إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ
Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang yang mengikuti peringatan itu dan takut kepada Ar-Rahman tanpa melihat-Nya. Maka, berilah dia kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِinnamaa tundziru mani ttaba'a dz-dzikra wa-khasyiya r-rahmaana bi-l-ghaybisesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang yang mengikuti peringatan itu dan takut kepada Ar-Rahman tanpa melihat-Nya
- فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍfa-basysyirhu bi-maghfiratin wa-ajrin kariiminmaka, berilah dia kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia
Terjemahan per kata (12 kata)
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- تُنْذِرُtundziruengkau memperingatkan
- مَنِmanisiapa yang
- اتَّبَعَttaba'amengikuti
- الذِّكْرَdz-dzikraperingatan
- وَخَشِيَwa-khasyiyadan takut
- الرَّحْمَٰنَr-rahmaanaAr-Rahman
- بِالْغَيْبِbi-l-ghaybipada yang gaib
- فَبَشِّرْهُfa-basysyirhumaka berilah dia kabar
- بِمَغْفِرَةٍbi-maghfiratindengan ampunan
- وَأَجْرٍwa-ajrindan pahala
- كَرِيمٍkariiminyang mulia
Inti bacaan
Susunan (خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ, khasyiya r-rahmaana) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:11 dan 50:33.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini memulai dengan (إِنَّمَا تُنْذِرُ, innamaa tundziru) yang berarti "sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan". Kata (إِنَّمَا, innamaa) menyatukan penegas inna dan kata maa, dan terjemahan memakai "sesungguhnya ... hanya" untuk keduanya. Kata kerja (تُنْذِرُ, tundziru) berakar ن-ذ-ر dan menandai perbuatan yang sedang berlangsung dengan engkau sebagai pelaku. Susunan innamaa tundziru muncul dua kali, yaitu di 35:18 dan 36:11. Di 35:18 sasarannya ditulis (يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ, yakhsyawna rabbahum bi-l-ghaybi) yang berarti "mereka takut kepada Tuhan mereka tanpa melihat-Nya", dan di 79:45 pola pembatas yang serupa memakai kata benda, (إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا, innamaa anta mundziru man yakhsyaahaa) yang berarti "sesungguhnya engkau pemberi peringatan hanya bagi siapa yang takut kepadanya". Tiga ayat itu, 35:18, 36:11, dan 79:45, sama-sama menyempitkan sasaran peringatan lewat sifat yang disebut sesudahnya.
Frasa (مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ, mani ttaba'a dz-dzikra) yang berarti "orang yang mengikuti peringatan itu" tersusun dari (مَنِ, mani) "siapa yang", kata kerja (اتَّبَعَ, ttaba'a) "mengikuti", dan (الذِّكْرَ, dz-dzikra) "peringatan itu". Kata kerja ttaba'a berakar ت-ب-ع dan berbentuk lampau, tanpa kata Arab untuk "mau", sehingga terjemahan memakai "mengikuti" saja, sama seperti di 3:162 dan 20:123. Kata kerja itu tidak memilih apa yang diikuti, sebab bendanya ditentukan kata sesudahnya. Di 3:162, (اتَّبَعَ رِضْوَانَ اللَّهِ, ttaba'a ridhwaana llaahi) berarti "mengikuti keridaan Allah", dan di 7:176, 18:28, 20:16, serta 28:50, (وَاتَّبَعَ هَوَاهُ, wa-ttaba'a hawaahu) berarti "dan mengikuti hawa nafsunya". Susunan (اتَّبَعَ الذِّكْرَ, ttaba'a dz-dzikra) hanya muncul di 36:11. Terjemahan memakai kata "peringatan" untuk dua akar yang berbeda, yaitu ن-ذ-ر pada tundziru dan ذ-ك-ر pada dz-dzikra, sehingga keduanya perlu dibedakan oleh pembaca.
