إِنْ أَنْتَ إِلَّا نَذِيرٌ
Engkau tidak lain adalah seorang pemberi peringatan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنْ أَنْتَ إِلَّا نَذِيرٌin anta illaa nadziirunengkau tidak lain adalah seorang pemberi peringatan
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِنْintidaklah
- أَنْتَantaengkau
- إِلَّاillaakecuali
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
Inti bacaan
Susunan (إِلَّا نَذِيرٌ, illaa nadziirun) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:184, 7:188, 26:115, 34:46, 35:23, dan 46:9.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berbentuk penafian yang dibatasi, (إِنْ أَنْتَ إِلَّا نَذِيرٌ, in anta illaa nadziirun) yang berarti "engkau tidak lain seorang pemberi peringatan". Susunan lengkap ini ada satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 35:23. Kata (إِنْ, in) di sini berarti "tidak", sama dengan (وَإِنْ, wa-in) di 35:24 yang juga berarti "tidak". Ejaan yang sama dipakai dengan arti "jika" di 35:25, (وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ, wa-in yukadzdzibuuka) yang berarti "dan jika mereka mendustakanmu". Penafian di 35:23 dipasangkan dengan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", dan pasangan itu diterjemahkan "tidak lain" seperti di 7:184, 26:115, 34:46, dan 46:9. Terjemahan menambahkan penegas sesudah "tidak lain" seperti di 7:184, 26:115, dan 34:46, sedangkan 46:9 tidak menambahkannya. Penegas itu mengikuti pasangan in dan illaa yang membatasi seluruh kalimat pada peran itu saja. Dalam deretan 35:19 sampai 35:24 penafian memakai tiga kata yang berbeda, yaitu (مَا, maa) di 35:19 dan 35:22, (لَا, laa) di 35:20, 35:21, dan 35:22, serta in di 35:23 dan 35:24. Terjemahan menyamakan ketiganya menjadi "tidak" atau "tidak pula", dan sasaran penafiannya berbeda: maa dan laa menafikan kesamaan antara dua pihak, sedangkan in di 35:23 menafikan adanya peran lain.
Kata ganti (أَنْتَ, anta) yang berarti "engkau" menunjuk lawan bicara tunggal. Kata yang sama dipakai di 35:22 dalam (وَمَا أَنْتَ, wa-maa anta) yang berarti "dan engkau tidak", sehingga dua ayat berurutan itu berbicara kepada lawan bicara yang sama menurut urutannya. Ayat-ayat ini tidak menyebut namanya, dan terjemahan memakai "engkau" tanpa nama.
Kata (نَذِيرٌ, nadziirun) yang berarti "seorang pemberi peringatan" berakar ن-ذ-ر. Bentuk nadziirun ada di 22 ayat, yaitu 5:19, 7:184, 7:188, 11:2, 11:12, 11:25, 22:49, 26:115, 29:50, 34:46, 35:23, 35:24, 35:42, 38:70, 46:9, 51:50, 51:51, 53:56, 67:8, 67:9, 67:26, dan 71:2. Susunan (إِلَّا نَذِيرٌ, illaa nadziirun) muncul enam kali, yaitu di 7:184, 7:188, 26:115, 34:46, 35:23, dan 46:9, dan pelaku yang dinyatakan berbeda-beda: engkau di 35:23, aku di 7:188, 26:115, dan 46:9, serta dia di 7:184 dan 34:46. Di lima ayat selain 35:23 kata nadziirun diikuti tambahan. Di 7:184, 26:115, dan 46:9 diikuti (مُبِينٌ, mubiinun) yang berarti "yang jelas", di 7:188 diikuti pembawa kabar gembira bagi kaum yang beriman, dan di 34:46 diikuti keterangan tentang azab yang keras. Di 35:23 kata itu berdiri tanpa tambahan, sedangkan pembawa kabar gembira disebut di 35:24.
Terjemahan memakai "seorang pemberi peringatan" dengan kata "seorang" karena nadziirun bersifat tunggal dan tak tentu, seperti terjemahan 35:24. Penegasan peran engkau juga dibuat dengan susunan lain, (إِنَّمَا أَنْتَ نَذِيرٌ, innamaa anta nadziirun) di 11:12, dan dengan kata yang berbeda, (إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرٌ, innamaa anta mundzirun) di 13:7. Terjemahan 13:7 dan 79:45 memakai "pemberi peringatan" untuk mundzir, sama dengan nadziir.
Tafsiran
Ayat ini menyebut satu peran bagi engkau, yaitu pemberi peringatan, dan menutup peran lain dengan susunan penafian dan pengecualian. Sesudah 35:22 yang menyatakan engkau tidak sanggup memperdengarkan orang di dalam kubur, ayat ini menyebut apa yang tertinggal pada engkau. Pendengaran sudah ditaruh pada Allah di ayat sebelumnya, sehingga bagian engkau menjadi peringatan.
Susunan ini berulang di ayat lain: sesudah peran pemberi peringatan disebut, ayat berikutnya menyebut siapa yang memegang bagian yang lain. Di 11:12 sesudah engkau disebut pemberi peringatan, Allah disebut wakil atas segala sesuatu. Di 13:7 yang menyusul adalah pernyataan bahwa bagi setiap kaum ada pemberi petunjuk. Di 88:21 dan 88:22 sesudah engkau disebut pemberi peringatan, engkau dinyatakan bukan penguasa atas mereka. Di 35:23 pembagian itu tersebar pada dua sisi ayat. Bagian Allah, yaitu memberikan pendengaran, disebut di 35:22 sebelum ayat ini, dan bagian yang berbeda, yaitu pengutusan dan pemberi peringatan pada setiap umat, disebut di 35:24 sesudahnya.
