قُلْ أَرَأَيْتُمْ شُرَكَاءَكُمُ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا فَهُمْ عَلَىٰ بَيِّنَتٍ مِنْهُ ۚ بَلْ إِنْ يَعِدُ الظَّالِمُونَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا إِلَّا غُرُورًا
Katakanlah, “Apakah kalian memperhatikan sekutu-sekutu kalian yang kalian seru selain Allah? Perlihatkanlah kepadaku apa yang telah mereka ciptakan dari bumi, ataukah mereka mempunyai andil di langit, ataukah Kami beri mereka kitab sehingga mereka memiliki bukti nyata darinya?” Bahkan, orang-orang zalim itu hanya saling menjanjikan tipuan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ أَرَأَيْتُمْ شُرَكَاءَكُمُ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِqul ara'aytum syurakaa'akumu lladziina tad'uuna min duuni llaahikatakanlah, apakah kalian memperhatikan sekutu-sekutu kalian yang kalian seru selain Allah
- أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِaruunii maadzaa khalaquu mina l-ardhi am lahum syirkun fi s-samaawaatiperlihatkanlah kepadaku apa yang telah mereka ciptakan dari bumi, ataukah mereka mempunyai andil di langit
- أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا فَهُمْ عَلَىٰ بَيِّنَتٍ مِنْهُ ۚ بَلْ إِنْ يَعِدُ الظَّالِمُونَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا إِلَّا غُرُورًاam aataynaahum kitaaban fa-hum 'alaa bayyinatin minhu bal in ya'idu zh-zhaalimuuna ba'dhuhum ba'dhan illaa ghuruuranataukah Kami beri mereka kitab sehingga mereka memiliki bukti nyata darinya? Bahkan, orang-orang zalim itu hanya saling menjanjikan tipuan
Terjemahan per kata (33 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- أَرَأَيْتُمْa-ra'aytumapakah kalian memperhatikan
- شُرَكَاءَكُمُsyurakaa'akumusekutu-sekutu kalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- تَدْعُونَtad'uunakalian seru
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- أَرُونِيaruuniiperlihatkanlah kepadaku
- مَاذَاmaadzaaapa
- خَلَقُواkhalaquumereka menciptakan
- مِنَminadari
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- أَمْamataukah
- لَهُمْlahumbagi mereka
- شِرْكٌsyirkunbagian
- فِيfidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- أَمْamataukah
- آتَيْنَاهُمْaataynaahumKami memberi mereka
- كِتَابًاkitaabankitab
- فَهُمْfa-hummaka mereka
- عَلَىٰ'alaaatas
- بَيِّنَتٍbayyinatinyang nyata
- مِنْهُminhudarinya
- بَلْbalbahkan
- إِنْintidaklah
- يَعِدُya'idumenjanjikan
- الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim
- بَعْضُهُمْba'dhuhumsebagian mereka
- بَعْضًاba'dhansebagian
- إِلَّاillaakecuali
- غُرُورًاghuruurantipuan
Inti bacaan
Rangkaian (أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا, aruunii maadzaa khalaquu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 35:40 dan 46:4.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", perintah kepada satu orang untuk mengucapkan kalimat yang menyusul, dan terjemahan membuka tanda kutip sesudahnya. Kalimat itu dimulai dengan (أَرَأَيْتُمْ, a-ra'aytum) yang berarti "apakah kalian memperhatikan". Bentuk a-ra'aytum muncul empat belas kali di delapan surah, yaitu di 6:46, 10:50, 10:59, 11:28, 11:63, 11:88, 28:71, 28:72, 35:40, 41:52, 46:4, 46:10, 67:28, dan 67:30, dan terjemahan memakai "apakah kalian memperhatikan" di semuanya. Di 28:71, (أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا, a-ra'aytum in ja'ala llaahu 'alaykumu l-layla sarmadan) yang berarti "apakah kalian memperhatikan, jika Allah menjadikan malam terus-menerus atas kalian", yang diminta untuk dipertimbangkan adalah sebuah pengandaian, sedangkan di 35:40 dan 46:4 yang diminta untuk dipertimbangkan adalah benda yang mereka seru.