Frasa (وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ, wa-khasyiya r-rahmaana bi-l-ghaybi) yang berarti "dan takut kepada Ar-Rahman tanpa melihat-Nya" memakai kata kerja (خَشِيَ, khasyiya) yang berakar خ-ش-ي. Susunan (خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ, khasyiya r-rahmaana) muncul dua kali, yaitu di 36:11 dan 50:33. Di 50:33, (مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ, man khasyiya r-rahmaana bi-l-ghaybi) memuat tiga kata yang sama dengan ayat ini, dan diterjemahkan "orang yang takut kepada Ar-Rahman secara gaib". Rasa takut yang disusul bi-l-ghaybi tertulis di enam ayat, yaitu 5:94, 21:49, 35:18, 36:11, 50:33, dan 67:12. Kata (بِالْغَيْبِ, bi-l-ghaybi) tersusun dari (بِ, bi-) "dengan" dan (الْغَيْبِ, l-ghaybi) "yang gaib", berakar غ-ي-ب, dan tidak memuat kata melihat. Terjemahan memakai "tanpa melihat-Nya", sama dengan 35:18, karena yang ditakuti, Ar-Rahman, disebut di kalimat yang sama sebagai tujuan rasa takut itu.
Kata (فَبَشِّرْهُ, fa-basysyirhu) yang berarti "maka berilah dia kabar gembira" tersusun dari awalan (فَ, fa) "maka", perintah (بَشِّرْ, basysyir) "berilah kabar", dan akhiran (هُ, -hu) "dia". Akhiran -hu tunggal menunjuk orang yang disebut di ayat ini. Susunan fa-basysyirhu muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 31:7, 36:11, dan 45:8. Di 31:7 dan 45:8, (فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ, fa-basysyirhu bi-'adzaabin aliimin) berarti "maka berilah dia kabar dengan azab yang pedih". Kata kerja itu dengan demikian tidak menentukan isi kabarnya. Isinya ditentukan kata sesudah bi-, dan kontrasnya terletak pada dua kata itu: azab di 31:7 dan 45:8, ampunan serta pahala di 36:11.
Frasa (بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ, bi-maghfiratin wa-ajrin kariimin) yang berarti "dengan ampunan dan pahala yang mulia" memuat dua kata benda tak tentu. Kata (مَغْفِرَةٍ, maghfiratin) berakar غ-ف-ر, dan susunan bi-maghfiratin hanya ada di 36:11. Kata (أَجْرٍ, ajrin) "pahala" disusul sifat (كَرِيمٍ, kariimin) "yang mulia". Bentuk ajrun kariimun muncul di 57:11 dan 57:18, sedangkan bentuk ajrin kariimin dengan akhiran seperti ini hanya di 36:11. Di 67:12, (لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ, lahum maghfiratun wa-ajrun kabiirun) berarti "bagi mereka ampunan dan pahala yang besar", dengan dua kata benda yang sama dan sifat yang berbeda.
Tafsiran
Ayat ini menyempitkan sasaran peringatan sesudah 36:7 sampai 36:10. Ayat-ayat itu menyebut keadaan: perkataan berlaku, belenggu, penghalang, dan hasil yang sama untuk dua kemungkinan. Di 36:11 sasarannya ditandai dua perbuatan, yaitu mengikuti peringatan dan takut kepada Ar-Rahman tanpa melihat-Nya. Ayat ini juga yang pertama dalam rangkaian ini menyebut ampunan dan pahala, sehingga empat ayat sebelumnya berisi keadaan yang tidak menyenangkan dan 36:11 berisi kabar yang menggembirakan.
Ar-Rahman disebut empat kali di surah ini, yaitu di 36:11, 36:15, 36:23, dan 36:52. Ayat 36:11 yang pertama, dan di sana Ar-Rahman menjadi pihak yang ditakuti oleh orang yang disebut. Ayat 36:5 memakai sebutan lain, Sang Digdaya lagi Sang Pengasih, sehingga 36:11 menambahkan nama yang baru bagi pembaca surah ini.
Pernyataan 36:11 dan 36:10 berdampingan tanpa kalimat penghubung. Ayat 36:10 menyatakan peringatan dan ketiadaannya sama saja bagi mereka, dan 36:11 menyatakan bahwa engkau hanya memberi peringatan kepada orang yang mengikuti peringatan. Kedua ayat berbicara tentang pihak yang berbeda, yaitu mereka di 36:10 dan orang yang mengikuti di 36:11, sehingga keduanya tidak bertentangan di dalam teks. Teks juga tidak menerangkan bagaimana seseorang berpindah dari kelompok pertama ke kelompok kedua.
