لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
Agar Dia menyempurnakan pahala mereka dan menambah bagi mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia pengampun lagi pengganjar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِli-yuwaffiyahum ujuurahum wa-yaziidahum min fadhlihiagar Dia menyempurnakan pahala mereka dan menambah bagi mereka dari karunia-Nya
- إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌinnahu ghafuurun syakuurunsesungguhnya Dia pengampun lagi pengganjar
Terjemahan per kata (8 kata)
- لِيُوَفِّيَهُمْli-yuwaffiyahumagar Dia menyempurnakan bagi mereka
- أُجُورَهُمْujuurahumpahala mereka
- وَيَزِيدَهُمْwa-yaziidahumdan Dia menambah bagi mereka
- مِنْmindari
- فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
- إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
- غَفُورٌghafuurunpengampun
- شَكُورٌsyakuurunpengganjar
Inti bacaan
Bentuk (أُجُورَهُمْ, ujuurahum) muncul empat kali di Al-Qur'an (3:57, 4:152, 4:173, 35:30), dan tiga di antaranya mengikuti kata kerja yang berarti menyempurnakan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (لِيُوَفِّيَهُمْ, li-yuwaffiyahum) yang berarti "agar Dia menyempurnakan bagi mereka". Awalan li- menyambung ayat ini ke 35:29, tempat tiga perbuatan dan harapan akan perdagangan yang tidak rugi disebut, sehingga isi 35:30 terbaca sebagai tujuan dari harapan itu. Kata kerjanya berakar و-ف-ي, dan bentuk dengan huruf tengah digandakan serta awalan ya muncul di enam ayat, yaitu 3:57, 4:173, 11:111, 24:25, 35:30, dan 46:19. Pelakunya tidak diberi nama di 35:30. Kata kerja itu berjenis lelaki, sedangkan (تِجَارَةً, tijaaratan) di 35:29 berjenis perempuan dan kata kerjanya di sana, (تَبُورَ, tabuura), juga berjenis perempuan, sehingga susunan teksnya sendiri memperlihatkan bahwa pelaku di 35:30 lain dari perdagangan itu. Nama pelaku tertulis di 24:38, yang memuat pasangan kalimat yang sama: (لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ, li-yajziyahumu llaahu) yang berarti "agar Allah membalas mereka" disusul (وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ, wa-yaziidahum min fadhlihi). Karena 35:30 sendiri tidak memuat nama, terjemahannya memakai "Dia".
Kata (أُجُورَهُمْ, ujuurahum) yang berarti "pahala mereka" berakar أ-ج-ر dan berbentuk jamak. Bentuk persis ini muncul empat kali di tiga surah, yaitu 3:57, 4:152, 4:173, dan 35:30. Di 4:152 kata kerjanya (يُؤْتِيهِمْ, yu'tiihim) yang berarti "memberikan kepada mereka", sedangkan di 3:57 dan 4:173 kata kerjanya (فَيُوَفِّيهِمْ, fa-yuwaffiihim), dari akar yang sama dengan 35:30. Benda yang disempurnakan tidak selalu pahala. Di 11:111 dan 46:19 kata kerja itu bersambung ke (أَعْمَالَهُمْ, a'maalahum) yang berarti "amal-amal mereka", dan di 24:25 ke (دِينَهُمُ, diinahumu) yang berarti "pertanggungjawaban mereka". Terjemahan memakai "menyempurnakan" di 24:25, 35:30, dan 46:19. Dua akhiran -hum pada (لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ, li-yuwaffiyahum ujuurahum), satu pada kata kerja dan satu pada pahala, dirangkum dalam kata mereka pada "pahala mereka".
Kata (وَيَزِيدَهُمْ, wa-yaziidahum) yang berarti "dan menambah bagi mereka" berakar ز-ي-د. Akhiran -a di ujungnya sama dengan akhiran (لِيُوَفِّيَهُمْ, li-yuwaffiyahum), sehingga kedua kata kerja sama-sama berada di bawah li- pada awal ayat. Rangkaian (وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ, wa-yaziidahum min fadhlihi) muncul dua kali, yaitu 24:38 dan 35:30, dan dengan akhiran berbeda, (وَيَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِ, wa-yaziiduhum min fadhlihi), muncul di 4:173 dan 42:26. Kata (مِنْ, min) berarti "dari", sehingga tambahan itu dinyatakan berasal dari karunia-Nya, dan ayat ini tidak menyebut wujud tambahan itu. Kata (فَضْلِهِ, fadhlihi) yang berarti "karunia-Nya" berakar ف-ض-ل. Di surah 35 akar ini muncul empat kali, yaitu di 35:12, 35:30, 35:32, dan 35:35. Di 35:12, (لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ, li-tabtaghuu min fadhlihi) yang berarti "agar kalian mencari sebagian karunia-Nya" memuat susunan min fadhlihi yang sama dengan manusia sebagai pencari, sedangkan di 35:30 karunia itu datang kepada mereka sebagai tambahan dengan Dia sebagai pelaku.
