وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
Dan di antara manusia, hewan-hewan yang melata, dan hewan-hewan ternak, ada yang beraneka warnanya, seperti itu juga. Sesungguhnya, di antara hamba-hamba-Nya, hanya orang-orang yang berilmu yang takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah digdaya lagi pengampun.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَwa-mina n-naasi wa-d-dawaabbi wa-l-an'aami mukhtalifun alwaanuhu ka-dzaalikadan di antara manusia, hewan-hewan yang melata, dan hewan-hewan ternak, ada yang beraneka warnanya, seperti itu juga
- إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُinnamaa yakhsyaa llaaha min 'ibaadihi l-ulamaa'usesungguhnya, di antara hamba-hamba-Nya, hanya orang-orang yang berilmu yang takut kepada Allah
- إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌinna llaaha 'aziizun ghafuurunsesungguhnya Allah digdaya lagi pengampun
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَمِنَwa-minadan dari
- النَّاسِn-naasimanusia
- وَالدَّوَابِّwa-d-dawaabbidan binatang melata
- وَالْأَنْعَامِwa-l-an'aamidan binatang ternak
- مُخْتَلِفٌmukhtalifunyang berbeda
- أَلْوَانُهُalwaanuhuwarnanya
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanya
- يَخْشَىyakhsyaatakut
- اللَّهَllaahaAllah
- مِنْmindari
- عِبَادِهِ'ibaadihihamba-hamba-Nya
- الْعُلَمَاءُl-ulamaa'uorang-orang yang berilmu
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- عَزِيزٌ'aziizundigdaya
- غَفُورٌghafuurunpengampun
Inti bacaan
Bentuk jamak (الدَّوَابِّ, d-dawaabbi), dengan akhiran yang berbeda di 22:18, muncul empat kali di tiga surah Al-Qur'an (8:22, 8:55, 22:18, 35:28), dan di 35:28 kata itu disebut berdampingan dengan manusia dan hewan ternak.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dimulai dengan (وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ, wa-mina n-naasi wa-d-dawaabbi wa-l-an'aami) yang berarti "dan di antara manusia, hewan-hewan yang melata, dan hewan-hewan ternak". Bentuk jamak (الدَّوَابِّ, d-dawaabbi) muncul empat kali di tiga surah, yaitu 8:22, 8:55, 22:18 dengan akhiran yang berbeda, dan 35:28. Di 8:22 dan 8:55 bunyinya (إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ, inna syarra d-dawaabbi 'inda llaahi) yang berarti "sesungguhnya seburuk-buruk makhluk melata di sisi Allah", dan ayat 8:22 melanjutkan dengan (الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ, sh-shummu l-bukmu lladziina laa ya'qiluuna) yang berarti "yang tuli dan bisu, yang tidak menggunakan akal", sedangkan ayat 8:55 melanjutkan dengan (الَّذِينَ كَفَرُوا, lladziina kafaruu) yang berarti "orang-orang yang kufur". Di 22:18 hewan melata disebut berdampingan dengan manusia dalam (وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ, wa-d-dawaabbu wa-katsiirun mina n-naasi) yang berarti "dan hewan melata dan banyak dari manusia", dalam daftar yang tunduk kepada Allah. Di 35:28 hewan melata juga disebut berdampingan dengan manusia, dan keduanya menjadi dua dari tiga kelompok yang beraneka warnanya.
Frasa (مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ, mukhtalifun alwaanuhu) yang berarti "beraneka warnanya" muncul dua kali, yaitu di 16:69 dan 35:28. Di 16:69 minuman yang keluar dari perut beraneka warnanya, dalam (يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ, yakhruju min buthuunihaa syaraabun mukhtalifun alwaanuhu), dan di 35:28 manusia, hewan melata, dan hewan ternak beraneka warnanya. Kata (كَذَٰلِكَ, ka-dzaalika) yang berarti "seperti itu" tersusun dari ka yang berarti "seperti" dan dzaalika yang berarti "itu". Kata itu berada di ujung kalimat pertama, sesudah keterangan warna, dan menunjuk kembali ke keragaman warna yang sudah disebut, termasuk di 35:27. Terjemahan menulisnya "seperti itu juga" agar kalimat pertama terbaca sebagai lanjutan daftar di ayat sebelumnya.
Kata (الْعُلَمَاءُ, l-'ulamaa'u) diterjemahkan "orang-orang yang berilmu" dan berakar ع-ل-م. Bentuk (عُلَمَاءُ, 'ulamaa'u) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:197 dan 35:28. Di 26:197 kata itu bergandengan dengan kata kerja (يَعْلَمَهُ, ya'lamahu) yang berarti "mengetahuinya", sehingga ada sesuatu yang diketahui, yaitu hal yang dibicarakan ayat sebelumnya. Di 35:28 ayat tidak menyebut apa yang diketahui orang-orang itu. KBBI mencatat kata ulama sebagai orang yang ahli dalam pengetahuan agama Islam, sedangkan ayat ini tidak menyebut bidang ilmunya, sehingga terjemahan memakai "orang-orang yang berilmu" yang tetap dekat ke akar ع-ل-م dan tidak mempersempit bidangnya.
