وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ
Kami memasang penghalang di hadapan mereka dan di belakang mereka, lalu Kami menutupi mereka, maka mereka tidak dapat melihat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّاwa-ja'alnaa min bayni aydiihim saddan wa-min khalfihim saddanKami memasang penghalang di hadapan mereka dan di belakang mereka
- فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَfa-aghsyaynaahum fa-hum laa yubshiruunalalu Kami menutupi mereka, maka mereka tidak dapat melihat
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
- مِنْmindari
- بَيْنِbayniantara
- أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
- سَدًّاsaddandinding
- وَمِنْwa-mindan dari
- خَلْفِهِمْkhalfihimbelakang mereka
- سَدًّاsaddandinding
- فَأَغْشَيْنَاهُمْfa-aghsyaynaahummaka Kami menutup mereka
- فَهُمْfa-hummaka mereka
- لَاlaatidak
- يُبْصِرُونَyubshiruunamelihat
Inti bacaan
Susunan (مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ, min bayni aydiihim wa-min khalfihim) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:17, 36:9, dan 41:14.
Penjelasan pilihan kata
Awal ayat ini berbunyi (وَجَعَلْنَا, wa-ja'alnaa) yang berarti "dan Kami memasang". Awalan (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambung ayat ini dengan 36:8, dan kata kerja ja'alnaa sama dengan yang dipakai di sana, sehingga terjemahan tetap memakai "memasang". Di sini yang ditaruh berupa penghalang. Arah penaruhannya ditulis dengan (مِنْ, min) yang berarti "dari", sedangkan 36:8 memakai fii yang berarti "di".
Frasa (مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ, min bayni aydiihim) tersusun dari (بَيْنِ, bayni) yang berarti "antara" dan (أَيْدِيهِمْ, aydiihim) yang berarti "tangan-tangan mereka". Kata per kata terbaca "dari antara tangan mereka", dan terjemahan memakai "di hadapan mereka". Pasangannya, (وَمِنْ خَلْفِهِمْ, wa-min khalfihim) yang berarti "dan dari belakang mereka", melengkapi dua arah itu. Susunan (مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ, min bayni aydiihim wa-min khalfihim) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 7:17, 36:9, dan 41:14. Di 7:17 kata kerjanya (لَآتِيَنَّهُمْ, la-aatiyannahum) yang berarti "pasti aku akan mendatangi mereka", dan di 41:14 para rasul yang datang. Di 36:9 kata kerjanya memasang. Sebagai kontras, dua arah yang sama dipakai di dua ayat untuk sesuatu yang datang kepada mereka, dan di ayat ini untuk sesuatu yang ditaruh di sekeliling mereka. Di 7:17 dua arah itu disusul (وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ, wa-'an aymaanihim) "dan dari kanan mereka" serta (وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ, wa-'an syamaa'ilihim) "dan dari kiri mereka". Kanan dan kiri tidak ada di 36:9, dan terjemahan tidak menambahkannya.
Kata (سَدًّا, saddan) yang berarti "penghalang" berakar س-د-د dan muncul di dua ayat, yaitu 18:94 dan 36:9, dengan dua kemunculan di 36:9 sendiri. Bentuk gandanya, (السَّدَّيْنِ, s-saddayni), ada di 18:93 dan berarti "dua pembatas". Di 18:94, (تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا, taj'ala baynanaa wa-baynahum saddan) berarti "engkau membuat antara kami dan mereka tembok pembatas", dan yang membuatnya seorang manusia yang diminta untuk itu. Di 36:9 Kami yang menaruhnya, dan bahan, tinggi, serta rupanya tidak diterangkan. Terjemahan memakai "penghalang" karena tidak ada keterangan yang membenarkan "tembok".
