وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالزُّبُرِ وَبِالْكِتَابِ الْمُنِيرِ
Dan jika mereka mendustakanmu, sungguh orang-orang sebelum mereka pun telah mendustakan; rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti nyata, dengan zubur, dan dengan kitab yang menerangi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْwa-in yukadzdzibuuka fa-qad kadzdzaba lladziina min qablihimdan jika mereka mendustakanmu, sungguh orang-orang sebelum mereka pun telah mendustakan
- جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالزُّبُرِ وَبِالْكِتَابِ الْمُنِيرِjaa'at-hum rusuluhum bi-l-bayyinaati wa-bi-z-zuburi wa-bi-l-kitaabi l-muniirirasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti nyata, dengan zubur, dan dengan kitab yang menerangi
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَإِنْwa-indan jika
- يُكَذِّبُوكَyukadzdzibuukamereka mendustakanmu
- فَقَدْfa-qadmaka sungguh
- كَذَّبَkadzdzabamendustakan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- مِنْmindari
- قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
- جَاءَتْهُمْjaa'at-humdatang kepada mereka
- رُسُلُهُمْrusuluhumrasul-rasul mereka
- بِالْبَيِّنَاتِbi-l-bayyinaatidengan bukti-bukti yang nyata
- وَبِالزُّبُرِwa-bi-z-zuburidan dengan kitab-kitab
- وَبِالْكِتَابِwa-bi-l-kitaabidan dengan Kitab
- الْمُنِيرِl-muniiriyang menerangi
Inti bacaan
Susunan (جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, jaa'at-hum rusuluhum bi-l-bayyinaati) muncul enam kali di Al-Qur'an (7:101, 10:13, 14:9, 30:9, 35:25, 40:83), dan hanya 35:25 yang menyambungnya dengan zubur.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ, wa-in yukadzdzibuuka) yang berarti "dan jika mereka mendustakanmu". Kata kerjanya berakar ك-ذ-ب dan memakai bentuk kedua, yaitu bentuk yang ditandai huruf ذ bertasydid dan diterjemahkan "mendustakan" dalam terjemahan ini, sedangkan bentuk dasarnya diterjemahkan "berdusta". Susunan (وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ, wa-in yukadzdzibuuka) muncul tiga kali di dua surah, yaitu 22:42, 35:4, dan 35:25. Ketiganya disambung dengan (فَقَدْ, fa-qad) yang berarti "maka sungguh", tetapi sambungannya menyebut pihak yang berbeda. Di 22:42 sambungannya (فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ, fa-qad kadzdzabat qablahum) yang berarti "maka sungguh sebelum mereka telah mendustakan", lalu ayat itu menyebut kaum Nuh, Ad, dan Tsamud. Di 35:4 sambungannya (فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ, fa-qad kudzdzibat rusulun min qablika) yang berarti "maka sungguh rasul-rasul sebelummu telah didustakan", sehingga rasul yang didustakan menjadi pokok kalimat. Di 35:25 sambungannya (فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, fa-qad kadzdzaba lladziina min qablihim) yang berarti "maka sungguh orang-orang sebelum mereka telah mendustakan", sehingga pihak yang mendustakan menjadi pokok kalimat, tanpa nama kaum.
Kalimat (جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ, jaa'at-hum rusuluhum bi-l-bayyinaati) yang berarti "rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan bukti-bukti nyata" muncul enam kali di enam surah, yaitu 7:101, 10:13, 14:9, 30:9, 35:25, dan 40:83, ada yang berdiri sendiri dan ada yang diawali wa atau fa-lammaa. Di lima ayat yang lain kalimat itu berhenti pada bukti-bukti nyata, dan tidak ada zubur atau kitab yang disebut sesudahnya. Di 35:25 kalimat itu diteruskan dengan dua unsur lagi, sehingga daftarnya menjadi tiga: bukti-bukti nyata, zubur, dan kitab yang menerangi.
Kata (الزُّبُرِ, az-zuburi) berakar ز-ب-ر. Di ayat ini kata itu muncul sebagai (وَبِالزُّبُرِ, wa-bi-z-zuburi) yang berarti "dan dengan zubur". Kata zubur bertakrif muncul lima kali di empat surah, yaitu 3:184, 16:44, 35:25, 54:43, dan 54:52, dengan awalan wa-, bi-, atau fii di depannya. Terjemahan 35:25 membiarkannya sebagai kata zubur, yang tercatat di KBBI. Alasannya ada di dalam ayat ini sendiri: kata (الْكِتَابِ, al-kitaabi) pada unsur ketiga sudah dipadankan "kitab", sehingga padanan "kitab-kitab" untuk zubur akan memberi dua kata Arab yang berbeda satu padanan yang sama. Di ayat lain terjemahan memilih padanan menurut ayatnya, yaitu "lembaran-lembaran" di 3:184 dan "kitab-kitab" di 16:44 dan 54:43. Ayat 3:184 memuat daftar yang sama dengan 35:25, yaitu (بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَالْكِتَابِ الْمُنِيرِ, bi-l-bayyinaati wa-z-zuburi wa-l-kitaabi l-muniiri) yang berarti "dengan keterangan-keterangan nyata, lembaran-lembaran, dan Kitab yang menerangi". Bedanya, 3:184 menaruh bi- satu kali di depan seluruh daftar, sedangkan 35:25 mengulang bi- di depan tiap unsur. Kata (زُبُرًا, zuburan) di 23:53 diterjemahkan "kepingan-kepingan" dan menyebut urusan yang dipecah, tanpa menyebut kitab, sehingga pemakaian itu tidak menentukan padanan di 35:25.
