وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ
Dan mereka berteriak di dalamnya, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, bukan yang pernah kami kerjakan dahulu.” Bukankah Kami telah memanjangkan umur kalian, cukup bagi orang yang mau mengambil pelajaran untuk mengambil pelajaran di dalamnya, dan telah datang kepada kalian pemberi peringatan? Maka, rasakanlah! Tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُwa-hum yashtharikhuuna fiihaa rabbanaa akhrijnaa na'mal shaalihan ghayra lladzii kunnaa na'maludan mereka berteriak di dalamnya, ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, bukan yang pernah kami kerjakan dahulu
- أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُa-wa-lam nu'ammirkum maa yatadzakkaru fiihi man tadzakkara wa-jaa'akumu n-nadziirubukankah Kami telah memanjangkan umur kalian, cukup bagi orang yang mau mengambil pelajaran untuk mengambil pelajaran di dalamnya, dan telah datang kepada kalian pemberi peringatan
- فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍfa-dzuuquu fa-maa li-zh-zhaalimiina min nashiirinmaka, rasakanlah! Tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun
Terjemahan per kata (25 kata)
- وَهُمْwa-humdan mereka
- يَصْطَرِخُونَyashtharikhuunamereka berteriak
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- أَخْرِجْنَاakhrijnaakeluarkanlah kami
- نَعْمَلْna'malkami beramal
- صَالِحًاshaalihankebajikan
- غَيْرَghayraselain
- الَّذِيlladziiyang
- كُنَّاkunnaakami adalah
- نَعْمَلُna'malukami kerjakan
- أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
- نُعَمِّرْكُمْnu'ammirkumKami memanjangkan umur kalian
- مَاmaaapa yang
- يَتَذَكَّرُyatadzakkarumengambil pelajaran
- فِيهِfiihidi dalamnya
- مَنْmanorang yang
- تَذَكَّرَtadzakkaramengambil pelajaran
- وَجَاءَكُمُwa-jaa'akumudan telah datang kepada kalian
- النَّذِيرُn-nadziirupemberi peringatan
- فَذُوقُواfa-dzuuquumaka rasakanlah kalian
- فَمَاfa-maamaka tidak ada
- لِلظَّالِمِينَli-zh-zhaalimiinabagi orang-orang zalim
- مِنْmindari
- نَصِيرٍnashiirinpenolong
Inti bacaan
Bentuk (يَصْطَرِخُونَ, yashtharikhuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 35:37, dan akar ص-ر-خ muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 14:22, 28:18, 35:37, dan 36:43.
Penjelasan pilihan kata
Kalimat pertama ayat ini dibuka dengan (وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا, wa-hum yashtharikhuuna fiihaa) yang berarti "dan mereka berteriak di dalamnya". Kata (هُمْ, hum) yang berarti "mereka" menunjuk orang-orang yang kufur di 35:36, dan akhiran -haa pada fiihaa menunjuk Jahanam. Bentuk (يَصْطَرِخُونَ, yashtharikhuuna) berakar ص-ر-خ dan muncul di 35:37 saja, sedangkan akar yang sama ada di tiga ayat lain, yaitu 14:22, 28:18, dan 36:43. Di 28:18, (يَسْتَصْرِخُهُ, yastashrikhuhu) menyebut orang yang berteriak meminta tolong, dan di 14:22, (بِمُصْرِخِكُمْ, bi-mushrikhikum) yang berarti "penolong kalian", setan menyangkal dirinya sebagai penolong bagi para pengikutnya. Terjemahan "berteriak" tidak menambahkan "minta tolong" karena ayat ini menuliskan sendiri isi teriakannya.
Seruan mereka dibuka dengan (رَبَّنَا أَخْرِجْنَا, rabbanaa akhrijnaa) yang berarti "ya Tuhan kami, keluarkanlah kami". Kata rabbanaa tersusun dari rabb yang berarti "Tuhan" dan akhiran -naa yang berarti "kami", dan (أَخْرِجْنَا, akhrijnaa) yang berarti "keluarkanlah kami" berakar خ-ر-ج. Rangkaian rabbanaa akhrijnaa muncul tiga kali, yaitu di 4:75, 23:107, dan 35:37. Di 4:75 orang-orang yang tertindas di sebuah negeri yang penduduknya zalim berseru demikian. Di 23:107, (رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا, rabbanaa akhrijnaa minhaa) yang berarti "Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya", penghuni api berseru demikian, seperti di 35:37. Tawaran mereka di 23:107 berbunyi "maka jika kami mengulangi, sungguh kami orang-orang yang zalim", sedangkan di 35:37 tawarannya "niscaya kami akan mengerjakan kebajikan".