Kata (فَأَغْشَيْنَاهُمْ, fa-aghsyaynaahum) yang berarti "lalu Kami menutupi mereka" tersusun dari awalan (فَ, fa) "lalu", kata kerja aghsyaynaa "Kami menutupi", dan akhiran (هُمْ, -hum) "mereka". Kata kerja itu berakar غ-ش-و, dan bentuk aktifnya dengan pelaku Kami hanya muncul di 36:9. Di 10:27 muncul bentuk yang menyatakan sesuatu dikenakan pada pihak lain, yaitu (أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ, ughsyiyat wujuuhuhum) yang berarti "wajah-wajah mereka ditutupi", dan di sana yang ditutupi disebut dengan katanya, yaitu wajah. Di 36:9 yang ditutupi hanya ditulis dengan akhiran -hum "mereka". Ayat ini tidak menyebut bagian tubuh atau benda penutupnya, sehingga terjemahan tidak menambahkan "pandangan" atau "mata". Padanan "menutupi" sama dengan yang dipakai untuk malam di 91:4 dan 92:1.
Frasa (فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ, fa-hum laa yubshiruuna) yang berarti "maka mereka tidak melihat" tersusun dari (فَ, fa) "maka", (هُمْ, hum) "mereka", (لَا, laa) "tidak", dan (يُبْصِرُونَ, yubshiruuna) "mereka melihat" yang berakar ب-ص-ر dan menandai perbuatan yang sedang berlangsung. Susunan laa yubshiruuna muncul enam kali di lima surah, yaitu 2:17, 7:179, 7:198, 10:43, 32:27, dan 36:9, dan susunan fa-hum laa yubshiruuna hanya muncul di 36:9. Di 7:198, (يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ, yanzhuruuna ilayka) yang berarti "mereka memandang kepadamu" bersanding dengan (وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ, wa-hum laa yubshiruuna) "padahal mereka tidak melihat", sehingga memandang dan melihat disebut sebagai dua hal yang dapat terpisah. Di 2:17 frasa itu ditulis sesudah Allah melenyapkan cahaya, dan di 36:9 sesudah penghalang dipasang dan mereka ditutupi. Menetap atau sementaranya ketiadaan penglihatan itu belum dijawab oleh ayat.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan gambar kedua sesudah belenggu di 36:8. Gambar pertama bekerja pada sumbu tegak, dari leher ke dagu. Gambar kedua bekerja pada sumbu datar, yaitu penghalang di depan dan di belakang, dan keduanya ditaruh oleh pembicara yang sama, Kami. Dengan dua gambar itu 36:8 dan 36:9 menyebut tiga letak: leher, depan, dan belakang.
Tiga langkah ditulis berurutan dengan penanda yang berbeda: (وَجَعَلْنَا, wa-ja'alnaa) "dan Kami memasang", (فَأَغْشَيْنَاهُمْ, fa-aghsyaynaahum) "lalu Kami menutupi mereka", dan (فَهُمْ, fa-hum) "maka mereka" yang membuka hasilnya. Dua tindakan pertama dilakukan Kami, dan hasilnya satu keadaan mereka, yaitu tidak melihat. Penghalang disebut lebih dulu daripada penutupan, sehingga ketiadaan penglihatan di ayat ini muncul sesudah dua langkah dan tidak sesudah satu.
Di 36:66, (وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْ, wa-law nasyaa'u la-thamasnaa 'alaa a'yunihim) yang berarti "dan seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami menghapus mata mereka" memakai pengandaian, dan kata kerjanya lain. Ayat 36:9 memakai bentuk lampau tanpa pengandaian. Kedua ayat berbeda konteks, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi surah ini menyebut hilangnya penglihatan dalam dua cara, yang sudah dikerjakan dan yang baru diandaikan.