Kata (شُرَكَاءَكُمُ, syurakaa'akumu) yang berarti "sekutu-sekutu kalian" berakar ش-ر-ك. Bentuk jamak syurakaa' dengan berbagai akhiran muncul dua belas kali di sembilan surah, yaitu di 6:100, 7:190, 7:195, 10:66, 10:71, 13:16, 13:33, 16:86, 28:64, 30:28, 34:27, dan 35:40. Sesudahnya ada (الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, lladziina tad'uuna min duuni llaahi) yang berarti "yang kalian seru selain Allah", dengan tad'uuna yang berakar د-ع-و dan (مِنْ دُونِ, min duuni) yang berarti "selain". Rangkaian tad'uuna min duuni llaahi muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu di 6:56, 7:37, 7:194, 19:48, 22:73, 35:40, 39:38, 40:66, dan 46:4. Di 22:73, (إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا, inna lladziina tad'uuna min duuni llaahi lan yakhluquu dzubaaban) yang berarti "sesungguhnya segala yang kalian seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun", yang diseru dinafikan dari kemampuan menciptakan, dan 35:40 meminta mereka menunjukkan ciptaannya.
Kata (أَرُونِي, aruunii) yang berarti "perlihatkanlah kepadaku" berakar ر-أ-ي, akar yang sama dengan a-ra'aytum di awal ayat, dan berupa perintah kepada banyak orang dengan akhiran -nii yang berarti "kepadaku". Bentuk aruunii muncul empat kali, yaitu di 31:11, 34:27, 35:40, dan 46:4. Di 31:11, (فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ, fa-aruunii maadzaa khalaqa) yang berarti "maka perlihatkanlah kepadaku apa yang diciptakan", dan di 35:40 serta 46:4 rangkaian (أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا, aruunii maadzaa khalaquu) yang berarti "perlihatkanlah kepadaku apa yang telah mereka ciptakan" muncul dua kali. Di 34:27 permintaan memperlihatkan menunjuk pada sekutu itu sendiri, dan tidak pada ciptaannya. Kata (مِنَ الْأَرْضِ, mina l-ardhi) yang berarti "dari bumi" menyebut tempat yang ciptaan itu diminta ditunjukkan.
Kalimat berikutnya, (أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ, am lahum syirkun fi s-samaawaati) yang berarti "ataukah mereka mempunyai andil di langit", dibuka dengan (أَمْ, am) yang berarti "ataukah" dan memuat (شِرْكٌ, syirkun) yang berakar ش-ر-ك, akar yang sama dengan syurakaa'. Rangkaian am lahum syirkun fi s-samaawaati muncul dua kali, yaitu di 35:40 dan 46:4. Kata syirk muncul lima kali dengan berbagai bentuk, yaitu di 31:13, 34:22, 35:14, 35:40, dan 46:4. Di 34:22, (مِنْ شِرْكٍ, min syirkin), kata itu disebut dalam kalimat yang menafikan kepemilikan di langit dan bumi, dan terjemahan memakai "andil" di 34:22, 35:40, dan 46:4. Di 35:14, (بِشِرْكِكُمْ, bi-syirkikum) yang berarti "terhadap kemusyrikan kalian", kata yang sama bersambung dengan -kum sebagai perbuatan para penyeru, sehingga terjemahannya "kemusyrikan".
Kalimat ketiga, (أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا, am aataynaahum kitaaban) yang berarti "ataukah Kami beri mereka kitab", memakai "ataukah" yang sama dan kata kerja (آتَيْنَاهُمْ, aataynaahum) yang berarti "Kami beri mereka". Rangkaian am aataynaahum kitaaban muncul dua kali, yaitu di 35:40 dan 43:21, dan di 43:21 bunyinya (أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا مِنْ قَبْلِهِ, am aataynaahum kitaaban min qablihi) yang berarti "ataukah Kami memberi mereka suatu kitab sebelumnya". Di 46:4 tempat yang sama diisi perintah, (ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا, iituunii bi-kitaabin min qabli haadzaa) yang berarti "datangkanlah kepadaku kitab yang sebelum ini", sehingga kedua ayat memakai dua bentuk untuk menanyakan hal serupa, yaitu ada atau tidaknya kitab sebagai dasar.
Kata (فَهُمْ عَلَىٰ بَيِّنَتٍ مِنْهُ, fa-hum 'alaa bayyinatin minhu) yang berarti "sehingga mereka memiliki bukti nyata darinya" memuat bayyinah yang berakar ب-ي-ن. Rangkaian 'alaa bayyinatin dengan penulisan (بَيِّنَةٍ, bayyinatin) muncul enam kali di tiga surah, yaitu di 6:57, 11:17, 11:28, 11:63, 11:88, dan 47:14, dan di semuanya sumber bukti itu disebut "dari Tuhan", misalnya (عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي, 'alaa bayyinatin min rabbii) yang berarti "atas bukti nyata dari Tuhanku" di 11:28 dan (عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ, 'alaa bayyinatin min rabbihi) yang berarti "atas bukti nyata dari Tuhannya" di 47:14. Di 35:40 sumbernya disebut lewat -hu pada minhu, yang menunjuk kitab. Penulisan bayyinah di 35:40 memakai huruf ta terbuka, (بَيِّنَتٍ, bayyinatin), berbeda dari enam tempat tadi, sehingga ayat ini tidak termasuk hitungan enam itu.
