وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ

Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar pengampun lagi pengganjar.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَwa-qaaluu l-hamdu li-llaahi lladzii adzhaba 'annaa l-hazanamereka berkata, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami
  2. إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌinna rabbanaa la-ghafuurun syakuurunsesungguhnya Tuhan kami benar-benar pengampun lagi pengganjar

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. الْحَمْدُl-hamdusegala puji
  3. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  4. الَّذِيlladziiyang
  5. أَذْهَبَadzhabamelenyapkan
  6. عَنَّا'annaadari kami
  7. الْحَزَنَl-hazanakesedihan
  8. إِنَّinnasesungguhnya
  9. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  10. لَغَفُورٌla-ghafuurunbenar-benar pengampun
  11. شَكُورٌsyakuurunyang bersyukur

Inti bacaan

Rangkaian (وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي, wa-qaaluu l-hamdu li-llaahi lladzii) muncul tiga kali di Al-Qur'an (7:43, 35:34, 39:74).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata", dari akar ق-و-ل, lalu ucapannya dibuka dengan (الْحَمْدُ لِلَّهِ, l-hamdu li-llaahi) yang berarti "segala puji bagi Allah". Rangkaian (وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي, wa-qaaluu l-hamdu li-llaahi lladzii) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 7:43, 35:34, dan 39:74. Di 7:43 kata lladzii disusul (هَدَانَا لِهَٰذَا, hadaanaa li-haadzaa) yang berarti "menunjuki kami kepada ini", di 39:74 disusul (صَدَقَنَا وَعْدَهُ, shadaqanaa wa'dahu) yang berarti "memenuhi janji-Nya", dan di 35:34 disusul (أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ, adzhaba 'annaa l-hazana) yang berarti "menghilangkan kesedihan dari kami". Ketiga ucapan itu tertulis dalam penggambaran taman, dan tiap ucapan menyebut perbuatan Allah yang berlainan. Rangkaian yang lebih pendek, (الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي, l-hamdu li-llaahi lladzii), muncul sepuluh kali di sepuluh surah, yaitu 6:1, 7:43, 14:39, 17:111, 18:1, 23:28, 27:15, 34:1, 35:34, dan 39:74.

Kata (أَذْهَبَ, adzhaba) yang berarti "menghilangkan" berakar ذ-ه-ب, dan bentuk persisnya hanya muncul di 35:34. Kata kerja dari akar yang sama dengan awalan yang menyebabkan hilang muncul di 8:11, 33:33, dan 35:34 bersama (عَنْكُمْ, 'ankum) atau (عَنَّا, 'annaa) yang berarti "dari kalian" atau "dari kami", lalu benda yang dihilangkan. Di 8:11, (وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ, wa-yudzhiba 'ankum rijza sy-syaythaani) yang berarti "dan menghilangkan dari kalian kekejian setan", dan di 33:33, (لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ, li-yudzhiba 'ankumu r-rijsa) yang berarti "agar Dia menghilangkan kekotoran dari kalian". Di 35:34 benda yang dihilangkan berupa kesedihan.

Kata (الْحَزَنَ, l-hazana) yang berarti "kesedihan" berakar ح-ز-ن dan bersandang al-. Bentuk persis ini hanya muncul di 35:34. Bentuk tanpa sandang, (حَزَنًا, hazanan), muncul di 9:92 dan 28:8, dan (الْحُزْنِ, l-huzni) muncul di 12:84. Di 9:92, (حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ, hazanan allaa yajiduu maa yunfiquuna) yang berarti "karena sedih sebab tidak menemukan apa yang dapat mereka infakkan", kesedihan itu bersebab dari tidak dapat berinfak. Di 12:84, (وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ, wa-byadhdhat 'aynaahu mina l-huzni) yang berarti "dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan", kesedihan itu menyusul seruan atas Yusuf. Di 28:8, (لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا, li-yakuuna lahum 'aduwwan wa-hazanan) yang berarti "agar menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka", kesedihan itu disebut bersama musuh. Di tiga ayat itu sebab atau pihak yang mengalaminya tertulis, sedangkan di 35:34 kesedihan itu disebut tanpa sebab. Kata kerja seakar muncul di 2:274, (وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ, wa-laa hum yahzanuuna) yang berarti "dan mereka tidak bersedih", sesudah orang-orang yang menginfakkan hartanya malam dan siang secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan.

Kata (رَبَّنَا, rabbanaa) yang berarti "Tuhan kami" berakar ر-ب-ب dan memuat -naa, yaitu "kami". Rangkaian (إِنَّ رَبَّنَا, inna rabbanaa) yang berarti "sesungguhnya Tuhan kami" muncul satu kali, yaitu di 35:34. Pasangan (غَفُورٌ شَكُورٌ, ghafuurun syakuurun) yang berarti "pengampun lagi pengganjar" muncul tiga kali, yaitu 35:30, 35:34, dan 42:23, dan alasan memilih "pengganjar" diuraikan di 35:30. Di 35:34 pasangan itu didahului awalan penegas la- pada (لَغَفُورٌ, la-ghafuurun), sedangkan di 35:30 dan 42:23 awalan itu tidak ada. Di 35:30 pasangan itu dituturkan oleh ayat, dan di 35:34 diucapkan oleh orang-orang yang berkata.

Tafsiran

Ayat ini memuat ucapan pertama yang dikutip sejak 35:29, dan pembicaranya dapat dibaca sebagai mereka yang disebut di 35:33 dengan kata ganti yang sama. Isi ucapan itu terbagi dua: pujian kepada Allah atas satu perbuatan, yaitu menghilangkan kesedihan, lalu pernyataan tentang Tuhan mereka, yaitu pengampun lagi pengganjar. Ucapan itu belum selesai di ayat ini, sebab 35:35 melanjutkannya dengan (الَّذِي أَحَلَّنَا, alladzii ahallanaa) yang berarti "yang menempatkan kami", dan kutipan baru tertutup di sana.

