وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ هُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِعِبَادِهِ لَخَبِيرٌ بَصِيرٌ
Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, yaitu Kitab, itulah yang benar, yang membenarkan apa yang ada sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Sang Teliti lagi Sang Melihat terhadap hamba-hamba-Nya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ هُوَ الْحَقُّwa-lladzii awhaynaa ilayka mina l-kitaabi huwa l-haqqudan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, yaitu Kitab, itulah yang benar
- مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِmushaddiqan li-maa bayna yadayhiyang membenarkan apa yang ada sebelumnya
- إِنَّ اللَّهَ بِعِبَادِهِ لَخَبِيرٌ بَصِيرٌinna llaaha bi-'ibaadihi la-khabiirun bashiirunsesungguhnya Allah benar-benar Sang Teliti lagi Sang Melihat terhadap hamba-hamba-Nya
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَالَّذِيwa-lladziidan yang
- أَوْحَيْنَاawhaynaaKami mewahyukan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- مِنَminadari
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- هُوَhuwaia
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- مُصَدِّقًاmushaddiqanyang membenarkan
- لِمَاli-maabagi apa yang
- بَيْنَbaynadi antara
- يَدَيْهِyadayhikedua tangannya
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- بِعِبَادِهِbi-'ibaadihipada hamba-hamba-Nya
- لَخَبِيرٌla-khabiirunbenar-benar mengetahui
- بَصِيرٌbashiirunmelihat
Inti bacaan
Penegasan kontinuitas: wahyu ini 'membenarkan kitab-kitab sebelumnya', pesan baru tidak menghapus melainkan menegaskan kembali kebenaran yang telah disampaikan sebelumnya lintas generasi kenabian.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Nabi Muhammad)' dan '(keadaan)' dihapus. Tambahan '(Al-Qur'an)' dan tambahan 'Suci' juga dihapus: 'mina l-kitaabi' (akar ktb) diterjemahkan 'Kitab' apa adanya, konsisten dengan 32:2, 33:34, dan 35:29. 'Khabiirun' dikoreksi 'waskita' menjadi 'Sang Teliti', konsisten pola rangkaian terbaru.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan kesinambungan wahyu, bukan ajaran baru yang terputus, melainkan pembenar bagi apa yang telah ada sebelumnya, disertai jaminan bahwa Allah meliputi hamba-hamba-Nya dengan ketelitian dan pengawasan penuh.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Kitab yang diwahyukan itu yang benar. Bukan salah satu yang benar. Penegasan itu diberikan sebelum menyebut hubungannya dengan yang lain.
- Allah menyebutnya membenarkan apa yang ada sebelumnya. Bukan membatalkan. Yang datang kemudian menegakkan yang terdahulu, bukan menggantikan tempatnya.
- Allah menutup dengan menyebut diri-Nya Sang Teliti lagi Sang Melihat terhadap hamba-hamba-Nya. Sesudah bicara Kitab. Yang menurunkan keterangan juga yang memperhatikan siapa yang memakainya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan belum ditelaah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). makna kedua 'TRIED, TESTED, proved by EXPERIENCE'; khabiir = 'pengetahuan luas atas perkara batin, seperti shahiid atas perkara lahir'; Jangkar: khabiir = petani penggarap.