Alasan pemasangan penghalang tidak ditulis di 36:9. Hubungannya dengan 36:7 dan 36:10 tertulis dalam bentuk urutan saja: perkataan yang berlaku di 36:7, dua gambar di 36:8 dan 36:9, lalu pernyataan di 36:10 bahwa peringatan dan ketiadaan peringatan sama saja bagi mereka.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menulis dua arah, depan dan belakang, dan tidak menulis kanan dan kiri. Di 7:17 empat arah disebut bersama-sama untuk sesuatu yang mendatangi mereka, dan di 41:14 hanya dua arah, yaitu depan dan belakang, untuk para rasul yang datang. Pembaca yang menggambarkan ayat 36:9 sebagai kepungan penuh dari segala sisi menambahkan dua arah yang tidak tertulis. Yang tertulis memberi pembaca dua sisi yang tertutup, sehingga keadaan sisi kanan dan kiri tidak dapat dikatakan dari ayat ini.
- Di 7:198 orang-orang yang memandang kepada seseorang disebut tidak melihat, sehingga memandang dan melihat tertulis sebagai dua hal yang dapat terpisah. Ayat 36:9 menulis tidak melihat sesudah penghalang dipasang dan mereka ditutupi. Pembaca yang membaca ayat ini dapat memeriksa percakapan yang pernah dihadapinya, ketika seseorang menatap sebuah bukti dengan mata terbuka dan tidak melihat apa yang ditunjukkan. Menurut 7:198, memandang tidak menjamin melihat. Apa yang pembaca sebut melihat dalam hidupnya sendiri, memandang atau melihat?
- Di 2:17 Allah melenyapkan cahaya mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Di 36:9 penghalang dipasang di depan dan di belakang, lalu mereka ditutupi, dan hasilnya tidak melihat. Dua ayat itu menaruh frasa tidak melihat sesudah penyebab yang berbeda: cahaya yang dilenyapkan dan penghalang yang dipasang. Pembaca yang mendengar seseorang berkata bahwa jalan keluar tidak terlihat dapat membedakan dua keadaan yang tertulis, ketiadaan cahaya dan keberadaan penghalang, sebab kedua ayat menaruh frasa yang sama sesudah keadaan yang berlainan.
- Di 6:46 pertanyaan diajukan tentang keadaan jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hati, dan siapakah tuhan selain Allah yang dapat mendatangkannya kembali. Pertanyaan itu berbentuk pengandaian di 6:46, sedangkan 36:9 berbentuk pernyataan dan pemulihan tidak muncul di dalamnya. Pembaca yang membaca 36:9 sendirian mendapati penghalang, penutupan, dan ketiadaan penglihatan tanpa kalimat tentang pemulihan. Apa yang dapat pembaca katakan tentang pemulihan berdasarkan 36:9 sendiri?
- Di 10:27 yang menutupi wajah-wajah mereka tertulis dengan katanya, yaitu kepingan malam yang gelap gulita. Di 36:9 yang menutupi tidak ditulis, dan yang ditutupi hanya ditulis sebagai mereka. Apakah penutup itu terasa, terlihat, atau diketahui oleh mereka belum diterangkan. Pembaca yang menamai penutup itu dengan sebuah benda atau sifat tertentu mengisi kekosongan yang dibiarkan ayat. Gambar yang tertulis hanya mengatakan bahwa Kami menutupi mereka dan mereka tidak melihat, dan batas gambar itu ada di tempat tulisan berhenti.
- Di 36:66 hilangnya penglihatan disebut dalam pengandaian, seandainya Kami menghendaki, sedangkan di 36:9 hal yang sama disebut sebagai sesuatu yang sudah dikerjakan. Pembaca yang membaca dua ayat itu berdampingan menemukan satu surah yang menulis kemungkinan dan kenyataan dengan kata yang berbeda. Di 47:23 Dia menulikan dan membutakan penglihatan orang-orang yang dilaknat oleh Allah, dan di 36:9 tidak ada kata laknat. Apa yang sebenarnya ditulis 36:9 tentang sebab penghalang itu, dan apa yang disambungkan pembaca dari ayat-ayat lain?