لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Sungguh, telah berlaku perkataan atas kebanyakan mereka, maka mereka tidak beriman.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَla-qad haqqa l-qawlu 'alaa aktsarihim fa-hum laa yu'minuunasungguh, telah berlaku perkataan atas kebanyakan mereka, maka mereka tidak beriman

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. لَقَدْla-qadsungguh
  2. حَقَّhaqqabenar
  3. الْقَوْلُl-qawluperkataan
  4. عَلَىٰ'alaaatas
  5. أَكْثَرِهِمْaktsarihimkebanyakan mereka
  6. فَهُمْfa-hummaka mereka
  7. لَاlaatidak
  8. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman

Inti bacaan

Bentuk (أَكْثَرِهِمْ, aktsarihim) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:102 dan 36:7.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لَقَدْ حَقَّ, la-qad haqqa) yang berarti "sungguh telah berlaku". Kata (لَقَدْ, la-qad) tersusun dari awalan (لَ, la) yang menegaskan dan kata (قَدْ, qad) yang menandai kepastian, sehingga terjemahan memakai "sungguh" untuk keduanya. Kata kerja (حَقَّ, haqqa) berakar ح-ق-ق dan berbentuk lampau, sehingga terjemahan memakai "telah berlaku". Frasa la-qad haqqa hanya muncul di 36:7.

Di ayat lain kata kerja haqqa disusul (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "atas" dan pihak yang dikenai, lalu perkataan sebagai yang berlaku. Susunan (حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ, haqqa 'alayhimu l-qawlu) yang berarti "berlaku atas mereka perkataan itu" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 28:63, 41:25, dan 46:18. Di 17:16 susunan yang mirip, (حَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ, haqqa 'alayhaa l-qawlu), berarti "berlaku atasnya perkataan itu". Di 32:13, (حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي, haqqa l-qawlu minnii) berarti "berlaku perkataan dari-Ku", dan di ayat itu terjemahannya memakai "telah pasti". Di 36:7 kata "sungguh" sudah ditanggung oleh la-qad, sehingga "pasti" tidak ditambahkan lagi dan terjemahan cukup memakai "berlaku".

Kata (الْقَوْلُ, l-qawlu) berakar ق-و-ل dan memakai kata sandang al-, sehingga terjemahannya "perkataan itu". Ayat 36:7 tidak menuliskan isi perkataan tersebut dan tidak menyebut dari siapa perkataan itu. Di 32:13 isinya ditulis, yaitu Jahanam akan dipenuhi dengan jin dan manusia, dan sumbernya ditulis dengan kata minnii "dari-Ku". Di 37:31, (قَوْلُ رَبِّنَا, qawlu rabbinaa) berarti "perkataan Tuhan kami", dan kata yang berlaku di 10:33 dan 40:6 ditulis (كَلِمَتُ رَبِّكَ, kalimatu rabbika) yang berarti "kalimat Tuhanmu". Sumber atau pemilik perkataan itu dengan demikian ditulis di ayat-ayat tersebut, tetapi tidak di 36:7.

Kata (أَكْثَرِهِمْ, aktsarihim) yang berarti "kebanyakan mereka" tersusun dari (أَكْثَرِ, aktsari) "kebanyakan", berakar ك-ث-ر, dan akhiran (هِمْ, -him) "mereka". Bentuk persis aktsarihim muncul dua kali, yaitu di 7:102 dan 36:7. Di 7:102, (لِأَكْثَرِهِمْ, li-aktsarihim) berarti "pada kebanyakan mereka". Kata ini menyebut bagian terbesar dan tidak menyebut seluruhnya. Ayat 36:7 tidak memberi jumlah, nama, atau ciri orang yang termasuk dan yang tidak termasuk. Kata ganti -him juga tidak diterangkan di ayat ini, tetapi ayat sebelumnya, 36:6, menyebut (قَوْمًا, qawman) yang berarti "suatu kaum", sehingga urutan ayat memungkinkan -him dibaca sebagai kaum itu.

