وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًا

Sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu makhluk pun yang bergerak di bumi. Akan tetapi, Dia menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka, apabila datang ajal mereka, sesungguhnya Allah melihat hamba-hamba-Nya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍwa-law yu'aakhidzu llaahu n-naasa bi-maa kasabuu maa taraka 'alaa zhahrihaa min daabbatinsekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu makhluk pun yang bergerak di bumi
  2. وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّىwa-laakin yu'akhkhiruhum ilaa ajalin musammanakan tetapi, Dia menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan
  3. فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًاfa-idzaa jaa'a ajaluhum fa-inna llaaha kaana bi-'ibaadihi bashiiranmaka, apabila datang ajal mereka, sesungguhnya Allah melihat hamba-hamba-Nya

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  2. يُؤَاخِذُyu'aakhidzumenghukum
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. النَّاسَn-naasamanusia
  5. بِمَاbi-maakarena apa yang
  6. كَسَبُواkasabuumereka usahakan
  7. مَاmaatidaklah
  8. تَرَكَtarakameninggalkan
  9. عَلَىٰ'alaaatas
  10. ظَهْرِهَاzhahrihaapunggungnya
  11. مِنْmindari
  12. دَابَّةٍdaabbatinmakhluk bergerak
  13. وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
  14. يُؤَخِّرُهُمْyu'akhkhiruhumDia menangguhkan mereka
  15. إِلَىٰilaasampai
  16. أَجَلٍajalinajal
  17. مُسَمًّىmusammanyang ditentukan
  18. فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
  19. جَاءَjaa'adatang
  20. أَجَلُهُمْajaluhumajal mereka
  21. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  22. اللَّهَllaahaAllah
  23. كَانَkaanaadalah
  24. بِعِبَادِهِbi-'ibaadihipada hamba-hamba-Nya
  25. بَصِيرًاbashiiranmelihat

Inti bacaan

Susunan (وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ, wa-law yu'aakhidzu llaahu n-naasa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:61 dan 35:45.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ, wa-law yu'aakhidzu llaahu n-naasa) yang berarti "sekiranya Allah menghukum manusia". Susunan ini muncul dua kali, yaitu di 16:61 dan 35:45. Kata kerja (يُؤَاخِذُ, yu'aakhidzu) berakar أ-خ-ذ dan, dengan akhiran yang bisa berbeda, muncul lima kali, yaitu 2:225, 5:89, 16:61, 18:58, dan 35:45. Pelakunya Allah atau Tuhan di kelima ayat itu, dan terjemahan memakai "menghukum" di semuanya. Sebab hukuman disebut berbeda: di 16:61 (بِظُلْمِهِمْ, bi-zhulmihim) yang berarti "karena kezaliman mereka", dan di 35:45 (بِمَا كَسَبُوا, bi-maa kasabuu) yang berarti "disebabkan apa yang telah mereka perbuat". Rangkaian bi-maa kasabuu muncul lima kali, yaitu 4:88, 6:70, 18:58, 35:45, dan 42:34, dan terjemahan "perbuat" di 35:45 sama dengan "perbuatan" di 18:58 dan 42:34. Di 18:58, (لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ, law yu'aakhidzuhum bi-maa kasabuu la-'ajjala lahumu l-'adzaaba) berarti "seandainya Dia hendak menghukum mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka", pengandaian yang hampir sama dengan lanjutan yang berbeda.

Akibat yang diandaikan dinyatakan dengan (مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ, maa taraka 'alaa zhahrihaa min daabbatin) yang berarti "niscaya Dia tidak akan menyisakan satu makhluk pun yang bergerak di bumi". Kata (دَابَّةٍ, daabbatin) berakar د-ب-ب dan muncul empat belas kali di dua belas surah, yaitu 2:164, 6:38, 11:6, 11:56, 16:49, 16:61, 24:45, 27:82, 29:60, 31:10, 34:14, 35:45, 42:29, dan 45:4. Di 24:45, (وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ, wa-llaahu khalaqa kulla daabbatin min maa'in) berarti "dan Allah menciptakan semua jenis hewan dari air", dan ayat itu merinci yang berjalan dengan perutnya, dengan dua kaki, dan dengan empat kaki, sehingga daabbah mencakup yang berjalan dengan dua kaki. Karena itu terjemahan 35:45 memakai "makhluk yang bergerak", seperti "makhluk bergerak" di 16:61. Susunan penolak disusul min daabbatin juga ada di 11:6 dan diterjemahkan "tidak satu pun hewan yang bergerak".

Kata ganti pada (ظَهْرِهَا, zhahrihaa) berbentuk perempuan tunggal dan menunjuk sesuatu yang tidak disebut namanya di ayat ini. Kata benda perempuan tunggal yang paling dekat di sebelumnya adalah (الْأَرْضِ, l-ardhi) pada (وَلَا فِي الْأَرْضِ, wa-laa fii l-ardhi) di 35:44, sehingga terjemahan membacanya sebagai bumi dan menulis "di bumi". Susunan (عَلَىٰ ظَهْرِهَا, 'alaa zhahrihaa) hanya ada di 35:45, sedangkan 16:61 memakai (عَلَيْهَا, 'alayhaa) yang berarti "di atasnya" tanpa menyebut bumi.

