وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَىٰ عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ
Dan orang-orang yang kufur, bagi mereka api Jahanam; tidak diputuskan atas mereka sehingga mereka mati, dan tidak diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kufur.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَىٰ عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُواwa-lladziina kafaruu lahum naaru jahannama laa yuqdhaa 'alayhim fa-yamuutuudan orang-orang yang kufur, bagi mereka api Jahanam; tidak diputuskan atas mereka sehingga mereka mati
- وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍwa-laa yukhaffafu 'anhum min 'adzaabihaa ka-dzaalika najzii kulla kafuurindan tidak diringankan dari mereka azabnya; demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kufur
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- لَهُمْlahumbagi mereka
- نَارُnaaruapi
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- لَاlaatidak
- يُقْضَىٰyuqdhaadiputuskan
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- فَيَمُوتُواfa-yamuutuumaka mereka mati
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يُخَفَّفُyukhaffafudiringankan
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- مِنْmindari
- عَذَابِهَا'adzaabihaaazabnya
- كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
- نَجْزِيnajziiKami membalas
- كُلَّkullasetiap
- كَفُورٍkafuurinyang sangat ingkar
Inti bacaan
Rangkaian (لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ, laa yukhaffafu 'anhum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:85 dan 35:36.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَالَّذِينَ كَفَرُوا, wa-lladziina kafaruu) yang berarti "dan orang-orang yang kufur". Huruf (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambung golongan ini dengan penghuni taman di ayat sebelumnya, dan kata kerja (كَفَرُوا, kafaruu) berakar ك-ف-ر. Rangkaian (وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ, wa-lladziina kafaruu lahum) muncul dua kali, yaitu di 10:4 dan 35:36, dan tanpa huruf wa, rangkaian (كَفَرُوا لَهُمْ, kafaruu lahum) muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 10:4, 35:7, dan 35:36. Di 35:7, (الَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ, alladziina kafaruu lahum 'adzaabun syadiidun) yang berarti "orang-orang yang kufur, bagi mereka azab yang keras", dan di 10:4, (وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ, wa-lladziina kafaruu lahum syaraabun min hamiimin) yang berarti "dan orang-orang yang kufur, bagi mereka minuman dari air mendidih". Di ketiga ayat itu kata sesudah lahum menyebut bagian yang tersedia bagi mereka, dan di 35:36 api Jahanam disebut sebagai bagian itu. Kata (لَهُمْ, lahum) memakai huruf li yang berarti "bagi", sehingga terjemahan memakai "bagi mereka" di ketiganya.
Kata (نَارُ, naaru) berakar ن-و-ر dan diterjemahkan "api", sedangkan (جَهَنَّمَ, jahannama) adalah nama yang diterjemahkan "Jahanam". Rangkaian (نَارُ جَهَنَّمَ, naaru jahannama) dengan akhiran u muncul dua kali, yaitu di 9:81 dan 35:36, dan dengan akhiran a, naara jahannama, muncul tiga kali, yaitu di 9:63, 9:68, dan 72:23. Di 9:81, (قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا, qul naaru jahannama asyaddu harran) yang berarti "katakanlah, api Jahanam lebih keras panasnya", api itu dibandingkan dengan panas yang hendak dihindari orang, sedangkan di 35:36 api itu disebut bersama dua hal yang tidak terjadi.
Kata kerja (يُقْضَىٰ, yuqdhaa) berakar ق-ض-ي dan berbentuk tanpa pelaku, sehingga (لَا يُقْضَىٰ عَلَيْهِمْ, laa yuqdhaa 'alayhim) yang berarti "tidak diputuskan atas mereka" tidak menyebut siapa yang memutuskan. Bentuk yuqdhaa muncul tiga kali, yaitu di 6:60, 20:114, dan 35:36. Di 6:60, (لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُسَمًّى, li-yuqdhaa ajalun musamman) yang berarti "agar disempurnakan suatu ajal yang ditentukan", dan di 20:114, (يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ, yuqdhaa ilayka wahyuhu) yang berarti "selesai pewahyuannya kepadamu", kata kerja itu menyatakan sesuatu mencapai ujungnya. Di 35:36 kata kerja itu disusul (عَلَيْهِمْ, 'alayhim) yang berarti "atas mereka", dan susunan kata kerja dengan 'alaa serta orang yang dikenai ada juga di 28:15, (فَقَضَىٰ عَلَيْهِ, fa-qadhaa 'alayhi) yang berarti "dan membunuhnya", dan di 43:77, (لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ, li-yaqdhi 'alaynaa rabbuka) yang berarti "hendaklah Tuhanmu mengakhiri kami". Di kedua ayat itu kata kerja tersebut berujung pada berakhirnya orang yang dikenai, dan di 35:36 berakhirnya itu dinafikan. Terjemahan "diputuskan" dipilih karena ayat ini menyebut orang yang dikenai dan tidak menyebut sesuatu yang disempurnakan.