Kata (الْمُنِيرِ, l-muniiri) yang berarti "yang menerangi" berakar ن-و-ر, akar yang sama dengan (النُّورُ, n-nuuru) yang berarti "cahaya" di 35:20, (وَلَا الظُّلُمَاتُ وَلَا النُّورُ, wa-laa zh-zhulumaatu wa-laa n-nuuru) yang berarti "dan tidak pula kegelapan dengan cahaya". Data morfologi menandai kata muniir sebagai pelaku yang menerangi, sehingga terjemahan memakai "menerangi" dan kitab itu menjadi pihak yang memberi terang, tidak pihak yang diterangi. Susunan bertakrif (الْكِتَابِ الْمُنِيرِ, al-kitaabi l-muniiri) muncul dua kali, yaitu di 3:184 dan 35:25. Bentuk tak tentu (كِتَابٍ مُنِيرٍ, kitaabin muniirin) juga muncul dua kali, yaitu di 22:8 dan 31:20, dan keduanya berada dalam kalimat tentang orang yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab yang menerangi.
Tafsiran
Ayat ini menjawab kemungkinan pendustaan dengan sejarah. Kalimatnya berbentuk syarat, dan jawabannya menunjuk ke belakang, yaitu kepada orang-orang sebelum mereka yang sudah lebih dulu mendustakan. Latarnya disiapkan dua ayat sebelumnya. Ayat 35:23 menyatakan (إِنْ أَنْتَ إِلَّا نَذِيرٌ, in anta illaa nadziirun) yang berarti "engkau tidak lain seorang pemberi peringatan", dan 35:24 menyatakan (وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ, wa-in min ummatin illaa khalaa fiihaa nadziirun) yang berarti "dan tidak ada satu umat pun kecuali telah berlalu padanya seorang pemberi peringatan". Ayat 35:25 menambahkan satu keterangan tentang umat-umat yang dilewati pemberi peringatan itu: mereka mendustakan, padahal rasul-rasul mereka datang dengan tiga macam bekal.
Tiga bekal itu disebut berurutan, yaitu bukti-bukti nyata, zubur, dan kitab yang menerangi. Ayat tidak merinci isi masing-masing dan tidak menyebut mana yang diterima atau ditolak lebih dulu. Yang tertulis hanya bahwa semuanya sudah datang kepada pihak yang mendustakan. Dapat dibaca bahwa pendustaan dalam ayat ini tidak dikaitkan dengan kurangnya bekal, sebab ayat merinci bekal itu satu per satu. Pembacaan ini bersandar pada daftar tiga unsur dan pada tidak adanya pernyataan bahwa salah satunya kurang. Ayat juga tidak menyebut berapa orang yang menolak, sehingga pendustaan itu tidak dapat dibaca sebagai keadaan semua orang sebelum mereka.
Ayat 35:4 membuka dengan kalimat yang sama dan menutupnya dengan (وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ, wa-ila llaahi turja'u l-umuuru) yang berarti "dan kepada Allah segala urusan dikembalikan". Di 35:25 kalimat pembuka itu dilanjutkan dengan sejarah dan bekal, lalu 35:26 menyebut apa yang terjadi sesudahnya. Kedua ayat itu menanggapi kemungkinan yang sama dengan dua bahan yang berlainan, yaitu tempat kembali segala urusan di 35:4 dan sejarah serta bekal di 35:25.
Ayat 3:184 memuat daftar tiga unsur yang sama, dengan pihak yang didustakan adalah rasul-rasul sebelum penerima ayat. Di 35:25 pihak yang disebut mendustakan adalah orang-orang sebelum mereka, dan rasul-rasul disebut sebagai pihak yang datang membawa bekal. Rangkaian ini berlanjut ke 35:26, yang menyebut tindakan atas orang-orang yang kufur, dan 35:27 mengalihkan pandangan ke air dan buah.
