أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا ۚ وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu dengannya Kami keluarkan buah-buahan yang beraneka warnanya? Dan di antara gunung-gunung ada garis-garis putih dan merah yang beraneka warnanya, dan yang hitam pekat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَاa-lam tara anna llaaha anzala mina s-samaa'i maa'an fa-akhrajnaa bihi tsamaraatin mukhtalifan alwaanuhaatidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu dengannya Kami keluarkan buah-buahan yang beraneka warnanya
  2. وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌwa-mina l-jibaali judadun biidhun wa-humrun mukhtalifun alwaanuhaa wa-gharaabiibu suudundan di antara gunung-gunung ada garis-garis putih dan merah yang beraneka warnanya, dan yang hitam pekat

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. أَلَمْa-lamtidakkah
  2. تَرَtaraengkau memperhatikan
  3. أَنَّannabahwa
  4. اللَّهَllaahaAllah
  5. أَنْزَلَanzalamenurunkan
  6. مِنَminadari
  7. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  8. مَاءًmaa'anair
  9. فَأَخْرَجْنَاfa-akhrajnaamaka Kami mengeluarkan
  10. بِهِbihidengannya
  11. ثَمَرَاتٍtsamaraatinbuah-buahan
  12. مُخْتَلِفًاmukhtalifanyang berbeda
  13. أَلْوَانُهَاalwaanuhaawarnanya
  14. وَمِنَwa-minadan dari
  15. الْجِبَالِl-jibaaligunung-gunung
  16. جُدَدٌjudadungaris-garis
  17. بِيضٌbiidhunputih
  18. وَحُمْرٌwa-humrundan merah
  19. مُخْتَلِفٌmukhtalifunyang berbeda
  20. أَلْوَانُهَاalwaanuhaawarnanya
  21. وَغَرَابِيبُwa-gharaabiibudan yang hitam pekat
  22. سُودٌsuudunhitam

Inti bacaan

Susunan (أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ, a-lam tara anna llaaha anzala) muncul tiga kali di Al-Qur'an (22:63, 35:27, 39:21), dan di 35:27 kata kerja berikutnya beralih ke orang pertama jamak dalam (فَأَخْرَجْنَا, fa-akhrajnaa).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ, a-lam tara anna llaaha) yang berarti "tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah". Susunan itu muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu 14:19, 22:18, 22:63, 22:65, 24:41, 24:43, 31:29, 35:27, 39:21, dan 58:7. Tiga di antaranya diteruskan dengan (أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً, anzala mina s-samaa'i maa'an) yang berarti "menurunkan air dari langit", yaitu 22:63, 35:27, dan 39:21, dan ketiganya berlanjut ke arah yang berbeda. Di 22:63 hasilnya (فَتُصْبِحُ الْأَرْضُ مُخْضَرَّةً, fa-tushbihu l-ardhu mukhdharratan) yang berarti "sehingga bumi menghijau". Di 39:21 hasilnya (ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ, tsumma yukhriju bihi zar'an mukhtalifan alwaanuhu) yang berarti "kemudian dengannya Dia mengeluarkan tanaman yang beraneka warnanya", dan sesudah itu tanaman tersebut menguning lalu hancur. Di 35:27 hasilnya (فَأَخْرَجْنَا بِهِ, fa-akhrajnaa bihi) yang berarti "lalu dengannya Kami keluarkan", dan yang keluar adalah buah-buahan. Kata kerja (تَرَ, tara) di 22:63 dan 39:21 diterjemahkan "memperhatikan", dan 35:27 memakai padanan yang sama untuk kata kerja itu.

Kata kerja pertama di 35:27 memakai Allah sebagai pelaku dalam bentuk orang ketiga, lalu kata kerja kedua beralih ke "Kami". Peralihan yang sama ada pada (مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ, maa'an fa-akhrajnaa bihi) yang muncul tiga kali, yaitu di 6:99, 20:53, dan 35:27. Di 39:21 kata kerja pengeluarannya tetap berbentuk orang ketiga. Ayat-ayat itu tidak menjelaskan peralihannya, dan terjemahan mempertahankan "Allah" lalu "Kami" sesuai bentuk Arabnya.

Kata (ثَمَرَاتٍ, tsamaraatin) yang berarti "buah-buahan" muncul dua kali dalam bentuk ini, yaitu di 35:27 dan 41:47, (مِنْ ثَمَرَاتٍ مِنْ أَكْمَامِهَا, min tsamaraatin min akmaamihaa) yang berarti "dari buah-buahan dari kelopaknya". Kata (مُخْتَلِفًا, mukhtalifan) yang berarti "yang berbeda" berakar خ-ل-ف dan muncul empat kali dalam bentuk itu, yaitu di 6:141, 16:13, 35:27, dan 39:21. Frasa (مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ, mukhtalifan alwaanuhu) muncul di 16:13 dan 39:21, sedangkan (مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ, mukhtalifun alwaanuhu) muncul di 16:69 dan 35:28. Di 35:27 akhiran pada alwaan berubah menjadi -haa, yaitu (أَلْوَانُهَا, alwaanuhaa), bentuk yang hanya ada di ayat ini dan muncul dua kali di dalamnya, sekali untuk buah dan sekali untuk garis-garis putih dan merah di gunung. Kata (أَلْوَانُ, alwaan) berakar ل-و-ن, dan akar itu muncul di tujuh ayat pada lima surah, yaitu 2:69, 16:13, 16:69, 30:22, 35:27, 35:28, dan 39:21.