Kata (غَفُورٌ, ghafuurun) yang berarti "pengampun" dan (شَكُورٌ, syakuurun) yang berarti "pengganjar" tidak bersandang al-, sehingga terjemahan menuliskannya dengan huruf kecil dan tanpa Maha. Pasangan (غَفُورٌ شَكُورٌ, ghafuurun syakuurun) muncul tiga kali, yaitu di 35:30, 35:34, dan 42:23. Kata syakuur sendiri, dengan akhiran apa pun dan tanpa sandang, dipakai di 14:5, 17:3, 31:31, 34:19, 35:30, 35:34, 42:23, 42:33, dan 64:17, dan akarnya ش-ك-ر. Lima di antaranya menyifati manusia, yaitu 14:5, 17:3, 31:31, 34:19, dan 42:33, dan terjemahan memakai "bersyukur", misalnya pada (لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ, li-kulli shabbaarin syakuurin) yang berarti "bagi setiap orang yang sangat sabar lagi bersyukur" di 14:5. Empat menyifati Allah, yaitu 35:30, 35:34, 42:23, dan 64:17, dan terjemahan memakai "pengganjar". Pilihan itu bersandar pada kalimat yang mendahuluinya dan merupakan pilihan terjemahan, sebab kalimat-kalimat itu tidak membuktikan makna kata syakuur. Di 35:30 kata itu menyusul (وَيَزِيدَهُمْ, wa-yaziidahum) yang berarti "dan menambah bagi mereka", di 42:23 menyusul (نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا, nazid lahu fiihaa husnan) yang berarti "Kami tambahkan baginya kebaikan padanya", dan di 64:17 menyusul (يُضَاعِفْهُ لَكُمْ, yudhaa'ifhu lakum) yang berarti "Dia akan melipatgandakannya untuk kalian". Di 35:34 kata itu menyusul 35:33, yang menyebut perhiasan dan pakaian yang diberikan kepada mereka. Tiga yang pertama menyebut tambahan atau pelipatgandaan, dan yang keempat menyebut perhiasan dan pakaian yang diberikan, lalu kata syakuur menyusul. Surah yang sama memakai akar ش-ك-ر untuk manusia di 35:12, (وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ, wa-la'allakum tasykuruuna) yang berarti "dan agar kalian bersyukur", dan untuk Allah di 35:30 dan 35:34.
Kata penyebutnya di 35:30 adalah (إِنَّهُ, innahu) yang berarti "sesungguhnya Dia". Di 42:23 pasangan sifat yang sama dilekatkan pada nama dengan (إِنَّ اللَّهَ, inna llaaha), dan di 35:34 pada (إِنَّ رَبَّنَا, inna rabbanaa) yang berarti "sesungguhnya Tuhan kami". Dari kedua ayat itu "Dia" di 35:30 dapat dibaca sebagai Allah, yang di 35:34 disebut Tuhan oleh mereka yang berkata. Kata ghafuur sendiri muncul empat kali di surah 35, yaitu di 35:28, 35:30, 35:34, dan 35:41, dan keempatnya menutup ayat.
Tafsiran
Ayat ini menyelesaikan kalimat yang dimulai di 35:29. Ayat 35:29 memuat tiga perbuatan, yaitu membaca Kitab Allah, menegakkan salat, dan menginfakkan rezeki secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, lalu menyebut harapan akan perdagangan yang tidak rugi. Ayat 35:30 menyebut dua hal yang menjadi tujuan harapan itu: pahala disempurnakan, lalu ditambah. Urutannya tertulis dalam dua kata kerja, dan ayat tidak mengatakan apa wujud tambahan itu, berapa banyaknya, atau kapan datangnya.
Suara ayat berpindah di antara dua ayat itu. Di 35:29 pembicaranya memakai Kami pada (رَزَقْنَاهُمْ, razaqnaahum) yang berarti "Kami beri rezeki mereka", sedangkan 35:30 beralih ke Dia tanpa nama. Pasangan kalimat yang sama di 24:38 memakai nama Allah, dan itu yang membuat 35:30 dapat dibaca sebagai ucapan tentang Allah.
Di dua ayat lain pasangan itu dibingkai dengan lawannya. Di 4:173 pahala yang disempurnakan dan karunia yang ditambah bagi orang beriman disusul azab bagi orang yang enggan dan menyombongkan diri, dan di 42:26 pasangan yang sama disusul azab yang keras bagi orang kafir. Ayat 35:30 tidak memuat pihak lawan di dalam dirinya. Orang yang kufur baru dituturkan di 35:36, sesudah Kitab, para pewarisnya, dan taman di 35:31 sampai 35:35, sehingga 35:30 berdiri di antara harapan orang yang berinfak dan ucapan syukur mereka yang berkata di 35:34, tanpa disela ancaman.
