ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ
Kemudian, Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami. Lalu, di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Itu karunia yang besar.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَاtsumma awratsnaa l-kitaaba lladziina shthafaynaa min 'ibaadinaakemudian, Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami
- فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِfa-minhum zhaalimun li-nafsihi wa-minhum muqtashidun wa-minhum saabiqun bi-l-khayraati bi-idzni llaahilalu, di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah
- ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُdzaalika huwa l-fadhlu l-kabiiruitu karunia yang besar
Terjemahan per kata (21 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- أَوْرَثْنَاawratsnaaKami wariskan
- الْكِتَابَl-kitaabaKitab
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- اصْطَفَيْنَاshthafaynaaKami memilih
- مِنْmindari
- عِبَادِنَا'ibaadinaahamba-hamba Kami
- فَمِنْهُمْfa-minhummaka di antara mereka
- ظَالِمٌzhaalimunyang zalim
- لِنَفْسِهِli-nafsihiuntuk dirinya
- وَمِنْهُمْwa-minhumdan di antara mereka
- مُقْتَصِدٌmuqtashidunyang pertengahan
- وَمِنْهُمْwa-minhumdan di antara mereka
- سَابِقٌsaabiqunyang mendahului
- بِالْخَيْرَاتِbi-l-khayraatidalam kebaikan
- بِإِذْنِbi-idznidengan izin
- اللَّهِllaahiAllah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- هُوَhuwaitu
- الْفَضْلُl-fadhlukarunia
- الْكَبِيرُl-kabiiruMahabesar
Inti bacaan
Kata (مُقْتَصِدٌ, muqtashidun) muncul dua kali di Al-Qur'an (31:32, 35:32), dan hanya di 35:32 ia berada di antara dua golongan lain.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ, tsumma awratsnaa l-kitaaba) yang berarti "kemudian Kitab itu Kami wariskan". Kata (ثُمَّ, tsumma) berarti "kemudian" dan (أَوْرَثْنَا, awratsnaa) berarti "Kami wariskan", dari akar و-ر-ث. Kata kerja ini dengan -naa, yaitu "Kami", muncul lima kali di lima surah, yaitu 7:137, 26:59, 35:32, 40:53, dan 44:28. Kitab menjadi yang diwariskan di 40:53 dan 35:32. Di 40:53, (وَأَوْرَثْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ, wa-awratsnaa banii israa'iila l-kitaaba) yang berarti "dan Kami wariskan Kitab kepada Bani Israil", penerimanya disebut dengan nama, sedangkan di 35:32 penerimanya ditunjuk oleh anak kalimat tanpa nama. Kitab juga menjadi yang diwarisi di 7:169, (وَرِثُوا الْكِتَابَ, waritsuu l-kitaaba) yang berarti "mereka mewarisi Kitab", dan di 42:14, (أُورِثُوا الْكِتَابَ, uuritsuu l-kitaaba) yang berarti "mereka diwariskan Kitab". Terjemahan menaruh Kitab di depan dan memberinya kata itu, sebab (الْكِتَابَ, l-kitaaba) bersandang al- dan sudah disebut di 35:31, (الْكِتَابِ, l-kitaabi).
Kata (اصْطَفَيْنَا, shthafaynaa) yang berarti "Kami pilih" berakar ص-ف-و, dan kata kerja ini dengan -naa muncul dua kali, yaitu 2:130 dan 35:32. Di 2:130, (وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ, wa-la-qadi shthafaynaahu) yang berarti "dan sungguh Kami telah memilihnya", yang dipilih ditunjuk oleh akhiran -hu untuk Ibrahim, sedangkan di 35:32 yang dipilih ditunjuk oleh (الَّذِينَ, alladziina) yang berarti "orang-orang yang", tanpa nama. Rangkaian (مِنْ عِبَادِنَا, min 'ibaadinaa) yang berarti "di antara hamba-hamba Kami" muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu 12:24, 18:65, 19:63, 35:32, 37:81, 37:111, 37:122, 37:132, 42:52, dan 66:10. Di 19:63, (تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا, tilka l-jannatu llatii nuuritsu min 'ibaadinaa man kaana taqiyyan) yang berarti "taman yang Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa", akar و-ر-ث yang sama dipakai dan penerimanya diberi syarat, (مَنْ كَانَ تَقِيًّا, man kaana taqiyyan). Di 35:32 syarat semacam itu tidak ditulis, dan yang tertulis hanya bahwa mereka dipilih.
