وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ
Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar pengampun lagi pengganjar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَwa-qaaluu l-hamdu li-llaahi lladzii adzhaba 'annaa l-hazanamereka berkata, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami
- إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌinna rabbanaa la-ghafuurun syakuurunsesungguhnya Tuhan kami benar-benar pengampun lagi pengganjar
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- الْحَمْدُl-hamdusegala puji
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- الَّذِيlladziiyang
- أَذْهَبَadzhabamelenyapkan
- عَنَّا'annaadari kami
- الْحَزَنَl-hazanakesedihan
- إِنَّinnasesungguhnya
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- لَغَفُورٌla-ghafuurunbenar-benar pengampun
- شَكُورٌsyakuurunyang bersyukur
Inti bacaan
Ucapan syukur yang menyoroti dimensi emosional: 'menghilangkan kesedihan dari kami', pengakuan bahwa kelegaan dari beban emosional panjang adalah bagian nyata dari nikmat yang layak disyukuri, tidak kalah penting dari kenikmatan fisik.
Penjelasan pilihan kata
'Ghafuurun shakuurun' konsisten dengan 35:30.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan ucapan syukur penghuni taman: kesedihan yang dulu ada di dunia kini sepenuhnya hilang, sebuah pengakuan yang menyandingkan sifat pengampun dan pengganjar Allah sebagai sebab kebahagiaan itu.
Renungan dan Hikmah
- Syukur mereka menyebut kesedihan, bukan kenikmatan. Yang pertama disyukuri hilangnya beban. Allah merekam urutan itu.
- Kesedihan disebut sebagai sesuatu yang dibawa dari dunia. Ia sempat ada. Di sana ia dilepas.
- Sifat yang disebut pengampun dan pengganjar. Allah menaruh yang menghapus bersama yang membalas. Keduanya menyebabkan kelegaan itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Pengampun” diterjemahkan “pengampun”. terjemahan lain 'Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri' diterjemahkan 'pengampun lagi pengganjar' (ghafuurun shakuur INDEFINIT; ucapan penghuni surga, yang baru saja menerima ganjaran; lih. 35:30 utk konteks penambahan). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda ditegakkan 76:22: jazaa' ('balasan') dan masykuur bersisian SATU ayat diterjemahkan tak boleh sama-sama 'balas'; 'menerima' milik akar q-b-l; 'menyambut' milik akar t-w-b. Wilayah 'ganjar' di terjemahan lain nyaris kosong (3 ayat). Konteks internal seragam membalas-LEBIH: 64:17 yudaa'if, 35:30 yaziid, 42:23 nazid, 14:7 la-aziidannakum. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).