Kalimat (إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ, innamaa yakhsyaa llaaha) yang berarti "sesungguhnya takut kepada Allah" memuat susunan (يَخْشَى اللَّهَ, yakhsyaa llaaha) yang hanya muncul di 35:28. Dalam kalimat Arabnya kata kerja disusul Allah, lalu (مِنْ عِبَادِهِ, min 'ibaadihi) yang berarti "di antara hamba-hamba-Nya", dan pelaku baru disebut di ujung, yaitu (الْعُلَمَاءُ, l-'ulamaa'u). Data morfologi menandai Allah sebagai objek dan orang-orang yang berilmu sebagai pelaku, sehingga orang-orang yang berilmu menjadi pihak yang takut dan Allah menjadi pihak yang ditakuti. Terjemahan menyusun ulang urutannya agar pelaku terbaca lebih dulu. Kata kerja (يَخْشَى, yakhsyaa) berakar خ-ش-ي, dan di 35:18 akar yang sama memiliki objek "Tuhan mereka", yaitu (يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ, yakhsyawna rabbahum) yang berarti "mereka takut kepada Tuhan mereka". Frasa (مِنْ عِبَادِهِ, min 'ibaadihi) muncul empat belas kali di empat belas surah, yaitu 2:90, 6:88, 7:128, 10:107, 14:11, 16:2, 27:15, 28:82, 29:62, 30:48, 34:39, 35:28, 40:15, dan 43:15. Kata min di dalamnya berarti "di antara", sehingga di 35:28 rasa takut itu dinyatakan milik sebagian hamba-Nya.
Kalimat terakhir, (إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ, inna llaaha 'aziizun ghafuurun), memuat dua sifat tanpa kata sandang. Terjemahan memakai huruf kecil, "digdaya lagi pengampun", sesuai keputusan yang berlaku untuk dua akar ini: sifat bertakrif dipadankan "Sang Digdaya" dan "Sang Pengampun", dan sifat tak tentu dipadankan "digdaya" dan "pengampun". Gabungan tak tentu (عَزِيزٌ غَفُورٌ, 'aziizun ghafuurun) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 35:28, sedangkan gabungan bertakrif (وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ, wa-huwa l-'aziizu l-ghafuuru) terdapat di 67:2. Kata (عَزِيزٌ, 'aziizun) berakar ع-ز-ز, akar yang sama dengan (الْعِزَّةَ, l-'izzata) di 35:10, (فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا, fa-li-llaahi l-'izzatu jamii'an) yang berarti "maka milik Allahlah kedigdayaan seluruhnya". Kata (غَفُورٌ, ghafuurun) berakar غ-ف-ر. Pasangan (غَفُورٌ شَكُورٌ, ghafuurun syakuurun) yang berarti "pengampun lagi pengganjar" muncul tiga kali di dua surah, yaitu 35:30, 35:34, dan 42:23, sehingga kata ghafuur di 35:28 bertetangga dengan kata yang sama di 35:30 dan 35:34.
Tafsiran
Ayat ini menutup daftar warna dari 35:27 dengan makhluk yang hidup, lalu memakai daftar itu sebagai latar bagi pernyataan tentang siapa yang takut kepada Allah. Daftarnya bergerak dari buah dan gunung di 35:27 ke manusia, hewan melata, dan hewan ternak di 35:28, sehingga makhluk yang bergerak masuk ke dalam daftar yang sama dengan benda yang diam. Sesudah daftar itu ayat menyatakan (إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ, innamaa yakhsyaa llaaha min 'ibaadihi l-'ulamaa'u). Di antara daftar warna dan pernyataan itu tidak ada kata sebab seperti "karena", sehingga hubungannya hanya berupa urutan.
Pola yang sama muncul di empat ayat lain yang memuat kata alwaan. Ayat 16:13 ditutup dengan tanda bagi kaum yang mengambil pelajaran, 16:69 dengan tanda bagi kaum yang berpikir, 30:22 dengan tanda bagi orang-orang yang berilmu, dan 39:21 dengan peringatan bagi orang-orang yang berpikiran sehat. Keempatnya menyebut siapa yang memperoleh sesuatu dari pengamatan warna. Ayat 35:28 menyebut hal yang lain, yaitu siapa yang takut kepada Allah, dan golongan yang disebutnya berakar sama dengan golongan di 30:22, yaitu orang-orang yang berilmu.