Rangkaian (ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ, zhaalimun li-nafsihi) yang berarti "menzalimi diri sendiri" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 18:35, 35:32, dan 37:113. Di 18:35, (وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ, wa-dakhala jannatahu wa-huwa zhaalimun li-nafsihi) yang berarti "dan masuk ke kebunnya sedang menzalimi dirinya sendiri", rangkaian itu menyifati seseorang yang memasuki kebunnya lalu mengira kebun itu tidak akan binasa. Di 37:113, (وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَظَالِمٌ لِنَفْسِهِ مُبِينٌ, wa-min dzurriyyatihimaa muhsinun wa-zhaalimun li-nafsihi mubiinun) yang berarti "dan dari keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada yang terang-terangan menzalimi dirinya sendiri", rangkaian itu berpasangan dengan (مُحْسِنٌ, muhsinun) yang berarti "yang berbuat baik" dalam dua golongan. Di 35:32 rangkaian itu menjadi golongan pertama dari tiga, dan kata (مُبِينٌ, mubiinun) yang ada di 37:113 tidak ada di sini.
Kata (مُقْتَصِدٌ, muqtashidun) yang berarti "pertengahan" berakar ق-ص-د dan muncul dalam tiga ayat, yaitu 31:32, 35:32, dan, dalam bentuk (مُقْتَصِدَةٌ, muqtashidatun), 5:66. Di 31:32, (فَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ, fa-minhum muqtashidun) yang berarti "di antara mereka ada yang bersikap pertengahan" menyusul keselamatan dari ombak, lalu ayat itu menyebut orang yang mengingkari tanda-tanda sebagai pengkhianat yang sangat kufur. Di 5:66, (مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ, minhum ummatun muqtashidatun) yang berarti "di antara mereka ada umat yang pertengahan" berdampingan dengan (وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ, wa-katsiirun minhum saa'a maa ya'maluuna) yang berarti "dan banyak dari mereka, buruk apa yang mereka kerjakan". Di kedua ayat itu sebutan golongan pertengahan disusul atau didampingi golongan yang lebih buruk, sedangkan di 35:32 golongan itu berada di tengah antara yang menzalimi diri dan yang mendahului dalam kebaikan.
Kata (سَابِقٌ, saabiqun) yang berarti "yang mendahului" berakar س-ب-ق, dan bentuk tunggal ini hanya muncul di 35:32, sedangkan (سَابِقُونَ, saabiquuna) muncul di 23:61 dan (السَّابِقُونَ, as-saabiquuna) di 56:10. Kata (الْخَيْرَاتِ, l-khayraati) yang berarti "kebaikan-kebaikan" bersama kata dari akar yang sama dengan saabiq berada dalam satu ayat di empat ayat, yaitu 2:148, 5:48, 23:61, dan 35:32. Di 2:148 dan 5:48, (فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ, fa-stabiquu l-khayraati) yang berarti "maka berlomba-lombalah dalam kebaikan", dan di 23:61, (وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ, wa-hum lahaa saabiquuna) menyusul (يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ, yusaari'uuna fii l-khayraati) yang berarti "bersegera dalam kebaikan-kebaikan". Bentuk (بِالْخَيْرَاتِ, bi-l-khayraati), dengan awalan bi- di depannya, muncul satu kali, yaitu di 35:32. Pembagian tiga golongan juga ada di 56:7, (وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً, wa-kuntum azwaajan tsalaatsatan) yang berarti "dan kalian menjadi tiga golongan", dengan (وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ, wa-s-saabiquuna s-saabiquuna) di 56:10 sebagai golongan ketiga. Dua golongan lain di 56:8 dan 56:9 bernama (أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ, ashaabu l-maymanati) yang berarti "golongan kanan" dan (أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ, ashaabu l-masy'amati) yang berarti "golongan kiri", berbeda dari dua golongan lain di 35:32, sehingga kedua pembagian tidak disamakan. Frasa (بِإِذْنِ اللَّهِ, bi-idzni llaahi) yang berarti "dengan izin Allah" berdiri di akhir daftar, sesudah golongan ketiga. Ayat ini tidak memberi penanda yang menunjukkan apakah izin itu mengikat golongan ketiga saja atau ketiganya, dan terjemahan menaruhnya di ujung kalimat ketiga sebagaimana urutan teks, tanpa menambah kata yang membatasinya.