Kalimat terakhir dibuka dengan (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan", seperti di 31:11, (بَلِ الظَّالِمُونَ, bali zh-zhaalimuuna) yang berarti "bahkan, orang-orang zalim", yang juga datang sesudah permintaan memperlihatkan ciptaan. Kata (إِنْ, in) di sini berarti "tidaklah" dan bersama (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" membentuk satu pernyataan pembatasan, sehingga terjemahan menyampaikannya dengan "hanya". Kata kerja (يَعِدُ, ya'idu) yang berarti "menjanjikan" berakar و-ع-د. Bentuk ya'idu dengan berbagai sambungan muncul di tujuh ayat, yaitu 2:268, 4:120, 8:7, 17:64, 23:35, 35:40, dan 40:28. Pelakunya berganti-ganti: setan di 2:268, 4:120, dan 17:64, Allah di 2:268 dan 8:7, dan di 35:40 orang-orang zalim sendiri.
Kata (غُرُورًا, ghuruuran) yang berarti "tipuan" berakar غ-ر-ر. Susunan (إِلَّا غُرُورًا, illaa ghuruuran) muncul empat kali, yaitu di 4:120, 17:64, 33:12, dan 35:40. Di 17:64, (وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا, wa-maa ya'iduhumu sy-syaythaanu illaa ghuruuran) yang berarti "dan setan tidak menjanjikan mereka kecuali tipuan", susunannya sejajar dengan 35:40 dengan pelaku yang berbeda. Di 33:12, (مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا, maa wa'adanaa llaahu wa-rasuuluhu illaa ghuruuran) yang berarti "Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami kecuali tipuan", kalimat itu diucapkan orang-orang munafik tentang janji Allah. Akar غ-ر-ر ada juga di 35:5 pada surah yang sama, (وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ, wa-laa yaghurrannakum bi-llaahi l-gharuuru) yang berarti "dan janganlah sekali-kali si penipu memperdaya kalian tentang Allah". Kata (بَعْضُهُمْ بَعْضًا, ba'dhuhum ba'dhan) yang berarti "sebagian mereka kepada sebagian yang lain" memakai kata yang sama dua kali dengan akhiran berbeda, sehingga terjemahan memakai "saling". Susunan itu muncul dua kali, yaitu di 35:40 dan 43:32, (لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا, li-yattakhidza ba'dhuhum ba'dhan sukhriyyan) yang berarti "agar sebagian mereka dapat mempekerjakan sebagian yang lain". Di kedua ayat pelaku dan penerima perbuatan berasal dari golongan yang sama.
Tafsiran
Ayat ini kembali ke pokok yang dibahas di 35:13 dan 35:14. Ayat 35:13 menyebut bahwa mereka yang diseru selain Allah tidak memiliki setipis kulit ari pun, dan 35:14 menyebut bahwa mereka tidak mendengar seruan, tidak menyahut, dan kelak akan kufur terhadap kemusyrikan para penyeru. Ayat 35:40 mengubah pernyataan itu menjadi tantangan dengan tiga sumber bukti yang dapat diajukan para penyeru, dan ayat ini tidak memuat jawaban mereka untuk satu pun.
Tiga pertanyaan itu berurutan dari bumi ke langit lalu ke kitab. Pertanyaan pertama menanyakan apa yang telah mereka ciptakan dari bumi, pertanyaan kedua menanyakan apakah mereka punya andil di langit, dan pertanyaan ketiga menanyakan apakah ada kitab dari Kami yang memberi mereka bukti nyata. Dua pertanyaan pertama menyangkut apa yang dapat ditunjuk pada ciptaan, dan pertanyaan ketiga menyangkut apa yang dapat dibaca dari wahyu.
Dua pertanyaan pertama sama dengan 46:4, dan perbedaan ada pada pertanyaan ketiga. Di 46:4 bagian itu berupa perintah kepada para penyeru untuk mendatangkan kitab yang sebelum itu atau peninggalan pengetahuan, sedangkan di 35:40 berupa pertanyaan tentang apa yang telah Kami beri. Di 35:40 kitab yang ditanyakan dengan demikian berasal dari pemberian pembicara, dan tidak dari usaha para penyeru.
