تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

diturunkan oleh Sang Digdaya lagi Sang Pengasih,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِtanziila l-'aziizi r-rahiimiditurunkan oleh Sang Digdaya lagi Sang Pengasih

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. تَنْزِيلَtanziiladiturunkan
  2. الْعَزِيزِl-'aziiziSang Digdaya
  3. الرَّحِيمِr-rahiimiSang Pengasih

Inti bacaan

Wahyu digambarkan sebagai turun dari 'Sang Digdaya lagi Sang Pengasih', kombinasi kekuatan dan kasih sayang sebagai sumber pesan, bukan otoritas yang menakutkan tanpa kelembutan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(sebagai wahyu)' dan '(Allah)' dihapus: 'al-aziizi r-rahiimi' (genitif) sudah cukup jelas merujuk Allah lewat sifat-sifat-Nya sendiri, tanpa perlu diulang dalam kurung.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian sumpah dengan menegaskan sumber wahyu, bukan buatan manusia, melainkan turun dari Sang Digdaya lagi Sang Pengasih.

Renungan dan Hikmah

  • Sumbernya disebut lewat dua sifat sekaligus. Digdaya dan pengasih. Allah menaruh kekuatan bersama kelembutan.
  • Yang menurunkan disebut, bukan yang diturunkan. Isinya belum dibuka. Pengirimnya lebih dahulu.
  • Kuasa saja bisa menakutkan. Allah menyandingkannya dengan kasih. Wahyu datang dari keduanya sekaligus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang,” diterjemahkan “Sang Pengasih,”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').