Frasa (فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ, fa-hum laa yu'minuuna) yang berarti "maka mereka tidak beriman" tersusun dari awalan (فَ, fa) "maka", kata ganti (هُمْ, hum) "mereka", kata (لَا, laa) "tidak", dan kata kerja (يُؤْمِنُونَ, yu'minuuna) "mereka beriman" yang berakar أ-م-ن dan menandai perbuatan yang sedang berlangsung. Susunan fa-hum laa yu'minuuna muncul empat kali di tiga surah, yaitu 6:12, 6:20, 8:55, dan 36:7. Di 6:12 dan 6:20 frasa itu didahului (خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ, khasiruu anfusahum) yang berarti "mereka merugikan diri mereka", dan di 8:55 didahului (الَّذِينَ كَفَرُوا, alladziina kafaruu) yang berarti "orang-orang yang kufur". Di tiga ayat itu fa mengikuti perbuatan orang-orang itu sendiri. Di 36:7 fa mengikuti perkataan yang berlaku atas mereka, dan kontrasnya terletak pada pendahulu itu. Terjemahan memakai "maka" untuk fa, dan ayat tidak menerangkan apakah ketiadaan iman itu akibat berlakunya perkataan atau hanya hal yang menyusul sesudahnya.

Tafsiran

Ayat ini menyambung 36:6, yang menyebut tujuan peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum diperingatkan dan karena itu lalai. Sesudah tujuan itu disebut, 36:7 menyatakan bahwa perkataan sudah berlaku atas kebanyakan mereka, dan bahwa mereka tidak beriman. Tidak ada kalimat penghubung yang menerangkan bagaimana 36:6 berhubungan dengan 36:7. Ayat 36:6 memberi sebab kelalaian, yaitu belum adanya peringatan, sedangkan 36:7 tidak menyebut sebab ketiadaan iman.

Perkataan yang berlaku disebut dua kali di surah ini. Di 36:70, (لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ, li-yundzira man kaana hayyan wa-yahiqqa l-qawlu 'alaa l-kaafiriina) yang berarti "agar ia memberi peringatan kepada orang yang hidup dan agar berlaku perkataan atas orang-orang kafir" menaruh peringatan dan berlakunya perkataan dalam satu kalimat tujuan. Di 36:7 sasarannya kebanyakan dari kaum yang disebut di 36:6, dan di 36:70 sasarannya orang-orang kafir. Kedua ayat itu berbeda konteks, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi surah ini memakai urutan yang sama di dua tempat, yaitu peringatan lebih dulu lalu perkataan yang berlaku.

Di 41:25 dan 46:18 perkataan yang berlaku dihubungkan dengan umat-umat yang sudah berlalu, (فِي أُمَمٍ, fii umamin) yang berarti "bersama umat-umat". Ayat 36:7 tidak memuat hubungan itu. Dari 36:7 saja pembaca hanya tahu tiga hal tentang kebanyakan mereka: perkataan sudah berlaku, mereka tidak beriman, dan kata yang dipakai menyebut sebagian besar dan tidak seluruhnya.