Kata (فَيَمُوتُوا, fa-yamuutuu) yang berarti "sehingga mereka mati" memakai (فَ, fa) yang oleh korpus morfologi ditandai sebagai penanda akibat, dan kata kerjanya tidak berakhir dengan nun, berbeda dari bentuk lain seperti yamuutuuna. Terjemahan "sehingga" menyampaikan hubungan akibat itu, dan "mereka" menyampaikan akhiran jamak pada kata kerjanya. Bentuk fa-yamuutuu hanya muncul di 35:36. Susunan lain ada di 20:74 dan 87:13, (لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ, laa yamuutu fiihaa wa-laa yahyaa) yang berarti "ia tidak mati di dalamnya dan tidak hidup". Dua ayat itu menyebut keadaan satu orang di dalam api, sedangkan 35:36 menyebut ketiadaan keputusan atas banyak orang.
Kata kerja (يُخَفَّفُ, yukhaffafu) berakar خ-ف-ف dan juga berbentuk tanpa pelaku. Bentuk yukhaffafu muncul lima kali di empat surah, yaitu di 2:86, 2:162, 3:88, 16:85, dan 35:36. Di 2:86, (فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ, fa-laa yukhaffafu 'anhumu l-'adzaabu) yang berarti "maka azab tidak diringankan bagi mereka", azab itu sendiri menjadi sasaran peringanan, sedangkan di 35:36 azab disebut lewat (مِنْ عَذَابِهَا, min 'adzaabihaa) yang berarti "dari azabnya". Rangkaian (لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ, laa yukhaffafu 'anhum) muncul dua kali, yaitu di 16:85 dan 35:36. Bentuk aktifnya ada di 40:49, (يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ, yukhaffif 'annaa yawman mina l-'adzaabi) yang berarti "meringankan azab dari kami sehari saja", dengan min yang sama di depan kata azab. Akhiran -haa pada 'adzaabihaa berbentuk perempuan dan sesuai dengan naar yang berbentuk perempuan, sehingga azab itu adalah azab api tersebut.
Kata (نَجْزِي, najzii) yang berarti "Kami membalas" berakar ج-ز-ي, dan awalan n- menunjuk pembicara jamak. Pelaku yang tidak disebut pada dua kata kerja sebelumnya muncul di sini sebagai "Kami". Rangkaian (كَذَٰلِكَ نَجْزِي, ka-dzaalika najzii) muncul sembilan belas kali di dua belas surah, antara lain di 7:40, 12:22, 35:36, dan 77:44, dan objeknya berganti-ganti. Di 7:40, (نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ, najzii l-mujrimiina) yang berarti "Kami membalas orang-orang yang berbuat durhaka", sedangkan di 12:22 dan 28:14 objeknya orang-orang yang berbuat baik. Kata kerja membalas sendiri tidak menentukan arah, dan objeknyalah yang menentukan. Kata (كَذَٰلِكَ, ka-dzaalika) yang berarti "demikianlah" menunjuk ke dua hal yang baru disebut.
Kata (كَفُورٍ, kafuurin) berakar ك-ف-ر seperti kafaruu di awal ayat, dan terjemahan memakai "sangat kufur" untuk membedakannya dari kafaruu. Kata kafuur dalam berbagai akhiran muncul dua belas kali di sembilan surah, antara lain di 11:9, 22:38, 31:32, 34:17, dan 35:36. Bentuk kafuurin dengan akhiran seperti di sini muncul tiga kali, yaitu di 22:38, 31:32, dan 35:36, dan di ketiganya didahului kata kull. Di 22:38, (كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ, kulla khawwaanin kafuurin) yang berarti "setiap orang yang sangat khianat lagi sangat kufur", dan di 34:17, (وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ, wa-hal nujaazii illaa l-kafuura) yang berarti "dan apakah Kami membalas kecuali orang yang sangat kufur". Terjemahan memakai "sangat kufur" di kedua ayat itu, sama dengan di 35:36.
Tafsiran
Ayat ini menutup gambaran orang-orang yang kufur dengan dua penafian, yaitu tidak diputuskan atas mereka sehingga mereka mati dan tidak diringankan azabnya, dan 35:35 menutup ucapan penghuni taman dengan dua penafian tentang penat dan lelah. Kedua ayat menaruh kata laa di depan kata kerja yang menyatakan peniadaan dan menyambung penafian kedua dengan wa-laa, sehingga susunannya sejajar sedangkan isinya berlawanan arah.
Dua penafian itu bersesuaian dengan dua permintaan yang tertulis di ayat lain. Di 43:77 penghuni api menyeru agar diakhiri, dan di 40:49 mereka meminta azab diringankan sehari saja. Ayat 35:36 tidak mengutip permintaan itu dan memuat keadaan yang menjadi jawabannya, sedangkan teriakan mereka sendiri baru dikutip di 35:37. Urutan 35:36 sampai 35:37 dengan begitu bergerak dari keadaan ke suara.
Pelaku muncul paling akhir. Dua kata kerja pertama tidak menyebut siapa yang memutuskan atau meringankan, dan baru pada kalimat penutup pembicara menyebut dirinya dengan "Kami" pada (نَجْزِي, najzii). Di 35:9 kata "Kami" dipakai untuk perbuatan yang pelakunya sudah disebut sebagai (وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ, wa-llaahu lladzii arsala r-riyaaha) yang berarti "dan Allahlah yang mengirim angin", sehingga pemakaian "Kami" di surah ini mengikuti pola yang sama. Kata "demikianlah" lalu menyatakan dua penafian tadi sebagai wujud pembalasan, dan menjauhkannya dari kesan keadaan yang berdiri sendiri.
