إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

Sesungguhnya orang-orang yang membaca Kitab Allah, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَinna lladziina yatluuna kitaaba llaahi wa-aqaamu sh-shalaatasesungguhnya orang-orang yang membaca Kitab Allah, menegakkan salat
  2. وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةًwa-anfaquu mimmaa razaqnaahum sirran wa-'alaaniyatandan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan
  3. يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَyarjuuna tijaaratan lan tabuuramereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. يَتْلُونَyatluunamereka membaca
  4. كِتَابَkitaabaKitab
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. وَأَقَامُواwa-aqaamudan mereka mendirikan
  7. الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
  8. وَأَنْفَقُواwa-anfaquudan mereka menafkahkan
  9. مِمَّاmimmaadari apa yang
  10. رَزَقْنَاهُمْrazaqnaahumKami rezekikan kepada mereka
  11. سِرًّاsirrandengan rahasia
  12. وَعَلَانِيَةًwa-'alaaniyatandan terang-terangan
  13. يَرْجُونَyarjuunamereka mengharapkan
  14. تِجَارَةًtijaaratanperniagaan
  15. لَنْlantidak akan
  16. تَبُورَtabuuramerugi

Inti bacaan

Frasa (وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ, wa-anfaquu mimmaa razaqnaahum) dengan kata kerja perbuatan yang sudah dilakukan muncul dua kali di Al-Qur'an (13:22, 35:29), sedangkan kata kerja yang sedang berlangsung dipakai di enam ayat (2:3, 8:3, 22:35, 28:54, 32:16, 42:38).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ, inna lladziina yatluuna kitaaba llaahi) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang membaca Kitab Allah". Kata kerja (يَتْلُونَ, yatluuna) berakar ت-ل-و dan muncul enam kali di lima surah, yaitu 2:113, 2:121, 3:113, 22:72, 35:29, dan 39:71, termasuk bentuk (يَتْلُونَهُ, yatluunahu) di 2:121. Kata kerja ini punya dua susunan. Bila objeknya langsung, terjemahan memakai "membaca", dan bila diikuti kata yang berarti "atas" atau "kepada", terjemahan memakai "membacakan". Contohnya (يَتْلُونَ الْكِتَابَ, yatluuna l-kitaaba) di 2:113 yang berarti "mereka membaca Kitab", (يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ, yatluuna aayaati llaahi) di 3:113 yang berarti "mereka membaca tanda-tanda Allah", dan (يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا, yatluuna 'alayhim aayaatinaa) di 22:72 yang berarti "membacakan tanda-tanda Kami kepada mereka". Di 35:29 objeknya langsung, yaitu (كِتَابَ اللَّهِ, kitaaba llaahi), sehingga terjemahan memakai "membaca". Terjemahan tidak menambahkan "selalu", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Susunan (كِتَابَ اللَّهِ, kitaaba llaahi) muncul tiga kali, yaitu di 2:101, 4:24, dan 35:29. Di 4:24 bunyinya (كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ, kitaaba llaahi 'alaykum) dan diterjemahkan "ketetapan Allah atas kalian", sedangkan di 35:29 kata itu menjadi objek kata kerja membaca, sehingga objeknya berupa tulisan yang dibaca.

Data morfologi menandai kata kerja pertama sebagai perbuatan yang sedang berlangsung, dan dua kata kerja sesudahnya, (وَأَقَامُوا, wa-aqaamu) dan (وَأَنْفَقُوا, wa-anfaquu), sebagai perbuatan yang sudah dilakukan. Kalimat (وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ, wa-aqaamu sh-shalaata) diterjemahkan "dan menegakkan salat", padanan baku untuk rumusan ini. Rumusan (أَقَامُوا الصَّلَاةَ, aqaamu sh-shalaata), dengan atau tanpa wa di depannya, muncul sembilan kali di tujuh surah, yaitu 2:277, 7:170, 9:5, 9:11, 13:22, 22:41, 35:18, 35:29, dan 42:38.

Frasa (وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ, wa-anfaquu mimmaa razaqnaahum) yang berarti "dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka" muncul dua kali, yaitu di 13:22 dan 35:29. Kata (مِمَّا, mimmaa) tersusun dari min yang berarti "sebagian dari" dan maa yang berarti "apa yang", sehingga infak itu mengambil sebagian rezeki dan tidak seluruhnya. Kata (رَزَقْنَاهُمْ, razaqnaahum) memuat -naa yang berarti "Kami" dan -hum yang berarti "mereka", sehingga pemberi rezeki di ayat ini disebut dengan "Kami". Enam ayat lain memakai kata kerja infak dalam bentuk yang sedang berlangsung untuk rezeki yang sama, yaitu (مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ, mimmaa razaqnaahum yunfiquuna) di 2:3, 8:3, 22:35, 28:54, 32:16, dan 42:38. Dua kata kerja perbuatan yang sudah dilakukan di 13:22 dan 35:29 berbeda dari keenam ayat itu. Kata (سِرًّا وَعَلَانِيَةً, sirran wa-'alaaniyatan) yang berarti "secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan" muncul empat kali, yaitu di 2:274, 13:22, 14:31, dan 35:29. Rangkaian dari salat sampai kedua kata itu, (وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً, wa-aqaamu sh-shalaata wa-anfaquu mimmaa razaqnaahum sirran wa-'alaaniyatan), muncul dua kali, yaitu di 13:22 dan 35:29.

