لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ
agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyang mereka belum diberi peringatan, sehingga mereka lalai.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَli-tundzira qawman maa undzira aabaa'uhum fa-hum ghaafiluunaagar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyang mereka belum diberi peringatan, sehingga mereka lalai
Terjemahan per kata (7 kata)
- لِتُنْذِرَli-tundziraagar engkau memperingatkan
- قَوْمًاqawmankaum
- مَاmaatidaklah
- أُنْذِرَundziradiperingatkan
- آبَاؤُهُمْaabaa'uhumleluhur mereka
- فَهُمْfa-hummaka mereka
- غَافِلُونَghaafiluunaorang-orang yang lalai
Inti bacaan
Misi menjangkau 'kaum yang nenek moyang mereka belum diberi peringatan', kepedulian menjangkau kekosongan bimbingan yang sebelumnya benar-benar kosong, bukan mengulang pesan yang sudah pernah tersampaikan.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan tujuan pengutusan: menjangkau kaum yang selama ini belum pernah menerima peringatan, menjadikan kelalaian mereka sebagai akibat ketiadaan peringatan, bukan penolakan yang disengaja sejak awal.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kelalaian mereka punya sebab. Bukan menolak. Belum pernah diberi tahu.
- Yang kosong disebut sampai ke generasi sebelumnya. Bukan satu angkatan. Berlapis-lapis.
- Tujuan pengutusan disebut mengisi, bukan mengulang. Allah menaruhnya sebagai alasan. Yang diutus tahu ke mana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-dz-r, q-w-m, a-b-w, gh-f-l): li-tundhira qawman maa undhira aabaa'uhum diterjemahkan 'memberi peringatan kpd kaum yang nenek moyangnya belum diperingatkan' (akar n-dz-r, Arab=bangsa tanpa pemberi-peringatan terdahulu, menyentuh tema ummii=gentile, cf. 32:3, 34:44); ghaafiluun diterjemahkan 'lalai' (akar gh-f-l). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.