Golongan dibuka dengan bentuk jamak, orang-orang yang kufur, lalu ayat ditutup dengan bentuk tunggal, setiap orang yang sangat kufur. Pembalasan yang disebut di penutup tertuju pada tiap orang dalam kelompok itu, tidak hanya pada kelompok sebagai satu kesatuan.
Gambaran di 20:74 dan 87:13 menyebut penghuni api sebagai orang yang tidak mati dan tidak hidup di dalamnya. Ayat 35:36 memuat satu sisi dari gambaran itu dengan sudut yang berbeda, yaitu ketiadaan keputusan yang membuat mereka mati. Ketiganya berasal dari surah yang berlainan dan saling melengkapi tanpa saling menggantikan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 35:35 dan 35:36 sama-sama ditutup dengan dua kata laa yang menyatakan sesuatu tidak terjadi. Di 35:35 yang tidak terjadi adalah penat dan lelah, dan penghuni taman memuji Allah atas hal itu. Di 35:36 yang tidak terjadi adalah keputusan yang mengakhiri dan keringanan dari azab, dan ayat itu menyebutnya sebagai balasan. Dua kalimat berbentuk serupa ini memperlihatkan bahwa ketiadaan sesuatu dapat menjadi kabar baik atau kabar buruk, bergantung pada apa yang ditiadakan. Pembaca yang sedang menunggu sesuatu yang tak kunjung datang, entah kabar, jawaban, atau perubahan, dapat bertanya apakah ketiadaan itu sedang melindunginya atau sedang menahannya?
- Dua kata kerja pertama di 35:36 berbentuk tanpa pelaku, dan pelaku baru muncul di kalimat penutup sebagai Kami. Di 35:9 kata yang sama dipakai untuk perbuatan Allah yang disebut namanya lebih dulu. Pembaca yang terbiasa menyebut akibat sebagai nasib, mesin, atau hukum yang berjalan sendiri dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyusun kalimatnya dengan kata kerja yang kosong pelaku, lalu mengisi kekosongan itu dengan pembicara yang menyebut dirinya Kami. Kepada siapa pembaca menujukan kalimat seperti ini sudah nasibnya, dan apakah ayat ini memberinya alamat lain?
- Ayat 35:36 dibuka dengan bentuk jamak, orang-orang yang kufur, lalu ditutup dengan bentuk tunggal yang didahului kata setiap. Golongan disebut sebagai kelompok, tetapi pembalasan dinyatakan berlaku pada tiap orang di dalamnya. Pembaca yang merasa aman karena berada di tengah kelompok yang besar, ramai, atau terlihat benar dapat melihat bahwa kalimat penutup ayat ini tidak berhenti pada kelompok. Bila pembalasan dinyatakan satu per satu, apa yang tersisa dari alasan bahwa banyak orang lain melakukan hal yang sama?
- Dua penafian di 35:36 bersesuaian dengan permintaan di 43:77 agar Tuhan mengakhiri mereka dan permintaan di 40:49 agar azab diringankan sehari saja. Pembaca yang pernah menawar waktu sehari dari sesuatu yang berat, seperti tenggat, utang, atau pekerjaan yang menumpuk, dapat mencatat bahwa ayat ini menggambarkan keadaan yang tidak menyediakan tawar-menawar seperti itu. Apa yang hari ini masih dapat ditawar dalam hidup pembaca, dan apa yang perlu diselesaikan sebelum tawar-menawar itu tidak lagi ada?
- Rumus Kami membalas di 35:36 dipakai juga di 12:22 dan 28:14 untuk orang-orang yang berbuat baik, dan di 7:40 untuk orang-orang yang berbuat durhaka. Kata kerja membalas tidak berat sebelah, dan arahnya ditentukan oleh siapa yang disebut sesudahnya. Pembaca yang menyimpan kata balasan hanya untuk bayangan hukuman dapat membaca ulang ayat-ayat yang memakainya untuk kebaikan. Bila Allah yang disebut Kami itu membalas dua arah dengan kata kerja yang sama, kata apa yang pembaca pakai bagi dirinya sendiri ketika menerima balasan yang menyenangkan?
- Ayat 35:36 menyebut sasaran pembalasan dengan kata sangat kufur, dan 34:17 memakai kata yang sama dalam pertanyaan apakah Kami membalas kecuali orang yang sangat kufur. Kedua ayat itu tidak merinci perbuatan seperti apa yang disebut sangat kufur, dan tidak ada angka atau daftar di sana. Pembaca yang ingin mengukur dirinya dengan kata itu menemukan bahwa ayat memberi satu kata dan tidak memberi penggaris. Ke ayat mana lagi pembaca dapat membawa pertanyaan tentang ukuran itu, dan apa yang dikatakan ayat-ayat itu tentang Dia yang membalas?