Penutupnya memuat dua sifat, pengampun dan pengganjar, dan pasangan itu kembali di 35:34 pada ucapan mereka sendiri. Di 35:30 pasangan itu ada pada tutur ayat, dan di 35:34 pada mulut orang-orang yang menerima. Ayat 35:30 tidak menyebut kesalahan siapa pun yang diampuni, sebab sifat pengampun diletakkan sesudah pembicaraan tentang pahala, tidak sesudah pembicaraan tentang dosa. Penempatan itu tidak asing, karena di 64:17 (يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ, yudhaa'ifhu lakum wa-yaghfir lakum) yang berarti "Dia melipatgandakannya untuk kalian dan mengampuni kalian" menaruh pelipatgandaan dan pengampunan dalam satu ayat.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 35:30 menaruh dua kata kerja berurutan: Dia menyempurnakan pahala lebih dulu, baru menambah dari karunia-Nya. Di 46:19 yang disempurnakan adalah amal-amal mereka, dan kalimat berikutnya menyatakan bahwa mereka tidak dizalimi, sehingga kata menyempurnakan di sana berdampingan dengan tidak adanya pengurangan. Orang yang menghitung perbuatannya sendiri, entah yang sudah dikerjakan atau yang terlewat, dapat memperhatikan urutan itu: kesempurnaan disebut lebih dulu, kelebihan sesudahnya. Hitungan itu menjadi tahap demi tahap, dengan yang utuh dulu dan yang lebih kemudian. Apa yang berubah pada cara menghitung itu bila urutan di ayat ini dipakai?
- Frasa "dari karunia-Nya" menyebut asal tambahan itu tanpa menyebut wujudnya. Di 24:38 tambahan yang sama berdampingan dengan rezeki yang diberikan tanpa perhitungan, dan di 42:23 tambahan itu berupa kebaikan atas kebaikan, tetapi 35:30 tidak memilih salah satunya. Orang yang menunggu balasan dalam bentuk tertentu, seperti pengakuan orang lain atau hasil yang bisa diukur, dapat melihat bahwa ayat ini tidak menjanjikan bentuk apa pun. Ayat ini menyebut sumbernya, yaitu karunia Allah, dan membiarkan wujudnya terbuka. Bagaimana harapan seseorang berubah bila sumber tambahan itu diberitahukan tanpa wujudnya?
- Ayat yang berbicara tentang pahala ini ditutup dengan sifat pengampun, padahal 35:29 dan 35:30 tidak menyebut kesalahan siapa pun. Di 64:17 melipatgandakan dan mengampuni disebut dalam satu kalimat. Pembaca dapat memeriksa apakah kebaikannya ditaruh di satu catatan dan kesalahannya di catatan lain, seakan dua sikap yang berbeda mengurus keduanya. Ayat ini menaruh keduanya pada Tuhan yang sama, dalam satu napas. Apakah pembaca membayangkan Tuhan yang membalas dan Tuhan yang mengampuni sebagai dua sikap yang bergantian, atau sebagai dua sifat yang disebut bersamaan?
- Di 35:12 akar kata syukur dipakai untuk manusia, "agar kalian bersyukur", dan di 35:30 serta 35:34 akar yang sama dipakai untuk Allah, yang disebut pengganjar. Pembaca dapat memperhatikan bahwa dirinya biasa berada di satu sisi, sebagai pihak yang berterima kasih, lalu bertemu ayat yang memakai akar itu untuk sisi yang lain. Ayat 35:30 tidak menjelaskan bagaimana kedua pemakaian itu berhubungan, dan keduanya tidak disamakan di sini. Apa yang berubah pada rasa syukurnya bila akar kata itu juga dipakai untuk Dia yang menambah karunia?
- Di 35:29 tiga perbuatan itu disusul kata mengharapkan, dan ayat itu tidak memakai kata yang menyatakan kepastian. Ayat 35:30 lalu menuliskan isi harapan itu dengan dua kata kerja yang pelakunya Dia, sehingga arah harapan terikat pada pemberi, tidak pada hasil hitungan sendiri. Orang yang menginfakkan sebagian rezekinya, secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, dapat menanyai dirinya ke mana harapannya mengarah: ke jumlah yang ia berikan, atau ke Dia yang menyempurnakan dan menambah?
- Tambahan itu disebut berasal "dari" karunia-Nya, dan di 57:21 Allah disebut pemilik karunia yang agung. Kedua ayat dapat dibaca berdampingan: yang ditambahkan kepada orang-orang di 35:30 diambil dari karunia yang di 57:21 digambarkan agung. Ayat 35:30 tidak menyatakan bahwa karunia itu berkurang karena pemberian, dan 57:21 tidak membahas tambahan di 35:30, jadi keduanya tidak disamakan. Bagaimana seseorang menimbang kecukupan dirinya bila pihak yang memberi disebut memiliki karunia yang agung?