ثُمَّ أَخَذْتُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

Kemudian, Aku azab orang-orang yang kufur. Maka, betapa pengingkaran-Ku!

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. ثُمَّ أَخَذْتُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۖ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِtsumma akhadztu lladziina kafaruu fa-kayfa kaana nakiirikemudian Aku azab orang-orang yang kufur; maka betapa pengingkaran-Ku

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. أَخَذْتُakhadztuAku mengambil
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. كَفَرُواkafaruukufur
  5. فَكَيْفَfa-kayfamaka bagaimana
  6. كَانَkaanaadalah
  7. نَكِيرِnakiirikemurkaan-Ku

Inti bacaan

Konsekuensi historis yang tegas: 'betapa dahsyat pengingkaran-Ku' bagi yang menolak, peringatan keras berbasis contoh serupa nyata, bukan ancaman kosong tanpa dasar.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(dahsyat)' dihapus, konsisten dengan koreksi serupa di 34:45.

Tafsiran

Ayat ini menutup acuan historis dengan konsekuensi yang sudah terjadi, bukan ancaman kosong, melainkan sesuatu yang sudah pernah dilaksanakan terhadap kaum-kaum terdahulu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata Aku, bukan kata Kami. Nadanya berubah. Lebih dekat, lebih keras.
  • Azabnya disebut sudah dilaksanakan, bukan diancamkan. Sudah terjadi. Bukan yang akan datang.
  • Kata kemudian menandai urutannya. Allah menyebut penangguhan lebih dulu. Dihukum sesudah diberi waktu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-dz, k-f-r, k-y-f, k-w-n, n-k-r): akhadhtu diterjemahkan 'Aku azab (renggut)' (akar '-kh-dz); nakiir diterjemahkan 'pengingkaran-Ku' (akar n-k-r). gloss '(lihatlah)/(akibat kemurkaan-Ku)' dibuang.