Perintah di ayat ini ditujukan kepada engkau yang sama dengan engkau di 36:6 dan 36:10, dan isinya memberi kabar gembira. Dua tugas ditulis dalam satu ayat, memberi peringatan dan memberi kabar gembira. Di 31:7 dan 45:8 perintah memberi kabar disusul azab, dan di 36:11 disusul ampunan dan pahala, sehingga bingkai kalimatnya sama dan isinya berbeda.
Renungan dan Hikmah
- Sasaran peringatan di ayat ini ditandai dua perbuatan, mengikuti peringatan dan takut kepada Ar-Rahman tanpa melihat-Nya, dan ayat tidak menyebut ciri lain seperti garis keturunan, pekerjaan, atau pengetahuan. Pembaca yang menimbang apakah dirinya termasuk sasaran itu mendapati dua kata kerja yang dapat diperiksa dari dalam, dan tidak mendapati daftar syarat yang lebih panjang. Apakah ada ciri lain yang pembaca pakai untuk menilai siapa yang layak diperingatkan, dan ditulis oleh ayat atau oleh dirinya sendiri?
- Di 5:94 Allah menguji dengan hewan buruan yang dijangkau tangan dan tombak, agar Dia mengetahui siapa yang takut kepada-Nya meskipun Dia gaib. Rasa takut di 36:11 ditulis dengan kata yang sama, bi-l-ghaybi. Kedua ayat menaruh rasa takut pada pihak yang tidak terlihat, yaitu Dia di 5:94 dan Ar-Rahman di 36:11, sedangkan benda yang terlihat di 5:94 berupa buruan. Pembaca yang membedakan apa yang ditakutinya karena terlihat dan apa yang ditakutinya tanpa terlihat mendapati bahwa ayat ini menulis jenis kedua. Apa yang kini ditakuti pembaca tanpa pernah melihatnya?
- Kata kerja memberi kabar yang sama dipakai di 31:7 dan 45:8 untuk azab yang pedih, dan di 36:11 untuk ampunan dan pahala yang mulia. Pembaca yang mendengar kata kabar gembira dalam sebuah kalimat belum dapat memastikan apakah isinya menyenangkan sebelum membaca kata sesudahnya. Tiga ayat itu memakai bingkai yang sama dan dua isi yang berlawanan. Pengumuman yang diterima pembaca dari orang lain atau dari bacaan yang dibacanya dapat diuji dengan cara yang sama, yaitu dengan memeriksa kata apa yang mengikuti kata kabar.
- Di 36:11 ampunan ditulis lebih dulu daripada pahala, dan di 67:12, bagi orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka secara gaib, urutannya sama: ampunan, lalu pahala. Dua ayat itu menamai dua hal yang berlainan, ampunan dan pahala. Mengapa ampunan ditulis lebih dulu daripada pahala di kedua ayat itu? Ayat-ayat itu tidak menjawabnya, dan pembaca yang menimbang amalnya sendiri dapat membiarkan urutan itu tertulis seperti adanya, tanpa mengisi alasannya dari tempat lain.
- Ayat 36:7 sampai 36:10 memakai kata mereka, dan ayat 36:11 memakai kata dia dalam fa-basysyirhu, berilah dia kabar gembira. Pembaca yang membaca ayat ini menemui perubahan kecil dari jamak ke tunggal pada saat isi ayat berubah dari keadaan yang tidak menyenangkan ke kabar yang menyenangkan. Siapa yang tertulis sebagai penerima kabar gembira di ayat ini, sebuah kelompok atau seorang yang memiliki dua ciri tadi?
- Kata kerja yang sama, mengikuti, dipakai di 3:162 untuk mengikuti keridaan Allah dan di 7:176, 18:28, 20:16, serta 28:50 untuk mengikuti hawa nafsu. Di 36:11 yang diikuti adalah peringatan. Kata kerjanya tidak memilih, dan bendanya yang menentukan. Pembaca yang sedang mengikuti sesuatu dalam hidupnya dapat membedakan kata kerja dari bendanya, sebab ketiga ayat itu memakai kata kerja yang sama dengan benda yang berlainan. Apa yang sedang diikuti pembaca, dan di antara ayat-ayat itu, benda mana yang paling dekat dengan yang diikutinya sekarang?