Renungan dan Hikmah
- Pendustaan berlangsung di antara manusia, dalam ruang sempit antara pembawa kabar dan orang yang menolaknya. Ayat 35:4 memakai kalimat pembuka yang sama dengan ayat ini lalu menutupnya dengan pernyataan bahwa kepada Allah segala urusan dikembalikan, sehingga penolakan itu ditaruh di dalam urusan yang lebih luas daripada percakapan dua pihak. Ayat 35:25 menambahkan sejarah di belakangnya, dan 35:4 menambahkan tempat kembali di depannya. Orang yang pernah merasa urusannya selesai ketika kabar yang dibawanya ditolak dapat bertanya, kepada siapa urusan itu dikembalikan menurut 35:4, dan apakah penolakan di depan matanya sudah menutup urusan yang sama?
- Ayat 35:22 menyatakan bahwa Allah memperdengarkan siapa yang Dia kehendaki, dan 35:23 membatasi tugas penerima ayat pada pemberi peringatan. Ayat 35:25 menyusul dengan keterangan bahwa orang-orang sebelum mereka mendustakan padahal rasul-rasul mereka datang dengan bukti nyata, zubur, dan kitab yang menerangi. Dari urutan itu dapat dibaca bahwa kelengkapan bekal pembawa kabar tidak menentukan siapa yang mendengar, sebab 35:22 menaruh urusan memperdengarkan pada Allah. Pembacaan ini bersandar pada urutan ayat dan tidak dinyatakan ayat mana pun dengan kata-kata itu. Seseorang yang menyampaikan sesuatu dengan data dan alasan yang lengkap lalu tidak didengar dapat bertanya, bagian mana dari hasil itu yang menurut 35:22 berada di tangannya?
- Tiga bekal di ayat ini datang dalam tiga bentuk yang berlainan, yaitu bukti-bukti nyata, zubur, dan kitab yang menerangi, dan ayat tidak merinci isi masing-masing. Ayat 35:40 juga menyebut kitab dan bukti nyata berdampingan, tetapi di sana bukti nyata disebut berasal dari kitab, dalam pertanyaan apakah mereka diberi kitab sehingga memiliki bukti nyata darinya. Di 35:25 ketiganya berjajar sebagai tiga hal yang datang bersama rasul. Orang yang menunggu bukti sebelum menerima sebuah kabar dapat memeriksa dirinya, bentuk bukti mana yang sedang ditunggunya, dan apakah bentuk itu pernah datang kepadanya tanpa dikenali sebagai bukti?
- Kalimat bahwa orang-orang sebelum mereka telah mendustakan menaruh pendustaan di tengah sejarah yang panjang, dan 35:24 sudah menyebut bahwa tidak ada umat yang tidak pernah dilewati pemberi peringatan. Orang yang menyangka penolakan yang dialaminya belum pernah dialami siapa pun mendapat gambaran lain dari ayat ini: pendustaan punya deretan pendahulu. Gambaran itu terbatas pada yang tertulis, sebab ayat tidak menyebut berapa banyak pihak yang menolak. Ayat 35:31 menyebut bahwa Allah teliti dan melihat hamba-hamba-Nya, sehingga penolakan yang dialami seseorang berlangsung di hadapan pihak yang melihatnya. Orang yang merasa ditolak sendirian dapat bertanya, siapa saja yang sudah berdiri di tempat yang sama menurut daftar ayat ini, dan siapa yang menurut 35:31 melihat ketika seseorang berdiri di sana?
- Ayat 35:8 menyebut bahwa Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, lalu meminta agar diri penerima ayat tidak lenyap karena kesedihan terhadap mereka. Ayat 35:25 berada di surah yang sama dan memuat keterangan lain tentang penolakan, yaitu penolakan sudah menimpa pembawa kabar yang bekalnya lengkap. Dua ayat itu memberi dua keterangan yang berlainan, yang pertama tentang siapa yang menyesatkan dan menunjuki, dan yang kedua tentang sejarah. Ayat 35:25 tidak menyatakan bahwa keterangannya dimaksudkan untuk meredakan kesedihan, sehingga hubungan itu hanya dapat dicoba sebagai bacaan. Orang yang larut dalam kesedihan karena ditolak dapat menimbang, keterangan mana di antara dua itu yang pernah dipakainya untuk menenangkan diri, dan mana yang belum pernah dipakainya?
- Kalimat pembuka ayat ini berbentuk syarat, yaitu jika mereka mendustakanmu, dan jawabannya sudah tertulis sebelum pendustaan dinyatakan terjadi. Ayat 35:4 memberi jawaban yang sama di awal surah, dan 35:25 mengulangnya sesudah ayat-ayat tentang tugas pemberi peringatan. Pengulangan itu menunjukkan bahwa jawaban yang sama diperlukan lebih dari satu kali dalam satu surah. Seseorang yang menyiapkan jawaban atas penolakan sebelum penolakan datang dapat mengamati apa yang terjadi pada dirinya ketika penolakan itu akhirnya tiba, apakah jawaban yang sudah disiapkan masih terpakai atau jawaban baru harus dicari?