إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۚ وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ
Sesungguhnya Kami mengutusmu dengan kebenaran sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan tidak ada satu umat pun kecuali telah berlalu padanya seorang pemberi peringatan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًاinnaa arsalnaaka bi-l-haqqi basyiiran wa-nadziiransesungguhnya Kami mengutusmu dengan kebenaran sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan
- وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌwa-in min ummatin illaa khalaa fiihaa nadziirundan tidak ada satu umat pun kecuali telah berlalu padanya seorang pemberi peringatan
Terjemahan per kata (12 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- أَرْسَلْنَاكَarsalnaakaKami mengutusmu
- بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
- بَشِيرًاbasyiiranpembawa kabar gembira
- وَنَذِيرًاwa-nadziirandan pemberi peringatan
- وَإِنْwa-indan tidaklah
- مِنْmindari
- أُمَّةٍummatinumat
- إِلَّاillaakecuali
- خَلَاkhalaamenyendiri
- فِيهَاfiihaapadanya
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
Inti bacaan
Susunan (بَشِيرًا وَنَذِيرًا, basyiiran wa-nadziiran) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:119, 34:28, 35:24, dan 41:4.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ, innaa arsalnaaka) yang berarti "sesungguhnya Kami mengutusmu". Kata (إِنَّا, innaa) tersusun dari inna yang berarti "sesungguhnya" dan naa yang berarti "Kami". Kata Kami dipakai oleh pembicara yang di surah yang sama juga disebut Allah. Di 35:9, (وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ, wa-llaahu lladzii arsala r-riyaaha) berarti "dan Allahlah yang mengirim angin", lalu kata kerja berikutnya memakai Kami, yaitu (فَسُقْنَاهُ, fa-suqnaahu) yang berarti "lalu Kami giring ia". Pola yang sama ada di 35:27, (أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ, anna llaaha anzala) yang berarti "bahwa Allah menurunkan", disusul (فَأَخْرَجْنَا, fa-akhrajnaa) yang berarti "lalu Kami keluarkan". Karena itu terjemahan 35:24 memakai "Kami" tanpa menambahkan nama.
Kata (أَرْسَلْنَاكَ, arsalnaaka) berakar ر-س-ل dan tersusun dari kata kerja, Kami, dan -ka yang berarti "-mu". Bentuk ini muncul 13 kali di 11 surah, yaitu 2:119, 4:79, 4:80, 13:30, 17:54, 17:105, 21:107, 25:56, 33:45, 34:28, 35:24, 42:48, dan 48:8. Akar yang sama dipakai di 35:9 untuk angin, dan terjemahan memakai "mengirim" di sana serta "mengutus" di 35:24 karena objeknya manusia. Bersama (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) yang berarti "dengan kebenaran", arsalnaaka muncul dua kali, yaitu di 2:119 dan 35:24. Frasa bi-l-haqqi dipakai juga untuk penciptaan, (خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ, khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha bi-l-haqqi) di 16:3 dan 39:5, dan untuk penurunan kitab, (أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ, anzalnaa ilayka l-kitaaba bi-l-haqqi) di 39:2. Terjemahan 35:24 memakai "dengan kebenaran" seperti 2:119 dan 16:3, sedangkan 39:2 dan 39:5 memakai "dengan hak".
Kata (بَشِيرًا, basyiiran) yang berarti "pembawa kabar gembira" berakar ب-ش-ر, dan (وَنَذِيرًا, wa-nadziiran) yang berarti "dan pemberi peringatan" berakar ن-ذ-ر. Pasangan (بَشِيرًا وَنَذِيرًا, basyiiran wa-nadziiran) muncul empat kali, yaitu di 2:119, 34:28, 35:24, dan 41:4. Akar ب-ش-ر berbeda dari ب-ص-ر pada kata bashiir yang berarti "yang melihat" di 35:19, dua kata yang ejaan latinnya mirip. Tiga ayat lain yang menyebut pengutusan engkau dengan pasangan ini, yaitu 25:56, 33:45, dan 48:8, memakai (مُبَشِّرًا, mubasysyiran) yang berarti "pembawa kabar gembira" sebagai kata pertama. Terjemahan menambahkan "sebagai" untuk menyambung kata kerja pengutusan dengan dua sebutan peran, karena bahasa Indonesia memerlukan penghubung di tempat itu.