Kata kerja (يَرْجُونَ, yarjuuna) yang berarti "mereka mengharapkan" berakar ر-ج-و. Dari dua belas kemunculannya, sembilan didahului laa yang berarti "tidak", yaitu 4:104, 10:7, 10:11, 10:15, 24:60, 25:21, 25:40, 45:14, dan 78:27, sedangkan tiga tidak didahului laa, yaitu 2:218, 17:57, dan 35:29. Objek ketiga ayat terakhir itu berbeda. Di 2:218 bunyinya (يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ, yarjuuna rahmata llaahi) yang berarti "mereka mengharapkan rahmat Allah", di 17:57 (وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ, wa-yarjuuna rahmatahu) yang berarti "dan mereka mengharapkan rahmat-Nya", dan di 35:29 (يَرْجُونَ تِجَارَةً, yarjuuna tijaaratan) yang berarti "mereka mengharapkan perdagangan".

Kata (تِجَارَةً, tijaaratan) berakar ت-ج-ر. Kata benda tijaarah muncul di tujuh ayat, yaitu 2:282, 4:29, 9:24, 24:37, 35:29, 61:10, dan 62:11, ditambah (تِجَارَتُهُمْ, tijaaratuhum) di 2:16. Di 61:10 perdagangan ditawarkan sebagai sesuatu yang menyelamatkan dari azab yang pedih, dalam (عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ, 'alaa tijaaratin tunjiikum min 'adzaabin aliimin). Di 62:11 orang-orang berpencar menuju perdagangan dan meninggalkan penerima ayat berdiri, dan di 24:37 perdagangan tidak melalaikan orang-orang itu dari mengingat Allah. Di 35:29 perdagangan menjadi objek harapan. Kata (تَبُورَ, tabuura) berakar ب-و-ر. Kata itu dalam bentuk ini hanya ada di 35:29, yaitu dalam (لَنْ تَبُورَ, lan tabuura). Akar yang sama ada pada (وَمَكْرُ أُولَٰئِكَ هُوَ يَبُورُ, wa-makru ulaa'ika huwa yabuuru) di 35:10 yang diterjemahkan "dan makar mereka itu akan hancur", pada (دَارَ الْبَوَارِ, daara l-bawaari) di 14:28 yang diterjemahkan "negeri kebinasaan", dan pada (قَوْمًا بُورًا, qawman buuran) di 25:18 dan 48:12 yang diterjemahkan "kaum yang binasa". Terjemahan 35:29 memakai "rugi" karena perdagangan menjadi pelaku kata kerja tabuura, dan perdagangan yang binasa dalam bahasa Indonesia disebut rugi. Bacaan yang lebih dekat ke akar adalah "tidak akan binasa", dan kedua padanan itu sejalan dengan arti akar yang tampak di empat ayat tadi.

Tafsiran

Ayat ini merangkai tiga perbuatan dalam satu kalimat yang berujung pada harapan, dan harapan itu berbentuk perdagangan. Tiga perbuatan itu, yaitu membaca Kitab Allah, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki, disebut tanpa peringkat dan tanpa kata yang meninggikan salah satunya. Kalimatnya tidak berkata bahwa mereka sudah mendapat. Ayat memakai kata kerja yang berarti mengharapkan, dan 35:30 menyambungnya dengan tujuan, (لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ, li-yuwaffiyahum ujuurahum) yang berarti "agar Dia menyempurnakan pahala mereka".

Ayat 13:22 memuat rangkaian salat dan dua cara infak yang sama, tetapi kedua ujungnya berbeda. Di 13:22 rangkaian itu dimulai dengan orang-orang yang bersabar demi mencari wajah Tuhan mereka, dan diakhiri dengan menolak keburukan dengan kebaikan serta tempat kesudahan. Di 35:29 rangkaian itu dimulai dengan membaca Kitab Allah dan diakhiri dengan perdagangan. Kerangka yang sama dipakai untuk dua kelompok dengan awal dan akhir yang berlainan.