Kata kerja (نَعْمَلْ, na'mal) berakar ع-م-ل dan tidak berakhir dengan huruf u seperti (نَعْمَلُ, na'malu) di ujung kalimat yang sama. Bentuk tanpa u itu menempel pada perintah akhrijnaa, dan terjemahan "niscaya" menyampaikan janji bahwa perbuatan kedua menyusul bila permintaan pertama dikabulkan. Susunan (نَعْمَلْ صَالِحًا, na'mal shaalihan) muncul dua kali, yaitu di 32:12 dan 35:37. Di 32:12, (فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا, fa-rji'naa na'mal shaalihan), permintaannya dikembalikan, sedangkan di 35:37 permintaannya dikeluarkan. Kata (صَالِحًا, shaalihan) yang berarti "kebajikan" berakar ص-ل-ح. Rangkaian (غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ, ghayra lladzii kunnaa na'malu) yang berarti "bukan yang pernah kami kerjakan dahulu" muncul dua kali, yaitu di 7:53 dan 35:37. Di 7:53, (فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ, fa-na'mala ghayra lladzii kunnaa na'malu), pengucapnya membayangkan dikembalikan agar beramal berbeda dari yang dahulu. Ayat 35:37 membedakan perbuatan dahulu dari kebajikan tanpa menamai perbuatan dahulu itu.
Pertanyaan balasan dibuka dengan (أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ, a-wa-lam nu'ammirkum) yang berarti "bukankah Kami telah memanjangkan umur kalian". Kata (نُعَمِّرْكُمْ, nu'ammirkum) berakar ع-م-ر, dengan awalan n- yang berarti "Kami" dan akhiran -kum yang berarti "kalian", dan makna umur sudah terkandung dalam kata kerjanya, sehingga terjemahan menulisnya "memanjangkan umur". Kata kerja dengan makna umur dipanjangkan ini ada di empat ayat, yaitu 2:96, 35:11, 35:37, dan 36:68. Di 36:68, (وَمَنْ نُعَمِّرْهُ, wa-man nu'ammirhu) yang berarti "dan siapa yang Kami panjangkan umurnya", pelakunya Kami seperti di 35:37. Di 2:96, (لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ, law yu'ammaru alfa sanatin) yang berarti "seandainya diberi umur seribu tahun", dan di 35:11, (وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُعَمَّرٍ, wa-maa yu'ammaru min mu'ammarin) yang berarti "dan tidak dipanjangkan umur seorang pun", kata kerjanya tanpa pelaku.
Bagian berikutnya memuat dua kata kerja dari akar yang sama, (مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ, maa yatadzakkaru fiihi man tadzakkara). Akarnya ذ-ك-ر, dan terjemahan memakai "mengambil pelajaran" untuk kedua kata kerja itu. Pilihan ini mengikuti ayat lain yang memuat kata kerja pertama, misalnya (إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ, innamaa yatadzakkaru uluu l-albaabi) di 13:19 dan 39:9, yang diterjemahkan dengan "mengambil pelajaran". Akar ف-ك-ر yang diterjemahkan "berpikir" pada (يَتَفَكَّرُونَ, yatafakkaruuna) di 13:3 adalah akar lain dan tidak ada di ayat ini, sehingga "mengambil pelajaran" tidak ditukar dengan "berpikir". Kata (مَا, maa) berarti "apa yang" dan (مَنْ, man) berarti "orang yang", dan terjemahan merangkum keduanya menjadi "cukup bagi orang yang mau", yaitu umur yang cukup panjang bagi siapa pun yang berkehendak mengambil pelajaran. Kata (فِيهِ, fiihi) yang berarti "di dalamnya" menunjuk umur yang dipanjangkan itu. Pasangan kedua kata kerja dengan fiihi di tengahnya hanya muncul di 35:37.
Kata (وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ, wa-jaa'akumu n-nadziiru) yang berarti "dan telah datang kepada kalian pemberi peringatan" memakai wa untuk menambahkan hal kedua ke dalam pertanyaan yang sama. Kata (النَّذِيرُ, n-nadziiru) berakar ن-ذ-ر dan bersandang al-, dan bentuk ini muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:89 dan 35:37. Bentuk tanpa sandang, (نَذِيرٌ, nadziirun), ada di dua ayat lain dalam surah ini, yaitu 35:24, (خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ, khalaa fiihaa nadziirun) yang berarti "telah berlalu padanya seorang pemberi peringatan", dan 35:42, (فَلَمَّا جَاءَهُمْ نَذِيرٌ, fa-lammaa jaa'ahum nadziirun) yang berarti "tetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka". Pertanyaan serupa ada di 67:8, (أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ, a-lam ya'tikum nadziirun) yang berarti "bukankah seorang pemberi peringatan telah datang kepada kalian?", dengan kata kerja ya'tikum, sedangkan 35:37 memakai jaa'akumu.