Frasa (مِنْ أُمَّةٍ, min ummatin) yang berarti "dari umat" berakar ا-م-م dan ada empat kali, yaitu di 15:5, 16:92, 23:43, dan 35:24. Tiga di antaranya berada sesudah penafian, yaitu 15:5 dan 23:43 dalam (مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ, maa tasbiqu min ummatin) yang berarti "tidak ada umat yang mendahului", dan 35:24 dalam (وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ, wa-in min ummatin) yang berarti "dan tidak ada umat". Terjemahan memakai "satu umat pun" di 35:24 dan 23:43, serta "suatu umat pun" di 15:5. Susunan (وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ, wa-in min ummatin) hanya ada di 35:24.
Kata (خَلَا, khalaa) yang berarti "telah berlalu" berakar خ-ل-و. Kata kerja yang sama, berbentuk khalat, menyertai umat di 2:134 dan 2:141 dalam (أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ, ummatun qad khalat) yang berarti "umat yang telah berlalu", dan di 7:38, 41:25, dan 46:18 dalam (أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ, umamin qad khalat) yang berarti "umat-umat yang telah berlalu". Di 35:24 pelakunya pemberi peringatan, dan susunan (خَلَا فِيهَا, khalaa fiihaa) yang berarti "telah berlalu padanya" ada satu kali, yaitu di 35:24. Akar yang sama berarti "menyendiri" di 2:14 dan 2:76 bila disusul ilaa. Terjemahan 35:24 memakai "telah berlalu" sebab kata itu disusul fiihaa dan bukan ilaa, dan sebab di tempat lain kata kerja ini menyertai umat dengan arti berlalu.
Tafsiran
Ayat ini memperluas peran yang disebut di 35:23. Ayat 35:23 memuat peringatan, dan 35:24 menambahkan kabar gembira, menyebut Kami sebagai pihak yang mengutus, dan menyertakan kebenaran sebagai pembawanya. Pihak yang di 35:22 disebut Allah dan memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dibaca sebagai pihak yang sama dengan Kami di sini. Tiga ayat berurutan itu menyebut tiga hal untuk engkau: tidak sanggup memperdengarkan di 35:22, tidak lain pemberi peringatan di 35:23, dan diutus sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan di 35:24.
Bagian kedua ayat memindahkan sorotan dari engkau ke setiap umat. Sesudah tiga ayat tentang batas engkau, ayat ini menaruh pengutusan engkau pada deretan pemberi peringatan yang telah berlalu pada umat-umat. Ayat 35:25 memakai deretan itu sebagai bahan berikutnya: bila mereka mendustakan engkau, orang-orang sebelum mereka telah mendustakan juga. Ayat 35:24 sendiri tidak menyebut jumlah, nama, atau ciri pemberi peringatan itu.
Ada ketegangan dengan tiga ayat lain. Di 28:46 dan 32:3 engkau diutus kepada kaum yang belum didatangi pemberi peringatan sebelum engkau, dan di 36:6 kepada kaum yang nenek moyangnya belum diberi peringatan. Ayat 35:24 menyatakan tidak ada satu umat pun yang tidak pernah dilalui pemberi peringatan. Teks tidak menyelaraskan keduanya secara tertulis. Perbedaan yang tampak ada pada tiga bagian: kata yang dipakai, yaitu kaum di tiga ayat itu dan umat di 35:24; batas waktu, yaitu sebelum engkau di 28:46 dan 32:3 dan telah berlalu tanpa batas di 35:24; serta sasaran, yaitu satu kaum yang diutus kepadanya di tiga ayat itu dan seluruh umat di 35:24. Hubungan kedua kelompok ayat itu belum terselesaikan oleh teksnya, dan perbedaan di atas hanya mencatat apa yang tertulis.
Ayat 26:208 memakai susunan penafian dengan min dan illaa yang serupa untuk negeri, yaitu Kami tidak membinasakan suatu negeri kecuali negeri itu memiliki para pemberi peringatan. Ayat 35:24 memakai susunan itu untuk umat, dan tidak menyebut pembinasaan. Dua ayat itu berbicara tentang dua kelompok yang berlainan, jadi keduanya tidak disamakan, tetapi sama-sama mengaitkan kelompok dengan pemberi peringatan.