Rangkaian (ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ, dzaalika huwa l-fadhlu l-kabiiru) yang berarti "itu karunia yang besar" muncul dua kali, yaitu di 35:32 dan 42:22. Di 42:22 rangkaian itu menyusul (وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي رَوْضَاتِ الْجَنَّاتِ, wa-lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati fii rawdhaati l-jannaati) yang berarti "dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh berada di taman-taman yang subur", lalu (لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ, lahum maa yasyaa'uuna 'inda rabbihim) yang berarti "bagi mereka apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka". Di 35:32 rangkaian itu menyusul pewarisan Kitab dan tiga golongan. Kata (الْفَضْلُ, l-fadhlu) berasal dari akar yang sama dengan (فَضْلِهِ, fadhlihi) di 35:30. Kata (الْكَبِيرُ, l-kabiiru) berakar ك-ب-ر dan diterjemahkan "besar", sedangkan (الْعَظِيمِ, l-'azhiimi) di 57:21, (ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ, dzuu l-fadhli l-'azhiimi) yang berarti "pemilik karunia yang agung", diterjemahkan "agung", sehingga kedua kata ukuran itu dibedakan.
Tafsiran
Ayat ini menuturkan nasib Kitab sesudah diwahyukan: Kitab itu diwariskan, dan para pewarisnya terbagi tiga. Ayat 35:29 menyebut orang-orang yang membaca Kitab Allah, 35:31 menyebut wahyu dari Kitab yang dinyatakan benar, dan 35:32 menyebut siapa yang menerimanya. Kata kemudian pada awal ayat menaruh pewarisan itu sesudah pernyataan di 35:31.
Ketiga golongan dibuka dengan kata yang sama, (مِنْهُمْ, minhum) yang berarti "di antara mereka". Kata ganti jamak terdekat sebelumnya adalah (الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا, alladziina shthafaynaa) yang berarti "orang-orang yang Kami pilih", sehingga ketiganya dapat dibaca sebagai bagian dari orang-orang yang dipilih, termasuk golongan yang menzalimi diri sendiri. Ayat ini tidak mengecualikan satu golongan pun, dan tidak menyebut jumlah tiap golongan. Ayat ini juga tidak memakai kata yang menyatakan peringkat di antara ketiganya.
Pembagian ini berbeda dari dua golongan di 37:113 dan dari tiga golongan di 56:7. Di 37:113 dua golongan disebut, yaitu yang berbuat baik dan yang menzalimi diri, dan di 35:32 muncul golongan tengah di antara keduanya, dengan kata yang berbeda untuk golongan yang unggul. Di 56:7 tiga golongan memakai nama lain. Ketiga ayat itu tidak disamakan.
Ayat ditutup dengan penilaian atas seluruh susunan, yaitu "itu karunia yang besar". Kata itu berdiri sesudah tiga golongan, dan ayat tidak memilih apakah ia menunjuk pewarisan Kitab, pemilihan, atau keadaan tiap golongan. Ayat ini juga tidak menyatakan nasib masing-masing golongan, dan kelanjutannya di 35:33 memuat kata ganti mereka tanpa memilah. Di 42:22 kalimat yang sama menyusul taman dan apa yang dikehendaki di sisi Tuhan, sehingga pemakaiannya tidak terbatas pada pewarisan Kitab.