Kalimat terakhir mengubah nada dari pertanyaan ke pernyataan dengan kata "bahkan", seperti di 31:11 sesudah permintaan memperlihatkan ciptaan. Sesudah tiga pertanyaan tanpa jawaban yang dicatat, ayat menyebut apa yang terjadi di antara orang-orang zalim, yaitu saling menjanjikan tipuan. Akar kata tipuan itu sama dengan kata si penipu di 35:5, dan 35:6 sesudahnya menyebut setan sebagai musuh. Ayat 35:40 tidak menyatakan bahwa tipuan di antara orang-orang zalim berasal dari penipu itu, dan kedua ayat dihubungkan oleh akar katanya.
Ayat 35:41 yang menyusul kembali ke langit dan bumi, dan menyebut Allah sebagai pihak yang menahan keduanya agar tidak lenyap, (إِنَّ اللَّهَ يُمْسِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ, inna llaaha yumsiku s-samaawaati wa-l-ardha) yang berarti "sesungguhnya Allah yang menahan langit dan bumi". Kedua ayat bersambung lewat pasangan langit dan bumi, karena 35:40 menanyakan andil di keduanya dan 35:41 menyebut siapa yang menahan keduanya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 35:40 menanggapi keyakinan tentang sekutu dengan permintaan untuk memperlihatkan ciptaan, andil, atau kitab, dan tidak dengan argumen yang panjang. Pembicara tidak menyatakan sekutu itu lemah, tetapi menyuruh para penyeru menunjukkan sesuatu. Pembaca yang menyimpan keyakinan lama tentang sesuatu atau seseorang yang diandalkannya dapat mencoba mengajukan permintaan yang sama kepada keyakinan itu. Apa yang telah dicipta olehnya, apa yang dimilikinya, dan kitab apa yang memberinya bukti, dibandingkan dengan Allah yang disebut dalam ayat ini?
- Tiga pertanyaan di 35:40 dapat dibaca sebagai tiga pintu yang diminta dibuka: ciptaan yang nyata, kepemilikan yang dapat ditunjuk, dan dokumen yang memberi hak berbicara. Pembaca dapat memakai urutan itu untuk menimbang otoritas apa pun yang diikutinya, entah tokoh, kelompok, atau kebiasaan. Apa yang pernah dibuat oleh sumber itu, apa yang menjadi miliknya, dan dokumen apa yang memberinya wewenang? Ayat ini tidak menjawab pertanyaan itu untuk pembaca dan hanya menyediakan urutannya.
- Para sekutu di ayat ini disebut lewat kata kerja menyeru, yang kalian seru selain Allah. Di 22:73 yang diseru selain Allah dinafikan dari kemampuan menciptakan seekor lalat pun. Pembaca dapat memperhatikan siapa yang diserunya ketika terdesak, entah orang, jabatan, uang, atau rencana, dan apa yang mampu dilakukan masing-masing atas permintaannya. Bila seruan di saat terdesak diarahkan kepada Allah, apa yang berubah pada cara pembaca menimbang seruan itu?
- Kata tipuan di 35:40 dipakai untuk janji sesama orang zalim, di 17:64 dan 4:120 untuk janji setan, dan di 33:12 untuk ucapan orang-orang munafik tentang janji Allah. Tiga ayat itu memiliki pelaku berbeda, dan ayat 35:40 menyebut janji yang beredar di dalam satu golongan. Pembaca yang berada di lingkaran tempat orang saling meyakinkan, entah tentang untung, kedudukan, atau keselamatan, dapat bertanya janji apa yang beredar di sana dan siapa yang memeriksa isinya. Bila semua orang di lingkaran itu sama-sama berjanji, siapa yang menanggung bila janji itu tidak terbukti?
- Pertanyaan ketiga di 35:40 menyebut kitab sebagai sesuatu yang Kami beri, sehingga bukti yang diminta berasal dari pemberi dan tidak dari usaha para penyeru. Di 46:4 bagian yang sama diubah menjadi perintah kepada para penyeru untuk mendatangkan kitab. Pembaca yang membawa keyakinan dapat bertanya dari mana keyakinan itu datang: dari sesuatu yang diterima, atau dari sesuatu yang dibangun sendiri melalui kebiasaan dan pengalaman? Bila Allah yang disebut Kami itu memberi kitab, apakah keyakinan pembaca bersandar pada pemberian itu?
- Tiga pertanyaan di 35:40 tidak diikuti jawaban para penyeru, dan 35:41 yang menyusul beralih menyebut siapa yang menahan langit dan bumi. Pembaca yang mengajukan pertanyaan sulit kepada dirinya sendiri dapat memperhatikan urutan itu: pertanyaan lebih dulu, lalu jawaban dari arah yang lain. Pertanyaan sulit apa yang kini pembaca simpan karena jawabannya belum ada, dan ke arah mana ia mencarinya, kepada Allah, kepada orang lain, atau kepada dirinya sendiri?