الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ
Yang menempatkan kami di tempat kediaman yang kekal dengan karunia-Nya; di dalamnya tidak menyentuh kami kepenatan, dan tidak pula menyentuh kami kelelahan.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِalladzii ahallanaa daara l-muqaamati min fadhlihiyang menempatkan kami di tempat kediaman yang kekal dengan karunia-Nya
- لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌlaa yamassunaa fiihaa nashabun wa-laa yamassunaa fiihaa lughuubundi dalamnya tidak menyentuh kami kepenatan, dan tidak pula menyentuh kami kelelahan
Terjemahan per kata (14 kata)
- الَّذِيalladziiyang
- أَحَلَّنَاahallanaamenempatkan kami
- دَارَdaaranegeri
- الْمُقَامَةِl-muqaamatitempat kediaman
- مِنْmindari
- فَضْلِهِfadhlihikarunia-Nya
- لَاlaatidak
- يَمَسُّنَاyamassunaamenyentuh kami
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- نَصَبٌnashabunkelelahan
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَمَسُّنَاyamassunaamenyentuh kami
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- لُغُوبٌlughuubunkelelahan
Inti bacaan
Akar ل-غ-ب muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 35:35 dalam (لُغُوبٌ, lughuubun) dan di 50:38 dalam (لُغُوبٍ, lughuubin).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (الَّذِي, alladzii) yang berarti "yang", kata penghubung yang menyambung ke pujian di 35:34, (الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ, l-hamdu li-llaahi lladzii adzhaba 'annaa l-hazana) yang berarti "segala puji bagi Allah yang menghilangkan kesedihan dari kami". Di 35:34 kata alladzii menerangkan Allah, dan di 35:35 kata yang sama memerinci perbuatan kedua dari pihak yang sama tanpa menyebut nama baru, sehingga terjemahan tidak menambahkan "Allah" dan membiarkan "yang" menyambung ke ayat sebelumnya. Akhiran -naa yang berarti "kami" ada pada tiga kata kerja di ayat ini, yaitu (أَحَلَّنَا, ahallanaa) dan dua kali (يَمَسُّنَا, yamassunaa), sehingga pembicaranya masih orang-orang yang berbicara di 35:34.
Kata kerja (أَحَلَّنَا, ahallanaa) yang berarti "menempatkan kami" berakar ح-ل-ل. Akar yang sama dipakai untuk "menghalalkan" di 2:275, 5:87, dan 66:1, misalnya (وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ, wa-ahalla llaahu l-bay'a) yang berarti "padahal Allah menghalalkan jual beli" di 2:275, dan di ketiga ayat itu sasaran kata kerjanya adalah sesuatu yang dibolehkan, tidak ada yang berupa orang. Di 35:35 sasarannya manusia (-naa) dan sesudahnya ada nama tempat, sehingga terjemahan memilih "menempatkan". Susunan yang sama ada di 14:28, (وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ, wa-ahalluu qawmahum daara l-bawaari) yang berarti "dan menempatkan kaum mereka di negeri kebinasaan", yaitu satu kata kerja dengan dua sasaran, orang lalu tempat. Konteks kedua ayat berbeda. Di 14:28 orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekufuran menempatkan kaum mereka sendiri, sedangkan di 35:35 pihak yang diterangkan alladzii menempatkan para pembicara.
Sasaran kedua, (دَارَ الْمُقَامَةِ, daara l-muqaamati), terdiri dari (دَارَ, daara) yang berarti "negeri" dan (الْمُقَامَةِ, l-muqaamati) yang menerangkan negeri itu. Bentuk daara tanpa kata sandang muncul tiga kali, yaitu di 7:145, 14:28, dan 35:35, dan di ketiganya kata sesudahnya menyebut sifat negeri itu: (دَارَ الْفَاسِقِينَ, daara l-faasiqiina) yang berarti "negeri orang-orang fasik" di 7:145, daara l-bawaari di 14:28, dan daara l-muqaamati di sini. Urutan huruf yang sama ada juga di tengah (تَدَارَكَهُ, tadaarakahu) di 68:49, tetapi itu kata lain dan tidak dihitung. Bentuk l-muqaamati hanya muncul di 35:35. Kata yang sekerabat, (مُقَامًا, muqaaman), muncul dua kali di satu surah, yaitu di 25:66 dan 25:76, berpasangan dengan (مُسْتَقَرًّا, mustaqarran) yang berarti "tempat menetap", dan di sana diterjemahkan "kediaman". Kedua kata itu berakar ق-و-م, akar yang dipakai juga untuk "berdiri" pada (يَقُومُونَ, yaquumuuna) di 2:275. Terjemahan "tempat kediaman yang kekal" menyampaikan daara dengan "tempat kediaman" dan menyampaikan sifat tinggal tetap pada muqaamah dengan "yang kekal". Kata (خَالِدِينَ, khaalidiina) yang berarti "kekal" ada di 25:76, tetapi tidak ada di ayat ini, jadi lamanya tinggal di 35:35 hanya terbaca lewat muqaamah.
