وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ هُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِعِبَادِهِ لَخَبِيرٌ بَصِيرٌ
Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dari Kitab, itu yang benar, yang membenarkan apa yang ada sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Sang Teliti lagi Sang Melihat terhadap hamba-hamba-Nya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ هُوَ الْحَقُّwa-lladzii awhaynaa ilayka mina l-kitaabi huwa l-haqqudan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dari Kitab, itu yang benar
- مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِmushaddiqan li-maa bayna yadayhiyang membenarkan apa yang ada sebelumnya
- إِنَّ اللَّهَ بِعِبَادِهِ لَخَبِيرٌ بَصِيرٌinna llaaha bi-'ibaadihi la-khabiirun bashiirunsesungguhnya Allah benar-benar Sang Teliti lagi Sang Melihat terhadap hamba-hamba-Nya
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَالَّذِيwa-lladziidan yang
- أَوْحَيْنَاawhaynaaKami mewahyukan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- مِنَminadari
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- هُوَhuwaia
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- مُصَدِّقًاmushaddiqanyang membenarkan
- لِمَاli-maabagi apa yang
- بَيْنَbaynadi antara
- يَدَيْهِyadayhikedua tangannya
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- بِعِبَادِهِbi-'ibaadihipada hamba-hamba-Nya
- لَخَبِيرٌla-khabiirunbenar-benar mengetahui
- بَصِيرٌbashiirunmelihat
Inti bacaan
Frasa (بَيْنَ يَدَيْهِ, bayna yadayhi) muncul sebelas kali di Al-Qur'an (2:97, 3:3, 5:46, 5:48, 6:92, 10:37, 12:111, 34:12, 34:31, 35:31, 46:30), dan hanya 34:12 yang memakainya untuk tempat di depan seseorang.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ, wa-lladzii awhaynaa ilayka) yang berarti "dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu". Kata (أَوْحَيْنَا, awhaynaa) berakar و-ح-ي dan memuat -naa, yaitu "Kami", sedangkan (إِلَيْكَ, ilayka) menyapa satu orang lelaki. Rangkaian (أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ, awhaynaa ilayka) muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu 4:163, 12:3, 13:30, 16:123, 17:73, 17:86, 35:31, 42:7, 42:13, dan 42:52. Dengan kata (الَّذِي, alladzii) di depannya, rangkaian (الَّذِي أَوْحَيْنَا, alladzii awhaynaa) muncul lima kali, yaitu 13:30, 17:73, 17:86, 35:31, dan 42:13. Pelaku mewahyukan di 35:31 ditulis dengan Kami, dan di 42:3 kata kerja yang seakar, (يُوحِي إِلَيْكَ, yuuhii ilayka) yang berarti "mewahyukan kepadamu", bersubjek (اللَّهُ, allaahu) yang berarti "Allah".
Kata (مِنَ, mina) berarti "dari", dan terjemahan memakai "dari Kitab" untuk (مِنَ الْكِتَابِ, mina l-kitaabi), sejajar dengan 29:45, (مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ, maa uuhiya ilayka mina l-kitaabi) yang berarti "apa yang diwahyukan kepadamu dari Kitab", dan 18:27, (مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ, min kitaabi rabbika) yang berarti "dari Kitab Tuhanmu". Kata (الْكِتَابِ, l-kitaabi) berakar ك-ت-ب dan bersandang al-. Di surah 35 kata kitaab muncul enam kali, yaitu di 35:11, 35:25, 35:29, 35:31, 35:32, dan 35:40, dan tiga di antaranya, 35:29, 35:31, dan 35:32, berada dalam empat ayat yang berurutan. Ayat 35:31 tidak menyatakan apakah yang diwahyukan itu seluruh Kitab atau satu bagiannya.
Rangkaian (هُوَ الْحَقُّ, huwa l-haqqu) yang berarti "yang benar" memuat kata (الْحَقُّ, l-haqqu) dari akar ح-ق-ق, dan rangkaian itu muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu 2:91, 6:66, 22:6, 22:62, 24:25, 31:30, 32:3, 35:31, dan 47:2. Empat di antaranya menyebut Allah sebagai yang benar, yaitu 22:6, 22:62, 24:25, dan 31:30, misalnya (أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ, anna llaaha huwa l-haqqu) yang berarti "bahwa Allah itu Yang Benar" di 24:25. Lima sisanya menyebut sesuatu yang diturunkan, didustakan, atau dituduh dibuat-buat sebagai yang benar, yaitu 2:91, 6:66, 32:3, 35:31, dan 47:2. Di 35:31 apa yang diwahyukan dinyatakan benar, dan kata (هُوَ, huwa) mengulang apa yang baru disebut sebelum (الْحَقُّ, l-haqqu), sehingga kalimatnya menyatakan sesuatu tentang wahyu itu tanpa menyebut siapa yang menilai.
