إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ
Sesungguhnya Kami memasang belenggu di leher mereka hingga ke dagu, maka mereka tertengadah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِinnaa ja'alnaa fii a'naaqihim aghlaalan fa-hiya ila l-adzqaanisesungguhnya Kami memasang belenggu di leher mereka hingga ke dagu
- فَهُمْ مُقْمَحُونَfa-hum muqmahuunamaka mereka tertengadah
Terjemahan per kata (10 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- جَعَلْنَاja'alnaaKami menjadikan
- فِيfiidi
- أَعْنَاقِهِمْa'naaqihimleher mereka
- أَغْلَالًاaghlaalanbelenggu
- فَهِيَfa-hiyamaka ia
- إِلَىilakepada
- الْأَذْقَانِl-adzqaanidagu
- فَهُمْfa-hummaka mereka
- مُقْمَحُونَmuqmahuunaorang-orang yang tertengadah
Inti bacaan
Metafora kuat belenggu di leher hingga dagu yang memaksa kepala tertengadah, gambaran visual tentang bagaimana penolakan berulang terhadap kebenaran secara bertahap 'mengunci' postur dan kemampuan seseorang untuk merunduk menerima koreksi.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan kekerasan hati mereka lewat citra fisik yang kuat: belenggu yang memaksa kepala tertengadah, sebuah metafora ketidakmampuan menunduk menerima kebenaran.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai gambaran tubuh untuk keadaan hati. Belenggu di leher. Kepala tidak bisa menunduk.
- Yang dilukiskan bukan rasa sakitnya, melainkan sikapnya. Bukan tersiksa. Tidak bisa merunduk.
- Ukurannya disebut sampai ke dagu. Allah merinci tingginya. Yang menahan pas di bawah wajah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-'-l, '-n-q, gh-l-l, dz-q-n, q-m-h): a'naaq diterjemahkan 'leher' (akar '-n-q); aghlaal diterjemahkan 'belenggu' (akar gh-l-l); adhqaan diterjemahkan 'dagu' (akar dz-q-n); muqmahuun diterjemahkan 'tertengadah' (akar q-m-h). gloss '(tangan mereka yang terbelenggu diangkat)' dibuang.