Kata (مِنْ فَضْلِهِ, min fadhlihi) tersusun dari (مِنْ, min) yang berarti "dari", (فَضْلِ, fadhl) yang berarti "karunia", dan (هِ, -hi) yang berarti "-Nya". Rangkaian ini muncul dua puluh enam kali di dua belas surah, antara lain di 2:90, 24:32, 35:12, 35:30, dan 42:26, dan di surah ini rangkaian itu muncul tiga kali, yaitu di 35:12, 35:30, dan 35:35. Di 24:32, (يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ, yughnihimu llaahu min fadhlihi) yang berarti "Allah mencukupkan mereka dengan karunia-Nya", rangkaian itu mengikuti kata kerja pemberian dan terjemahan memakai "dengan karunia-Nya", seperti di 35:35. Di 35:30, (وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ, wa-yaziidahum min fadhlihi) yang berarti "dan menambah bagi mereka dari karunia-Nya", karunia menjadi sumber tambahan atas pahala. Di 35:35 karunia menjadi sumber penempatan.
Dua kata benda di ujung ayat adalah (نَصَبٌ, nashabun), berakar ن-ص-ب, dan (لُغُوبٌ, lughuubun), berakar ل-غ-ب. Terjemahan memakai dua kata Indonesia yang berbeda, "kepenatan" dan "kelelahan", karena ayat memakai dua kata Arab yang berbeda. Kata nashab muncul empat kali dengan akhiran yang berbeda, yaitu di 9:120, 15:48, 18:62, dan 35:35. Di 18:62, (لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا, la-qad laqiinaa min safarinaa haadzaa nashaban) yang berarti "sungguh kita telah merasa letih dari perjalanan kita ini", nashab datang sesudah perjalanan, dan di 9:120 kata itu disebut bersama kehausan dan kelaparan di jalan Allah. Di 15:48, (لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ, laa yamassuhum fiihaa nashabun), kata itu dinafikan bagi penghuni taman dengan susunan empat kata yang sama dengan 35:35. Akar ن-ص-ب ada juga di 38:41 dalam bentuk lain, (بِنُصْبٍ, bi-nushbin), yang disebut bersama azab dalam seruan Ayyub kepada Tuhannya. Kata lughuub muncul dua kali, yaitu di 35:35 dan 50:38. Di 50:38, (وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ, wa-maa massanaa min lughuubin) yang berarti "dan Kami tidak disentuh oleh kelelahan sedikit pun", kata itu dinafikan bagi pihak yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Satu kata yang sama dinafikan di dua ayat untuk dua pihak yang berbeda, dan kedua ayat tidak membandingkan keduanya.
Kata kerja (يَمَسُّنَا, yamassunaa) yang berarti "menyentuh kami" berakar م-س-س dan dipakai dua kali dengan susunan yang sama, (لَا يَمَسُّنَا فِيهَا, laa yamassunaa fiihaa), sehingga kata "di dalamnya" disebut ulang pada setiap penafian. Terjemahan memakai "menyentuh" seperti di 50:38 dan di 38:41, (مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ, massaniya sy-syaythaanu bi-nushbin wa-'adzaabin) yang berarti "setan telah menyentuhku dengan kepayahan dan azab". Akhiran -haa pada (فِيهَا, fiihaa) berbentuk perempuan dan menunjuk daara, yang juga berbentuk perempuan. Kata (وَلَا, wa-laa) yang berarti "dan tidak pula" menyambung dua penafian karena kata kerja sesudahnya menyatakan peniadaan dan tidak menyatakan larangan.
Tafsiran
Ayat 35:35 menutup kutipan ucapan penghuni taman yang dibuka di 35:34, dan terjemahan menutup tanda kutipnya di ujung ayat ini. Ucapan itu memuat empat pernyataan berurutan: kesedihan dihilangkan, Rabb mereka pengampun lagi pengganjar, mereka ditempatkan di tempat kediaman dari karunia-Nya, dan penat serta lelah tidak menyentuh mereka di sana. Dua pernyataan pertama berada di 35:34 dan dua yang terakhir di 35:35, yaitu satu tentang asal tempat dan satu tentang keadaan di tempat itu.
Ayat 35:33 menggambarkan taman itu dari luar: orang-orang memasukinya, diberi gelang dari emas dan mutiara, dan berpakaian sutra. Ayat 35:34 dan 35:35 berganti sudut, sebab gambaran taman kini datang dari mulut para penghuninya sendiri. Dalam ucapan mereka tidak ada gelang atau sutra. Mereka menyebut apa yang telah hilang, apa yang tidak menyentuh, dan pihak yang menempatkan mereka.
