وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَاءَهُمْ نَذِيرٌ لَيَكُونُنَّ أَهْدَىٰ مِنْ إِحْدَى الْأُمَمِ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ نَذِيرٌ مَا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا
Dan mereka bersumpah dengan Allah dengan sungguh-sungguh, jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk daripada salah satu umat. Tetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka, ia tidak menambah kepada mereka kecuali lari menjauh,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ جَاءَهُمْ نَذِيرٌ لَيَكُونُنَّ أَهْدَىٰ مِنْ إِحْدَى الْأُمَمِwa-aqsamuu bi-llaahi jahda aymaanihim la-in jaa'ahum nadziirun la-yakuununna ahdaa min ihda l-umamidan mereka bersumpah dengan Allah dengan sungguh-sungguh, jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk daripada salah satu umat
- فَلَمَّا جَاءَهُمْ نَذِيرٌ مَا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًاfa-lammaa jaa'ahum nadziirun maa zaadahum illaa nufuurantetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka, ia tidak menambah kepada mereka kecuali lari menjauh
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَأَقْسَمُواwa-aqsamuudan mereka bersumpah
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- جَهْدَjahdasekuat
- أَيْمَانِهِمْaymaanihimsumpah mereka
- لَئِنْla-insungguh jika
- جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
- لَيَكُونُنَّla-yakuununnasungguh mereka akan menjadi
- أَهْدَىٰahdaalebih mendapat petunjuk
- مِنْmindari
- إِحْدَىihdasalah satu
- الْأُمَمِl-umamiumat-umat
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
- نَذِيرٌnadziirunpemberi peringatan
- مَاmaatidaklah
- زَادَهُمْzaadahummenambah mereka
- إِلَّاillaakecuali
- نُفُورًاnufuuranlari menjauh
Inti bacaan
Pembuka (وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ, wa-aqsamuu bi-llaahi jahda aymaanihim) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:109, 16:38, 24:53, dan 35:42.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ, wa-aqsamuu bi-llaahi) yang berarti "dan mereka bersumpah dengan Allah". Kata kerja (أَقْسَمُوا, aqsamuu) berakar ق-س-م dan muncul enam kali, yaitu 5:53, 6:109, 16:38, 24:53, 35:42, dan 68:17. Rangkaian (جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ, jahda aymaanihim) ada di lima ayat di antaranya, yaitu 5:53, 6:109, 16:38, 24:53, dan 35:42, dan dengan pembuka yang sama persis dengan ayat ini, (وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ, wa-aqsamuu bi-llaahi jahda aymaanihim), di empat ayat, yaitu 6:109, 16:38, 24:53, dan 35:42. Terjemahan memakai "dengan sungguh-sungguh" untuk jahda, sama dengan 24:53. Di 5:53, 6:109, dan 16:38 kata aymaan diterjemahkan tersendiri sebagai "sumpah", sedangkan di 35:42 dan 24:53 tidak diulang, karena kata kerja "bersumpah" sudah memuatnya. Kata (أَيْمَانِهِمْ, aymaanihim) adalah bentuk jamak dari yamiin yang berakar ي-م-ن, akar yang sama dengan (بِالْيَمِينِ, bi-l-yamiini) yang berarti "dengan tangan kanan" di 37:93.
Isi sumpah itu berupa janji bersyarat, (لَئِنْ جَاءَهُمْ نَذِيرٌ, la-in jaa'ahum nadziirun) yang berarti "jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan". Kata (لَئِنْ, la-in) tersusun dari huruf penegas la dan in yang berarti "jika". Janjinya sendiri dibuka dengan la lagi dan kata kerja yang berakhiran penegas, (لَيَكُونُنَّ, la-yakuununna) yang berarti "niscaya mereka akan menjadi", dan bentuk ini hanya ada di 35:42. Susunan serupa, la-in disusul la- dan kata kerja berakhiran penegas, membentuk janji di 6:109, (لَئِنْ جَاءَتْهُمْ آيَةٌ لَيُؤْمِنُنَّ, la-in jaa'at-hum aayatun la-yu'minunna) yang berarti "jika datang suatu tanda kepada mereka, pastilah mereka akan beriman", dan di 24:53, (لَئِنْ أَمَرْتَهُمْ لَيَخْرُجُنَّ, la-in amartahum la-yakhrujunna) yang berarti "jika engkau menyuruh mereka, pastilah mereka akan berangkat". Di tiga ayat itu yang dijanjikan berbeda: beriman, berangkat, dan lebih mendapat petunjuk.
Kata (نَذِيرٌ, nadziirun) muncul dua kali dalam ayat ini, keduanya tanpa kata sandang. Terjemahan memakai "seorang pemberi peringatan" pada kali pertama dan "pemberi peringatan" pada kali kedua, karena kali kedua menggenapi andaian kali pertama. Padanan "pemberi peringatan" untuk bentuk tunggal juga dipakai di 35:24, (إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا, innaa arsalnaaka bi-l-haqqi basyiiran wa-nadziiran) yang berarti "sesungguhnya Kami mengutusmu dengan kebenaran sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan".
