الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ
Yang menempatkan kami di tempat kediaman yang kekal dengan karunia-Nya; di dalamnya tidak menyentuh kami kepenatan, dan tidak pula menyentuh kami kelelahan.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِalladzii ahallanaa daara l-muqaamati min fadlihiyang menempatkan kami di tempat kediaman yang kekal dengan karunia-Nya
- لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌlaa yamassunaa fiihaa nasabun wa-laa yamassunaa fiihaa lughuubundi dalamnya tidak menyentuh kami kepenatan, dan tidak pula menyentuh kami kelelahan
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar h-l-l, d-w-r, q-w-m, f-d-l, m-s-s, n-s-b, l-gh-b): ahallanaa diterjemahkan 'menempatkan kami' (akar h-l-l); daar al-muqaamah diterjemahkan 'tempat kediaman yang kekal' (akar d-w-r + akar q-w-m); nasab diterjemahkan 'kepenatan' (akar n-s-b); lughuub diterjemahkan 'kelelahan' (akar l-gh-b). gloss '(surga)' dibuang.
Aplikasi
Ketiadaan 'kepenatan' dan 'kelelahan' sebagai bagian eksplisit dari gambaran kebahagiaan penuh, pengakuan bahwa kelelahan fisik/mental adalah beban nyata kehidupan dunia yang dijanjikan berakhir sepenuhnya, bukan hal sepele untuk diabaikan.