Bagian penutup dibuka dengan (فَذُوقُوا, fa-dzuuquu) yang berarti "maka, rasakanlah" dan berakar ذ-و-ق. Bentuk fa-dzuuquu muncul sebelas kali di sepuluh surah, antara lain di 3:106, 32:14, 35:37, dan 54:37. Di 32:14, (فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ, fa-dzuuquu bi-maa nasiitum) yang berarti "maka, rasakanlah, karena kalian melupakan", perintah itu disusul sebab, sedangkan di 35:37 perintah itu tidak menyebut apa yang dirasakan. Kalimat terakhir, (فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ, fa-maa li-zh-zhaalimiina min nashiirin) yang berarti "tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun", memakai (لِلظَّالِمِينَ, li-zh-zhaalimiina), sebutan baru untuk orang yang sama dengan "orang-orang yang kufur" di 35:36. Kata nashiir berakar ن-ص-ر. Rangkaian maa li-zh-zhaalimiina muncul enam kali, yaitu di 2:270, 3:192, 5:72, 22:71, 35:37, dan 40:18, dan dengan nashiirin tunggal muncul di 22:71 dan 35:37, sedangkan di 2:270, 3:192, dan 5:72 kata sesudahnya berbentuk jamak, anshaar. Partikel (مِنْ, min) di depan kata benda tak tentu dalam penafian diterjemahkan "pun", sehingga terjemahan menulis "seorang penolong pun".
Tafsiran
Ayat ini memuat tiga bagian yang bergantian suara: teriakan penghuni api, pertanyaan balasan dari pembicara yang menyebut dirinya "Kami", dan perintah penutup. Ayat 35:36 menyebut keadaan mereka dengan kata kerja tanpa pelaku, dan 35:37 memberi mereka suara. Teriakan itu berisi satu permintaan dan satu janji, yaitu dikeluarkan lalu akan mengerjakan kebajikan, dan balasannya tidak menyinggung janji itu. Balasan berpindah ke dua hal yang sudah terjadi sebelumnya, yaitu umur yang dipanjangkan dan peringatan yang datang.
Seruan yang sama di 23:107 memperoleh balasan dengan susunan lain. Di 23:108, (قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ, qaala khsa'uu fiihaa wa-laa tukallimuuni) yang berarti "Dia berfirman, enyahlah terhina di dalamnya, dan janganlah kalian berbicara dengan-Ku", balasan atas seruan itu berupa dua perintah pendek, sedangkan di 35:37 balasan berupa pertanyaan tentang umur dan pemberi peringatan, disusul satu perintah. Kedua ayat berasal dari surah yang berbeda, dan bentuk balasannya tidak saling menjelaskan.
Dua hal yang disebut dalam pertanyaan balasan sudah dibicarakan di surah ini sebelum ayat ini. Ayat 35:11 menyebut umur yang dipanjangkan dan dikurangi hanya dalam Kitab tanpa menyebut pelakunya, dan 35:37 menyebut pelaku itu sebagai "Kami". Ayat 35:24 menyebut bahwa tiap umat pernah dilewati seorang pemberi peringatan, dan 35:42 menuturkan orang-orang yang bersumpah akan lebih terbimbing bila pemberi peringatan datang, tetapi ketika pemberi peringatan itu datang, kedatangannya menambah keberpalingan mereka. Pertanyaan di 35:37 dengan demikian mengucapkan ulang, dalam bentuk pertanyaan, dua hal yang sebelumnya dituturkan sebagai berita.
Ayat 35:14 menyebut bahwa mereka yang diseru selain Allah tidak mendengar seruan, dan 35:37 memuat seruan yang ditujukan kepada Tuhan lewat kata rabbanaa. Seruan itu memperoleh tanggapan dalam ayat yang sama, sedangkan isi tanggapannya pertanyaan dan perintah, dan ayat ini tidak memuat pengabulan permintaan mereka.
