إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ

Sesungguhnya Kami memasang belenggu di leher mereka hingga ke dagu, maka mereka tertengadah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِinnaa ja'alnaa fii a'naaqihim aghlaalan fa-hiya ila l-adzqaanisesungguhnya Kami memasang belenggu di leher mereka hingga ke dagu
  2. فَهُمْ مُقْمَحُونَfa-hum muqmahuunamaka mereka tertengadah
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar j-'-l, '-n-q, gh-l-l, dz-q-n, q-m-h): a'naaq diterjemahkan 'leher' (akar '-n-q); aghlaal diterjemahkan 'belenggu' (akar gh-l-l); adhqaan diterjemahkan 'dagu' (akar dz-q-n); muqmahuun diterjemahkan 'tertengadah' (akar q-m-h). gloss '(tangan mereka yang terbelenggu diangkat)' dibuang.

Aplikasi

Metafora kuat belenggu di leher hingga dagu yang memaksa kepala tertengadah, gambaran visual tentang bagaimana penolakan berulang terhadap kebenaran secara bertahap 'mengunci' postur dan kemampuan seseorang untuk merunduk menerima koreksi.