Surah ini menyebut kelompok yang takut kepada Allah dengan dua keterangan di dua tempat. Di 35:18 kelompok itu takut kepada Tuhan mereka tanpa melihat-Nya dan menegakkan salat, dan di 35:28 kelompok itu berilmu. Ayat-ayat itu tidak menggabungkan dua keterangan itu dan tidak menyatakan bahwa kelompoknya sama.
Ayat ini ditutup dengan dua sifat, digdaya dan pengampun, dan 35:30 menutup dengan (غَفُورٌ شَكُورٌ, ghafuurun syakuurun) yang berarti "pengampun lagi pengganjar". Sifat pengampun muncul di kedua penutup. Ayat tidak menyebut hubungan antara takut dan pengampun, dan menaruh keduanya berdekatan. Ayat 35:29 yang berada di antaranya menyebut orang-orang yang membaca Kitab Allah, menegakkan salat, dan berinfak, sehingga ayat penutup 35:28 dan 35:30 mengapit satu ayat tentang perbuatan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 35:27 dan 35:28 menyusun daftar warna lebih dulu, dari buah dan gunung sampai manusia dan hewan, lalu menyebut siapa yang takut kepada Allah. Antara daftar dan pernyataan itu tidak ada kata sebab, sehingga urutannya sendiri yang dapat dibaca: pengamatan datang lebih dulu, dan kalimat tentang takut menyusul. Pembacaan ini bersandar pada urutan dan tidak dinyatakan ayat dengan kata-kata itu. Apa yang sudah dilihat dengan teliti oleh orang yang ingin takut kepada Allah dengan sungguh, sebelum perasaan itu dicari?
- Ayat ini menyebut orang-orang yang berilmu tanpa menyebut ilmu tentang apa. Di 26:197 kata yang sama diikuti sesuatu yang diketahui, sedangkan di 35:28 daftar yang mendahuluinya berisi buah, gunung, manusia, hewan melata, dan hewan ternak. Rasa takut kepada Allah di ayat ini diikat pada orang yang berilmu dan tidak pada daftar bidang tertentu. Orang yang mengira ilmu yang dimaksud hanya satu bidang dapat memeriksa dasarnya, kata apa dalam ayat yang membatasi, dan bidang ilmu mana yang selama ini dianggap tidak berhubungan dengan rasa takut kepada Allah?
- Ayat ini ditutup dengan dua sifat, digdaya dan pengampun, sesudah kalimat tentang takut kepada Allah, dan 35:30 menutup dengan pengampun lagi pengganjar. Ayat tidak menyebut hubungan antara takut dan pengampun, dan hanya menaruhnya berdekatan. Orang yang membayangkan takut kepada Allah sebagai rasa gentar saja dapat memeriksa bayangan itu terhadap penutup ayat, sebab sifat pengampun disebut di ayat yang sama. Takut yang disebut ayat ini berjalan bersama sifat apa saja, dan adakah yang selama ini dibiarkan terpisah?
- Ayat ini menyebut orang-orang yang berilmu sebagai sebagian dari hamba-hamba-Nya, sehingga rasa takut kepada Allah di sini dinyatakan milik sebagian dan tidak milik semua hamba. Ayat tidak menyebut sebab sebagian yang lain tidak termasuk, dan tidak memberi ukuran yang lebih rinci. Tanda apa dalam ayat ini yang dipakai orang yang merasa sudah termasuk di dalamnya untuk memastikan hal itu, dan tanda apa yang belum pernah diperiksanya?
- Manusia disebut di ayat ini bersama hewan melata dan hewan ternak dalam satu daftar yang beraneka warnanya, dan ayat tidak mengurutkan warna mana yang lebih tinggi. Ayat 22:18 juga menaruh hewan melata di samping manusia, dalam daftar yang tunduk kepada Allah. Dari ayat mana orang yang terbiasa menyusun tingkatan di antara sesama manusia berdasarkan perbedaan yang tampak mengambil tangga itu, dan apa yang tersisa di daftar ini bila tangga itu dilepas?
- Ayat 35:10 menyebut bahwa siapa yang menghendaki kedigdayaan, kedigdayaan itu semuanya milik Allah, dan 35:28 menutup dengan sifat digdaya yang disandangkan kepada Allah. Dua ayat dalam satu surah itu memakai akar yang sama, sehingga kedigdayaan yang dicari manusia dan kedigdayaan yang disebut sebagai sifat Allah berbagi satu akar. Orang yang mengejar kedigdayaan dapat bertanya, kepada siapa kedigdayaan itu menurut 35:10 dimiliki, dan apakah rasa takut kepada pemiliknya sudah menjadi bagian dari pengejarannya?