وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًا
Sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu makhluk pun yang bergerak di bumi. Akan tetapi, Dia menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka, apabila datang ajal mereka, sesungguhnya Allah Sang Melihat terhadap hamba-hamba-Nya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍwa-law yu'aakhidzu llaahu n-naasa bi-maa kasabuu maa taraka 'alaa zhahrihaa min daabbatinsekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu makhluk pun yang bergerak di bumi
- وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّىwa-laakin yu'akhkhiruhum ilaa ajalin musammanakan tetapi, Dia menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan
- فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًاfa-idzaa jaa'a ajaluhum fa-inna llaaha kaana bi-'ibaadihi bashiiranmaka, apabila datang ajal mereka, sesungguhnya Allah Sang Melihat terhadap hamba-hamba-Nya
Terjemahan per kata (25 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- يُؤَاخِذُyu'aakhidzumenghukum
- اللَّهُllaahuAllah
- النَّاسَn-naasamanusia
- بِمَاbi-maakarena apa yang
- كَسَبُواkasabuumereka usahakan
- مَاmaatidaklah
- تَرَكَtarakameninggalkan
- عَلَىٰ'alaaatas
- ظَهْرِهَاzhahrihaapunggungnya
- مِنْmindari
- دَابَّةٍdaabbatinmakhluk bergerak
- وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
- يُؤَخِّرُهُمْyu'akhkhiruhumDia menangguhkan mereka
- إِلَىٰilaasampai
- أَجَلٍajalinajal
- مُسَمًّىmusammanyang ditentukan
- فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
- جَاءَjaa'adatang
- أَجَلُهُمْajaluhumajal mereka
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- كَانَkaanaadalah
- بِعِبَادِهِbi-'ibaadihipada hamba-hamba-Nya
- بَصِيرًاbashiiranmelihat
Inti bacaan
Penangguhan hukuman 'sampai waktu yang ditentukan' sebagai bentuk kesabaran, bukan pengabaian, jika dihukum seketika atas setiap kesalahan, tidak akan ada makhluk hidup tersisa; kesempatan yang diberikan adalah anugerah yang layak disyukuri, bukan dianggap bukti ketiadaan akuntabilitas.
Penjelasan pilihan kata
'Di bumi ini' dikoreksi menjadi 'di bumi': diverifikasi lewat morfologi tidak ada token demonstrativa yang melekat pada 'zhahrihaa' (permukaannya) di ayat ini, 'bumi' disuplai sebagai anteseden yang diperlukan secara gramatikal untuk kata ganti '-haa', tanpa 'ini' yang tidak berdasar teks. '(hukuman)-nya' dikoreksi: objek 'yu'akhkhiruhum' adalah 'mereka' (manusia), bukan 'hukuman'. Tambahan '(waktu ditimpakannya hukuman atas)' dan '(keadaan)' dihapus.
Tafsiran
Ayat ini menutup Surah Fatir dengan penyeimbang antara keadilan dan penangguhan: Allah memiliki hak penuh untuk segera menghukum, namun memilih menunda hingga waktu yang ditentukan, sebuah kesabaran yang tidak mengurangi pengawasan-Nya yang tetap penuh terhadap hamba-hamba-Nya.
Renungan dan Hikmah
- Andaian yang disebut Allah menyeluruh: tidak akan tersisa satu makhluk pun yang bergerak di bumi. Bukan hanya orang yang bersalah. Ukuran itu memindahkan pembacanya dari menghitung apakah dirinya termasuk yang selamat menjadi menyadari bahwa hari ini pun ia sedang ditangguhkan.
- Yang dilakukan Allah disebut menangguhkan sampai waktu yang sudah ditentukan. Kata itu menyimpan dua hal sekaligus: tidak sekarang, dan tetap ada waktunya. Yang paling mudah keliru dibaca dari kelambatan memang justru itu, seolah tak ada yang tercatat karena belum ada yang terjadi.
- Sesudah menyebut penangguhan, ayatnya menutup surah dengan menyebut penglihatan Allah atas hamba-hamba-Nya. Menunda tidak berarti berpaling. Yang menangguhkan justru digambarkan tetap menyaksikan sepanjang masa penangguhan itu berjalan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan diterjemahkan 'melihat' per takrif corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.