Dua dari ayat itu, 11:12 dan 13:7, memiliki latar yang sama: ada pihak lain yang berkata sesuatu. Di 11:12 mereka meminta harta atau malaikat, dan di 13:7 mereka meminta tanda. Peran pemberi peringatan disebut sebagai jawaban atas permintaan itu. Ayat 35:23 tidak memuat permintaan apa pun, dan jawabannya berdiri sendiri sesudah 35:22 yang menyebut orang yang tidak dapat diperdengarkan.
Peran ini selaras dengan batas pada 35:18, tempat orang yang dapat diberi peringatan oleh engkau ditentukan oleh sikap mereka terhadap Tuhan mereka. Ayat 35:23 menyatakan batas dari sisi lain, yaitu sisi engkau. Keduanya tidak bertentangan karena yang satu menyebut siapa yang dapat diberi peringatan dan yang lain menyebut siapa yang memberi peringatan.
Renungan dan Hikmah
- Di 11:12 dada yang diajak bicara menjadi sempit karena orang-orang berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta, atau datang bersamanya seorang malaikat?", lalu ayat itu menyatakan bahwa engkau seorang pemberi peringatan dan bahwa Allah atas segala sesuatu adalah wakil. Di 35:8 diri yang diajak bicara dilarang lenyap karena kesedihan terhadap mereka, di ayat yang sama dengan pernyataan bahwa Allah menyesatkan dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dua ayat itu menaruh kesempitan dan kesedihan di satu sisi, dan peran pemberi peringatan serta Allah sebagai wakil di sisi lain. Pembaca yang menyampaikan sesuatu lalu melihat hasilnya jauh dari harapan dapat memeriksa bagian mana dari hasil itu yang selama ini dipikulnya, dan bagian mana yang menurut 11:12 berada pada Allah sebagai wakil?
- Di 13:7 orang-orang yang kufur berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya suatu tanda dari Tuhannya?" Jawaban yang tertulis berupa penyebutan peran, yaitu engkau seorang pemberi peringatan, disusul pernyataan bahwa bagi setiap kaum ada pemberi petunjuk. Ayat itu tidak memberikan tanda yang dituntut, dan tidak menyebut peran itu kurang berharga karena tidak membawa tanda. Pembaca dapat memperhatikan tuntutan yang diarahkan kepadanya, misalnya diminta bukti yang lebih besar atau hasil yang lebih pasti, lalu bertanya apakah tuntutan itu termasuk dalam peran yang dipegangnya. Siapa pemberi petunjuk bagi orang-orang yang dihadapinya, bila bukan dirinya?
- Ayat 35:22 menyebut lebih dulu apa yang tidak sanggup dilakukan engkau, yaitu memperdengarkan orang yang di dalam kubur, dan 35:23 menyebut sesudahnya siapa engkau. Allah disebut memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki, dan baru sesudah itu peran penyampai dinyatakan. Urutan ini dapat dibawa ke dalam cara pembaca menyebut dirinya: batas disebut dulu, peran sesudahnya. Bila seseorang diminta memperkenalkan pekerjaannya, perkenalan itu dapat dimulai dari apa yang dikerjakannya. Bagaimana rasanya memulai dari apa yang tidak berada di tangannya, yang menurut 35:22 berada pada Allah, lalu menyebut bagiannya sendiri?
- Di 2:119 Kami mengutus engkau dengan kebenaran sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan kalimat berikutnya menyatakan bahwa engkau tidak akan dimintai pertanggungjawaban tentang penghuni neraka yang menyala-nyala. Bagian pertama ayat itu sama dengan bagian pertama 35:24, dan penutupnya berbeda, sehingga dua ayat itu tidak diperlakukan sebagai ayat kembar. Ayat 2:119 memperlihatkan bahwa peran pemberi peringatan disertai batas tanggungan yang disebut terang. Seseorang yang merasa dimintai pertanggungjawaban atas pilihan orang lain dapat bertanya, siapa yang menurut ayat ini tidak meminta pertanggungjawaban itu darinya?
- Ayat 35:18 menyebut orang yang dapat diberi peringatan oleh engkau, yaitu orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka tanpa melihat-Nya dan menegakkan salat, dan 79:45 menyebut engkau pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya. Dua ayat itu menaruh penerima peringatan di bagian yang menentukan, yaitu orang yang takut. Ayat 35:23 menyebut peran dari sisi pemberi, dan dua ayat tadi menyebut peran itu dari sisi penerima. Pembaca dapat bertanya, bila pemberi dan penerima dilihat bersama, di sisi mana pembaca sedang berdiri pada percakapan yang paling sering terjadi dalam hidupnya?
- Di 50:45 pembicara yang memakai kata Kami menyatakan lebih mengetahui apa yang mereka katakan, dan engkau bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka, lalu peringatan dengan Al-Qur'an ditujukan kepada siapa pun yang takut pada ancaman-Ku. Di 88:22 engkau dinyatakan bukan penguasa atas mereka. Kedua ayat itu menaruh peringatan dan paksaan di dua sisi yang berbeda: peringatan disampaikan kepada yang takut, paksaan tidak termasuk peran. Seseorang yang mengingatkan orang lain dapat memperhatikan kapan nada peringatannya bergeser menjadi dorongan yang memaksa, dan apa yang akan tersisa bila dorongan itu dilepaskan?