وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
Dan di antara manusia, hewan-hewan yang melata, dan hewan-hewan ternak, ada yang bermacam-macam warnanya, seperti itu juga. Sesungguhnya, di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang-orang yang berilmu yang takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah Sang Digdaya lagi Sang Pengampun.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَwa-mina n-naasi wa-d-dawaabbi wa-l-an'aami mukhtalifun alwaanuhu ka-dzaalikadan di antara manusia, hewan-hewan yang melata, dan hewan-hewan ternak, ada yang bermacam-macam warnanya, seperti itu juga
- إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُinnamaa yakhsyaa llaaha min 'ibaadihi l-ulamaa'usesungguhnya, di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah orang-orang yang berilmu yang takut kepada Allah
- إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌinna llaaha 'aziizun ghafuurunsesungguhnya Allah Sang Digdaya lagi Sang Pengampun
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَمِنَwa-minadan dari
- النَّاسِn-naasimanusia
- وَالدَّوَابِّwa-d-dawaabbidan binatang melata
- وَالْأَنْعَامِwa-l-an'aamidan binatang ternak
- مُخْتَلِفٌmukhtalifunyang berbeda
- أَلْوَانُهُalwaanuhuwarnanya
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- يَخْشَىyakhsyaatakut
- اللَّهَllaahaAllah
- مِنْmindari
- عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
- الْعُلَمَاءُl-ulamaa'upara ulama
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- عَزِيزٌ'aziizunMahaperkasa
- غَفُورٌghafuurunpengampun
Inti bacaan
Keragaman warna pada manusia dan hewan disejajarkan dengan fenomena alam, ditutup penegasan penting: 'yang takut kepada Allah hanyalah orang-orang berilmu', pengetahuan sejati dan mendalam berkorelasi dengan kesadaran spiritual, bukan sesuatu yang terpisah atau bertentangan dengannya.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Demikian pula)' dirajut menjadi 'seperti itu juga': mengandung 'itu' sesuai disiplin dzalika/tilka untuk 'ka-dzaalika'. Tambahan '(dan jenisnya)' dihapus. Struktur kalimat 'innamaa yakhshaa llaaha min ibaadihi l-ulamaa'u' disusun ulang agar subjek 'orang-orang yang berilmu' jelas sebagai pelaku takut, bukan objek yang ditakuti.
Tafsiran
Ayat ini menyandingkan keragaman warna di alam dengan pernyataan penting tentang rasa takut yang sejati, bukan dimiliki semua orang, melainkan khusus mereka yang berilmu, sebuah penegasan bahwa pengetahuan yang mendalam justru melahirkan kesadaran akan Allah, bukan menjauhkannya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menegaskan hubungan antara pengetahuan mendalam dan kesadaran akan Allah, bukan orang awam yang paling merasakan rasa takut yang sejati, melainkan mereka yang paling memahami keagungan dan keteraturan ciptaan-Nya, menjadikan ilmu sebagai jalan menuju kesadaran, bukan penghalangnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Pengampun.” diterjemahkan “pengampun.”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'ghafuur' indefinit (tanpa kata sandang). ampunan='menutupi dosa'.