Dua ucapan lain yang dibuka dengan rangkaian yang sama menyebut perbuatan Allah yang lain: menunjuki di 7:43, serta memenuhi janji dan mewariskan di 39:74. Di 35:34 perbuatan yang disebut berupa kesedihan yang dihilangkan, dan ayat tidak menyebut penyebab kesedihan itu. Kata yang seakar muncul di 2:274, (وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ, wa-laa hum yahzanuuna) yang berarti "dan mereka tidak bersedih", sesudah orang-orang yang menginfakkan harta secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, tetapi ayat 35:34 tidak menghubungkan kesedihan yang hilang dengan kalimat itu.

Ucapan di 35:34 mengulang dua hal yang sudah dituturkan di 35:30. Pasangan sifat pengampun dan pengganjar, yang di 35:30 ada pada tutur ayat, kini ada di mulut para penerima, dan (مِنْ فَضْلِهِ, min fadhlihi) yang berarti "dengan karunia-Nya" kembali di 35:35 dalam ucapan yang sama. Pembaca dapat menghubungkan ucapan ini dengan 35:30, sebab rumusan yang dipakai ayat untuk menjelaskan pahala dipakai pula oleh orang-orang yang berbicara di sini. Ayat ini sendiri tidak menyatakan bahwa orang-orang itu sama dengan orang-orang di 35:29, dan tidak menyatakan bahwa mereka mengetahui ucapan di 35:30.

Renungan dan Hikmah

  • Ucapan pertama yang dikutip dari mereka berupa pujian kepada Allah, dan permintaan atau perincian apa pun belum muncul. Di 7:43 dan 39:74 ucapan pembuka yang sama juga berupa pujian, lalu menyebut apa yang dilakukan Allah bagi mereka: di 7:43 pujian itu disusul pengakuan bahwa mereka tidak akan mendapat petunjuk seandainya Allah tidak menunjuki mereka, dan di 39:74 disusul pernyataan bahwa Allah memenuhi janji-Nya. Pembaca dapat memperhatikan urutan itu: pujian lebih dulu, perbuatan Allah yang dipuji sesudahnya. Apa yang akan diucapkan lebih dulu oleh pembaca bila beban yang lama dibawanya terangkat?
  • Ayat ini menyebut kesedihan tanpa menyebut penyebabnya, sedangkan di 9:92, 12:84, dan 28:8 kata yang seakar disertai sebab atau pihak yang tertulis, yaitu tidak dapat berinfak di 9:92, Yusuf di 12:84, dan anak yang menjadi musuh di 28:8. Pembaca yang membawa kesedihannya sendiri dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menamai kesedihan yang dihilangkan, sehingga tiap pembaca dapat mengisinya dengan namanya sendiri, dan ayat tidak menutup isian itu. Apa nama kesedihan yang diisikan pembaca di tempat itu, dan sejak kapan kesedihan itu dibawa?
  • Para pembicara menyebut dengan jelas siapa yang menghilangkan kesedihan mereka, yaitu Allah, yang dipuji dengan kata yang menyusul pujian itu. Pembaca dapat memperhatikan siapa yang disebutnya ketika sebuah beban terangkat dari dirinya, apakah keadaan, orang lain, usahanya sendiri, atau Allah. Di 7:43 para pembicara menyebut Allah yang menunjuki mereka dan di 39:74 Allah yang memenuhi janji, sehingga penyebutan pemberi pada tiap kelegaan terulang di tiga ayat. Ayat ini tidak membicarakan tiga pilihan pertama, dan hanya mencatat apa yang diucapkan para pembicaranya. Kepada siapa pembaca mengarahkan terima kasihnya ketika beban terangkat?
  • Pasangan pengampun dan pengganjar di 35:30 dituturkan oleh ayat, dan di 35:34 diucapkan oleh orang-orang yang berkata, dengan kata Tuhan kami, sedangkan di 42:23 pasangan itu dilekatkan pada nama Allah oleh tutur ayat. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sifat yang sama disebut dari dua posisi, posisi pencerita dan posisi mereka yang berada di dalam adegan. Ayat ini tidak menyatakan bahwa mereka mengetahui ucapan di 35:30, dan tidak menyatakan bahwa pasangan itu dipilih karena 35:30. Apa yang berubah pada sebuah sifat bila sifat itu diucapkan oleh mereka yang mengalaminya, dan tidak oleh pihak yang mengabarkannya?
  • Seluruh ucapan di ayat ini memakai kata kami, pada "dari kami" dan "Tuhan kami", dan 35:35 melanjutkannya dengan "menempatkan kami" dan "menyentuh kami". Kata aku tidak ada di sana, dan di 7:43 bentuk jamak yang sama terulang pada "menunjuki kami" dan "Tuhan kami". Pembaca dapat memperhatikan bahwa pujian ini diucapkan sebagai kelompok, dengan Tuhan yang disebut milik bersama. Siapa saja yang dihitung pembaca di dalam kata kami ketika memuji Allah?
  • Tiga ucapan yang dibuka dengan rangkaian yang sama menyebut tiga perbuatan Allah yang berlainan: menunjuki di 7:43, memenuhi janji dan mewariskan di 39:74, dan menghilangkan kesedihan di 35:34. Ayat 35:34 memuat satu perbuatan, dan 39:74 memuat dua. Pembaca dapat membuat daftar sendiri tentang perbuatan Allah yang akan disebutnya dalam ucapan semacam itu, lalu membandingkannya dengan tiga ayat ini. Perbuatan mana yang akan ditaruhnya pertama, dan atas dasar apa?