalam deretan yang menyebut "engkau". Tiga pasangan sebelumnya tidak menyebut siapa pun yang diajak bicara, dan di sini pembicaraan mendapat lawan bicara.

Ayat 35:22 terletak di antara dua ayat yang membatasi tugas. Ayat 35:18 menyebut orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka tanpa melihat-Nya dan menegakkan salat sebagai pihak yang dapat diberi peringatan oleh engkau, dan 35:23 menyatakan bahwa engkau tidak lain seorang pemberi peringatan. Tiga ayat itu membentuk satu garis: siapa yang dapat diberi peringatan, siapa yang tidak dapat diperdengarkan, dan apa peran engkau. Pendengaran ditaruh pada Allah, sedangkan engkau berada di sisi peringatan.

Pembagian itu sudah tampak di 35:8, dalam surah yang sama. Di sana Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, lalu orang yang diajak bicara dilarang membiarkan dirinya lenyap karena kesedihan terhadap mereka. Pendengaran di 35:22 memakai frasa yang sama, siapa yang Dia kehendaki, sehingga pendengaran berada dalam daftar yang sama dengan petunjuk.

Ayat 6:36 memuat susunan yang mirip: orang-orang yang mendengar menjawab seruan, sedangkan orang-orang yang mati dibangkitkan Allah. Frasa tentang orang di dalam kubur di 35:22 sama dengan 22:7, tetapi pelakunya berbeda. Di 22:7 Allah membangkitkan mereka, dan di 35:22 engkau tidak sanggup memperdengarkan mereka. Dua ayat itu tidak bertentangan karena menyebut dua pelaku untuk dua tindakan. Apakah orang di dalam kubur pada 35:22 menunjuk orang yang sudah wafat atau dipakai sebagai perumpamaan bagi pihak yang tidak mendengar, ayat ini tidak menyatakannya. Kedua bacaan sesuai dengan susunan ayat, dan kedua bacaan sama-sama menaruh kemampuan memperdengarkan pada Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Menurut 8:23, seandainya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, pasti Dia menjadikan mereka dapat mendengar, dan seandainya Dia menjadikan mereka dapat mendengar, mereka tetap berpaling dan memalingkan diri. Ayat itu menyebut pendengaran sebagai sesuatu yang diberikan, dan menyebut berpaling sebagai kemungkinan yang tetap ada sesudah pemberian itu. Konteks 8:23 berbeda dari 35:22, sehingga dua ayat itu tidak disamakan. Pembaca yang mendengarkan sebuah penjelasan dan memahaminya dapat bertanya, apakah pendengaran itu miliknya sendiri atau sesuatu yang diberikan kepadanya, dan apa yang dilakukannya sesudah mendengar?
  • Ayat 28:56 menyatakan bahwa engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan 2:272 menyatakan bahwa petunjuk bagi mereka bukan kewajiban engkau. Ayat 35:22 menaruh pendengaran di tempat yang sama dengan petunjuk dalam dua ayat itu. Orang yang pernah berbicara panjang kepada seseorang yang dicintainya dan tidak didengar dapat membaca ketiga ayat ini sebagai pembagian beban: tugas berbicara berada pada penyampai, dan pemberian pendengaran berada pada Allah. Apakah beban yang dipikulnya selama ini termasuk bagian yang di ayat-ayat itu diletakkan pada Allah?
  • Kata hidup dan mati dipakai dengan batas yang berbeda di beberapa ayat. Di 2:154 orang yang terbunuh di jalan Allah dilarang disebut mati, karena mereka hidup meskipun orang-orang tidak menyadarinya, dan di 3:169 mereka disebut hidup di sisi Tuhan mereka dan diberi rezeki. Di 16:21 kata mati dipakai untuk yang diseru selain Allah, yang tidak hidup dan tidak menyadari kapan mereka dibangkitkan. Ayat 35:22 memasangkan hidup dan mati tanpa menunjuk kelompok mana pun. Dengan ukuran apa pembaca membedakan orang yang hidup dari orang yang mati di sekelilingnya, dan apakah ukuran itu sama dengan ukuran yang dipakai ayat-ayat tadi?
  • Orang yang di dalam kubur disebut di 22:7 sebagai pihak yang akan dibangkitkan Allah, dan di 100:9 apa yang ada di dalam kubur disebut akan dikeluarkan. Di 82:4 kuburan-kuburan dibongkar-balik. Di 22:7 pelaku kebangkitan itu Allah, sedangkan di 82:4 dan 100:9 tindakan membongkar disebut tanpa pelaku, dan 35:22 menyatakan bahwa engkau tidak sanggup memperdengarkan mereka. Dalam ayat-ayat tadi orang di kubur tidak disebut mendengar sebelum dibangkitkan. Pembaca dapat bertanya pada dirinya, kepada siapa perkataannya selama ini ditujukan tanpa pernah dijawab, dan siapa yang menurut 22:7 menjadi pelaku kebangkitan?
  • Di 6:36 orang-orang yang mendengar memenuhi seruan, dan orang-orang yang mati dibangkitkan Allah, lalu mereka dikembalikan kepada-Nya. Di 27:81 engkau disebut tidak dapat memperdengarkan kecuali kepada orang yang beriman pada tanda-tanda Kami, lalu mereka berserah diri. Dua ayat itu menaruh mendengar sebelum menjawab atau berserah diri. Jawaban sesudah mendengar tidak tertulis di 35:22, tetapi dua ayat rujukan itu menunjukkan bahwa mendengar dan menjawab dipisahkan oleh sebuah langkah. Bila hari ini sebuah seruan sudah sampai di telinga, langkah apa yang masih berada di antara mendengar dan menjawab bagi pembaca?
  • Ayat 41:4 menyebut pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, lalu kebanyakan mereka berpaling, sehingga mereka tidak mendengar. Urutannya berpaling lebih dulu, tidak mendengar kemudian. Konteks 41:4 berbeda dari 35:22, sehingga ketidakmampuan memperdengarkan di 35:22 tidak ditarik menjadi penjelasan atas 41:4. Dari 41:4 sendiri dapat dibaca bahwa berpaling mendahului tidak mendengar. Pembaca dapat memeriksa suara yang selama ini tidak sampai kepadanya: apakah telinga yang menutup lebih dulu, atau arah yang telah dipalingkan sejak awal?