Penangguhan dinyatakan dengan (وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ, wa-laakin yu'akhkhiruhum) yang berarti "akan tetapi, Dia menangguhkan mereka". Kata kerja (يُؤَخِّرُهُمْ, yu'akhkhiruhum) berakar أ-خ-ر dan muncul tiga kali, yaitu 14:42, 16:61, dan 35:45, dan dengan pembuka wa-laakin dua kali, yaitu 16:61 dan 35:45. Di 14:42, (إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ, innamaa yu'akhkhiruhum li-yawmin) berarti "sesungguhnya Dia menangguhkan mereka sampai suatu hari", dan didahului larangan menyangka Allah lalai terhadap perbuatan orang-orang zalim. Bentuk lain dari kata kerja yang sama, (وَيُؤَخِّرْكُمْ, wa-yu'akhkhirkum) di 71:4, diterjemahkan "menangguhkan kalian".

Batas penangguhan itu disebut (إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى, ilaa ajalin musamman) yang berarti "sampai waktu yang sudah ditentukan". Susunan ini muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu 2:282, 11:3, 14:10, 16:61, 22:5, 22:33, 31:29, 35:45, 39:42, 42:14, dan 71:4. Di 2:282 waktu itu menyangkut pembayaran utang, sehingga susunan ini tidak selalu menyangkut kematian, dan terjemahannya memakai "waktu". Sebaliknya (أَجَلُهُمْ, ajaluhum) yang berarti "ajal mereka" muncul empat kali, yaitu 7:34, 10:49, 16:61, dan 35:45, dan (فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ, fa-idzaa jaa'a ajaluhum) tiga kali, yaitu 7:34, 16:61, dan 35:45. Di 7:34 dan 16:61 kalimat itu disusul (لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً, laa yasta'khiruuna saa'atan) yang berarti "mereka tidak dapat menundanya sesaat pun", sedangkan di 35:45 yang menyusul adalah pernyataan tentang Allah.

Penutupnya adalah (فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًا, fa-inna llaaha kaana bi-'ibaadihi bashiiran) yang berarti "sesungguhnya Allah melihat hamba-hamba-Nya". Susunan (بِعِبَادِهِ بَصِيرًا, bi-'ibaadihi bashiiran) hanya ada di 35:45, dan (كَانَ بِعِبَادِهِ, kaana bi-'ibaadihi) ada di 17:30, 17:96, dan 35:45, dengan terjemahan "melihat hamba-hamba-Nya" di 17:30 dan 17:96. Kata (بَصِيرًا, bashiiran) tidak memakai kata sandang, sehingga ditulis dengan huruf kecil dan tanpa "Maha". Rumus (فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ, fa-inna llaaha kaana) muncul tujuh kali di tiga surah, yaitu 4:127, 4:128, 4:129, 4:135, 4:149, 33:54, dan 35:45, dan di semuanya disusul sifat atau pernyataan tentang Allah.

Tafsiran

Ayat ini menutup surah dengan tiga gerak. Gerak pertama mengandaikan hukuman yang segera atas manusia, dengan akibat yang menyeluruh. Gerak kedua menyatakan bahwa Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Gerak ketiga menyebut bahwa ketika waktu itu datang, Allah melihat hamba-hamba-Nya. Andaian di gerak pertama menaruh ukuran yang luas, yaitu tidak ada satu makhluk bergerak pun yang tersisa, dan gerak kedua menyatakan bahwa ukuran itu belum dipakai. Apa yang terjadi ketika ajal datang tidak diuraikan, dan penutupnya hanya memuat sifat melihat.

Kata kerja menghukum yang dipakai di sini juga ada di 2:225 dan 5:89, dalam kalimat tentang sumpah: Allah tidak menghukum sumpah yang tidak disengaja, tetapi menghukum apa yang diusahakan hati atau apa yang diikat dengan sumpah. Ayat 35:42 memuat sumpah yang diucapkan dengan sungguh-sungguh, dan 35:45 memuat kata kerja menghukum, sehingga kedua ayat sejajar pada kata kerja yang dipakai, meskipun teks tidak mengaitkannya secara langsung. Ayat 35:43 menyebut pola yang tidak berubah, dan 35:45 menaruh jarak waktu di antara perbuatan dan ajal sebagai bagian dari pola itu.

Di 35:37 penghuni neraka diingatkan bahwa umur telah dipanjangkan dan pemberi peringatan telah datang, dan di 35:11 umur disebut dipanjangkan atau dikurangi dalam Kitab. Ayat 35:45 menyebut waktu yang sama dari sisi mereka yang masih menjalaninya, sebagai penangguhan yang berakhir pada ajal. Dua ayat itu menaruh waktu dan peringatan berdampingan, satu dari sudut orang yang sudah berada di akhir, satu dari sudut orang yang belum sampai.