Kata (مُصَدِّقًا, mushaddiqan) yang berarti "yang membenarkan" berakar ص-د-ق. Rangkaian (مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ, mushaddiqan li-maa bayna yadayhi) muncul enam kali di lima surah, yaitu 2:97, 3:3, 5:46, 5:48, 35:31, dan 46:30. Di 5:46 dan 5:48 apa yang dibenarkan diperinci, (مِنَ التَّوْرَاةِ, mina t-tawraati) yang berarti "dari Taurat" dan (مِنَ الْكِتَابِ, mina l-kitaabi) yang berarti "dari Kitab", sedangkan di 35:31, 2:97, 3:3, dan 46:30 tidak ada perincian semacam itu. Frasa (بَيْنَ يَدَيْهِ, bayna yadayhi) secara harfiah berarti "di antara kedua tangannya", dan terjemahan memakai "yang ada sebelumnya". Frasa itu muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu 2:97, 3:3, 5:46, 5:48, 6:92, 10:37, 12:111, 34:12, 34:31, 35:31, dan 46:30. Sepuluh di antaranya menunjuk apa yang sudah ada sebelum sebuah kitab atau pembawanya, dan satu, 34:12, menunjuk tempat di depan seseorang, (يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ, ya'malu bayna yadayhi) yang berarti "bekerja di hadapannya". Kata (يَدَيْهِ, yadayhi) berbentuk dua, yaitu dua tangan.
Kata (لَخَبِيرٌ, la-khabiirun) berakar خ-ب-ر dengan awalan penegas la-, dan (بَصِيرٌ, bashiirun) berakar ب-ص-ر. Terjemahan memakai "Sang Teliti" dan "Sang Melihat". Pasangan (خَبِيرٌ بَصِيرٌ, khabiirun bashiirun) muncul dua kali, yaitu 35:31 dan 42:27, dan bentuk (خَبِيرًا بَصِيرًا, khabiiran bashiiran) muncul tiga kali, yaitu 17:17, 17:30, dan 17:96. Kelima ayat itu mengaitkan pasangan sifat dengan hamba-hamba-Nya, dengan (بِعِبَادِهِ, bi-'ibaadihi) di 17:30, 17:96, 35:31, dan 42:27, dan (بِذُنُوبِ عِبَادِهِ, bi-dzunuubi 'ibaadihi) yang berarti "terhadap dosa-dosa hamba-Nya" di 17:17. Hal yang mendahuluinya berbeda-beda: pembagian rezeki di 17:30 dan 42:27, kesaksian di 17:96, dosa di 17:17, dan wahyu di 35:31. Kata (بِعِبَادِهِ, bi-'ibaadihi) muncul juga di 35:45, (كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًا, kaana bi-'ibaadihi bashiiran) yang berarti "melihat hamba-hamba-Nya".
Tafsiran
Ayat ini menjadi poros antara orang-orang yang membaca Kitab Allah di 35:29 dan orang-orang yang diwarisi Kitab di 35:32. Kitab disebut tiga kali dalam empat ayat berurutan dengan tiga gerak yang berbeda: dibaca di 35:29, (يَتْلُونَ, yatluuna) yang berarti "mereka membaca", diwahyukan dan dinyatakan benar di 35:31, lalu diwariskan di 35:32. Ayat 35:30 yang berada di tengah memuat pahala dan tidak menyebut Kitab.
Ayat 35:31 menyapa satu orang dengan kata kepadamu, dan sapaan serupa ada di ayat-ayat dekat. Di 35:23, (إِنْ أَنْتَ إِلَّا نَذِيرٌ, in anta illaa nadziirun) yang berarti "engkau tidak lain seorang pemberi peringatan", dan di 35:24, (إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ, innaa arsalnaaka bi-l-haqqi) yang berarti "Kami mengutusmu dengan kebenaran". Kata haqq muncul di 35:24 sebagai bekal pengutusan dan di 35:31 sebagai sifat wahyu. Keduanya dapat dibaca sebagai hal yang sama yang disebut dua kali, tetapi ayat-ayat itu tidak menyatakannya.
Ayat ini juga menyebut hubungan wahyu itu dengan apa yang sudah ada sebelumnya, yaitu hubungan membenarkan, dan tidak menyebut nama apa yang dibenarkan. Ayat 35:25 menyebut apa yang dibawa rasul-rasul terdahulu, (بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالزُّبُرِ وَبِالْكِتَابِ الْمُنِيرِ, bi-l-bayyinaati wa-bi-z-zuburi wa-bi-l-kitaabi l-muniiri) yang berarti "dengan bukti-bukti nyata, dengan zubur, dan dengan kitab yang menerangi". Daftar itu dapat dibaca sebagai bagian dari apa yang ada sebelumnya, sebab keduanya berada di surah yang sama dan sama-sama membicarakan yang mendahului. Ayat 35:31 tidak menunjuk 35:25 secara eksplisit, dan di 5:46 serta 5:48 perincian semacam itu ditulis langsung di dalam ayatnya.