Kalimat (وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ, wa-mina l-jibaali judadun) berarti "dan di antara gunung-gunung ada garis-garis". Kata (جُدَدٌ, judadun) hanya muncul di 35:27, dan menurut data morfologi berakar ج-د-د, akar yang sama dengan (جَدِيدٍ, jadiidin) di 35:16, (بِخَلْقٍ جَدِيدٍ, bi-khalqin jadiidin) yang berarti "dengan makhluk yang baru". Karena pemakaian akar itu di tempat lain berarti "baru", arti judad tidak dapat diturunkan dari korpus, dan terjemahan memilihnya dari susunan kalimatnya. Kata mina yang berarti "dari antara" menaruh judad sebagai bagian dari gunung, dan kata yang menyusul hanya warna, yaitu putih dan merah, sehingga terjemahan memakai "garis-garis", yaitu sesuatu yang dapat diwarnai dan menjadi bagian dari gunung. KBBI mencatat garis sebagai coretan panjang. Bacaan lain yang juga menunjuk bagian gunung yang berwarna tidak dapat dibedakan dari korpus. Bentuk jamak ketiga warna itu, (بِيضٌ, biidhun) yang berarti "putih", (حُمْرٌ, humrun) yang berarti "merah", dan (سُودٌ, suudun) yang berarti "hitam", masing-masing hanya muncul di 35:27.

Kalimat terakhir, (وَغَرَابِيبُ سُودٌ, wa-gharaabiibu suudun), diterjemahkan "dan yang hitam pekat". Kata gharaabiib hanya muncul di 35:27. Data morfologi menaruhnya pada akar غ-ر-ب, akar yang sama dengan (غُرَابًا, ghuraaban) di 5:31 yang diterjemahkan "burung gagak". Ayat 5:31 tidak menyebut warna burung itu, sehingga dari korpus tidak dapat dikatakan bahwa gharaabiib menunjuk gagak atau hitam. Terjemahan 35:27 membacanya sebagai penambah kepekatan bagi (سُودٌ, suudun) yang berarti "hitam", karena kata hitam sudah ada sesudahnya. Ada bacaan lain yang memperlakukan gharaabiib sebagai benda ketiga di samping judad, dan susunan kalimat mendukungnya, sebab pada kelompok judad kata benda disusul warna, dan pada kelompok ketiga pun kata benda disusul warna. Korpus tidak memutuskan di antara dua bacaan itu.

Frasa (مِنَ الْجِبَالِ, mina l-jibaali) muncul lima kali, yaitu di 15:82, 16:68, 16:81, 26:149, dan 35:27. Di 15:82, 16:68, dan 26:149 frasa itu diikuti (بُيُوتًا, buyuutan) yang berarti "rumah-rumah", seperti pada (مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا, mina l-jibaali buyuutan). Di 16:81 frasa itu diikuti (أَكْنَانًا, aknaanan) yang berarti "tempat-tempat tertutup", dalam (وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا, wa-ja'ala lakum mina l-jibaali aknaanan). Di 35:27 frasa itu diikuti judad dan warna.

Tafsiran

Ayat ini mengalihkan pandangan dari pendustaan dan akibatnya ke sesuatu yang dapat dilihat. Ayat 35:23 sampai 35:25 menyapa "engkau" tentang tugas, pengutusan, dan pendustaan, dan 35:27 menyapanya lagi dengan pertanyaan "tidakkah engkau memperhatikan". Di antaranya 35:26 berbicara tentang orang-orang yang kufur, sehingga pertanyaan di 35:27 terbaca sebagai pergantian bahan: dari kabar tentang pihak lain ke benda yang ada di depan mata.

Susunan pengamatan di ayat ini patut dicermati. Untuk buah, ayat memberi rantai sebab, yaitu air diturunkan dari langit lalu dengannya dikeluarkan buah-buahan. Untuk gunung, ayat menyebut garis-garis berwarna tanpa kata kerja dan tanpa air. Ayat tidak menyebut sebab warna gunung dan tidak menghubungkannya dengan air. Warna pun disebut dengan dua cara. Frasa "beraneka warnanya" dipakai untuk buah dan untuk garis putih dan merah, sedangkan hitam pekat disebut sesudahnya tanpa frasa itu. Dapat dibaca bahwa keragaman yang dimaksud ayat ini terjadi di dalam satu golongan, buah dengan buah dan garis dengan garis, tanpa tingkatan antara yang baik dan yang buruk. Pembacaan ini bersandar pada tidak adanya kata penilai di seluruh ayat.