Kata (أَهْدَىٰ, ahdaa) yang berarti "lebih mendapat petunjuk" berakar ه-د-ي dan muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 4:51, 6:157, 17:84, 28:49, 35:42, 43:24, dan 67:22. Bila disusul kata jalan, seperti di 4:51 dan 17:84, terjemahan memakai "lebih benar jalannya", dan tanpa kata jalan, seperti di 6:157 dan 67:22, memakai "lebih mendapat petunjuk". Di 6:157 janji yang serupa diucapkan, (لَكُنَّا أَهْدَىٰ مِنْهُمْ, la-kunnaa ahdaa minhum) yang berarti "tentu kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka", yaitu andaian tentang kitab yang datang kepada mereka. Pembanding di 35:42 berbunyi (إِحْدَى الْأُمَمِ, ihdaa l-umami) yang berarti "salah satu umat". Kata (إِحْدَى, ihdaa) muncul lima kali, yaitu 8:7, 9:52, 28:27, 35:42, dan 74:35. Susunan ihdaa l-umami hanya ada di 35:42, dan bentuk jamak (الْأُمَمِ, l-umami) hanya di ayat ini, sedangkan bentuk tunggal umat dipakai di 35:24, (وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ, wa-in min ummatin illaa khalaa fiihaa nadziirun) yang berarti "dan tidak ada satu umat pun kecuali telah berlalu padanya seorang pemberi peringatan". Teks tidak menyebutkan umat mana yang dimaksud sebagai pembanding.
Kalimat kedua dibuka dengan (فَلَمَّا جَاءَهُمْ نَذِيرٌ, fa-lammaa jaa'ahum nadziirun) yang berarti "tetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka". Terjemahan memakai "tetapi ketika" karena kalimat ini menyusul janji dan berlawanan dengannya. Kalimat itu ditutup dengan (مَا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا, maa zaadahum illaa nufuuran) yang berarti "ia tidak menambah kepada mereka kecuali lari menjauh". Kata (زَادَهُمْ, zaadahum) berakar ز-ي-د dan muncul lima kali, yaitu 3:173, 25:60, 33:22, 35:42, dan 47:17. Rumus (مَا زَادَهُمْ إِلَّا, maa zaadahum illaa) ada di dua ayat, yaitu 33:22, (وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا, wa-maa zaadahum illaa iimaanan wa-tasliiman) yang berarti "dan tidak menambah mereka kecuali keimanan dan keberserahan", dan 35:42. Rumus yang sama menampung dua tambahan yang berbeda.
Kata (نُفُورًا, nufuuran) berakar ن-ف-ر dan bentuk ini muncul empat kali di tiga surah, yaitu 17:41, 17:46, 25:60, dan 35:42. Di 17:41, (وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا, wa-maa yaziiduhum illaa nufuuran) diterjemahkan "tidak menambah mereka kecuali lari menjauh", rumus yang sama dengan 35:42 dalam bentuk kata kerja yang lain. Di 25:60, (وَزَادَهُمْ نُفُورًا, wa-zaadahum nufuuran) diterjemahkan "menambah mereka menjauh", dan di 17:46, (وَلَّوْا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا, wallaw 'alaa adbaarihim nufuuran) diterjemahkan "mereka berpaling ke belakang seraya lari". Tiga ayat itu memuat gerak menjauh atau lari, sehingga terjemahan 35:42 memakai "lari menjauh" seperti di 17:41. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 35:43, yang dibuka dengan (اسْتِكْبَارًا, istikbaaran) yang berarti "karena kesombongan".
Tafsiran
Ayat ini memuat dua waktu. Pada waktu pertama, sebelum pemberi peringatan datang, mereka bersumpah dengan nama Allah dan dengan kesungguhan penuh. Pada waktu kedua pemberi peringatan itu datang, dan ayat mencatat akibatnya pada mereka tanpa mengutip ucapan mereka. Tidak ada keterangan apakah mereka masih mengingat sumpah itu ketika pemberi peringatan tiba, dan tidak ada pembelaan yang dicatat.
Janji bersyarat yang disumpahkan juga ada di 6:109 dan 24:53, dan di dua ayat itu janji mendapat tanggapan di ayat yang sama atau sesudahnya. Di 6:109 menyusul pertanyaan, "Dan apakah yang membuat kalian menyadari, bahwa apabila ia datang, mereka tidak akan beriman?", dan di 24:53 menyusul seruan, "Janganlah kalian bersumpah; ketaatan yang baik itu sudah dikenal." Di 35:42 tanggapannya berupa kejadian: pemberi peringatan datang, dan tambahan yang tercatat adalah lari menjauh. Ketiga ayat memuat sumpah yang sama pembukanya, tetapi hanya 35:42 yang menutupnya dengan hasil.
Rumus fa-lammaa jaa'ahum muncul enam kali, yaitu 2:89, 28:36, 35:42, 40:25, 43:47, dan 61:6. Di lima ayat lainnya kedatangan itu disusul sikap atau ucapan penolakan yang dikutip: kufur di 2:89, ucapan di 28:36, 40:25, dan 61:6, serta tertawa di 43:47. Di 35:42 yang menyusul adalah pernyataan tentang pengaruh kedatangan pada mereka, dan tidak ada kutipan.