Renungan dan Hikmah
- Di 7:188 pembicara menyatakan tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya kecuali apa yang Allah kehendaki, lalu menyebut dirinya pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi kaum yang beriman. Di 34:28 pengutusan itu ditujukan kepada seluruh manusia dengan dua sebutan yang sama, dan ayat itu menutup dengan keterangan bahwa kebanyakan manusia tidak mengetahui. Dua sebutan itu disebut berpasangan dan tidak dipisah. Pembaca yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain dapat memeriksa takaran keduanya dalam ucapannya sendiri: lebih banyak peringatan, lebih banyak kabar gembira, atau seimbang? Apa yang terjadi pada pendengar bila salah satunya hilang?
- Di 16:36 Kami mengutus pada setiap umat seorang rasul dengan seruan untuk mengabdi kepada Allah dan menjauhi tagut, lalu ayat itu membagi mereka: di antara mereka ada yang Allah beri petunjuk, dan ada yang pasti atasnya kesesatan. Ayat 35:24 menyebut pemberi peringatan pada setiap umat, dan 16:36 menyebut bahwa sesudah pemberi peringatan itu datang, umat terbagi. Pembagian itu tidak disebut di 35:24, sehingga dua ayat itu dibaca berdampingan dan tidak dicampur. Pembaca dapat bertanya tentang lingkungannya sendiri: peringatan apa yang pernah lewat di sana, dan ke sisi mana sambutan terhadapnya jatuh?
- Menurut 28:59, Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri sebelum Dia mengutus seorang rasul yang membacakan tanda-tanda Kami, dan 6:131 menyatakan bahwa Tuhanmu tidak membinasakan negeri-negeri secara zalim sementara penduduknya lalai. Dua ayat itu menaruh pengutusan sebelum akibat, dan menaruh kelalaian penduduk sebagai keadaan yang disebut. Ayat 35:24 menyebut pemberi peringatan pada setiap umat tanpa menyebut akibatnya. Pembaca dapat membayangkan keadilan yang digambarkan dua ayat itu dari sisi penduduk: bila ditanya apakah peringatan sudah pernah sampai, jawaban apa yang jujur bagi dirinya sendiri?
- Frasa dengan kebenaran dipakai untuk tiga hal yang berbeda: pengutusan di 35:24, penciptaan langit dan bumi di 16:3 dan 39:5, dan penurunan kitab di 39:2. Di 10:5 Allah menciptakan matahari dan bulan, dan ayat itu menyatakan bahwa Dia tidak menciptakannya kecuali dengan benar. Tiga hal yang berbeda itu diberi cap yang sama oleh ayat-ayat tersebut, dan ayat-ayat itu tidak menjelaskan kaitan di antara ketiganya. Pembaca dapat bertanya, bila langit, bumi, dan utusan disebut datang dengan kebenaran, ukuran apa yang selama ini dipakainya untuk menimbang sebuah kabar yang datang kepadanya?
- Di 46:9 pembicara menyatakan dirinya bukan rasul yang pertama di antara para rasul, dan 35:24 menyebut pemberi peringatan yang telah berlalu pada setiap umat. Dua ayat itu menaruh penyampai dalam deretan yang panjang dan tidak dalam keadaan yang belum pernah terjadi. Pembaca yang pernah ditolak ketika mengatakan sesuatu yang menurutnya benar dapat membaca dua ayat ini sebagai gambaran bahwa penolakan seperti itu punya pendahulu. Apa yang berubah dalam cara menanggung penolakan, bila diketahui bahwa penyampai sebelumnya pun telah berlalu pada setiap umat?
- Di 40:78 Kami mengutus rasul-rasul sebelum engkau, ada yang dikisahkan kepadamu dan ada yang tidak dikisahkan, dan ayat itu menyatakan bahwa seorang rasul tidak mendatangkan tanda kecuali dengan izin Allah. Ayat 4:164 menyebut dua kelompok yang sama. Ayat 35:24 menyebut pemberi peringatan pada setiap umat tanpa nama, jumlah, atau masa. Dua ayat rujukan memperlihatkan bahwa ketiadaan nama dalam sebuah kisah tidak sama dengan ketiadaan pemberi peringatan. Pembaca dapat bertanya, peringatan dari siapa saja yang pernah lewat di dekatnya tanpa dikenal namanya, dan siapa di antara mereka yang pernah didengarnya?