Sesudah pernyataan tentang wahyu, ayat berpindah kepada hamba. Kata hamba menutup 35:31 dan muncul lagi di 35:32, (مِنْ عِبَادِنَا, min 'ibaadinaa) yang berarti "di antara hamba-hamba Kami", sehingga perhatian Allah pada hamba menjadi jembatan menuju pewarisan Kitab. Surah ini kembali ke kata yang sama pada ayatnya yang terakhir, 35:45, sehingga 35:31 dan 35:45 mengapit isi surah di antaranya dengan sebutan yang sama tentang perhatian Allah pada hamba-hamba-Nya.
Renungan dan Hikmah
- Pernyataan bahwa apa yang diwahyukan itu benar diucapkan di ayat ini oleh pihak yang mewahyukan, dengan kata Kami, dan 42:3 menyebut Allah sebagai pelaku mewahyukan. Pembaca yang menimbang apakah Kitab itu benar dapat memperhatikan siapa yang mengucapkan penilaian itu di ayat ini dan apa yang tidak ditulis bersamanya. Ayat ini tidak merinci bukti yang menyertai penilaian itu, dan 35:29 menyebut orang-orang yang membaca Kitab Allah tanpa menyebut bagaimana mereka sampai pada keyakinannya. Dari mana keyakinan pembaca pada Kitab itu datang, dan apakah asal itu pernah diperiksa sendiri?
- Ayat ini menyebut hubungan wahyu dengan apa yang sudah ada sebelumnya sebagai hubungan membenarkan, dan di 5:48 kata yang sama disusul pernyataan bahwa Kitab diturunkan dengan kebenaran serta menjadi pengawas atas yang sebelumnya. Di 35:31 hanya hubungan membenarkan yang ditulis. Pembaca yang menemui sesuatu yang baru dalam keyakinannya dapat memperhatikan hubungan yang ditulis ayat ini antara yang datang kemudian dan yang datang lebih dulu. Apa yang terjadi pada sikap terhadap yang lama bila yang baru diterima menyatakan diri membenarkan yang lama?
- Ayat ini tidak menyebut apa yang ada sebelumnya, padahal 5:46 menyebut Taurat dan 5:48 menyebut Kitab. Pembaca dapat memperhatikan apa yang diisikannya sendiri ke dalam kata sebelumnya ketika ayat tidak mengisinya. Bila kata itu diisi dengan satu nama, nama itu tidak berasal dari 35:31, dan dasarnya harus dicari di ayat lain atau di kebiasaan pembaca sendiri. Apa dasar yang dipakai ketika nama itu disebut, dan apakah dasar itu tertulis di ayat ini?
- Ayat 35:31 menyapa satu orang dengan kata kepadamu, sedangkan 35:29 menyebut orang-orang yang membaca dan 35:32 menyebut orang-orang yang diwarisi Kitab. Pembaca yang tidak disapa dengan kata kepadamu berada di antara dua daftar itu. Ayat-ayat ini tidak menaruhnya di salah satu daftar, dan tidak menyatakan bahwa membaca otomatis berujung pada mewarisi. Di manakah pembaca menempatkan dirinya di antara yang membaca, yang diwarisi, dan yang mendengar orang lain disapa?
- Sesudah berbicara tentang Kitab, ayat ini menyebut Allah teliti dan melihat terhadap hamba-hamba-Nya. Pasangan sifat yang sama di 17:30 dan 42:27 menyusul ketentuan rezeki, di 17:17 menyusul dosa, dan di 17:96 menyusul kesaksian. Pembaca dapat memperhatikan bahwa satu pasangan sifat dihubungkan dengan perkara yang sangat berbeda, yaitu rezeki, dosa, kesaksian, dan wahyu, sehingga sorotan Allah pada hamba-Nya tidak dibatasi ayat ini pada satu urusan. Urusan mana dalam hidup pembaca yang paling jarang dibayangkan berada dalam pandangan itu?
- Ayat ini menyebut apa yang diwahyukan "dari Kitab" tanpa menyatakan bahwa itu seluruh Kitab atau satu bagiannya, dan di 29:45 serta 18:27 susunan yang sama dipakai untuk apa yang diwahyukan dari Kitab Tuhanmu. Pembaca yang berbicara tentang Kitab Allah dengan kata seluruhnya atau sebagian dapat memeriksa apa yang mendasari pilihan kata itu, ayat atau kebiasaan. Seberapa luas wilayah yang dimaksud ketika sesuatu disebut "dari Kitab", dan adakah batasnya yang pernah dituliskan?