Infak secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan di 35:29 disebut tanpa peringkat. Ayat 2:271 memberi peringkat: menampakkan sedekah itu baik, dan menyembunyikannya serta memberikannya kepada orang-orang fakir itu lebih baik. Dua ayat itu tidak saling membatalkan, sebab 2:271 berbicara tentang sedekah dan peringkatnya, sedangkan 35:29 menyebut dua cara infak sebagai bagian dari kelompok yang sama.

Ayat 14:31 menaruh salat dan infak yang sama sebelum datang hari yang tidak ada jual beli di dalamnya, yaitu (مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ, min qabli an ya'tiya yawmun laa bay'un fiihi). Di 35:29 perbuatan yang sama dinamai perdagangan. Kedua ayat memakai kosakata jual beli, yang satu untuk menunjuk hari tanpa jual beli dan yang lain untuk menunjuk perdagangan yang tidak binasa, dan keduanya tidak menjelaskan hubungan di antaranya.

Ayat 35:28 menyebut orang-orang yang berilmu dan takut kepada Allah, dan 35:30 menutup dengan pengampun lagi pengganjar. Ayat 35:29 berada di antara keduanya sebagai ayat perbuatan. Ayat ini tidak menyatakan bahwa kelompok di 35:29 sama dengan kelompok di 35:28.

Renungan dan Hikmah

  • Membaca Kitab Allah, menegakkan salat, dan menginfakkan rezeki dirangkai dalam satu kalimat tanpa peringkat, dan ayat tidak menyebut mana yang lebih dulu atau lebih berat. Orang yang cenderung menjalankan satu dari ketiganya dengan tekun lalu menunda yang lain dapat bertanya, kata apa dalam ayat ini yang memberinya izin untuk memilah? Ayat ini menaruh ketiganya sebagai ciri satu kelompok, dan pembaca yang menimbang dirinya terhadap ayat ini dapat memeriksa tiga perbuatan itu sebagai satu daftar sebelum menyimpulkan bahwa ia sudah termasuk.
  • Infak di ayat ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, dan ayat tidak memeringkat keduanya. Ayat 2:271 memeringkat sedekah, yaitu menampakkannya baik, dan menyembunyikannya serta memberikannya kepada orang fakir lebih baik, lalu ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah waskita terhadap apa yang dikerjakan. Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berdekatan tetapi tidak sama, sehingga tidak saling menggantikan. Orang yang menimbang cara memberi dapat bertanya, ukuran mana yang sedang dipakainya, peringkat dari 2:271 atau kelompok yang menjalankan keduanya dari 35:29?
  • Kata Kami pada rezeki yang diinfakkan menaruh pemberi rezeki pada pihak yang lain daripada orang yang berinfak, dan 35:3 menanyakan adakah pencipta selain Allah yang memberi rezeki dari langit dan bumi. Infak di ayat ini mengambil sebagian dari apa yang sudah diberikan lebih dulu, dan kata sebagian menyisakan bagian yang tidak diinfakkan. Bagian mana dari apa yang dipegang orang yang berinfak yang selama ini dianggap miliknya sepenuhnya, dan siapa yang menurut 35:3 memberikannya lebih dulu?
  • Kata kerja di ayat ini berarti mengharapkan, dan di 2:218 serta 17:57 kata kerja yang sama dipakai untuk rahmat Allah dan rahmat-Nya. Ayat 35:29 memakainya untuk perdagangan, sehingga tiga perbuatan tadi disebut dengan bahasa harapan dan tidak dengan bahasa tagihan. Orang yang pernah menghitung berapa yang harus kembali dari kebaikannya dapat bertanya, kata mana yang lebih sesuai untuk menamai sikapnya, harapan seperti di 35:29 atau tagihan, dan kepada siapa harapan itu diarahkan di 2:218 dan 17:57?
  • Di 35:10 makar orang-orang yang merencanakan keburukan disebut akan hancur, dengan akar yang sama dengan kata tidak akan rugi di 35:29. Satu surah menaruh dua usaha dengan dua nasib, yaitu makar yang hancur dan perdagangan yang tidak binasa. Ayat 35:10 juga menyebut bahwa kedigdayaan semuanya milik Allah. Usaha mana dalam hidup pembaca yang lebih mirip makar di 35:10 dan mana yang lebih mirip perdagangan di 35:29, dan tanda apa yang membedakan keduanya dalam ayat-ayat itu?
  • Kata perdagangan di 62:11 dipakai untuk sesuatu yang membuat orang berpencar dan meninggalkan, dan ayat itu menyebut bahwa apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan. Di 35:29 kata yang sama menjadi gambaran bagi harapan orang yang membaca, menegakkan salat, dan berinfak. Kata yang sama berdiri di dua sisi, dan ayat-ayat itu tidak saling membatalkan karena konteks keduanya berlainan. Kapan kesibukan berdagang atau bekerja berfungsi seperti di 62:11 dan kapan seperti di 35:29, dan apa bedanya dalam ayat-ayat itu?