Ayat 36:8 sampai 36:9 melukiskan belenggu dan penghalang yang Kami pasang, dan 36:10 menyatakan bahwa peringatan dan ketiadaan peringatan sama saja bagi mereka. Pernyataan di 36:7 belum disertai gambar, dan gambar-gambar itu baru datang di dua ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 36:7 menyebut perkataan yang berlaku, tetapi tidak menuliskan isinya. Di 32:13 isi perkataan itu tertulis, yaitu Jahanam akan dipenuhi dengan jin dan manusia, dan sumbernya tertulis dengan kata dari-Ku, sedangkan di 36:7 tidak ada isi maupun sumber yang disebut. Pembaca yang mendengar kata berlaku dapat langsung mengisinya dengan gambaran yang dibawanya dari tempat lain, padahal gambaran itu tidak tertulis di ayat ini. Ayat hanya memberi dua keterangan, yaitu perkataan berlaku atas kebanyakan mereka dan mereka tidak beriman. Apa yang dipegang pembaca sebagai isi perkataan itu, ditulis oleh ayat atau oleh dirinya sendiri?
  • Ayat ini memakai kata kebanyakan dan tidak menyertainya dengan nama, angka, atau ciri selain dua hal: perkataan berlaku atas mereka, dan mereka tidak beriman. Pembaca yang sedang memikirkan seseorang tertentu ketika membaca ayat ini tidak menemukan alamat untuk orang itu di dalamnya. Yang tertulis adalah sebuah kaum yang disebut di 36:6 dan pernyataan tentang sebagian besar dari kaum itu. Ayat ini tidak mengatakan di sisi mana pembaca berdiri, dan tidak mengatakan di sisi mana tetangganya berdiri. Siapa yang termasuk kebanyakan itu tidak tertulis, sehingga siapa pun yang menyebut sebuah nama sedang menambahkan sesuatu pada ayat.
  • Frasa maka mereka tidak beriman tertulis di 6:12 dan 6:20 sesudah mereka merugikan diri sendiri, di 8:55 sesudah mereka kufur, dan di 36:7 sesudah perkataan berlaku atas mereka. Ayat 6:12 sendiri memuat pernyataan bahwa Allah menetapkan rahmat atas diri-Nya, dan frasa itu datang di akhir ayat yang sama. Pembaca yang ingin menjelaskan mengapa seseorang tidak beriman mendapati bahwa urutan itu diletakkan di lebih dari satu tempat dengan pendahulu yang berbeda. Masing-masing ayat menyebut pendahulunya sendiri, dan tidak ada yang menyebut dirinya penjelasan lengkap. Pembaca yang membawa satu penjelasan saja ke tengah percakapan dengan orang yang menolak sedang memilih salah satu dari beberapa susunan yang tertulis.
  • Ayat 36:6 menyebut kelalaian karena nenek moyang belum diperingatkan, dan 36:7 menyebut perkataan yang berlaku atas kebanyakan mereka. Jika kelalaian disebabkan belum adanya peringatan, mengapa sesudahnya perkataan sudah berlaku dan ketiadaan iman dinyatakan? Ayat-ayat itu tidak menjawabnya di tempat ini. Pembaca yang menemui dua keterangan yang tampak berjauhan dapat membiarkan keduanya tertulis seperti adanya, tanpa menjahitnya dengan alasan yang tidak ada di teks. Pertanyaan itu tertulis di sini, dan jawabannya belum tertulis.
  • Di 10:96 orang-orang yang atas mereka berlaku kalimat Tuhanmu disebut tidak beriman, dan di 37:31 kata yang berlaku itu disebut perkataan Tuhan kami. Kedua ayat itu menamai pemilik perkataan, sedangkan 36:7 tidak. Pembaca yang menimbang siapa yang memiliki perkataan di 36:7 mendapati bahwa di dua ayat lain pemiliknya tertulis, dan di ayat ini ia tidak tertulis. Bila pembaca menyamakan ayat ini dengan dua ayat tadi, langkah itu dibuat pembaca sendiri. Bagaimana pembaca membedakan apa yang tertulis di sebuah ayat dari apa yang ia sambungkan dari ayat tetangga?
  • Ayat 36:5 menyebut Sang Digdaya lagi Sang Pengasih sebagai sumber bacaan ini, 36:6 menyebut tujuan peringatan, dan 36:7 menyebut kebanyakan dari kaum itu tidak beriman. Orang yang pernah menyampaikan sesuatu yang benar kepada keluarga, rekan kerja, atau tetangga lalu tidak disambut dapat menemukan keadaan serupa di dalam Al-Qur'an sendiri. Ayat 36:7 tidak memakai kata gagal untuk pihak yang menyampaikan. Dalam kisah yang dibuka di 36:13, para utusan berkata di 36:16 bahwa Tuhan mereka mengetahui mereka diutus, dan di 36:17 bahwa tugas mereka adalah menyampaikan dengan jelas. Bila tugas itu ditulis sebagai menyampaikan, apakah penerimaan orang lain termasuk dalam tugas itu?