Kata karunia menghubungkan ayat ini dengan dua ayat sebelumnya dalam surah yang sama. Ayat 35:30 menyebut Allah menyempurnakan pahala lalu menambah dari karunia-Nya, dan 35:32 menutup pembagian pewaris Kitab dengan (ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ, dzaalika huwa l-fadhlu l-kabiiru), yang menyebut hal itu karunia yang besar. Di 35:30 dan 35:32 karunia disebut dalam penuturan, dan di 35:35 kata itu disebut dalam ucapan para penerimanya. Susunan itu menaruh pengakuan para penghuni sejalan dengan penuturan sebelumnya.
Penafian yang diulang dua kali memakai kata di dalamnya pada tiap penafian. Ayat menyebut apa yang tidak menyentuh mereka dan tidak menyebut apa yang mereka kerjakan di tempat itu. Ayat 35:36 berganti ke orang-orang yang kufur dengan susunan penafian yang serupa, dan tidak ada ayat penghubung di antara dua golongan itu.
Renungan dan Hikmah
- Para penghuni taman di 35:35 menyebut tempat tinggal mereka datang dari karunia-Nya, sedangkan 35:30 menyebut karunia sebagai tambahan sesudah pahala disempurnakan. Dalam ucapan mereka tidak ada kalimat tentang amal, dan pilihan mereka jatuh pada karunia. Pembaca yang biasa menghitung rumah, pekerjaan, atau kedudukannya sebagai hasil jerih payah sendiri dapat mencoba membaca daftar itu dengan cara para penghuni taman membaca tempat tinggal mereka. Berapa banyak dari daftar itu yang datang tanpa pernah diminta, dan apakah menyebutnya karunia mengubah cara pembaca memegangnya?
- Ayat 35:35 menyebut penat dan lelah tidak menyentuh para penghuni, dengan kata di dalamnya yang diulang pada tiap penafian. Pembaca yang lelah di kantor, di rumah, atau di perjalanan dapat membedakan lelah yang berasal dari tubuhnya dan lelah yang berasal dari tempatnya: jadwal, ruangan, atau hubungan yang terus menguras. Bila pembacaan ini diterima, apa yang berubah pada pembaca saat berpindah ke tempat yang tidak menyentuhnya dengan lelah, dan apa yang tetap sama?
- Kutipan di 35:34 dan 35:35 diucapkan sesudah para penghuni masuk, dan isi syukur mereka adalah apa yang telah hilang, tanpa menyebut gelang emas atau sutra yang diterangkan 35:33. Ucapan itu dibuka dengan memuji Allah, dan baru sesudahnya menyebut kesedihan, penat, dan lelah. Pembaca yang sedang mengejar sebuah tujuan dapat membayangkan kalimat pertama yang akan terucap bila tujuan itu tercapai besok. Apakah kalimat itu menyebut apa yang akhirnya diperoleh, atau apa yang akhirnya tidak lagi memberatkan? Ayat tidak menilai salah satunya, hanya mencatat pilihan para penghuni.
- Kata kerja menempatkan dipakai di 14:28 untuk orang-orang yang menempatkan kaum mereka di negeri kebinasaan, dan di 35:35 untuk pihak yang menempatkan para pembicara di tempat kediaman. Dua ayat itu berbeda pelaku dan berbeda tempat, dan keduanya tidak saling disamakan. Pembaca yang mengarahkan hidup orang lain, sebagai orang tua, atasan, atau pemimpin sebuah kelompok, dapat mencatat bahwa menempatkan orang adalah perbuatan yang disebut mushaf dengan pelaku manusia di 14:28. Ke negeri macam apa orang-orang yang bersandar pada pilihannya dibawa, dan dengan karunia siapa mereka diharapkan tinggal di sana?
- Peniadaan penat di 35:35 disandingkan dengan tempat menetap, dan 15:48 menyandingkan peniadaan yang sama dengan pernyataan bahwa penghuninya tidak akan dikeluarkan dari taman itu. Dua ayat itu berasal dari surah berbeda, dan hubungan keduanya dibaca dari kata yang serupa. Tempat yang menyenangkan terasa lain bagi pembaca yang tahu akan meninggalkannya sebelum musim berganti, dibandingkan dengan tempat yang boleh disebut kediaman. Apakah kelegaan para penghuni bergantung pada sifat tempat itu, atau pada kenyataan bahwa mereka tidak akan dikeluarkan darinya, seperti yang ditulis 15:48 tentang taman itu?
- Ayat ini menyebut penat dan lelah dengan dua kata, dan batas antara keduanya tidak diterangkan ayat mana pun. Pembaca yang memakai satu kata, capek, untuk semua keletihannya dapat mencoba menyebutnya dengan dua nama dan memperhatikan mana yang hilang lebih dulu bila sebuah beban diangkat. Para penghuni taman menyebut keduanya sebagai hal yang tidak menyentuh mereka, dan mereka mengucapkannya sebagai pujian kepada Tuhan mereka. Bila pembaca menamai keletihannya dengan lebih teliti, apakah syukurnya ikut menjadi lebih teliti saat beban itu terangkat?