Alasan bagi sikap itu disebut di ayat sesudahnya, 35:43, yang menyambung kalimat 35:42 dengan kata karena. Kedatangan pemberi peringatan sebagai kenyataan umum juga disebut di 35:24, bahwa tidak ada umat yang tidak dilalui pemberi peringatan, dan di 35:37, tempat penghuni neraka diingatkan bahwa pemberi peringatan sudah datang kepada mereka. Ayat 35:42 menaruh andaian "jika datang" dan kenyataan "ketika datang" berdampingan dalam satu ayat, sehingga janji dan hasilnya dapat dibandingkan langsung.
Renungan dan Hikmah
- Sumpah dalam ayat ini memakai nama Allah dan kesungguhan penuh, dan teks tidak mencatat ada yang meragukannya ketika diucapkan. Janji yang dijaminkan dengan nama itu baru tampak nilainya pada kalimat kedua, ketika pemberi peringatan benar-benar datang. Pembaca yang pernah berkata kepada diri sendiri atau orang lain, "demi Allah, kalau sudah begini aku pasti akan berubah", dapat memperhatikan bahwa ayat menaruh janji semacam itu di tempat yang sama: sebelum ujiannya tiba. Seberapa jauh janji yang paling berat diucapkan pembaca letaknya dari waktu ia harus ditepati?
- Janji itu berbentuk "jika datang ... niscaya mereka akan", dan syaratnya terletak di luar diri mereka, yaitu kedatangan seorang pemberi peringatan. Dengan susunan itu keputusan menjadi baik ditunda ke saat ada yang mengingatkan. Pembaca dapat memeriksa kebiasaannya sendiri menyimpan keputusan di balik kalimat "kalau nanti ada yang menunjukkan jalannya". Ayat 35:24 menyebut bahwa tidak ada umat yang tidak dilalui pemberi peringatan, sehingga syarat seperti itu, menurut ayat tersebut, bukan syarat yang tidak pernah terpenuhi. Syarat apa dalam hidup pembaca yang sudah terpenuhi tanpa pernah dihitung sebagai terpenuhi?
- Janji itu disusun sebagai keunggulan, yaitu lebih mendapat petunjuk daripada salah satu umat yang tidak disebutkan namanya. Janji yang memakai pembanding membutuhkan pihak lain untuk dikalahkan. Pembaca yang menyatakan niat baiknya dengan membandingkan diri dengan kelompok lain, misalnya bangsa, generasi, atau profesi, dapat memperhatikan bahwa ayat mencatat bentuk janji itu, dan tidak mencatat kesiapan untuk menerima petunjuk itu sendiri. Ketika pembaca menjanjikan dirinya lebih baik, lebih baik daripada siapa, dan siapa yang menetapkan ukurannya?
- Pemberi peringatan yang datang menambah lari menjauh pada mereka, dan di 33:22 kerangka kalimat yang sama menampung tambahan yang lain. Orang-orang beriman yang melihat pasukan sekutu berkata bahwa kenyataan di depan mereka adalah apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya, dan peristiwa itu tidak menambah mereka kecuali keimanan dan keberserahan. Peristiwa yang sejenis, yaitu datangnya sesuatu yang telah disebut sebelumnya, menghasilkan tambahan yang berbeda sesuai dengan siapa yang menerimanya. Pembaca dapat bertanya apa yang biasanya ditambahkan oleh sebuah peringatan pada dirinya, dan apakah tambahan itu pernah berubah dari lari menjauh menjadi keberserahan.
- Di 35:37 penghuni neraka berseru, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan kebajikan", dan jawaban yang tercatat mengingatkan bahwa umur telah dipanjangkan dan pemberi peringatan telah datang. Janji di 35:37 dan di 35:42 sama-sama berbentuk "jika begini, niscaya begitu". Janji di 35:37 dijawab dengan pengingat tentang kesempatan yang telah lewat, sedangkan janji di 35:42 dijawab dengan kedatangan peringatan itu sendiri. Pembaca yang menaruh dua ayat itu berdampingan dapat memperhatikan bahwa janji yang sama bentuknya diucapkan di dua waktu yang berjauhan. Janji apa yang sedang pembaca simpan untuk saat peringatan datang, padahal peringatan itu sudah ada sekarang?
- Penolakan yang dicatat ayat ini berupa gerak, yaitu lari menjauh, dan teks tidak mencatat bantahan atau ucapan penolakan. Di 17:46 gerak yang sama muncul ketika Tuhan disebut dalam bacaan saja, dan mereka berpaling ke belakang seraya lari. Pembaca yang mengamati dirinya dapat memeriksa apakah penolakan pernah hadir sebagai gerak yang halus, seperti memindahkan pembicaraan, menunda membuka pesan, atau pergi dari ruangan, tanpa pernah diucapkan sebagai penolakan. Ayat ini memakai kata gerak untuk hal itu. Apakah ada peringatan yang pembaca jauhi dengan kaki dan kebiasaan, padahal lidahnya tidak pernah menyatakan menolak?