Istilah untuk manusia berubah di dalam ayat ini. Bagian awal menyebut (النَّاسَ, n-naasa) yang berarti "manusia", dan bagian akhir menyebut (عِبَادِهِ, 'ibaadihi) yang berarti "hamba-hamba-Nya". Perubahan itu terjadi tepat pada kalimat tentang penglihatan Allah, yaitu kalimat terakhir surah ini.

Renungan dan Hikmah

  • Andaian dalam ayat ini bersifat menyeluruh: bila Allah menghukum manusia disebabkan perbuatan mereka, tidak akan tersisa satu makhluk bergerak pun di bumi. Ukuran itu tidak menyebut tingkat kesalahan tertentu dan tidak menyebut pengecualian. Pembaca yang biasa menghitung apakah dirinya termasuk yang selamat dapat memperhatikan bahwa ayat menaruh perhatian pada hal yang lebih dulu, yaitu bahwa keberlangsungan makhluk yang bergerak sehari-hari berada di dalam penangguhan. Bagaimana pembaca memandang paginya yang biasa bila pagi itu dibaca sebagai bagian dari waktu yang ditangguhkan?
  • Di 14:42 larangan menyangka Allah lalai terhadap perbuatan orang-orang zalim disusul dengan kalimat bahwa Dia menangguhkan mereka. Dua ayat itu memakai kata kerja yang sama, dan kata menangguhkan di keduanya berdampingan dengan hukuman yang belum dijalankan. Pembaca dapat memeriksa bagaimana ia membaca keterlambatan akibat dalam hidupnya sendiri, apakah sebagai tanda bahwa tidak ada yang tercatat atau sebagai jarak yang memang disediakan. Ayat ini menyebut jarak itu bersama sifat melihat, dan menaruh keduanya dalam satu kalimat penutup. Apa yang berubah pada sikap pembaca terhadap tindakannya sendiri ketika keterlambatan akibat dibaca sebagai penangguhan?
  • Penangguhan dalam ayat ini berakhir pada waktu yang sudah ditentukan, dan di 7:34 serta 16:61 ketika ajal datang mereka tidak dapat menundanya sesaat pun. Di 35:37 penghuni neraka diingatkan bahwa umur telah dipanjangkan, dan pengingat itu menyebut waktu sebagai sesuatu yang sudah diberikan. Pembaca yang memandang waktunya sebagai persediaan yang panjang dapat menaruh dua pernyataan itu di sampingnya: waktu disediakan oleh Allah, batasnya sudah ditentukan, dan pemberitahuan sudah datang. Apa yang sedang dikerjakan pembaca dengan jarak antara sekarang dan batas itu?
  • Surah ini ditutup dengan penglihatan Allah atas hamba-hamba-Nya, tidak dengan hukuman, padahal kalimat sebelumnya membicarakan hukuman yang ditangguhkan. Penangguhan dan penglihatan disebut dalam satu rangkaian. Pembaca yang merasa tidak ada yang tahu selama akibat belum datang dapat memperhatikan bahwa ayat menaruh masa penangguhan dan sifat melihat berdampingan, dan tidak menaruh masa penangguhan dengan sifat tidak tahu. Orang yang yakin bahwa tidak ada yang melihat ketika tidak ada akibat yang tampak, di manakah ia menaruh kalimat penutup ayat ini dalam keyakinannya?
  • Sebab hukuman yang diandaikan dalam ayat ini disebut dengan kata yang diterjemahkan perbuat, sedangkan di 16:61 sebabnya disebut kezaliman. Di 2:225 akar yang sama dipakai untuk apa yang diusahakan hati, dan di sana apa yang diusahakan hati itu dihukum, berbeda dari sumpah yang tidak disengaja. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata yang dipilih 35:45 tidak membatasi sebabnya pada kezaliman, dan menaruh apa yang dikerjakan manusia sebagai ukurannya. Perbuatan apa dalam sepekan terakhir yang paling jelas diusahakan oleh dirinya sendiri, dan tidak terjadi begitu saja, serta bagaimana perbuatan itu terbaca bila ditaruh di samping kalimat penutup ayat ini?
  • Ayat ini memulai dengan manusia dan menutup dengan hamba-hamba-Nya. Bagian awal menyebut jumlah besar manusia yang akan habis bila perbuatan mereka dihitung, dan bagian akhir menyebut mereka yang dilihat oleh Allah. Pembaca yang menyebut dirinya salah satu dari manusia banyak dapat memperhatikan bahwa kalimat terakhir memanggilnya dengan sebutan yang menyangkut hubungan dengan Allah. Ayat tidak menjelaskan perubahan sebutan itu, sehingga pembaca dapat menimbang sendiri bagaimana perasaannya ketika dilihat sebagai hamba dan bukan sebagai bagian dari kerumunan.