Penutup ayat memakai sebutan zalim, dan sebutan yang sama kembali di 35:40 bagi orang-orang yang saling menjanjikan tipuan. Kalimat yang sama dengan penutup ini ada di 22:71, tempat kalimat itu menutup ayat tentang orang-orang yang menyembah selain Allah, sehingga kalimat itu terhubung dengan topik tersebut di dua tempat.
Renungan dan Hikmah
- Teriakan di 35:37 memuat janji akan mengerjakan kebajikan, dan balasan di ayat yang sama tidak membahas janji itu. Balasan berbicara tentang waktu yang sudah diterima dan pemberi peringatan yang sudah datang. Pembaca yang sering menunda dengan kalimat nanti kalau keadaan memungkinkan dapat mencatat bahwa ayat ini menaruh pertanyaan tentang waktu yang sudah lewat sebelum membicarakan niat. Janji apa yang kini tersimpan untuk dikerjakan nanti, dan sudah berapa lama janji itu menunggu giliran?
- Di 35:37 umur disebut sebagai sesuatu yang Kami panjangkan, dan 35:11 menyebut bahwa pemanjangan dan pengurangan umur tercatat dalam Kitab. Pembaca yang menghitung usianya sebagai milik sendiri yang berkurang tiap tahun mendapati ayat ini menghitung dari sisi lain, yaitu sebagai panjang yang diberikan. Bila tiap tahun yang lewat dibaca sebagai pemberian dari Allah, pertanyaan apa yang akan diajukan pembaca pada tahun-tahun itu: berapa yang tersisa, atau untuk apa yang sudah berlalu?
- Ayat ini menyebut umur cukup bagi orang yang mau mengambil pelajaran, dan tidak menyebut jumlah tahun. Yang disebut adalah kegiatan yang dapat berlangsung di dalam umur itu. Panjang yang sama dapat dilewati dengan hasil berbeda, karena kata cukup dikaitkan dengan kemauan, tidak dengan hitungan. Pembaca yang membandingkan usianya dengan usia orang lain dapat memperhatikan bahwa ukuran di ayat ini bukan lamanya hidup. Pelajaran apa yang sudah diambil dari tahun-tahun yang telah dilalui, bila pertanyaan seperti di ayat ini diajukan oleh Allah yang memanjangkan umur itu?
- Pemberi peringatan disebut telah datang, dan ayat ini tidak merinci wujudnya. Ayat 35:24 menyebut bahwa tiap umat pernah dilewati seorang pemberi peringatan, dan 35:42 menuturkan orang-orang yang bersumpah akan lebih terbimbing bila peringatan datang, lalu bertambah menjauh ketika peringatan itu tiba. Pembaca yang menunggu peringatan yang tegas dan jelas dapat bertanya apakah sesuatu yang pernah mengingatkannya sudah disebut peringatan, atau disebut kebetulan, kritik yang tidak enak, atau urusan orang lain?
- Ayat 35:14 menyebut bahwa mereka yang diseru selain Allah tidak mendengar seruan, dan di 35:37 seruan yang ditujukan kepada Tuhan memperoleh tanggapan dalam ayat yang sama. Tanggapan itu berbentuk pertanyaan, dan ayat ini tidak memuat pengabulan. Pembaca yang pernah berdoa lalu menunggu jawaban dapat memperhatikan bahwa ayat ini mencatat tanggapan yang berupa pertanyaan tentang umur dan peringatan. Apakah pembaca pernah menganggap sebuah pertanyaan balik sebagai jawaban atas doanya?
- Penutup ayat menafikan penolong bagi orang-orang zalim dengan kata pun yang menutup kemungkinan seorang pun. Di 22:71 kalimat yang sama menutup ayat tentang orang-orang yang menyembah selain Allah. Pembaca yang menaruh tumpuan pada seseorang, kelompok, atau kedudukan yang dapat dipanggil saat terdesak dapat membandingkan daftar tumpuan itu dengan kalimat ini. Bila keadaan seperti di 35:36 datang kepada orang-orang zalim, siapa dalam daftar itu yang masih dapat dipanggil?
- Para penyeru membedakan kebajikan dari apa yang dahulu mereka kerjakan, dan tidak menamai perbuatan dahulu itu. Ukuran yang dipakai ada dua, yaitu kebajikan dan yang bukan itu. Pembaca yang biasa menggolongkan perbuatannya menjadi baik dan buruk dapat memperhatikan bahwa para penyeru memakai ukuran yang lebih sederhana. Apa yang akan tertulis di kolom bukan kebajikan dari pekan ini, dan apa yang akan dipindahkan ke kolom kebajikan bila diberi waktu lagi?