Ayat 35:19 sampai 35:22 menyebut empat pasangan yang tidak sama, yaitu (وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ, wa-maa yastawi l-a'maa wa-l-bashiiru) yang berarti "dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat", lalu gelap dan terang, teduh dan panas, orang hidup dan orang mati. Ayat 35:27 dan 35:28 menyebut perbedaan jenis lain, yaitu beraneka warna dalam satu golongan, tanpa kata "tidak sama". Dua jenis perbedaan itu berdekatan di dalam satu surah, dan ayat-ayat itu tidak menjelaskan hubungannya.

Ayat 35:28 melanjutkan daftar yang sama dengan manusia, hewan-hewan yang melata, dan hewan-hewan ternak, sehingga 35:27 berdiri sebagai bagian pertama dari satu daftar yang membentang di dua ayat. Pernyataan tentang orang yang takut kepada Allah baru muncul di ayat kedua, sesudah daftar itu selesai.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut bahwa Allah menurunkan air dari langit, dan dengan air itu dikeluarkan buah-buahan yang beraneka warnanya. Sumbernya satu, hasilnya beraneka, dan ayat tidak mengatakan bahwa salah satu hasilnya gagal. Ayat 35:25 menyebut orang-orang yang didatangi bekal yang lengkap lalu mendustakan, dan 35:27 menyusul dengan satu air dan hasil yang beraneka. Ayat tidak menyatakan bahwa keduanya sebanding, sehingga pembaca dapat meletakkan keduanya berdampingan tanpa menyamakannya. Orang yang heran melihat dua orang menerima peringatan yang sama dan menanggapinya berbeda dapat bertanya, kebiasaan apa dalam dirinya yang mengira satu sumber harus menghasilkan satu rupa?
  • Untuk buah, ayat menyebut rantai sebab, yaitu air yang diturunkan Allah lalu buah yang dikeluarkan. Untuk garis-garis berwarna di gunung, ayat hanya menyebut keberadaannya, tanpa kata kerja dan tanpa air. Pembaca yang terbiasa menuntut sebab bagi setiap perbedaan dapat mengamati bahwa ayat membiarkan sebagian perbedaan tanpa sebab yang tertulis. Pembacaan ini bersandar pada susunan kalimat ayat, dan ayat tidak menyatakan bahwa gunung tidak punya sebab. Perbedaan apa di sekelilingnya yang selama ini dituntut sebabnya, dan apa yang terjadi pada tuntutan itu bila sebabnya tidak pernah ditemukan?
  • Pertanyaan tidakkah engkau memperhatikan membawa pembaca ke buah dan gunung, dua benda yang disebut sebagai bahan pandangan. Ayat 35:3 mengajak manusia mengingat nikmat Allah dan bertanya adakah pencipta selain Allah yang memberi rezeki dari langit dan bumi. Ayat 35:27 memperlihatkan jalur rezeki itu pada buah, yaitu air dari langit lalu buah yang keluar di bumi. Kapan terakhir kali orang yang makan buah setiap hari melihat buah itu sebagai sesuatu yang sampai kepadanya lewat air dari langit, sebelum menjadi barang di meja?
  • Ayat 35:19 sampai 35:22 menyebut empat pasangan yang tidak sama, yaitu orang buta dan orang yang melihat, gelap dan terang, teduh dan panas, orang hidup dan orang mati. Ayat 35:27 menyebut perbedaan jenis lain, yaitu warna yang beraneka dalam satu golongan, tanpa kata tidak sama. Ayat 35:22 menutup pasangan terakhir dengan pernyataan bahwa Allah memperdengarkan siapa yang Dia kehendaki. Dua jenis perbedaan itu berdampingan dalam satu surah, dan ayat-ayatnya tidak menjelaskan hubungan keduanya. Perbedaan mana di sekeliling pembaca yang selama ini dinilai seperti pasangan buta dan melihat, padahal bentuknya lebih mirip warna-warna buah?
  • Ayat ini menyebut garis-garis berwarna di antara gunung-gunung, sehingga warna dilekatkan pada bagian gunung, tidak pada seluruh gunung. Orang yang menilai seseorang atau sesuatu dari satu warna di permukaannya dapat bertanya, garis apa yang sedang dilihatnya dan apa yang tidak terlihat dari tempatnya berdiri? Ayat tidak menyebut apa yang ada di bawah garis-garis itu, dan pembaca tidak diberi dasar untuk mengisinya sendiri.
  • Ayat 35:23 sampai 35:25 menyapa pembawa kabar tentang tugas, pengutusan, dan pendustaan, dan 35:27 menyapanya lagi dengan buah dan gunung untuk diperhatikan. Sesudah ayat tentang batas tugas dan tentang pendustaan, ayat ini memberi bahan untuk diperhatikan dan tidak menambah tugas baru. Apa yang tampak bila pandangan orang yang terbebani oleh tanggapan orang lain terhadap kabar yang dibawanya dialihkan dari tanggapan itu ke buah dan gunung, dan berapa lama pandangan itu bertahan di sana sebelum kembali ke tanggapan orang?