Renungan dan Hikmah
- Kitab di 35:32 diwariskan: penerimanya menerimanya dari pihak yang mewariskan, dan 35:29 menyebutnya Kitab Allah. Pewaris menerima sesuatu yang tidak disusunnya sendiri, dan ayat ini membagi para pewaris ke dalam tiga golongan menurut tindakan yang disebut, yaitu menzalimi diri, bersikap pertengahan, dan mendahului dalam kebaikan. Pembaca yang memegang Kitab dapat memperhatikan dari mana Kitab itu sampai kepadanya dan tindakan mana yang sudah mengikuti penerimaan itu. Di mana letak bagian dirinya sebagai penerima warisan dalam daftar tiga itu?
- Golongan pertama disebut menzalimi diri sendiri, dan golongan itu berada di antara orang-orang yang dipilih. Di 18:35 rangkaian yang sama menyifati seseorang yang masuk ke kebunnya sambil mengira kebun itu tidak akan binasa, dan di 37:113 rangkaian itu berpasangan dengan yang berbuat baik. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut diri pelaku sebagai pihak yang dizalimi. Dalam keputusan sehari-hari yang dianggap tidak merugikan siapa pun, siapa yang sebenarnya menanggung akibatnya?
- Golongan kedua disebut pertengahan tanpa kata pujian atau celaan. Di 31:32 dan 5:66 kata itu disusul atau didampingi golongan yang lebih buruk, tetapi di 35:32 golongan itu berada di antara yang menzalimi diri dan yang mendahului dalam kebaikan. Pembaca yang menaruh dirinya di tengah dapat memeriksa arah geraknya, menuju yang pertama atau menuju yang ketiga. Ayat ini tidak menyebut arah itu, dan tidak menyebut apakah golongan tengah tetap di tengah. Ke arah mana langkah-langkah kecil sehari-hari sedang membawa pembaca?
- Frasa "dengan izin Allah" berdiri sesudah golongan ketiga, yaitu yang mendahului dalam kebaikan. Ayat ini tidak menyatakan apakah izin itu hanya milik golongan ketiga, tetapi menaruh kemajuan dalam kebaikan di dalam lingkup izin itu. Pembaca yang menilai dirinya lebih maju daripada orang lain dapat memperhatikan bagaimana ayat ini menempatkan kemajuan semacam itu, yaitu berdampingan dengan izin Allah. Seberapa sering izin itu disebut ketika kemajuan sendiri diceritakan kepada orang lain?
- Ketiga golongan itu dibuka dengan kata yang sama, di antara mereka, sehingga berada dalam satu lingkaran orang yang dipilih. Pembaca yang menganggap lingkaran itu hanya berisi golongan ketiga dapat membandingkan anggapan itu dengan ayat, yang memuat ketiganya. Di 56:7 pembagian tiga golongan memakai nama berbeda, yaitu golongan kanan, golongan kiri, dan yang paling dahulu, sehingga dua daftar itu tidak disamakan. Siapa saja yang ditaruh pembaca di dalam lingkaran itu, dan siapa yang ditaruh di luarnya?
- Ayat ditutup dengan "itu karunia yang besar", dan rangkaian yang sama di 42:22 menyusul taman dan apa yang dikehendaki orang-orang di sisi Tuhan mereka. Ayat 35:32 tidak menyatakan apa yang ditunjuk kata itu: pewarisan, pemilihan, atau keadaan tiap golongan. Pembaca dapat memperhatikan apa yang dipilihnya sendiri ketika menunjuk karunia itu, dan apakah pilihannya berubah ketika diingat bahwa tiga golongan sudah disebut sebelum kata itu diucapkan. Apa yang disebut karunia oleh seseorang yang membaca dirinya di antara tiga golongan itu?