إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang mati dan mencatat apa yang mereka dahulukan dan bekas-bekas mereka. Dan segala sesuatu Kami hitung dalam pedoman yang nyata.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْinnaa nahnu nuhyi l-mawtaa wa-naktubu maa qaddamuu wa-aatsaarahumsesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang mati dan mencatat apa yang mereka dahulukan dan bekas-bekas mereka
  2. وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍwa-kulla syay'in ahshaynaahu fii imaamin mubiinindan segala sesuatu Kami hitung dalam pedoman yang nyata

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. نَحْنُnahnuKami
  3. نُحْيِيnuhyiKami menghidupkan
  4. الْمَوْتَىٰl-mawtaaorang-orang mati
  5. وَنَكْتُبُwa-naktubudan Kami menuliskan
  6. مَاmaaapa yang
  7. قَدَّمُواqaddamuumereka dahulukan
  8. وَآثَارَهُمْwa-aatsaarahumdan bekas-bekas mereka
  9. وَكُلَّwa-kulladan setiap
  10. شَيْءٍsyay'insesuatu
  11. أَحْصَيْنَاهُahshaynaahuKami menghitungnya
  12. فِيfiidalam
  13. إِمَامٍimaaminpedoman
  14. مُبِينٍmubiininyang nyata

Inti bacaan

Frasa (إِمَامٍ مُبِينٍ, imaamin mubiinin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 15:79 dan 36:12.

Penjelasan pilihan kata

Kalimat pertama ayat ini berbunyi (إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ, innaa nahnu nuhyi l-mawtaa) yang berarti "sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang mati". Kata (إِنَّا, innaa) sudah memuat akhiran Kami, dan kata (نَحْنُ, nahnu) "Kami" yang berdiri sesudahnya mengulang pelaku itu, sehingga terjemahan memakai "Kamilah". Susunan (إِنَّا نَحْنُ, innaa nahnu) muncul lima kali, yaitu di 15:9, 19:40, 36:12, 50:43, dan 76:23. Susunan (إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي, innaa nahnu nuhyi) muncul dua kali, yaitu di 36:12 dan 50:43. Di 50:43, (إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي وَنُمِيتُ, innaa nahnu nuhyii wa-numiitu) berarti "sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan dan mematikan", tanpa menyebut siapa yang dihidupkan. Kata (نُحْيِي, nuhyi) berakar ح-ي-ي, dan susunan (نُحْيِي الْمَوْتَىٰ, nuhyi l-mawtaa) yang menyebut orang-orang mati sebagai yang dihidupkan hanya muncul di 36:12. Kata (الْمَوْتَىٰ, l-mawtaa) berakar م-و-ت dan muncul tujuh belas kali di empat belas surah, yaitu 2:73, 2:260, 3:49, 5:110, 6:36, 6:111, 7:57, 13:31, 22:6, 27:80, 30:50, 30:52, 36:12, 41:39, 42:9, 46:33, dan 75:40. Di 22:6 dan 42:9, (يُحْيِي الْمَوْتَىٰ, yuhyii l-mawtaa) berarti "Dia menghidupkan orang-orang mati", dengan Allah yang disebut pada kalimat yang sama.

Kata (وَنَكْتُبُ, wa-naktubu) yang berarti "dan Kami mencatat" berakar ك-ت-ب dan memakai awalan (وَ, wa) "dan". Susunan naktubu maa muncul tiga kali, yaitu di 3:181, 19:79, dan 36:12. Di 3:181, (سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا, sa-naktubu maa qaaluu) berarti "Kami akan mencatat apa yang mereka katakan", dan di 19:79, (سَنَكْتُبُ مَا يَقُولُ, sa-naktubu maa yaquulu) berarti "Kami akan menulis apa yang ia katakan". Di kedua ayat itu ada awalan (سَ, sa) yang berarti "akan". Di 36:12 awalan itu tidak ada, sehingga ayat tidak menandai pencatatan itu sebagai sesuatu yang kelak, dan terjemahan memakai "mencatat" tanpa "akan".

Frasa (مَا قَدَّمُوا, maa qaddamuu) yang berarti "apa yang mereka dahulukan" tersusun dari (مَا, maa) "apa yang" dan kata kerja (قَدَّمُوا, qaddamuu) "mereka dahulukan", berakar ق-د-م. Bentuk qaddamuu hanya muncul di 36:12. Kata kerja qaddama di 75:13, (بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ, bi-maa qaddama wa-akhkhara) yang berarti "dengan apa yang ia dahulukan dan akhirkan", dan di 82:5, (مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ, maa qaddamat wa-akhkharat), berpasangan dengan akhkhara "mengakhirkan". Di 36:12 pasangannya lain, yaitu (وَآثَارَهُمْ, wa-aatsaarahum) yang berarti "dan bekas-bekas mereka". Kata (آثَارَهُمْ, aatsaarahum) berakar أ-ث-ر dan bentuk persisnya hanya muncul di 36:12. Kata yang sama dalam bentuk lain muncul antara lain di 5:46, 18:6, 30:50, 37:70, 40:21, 43:23, dan 57:27. Di 18:6, (عَلَىٰ آثَارِهِمْ, 'alaa aatsaarihim) berarti "mengikuti jejak mereka", di 30:50, (آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ, aatsaari rahmati llaahi) berarti "jejak-jejak rahmat Allah", dan di 40:21, (وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ, wa-aatsaaran fii l-ardhi) berarti "dan peninggalan di bumi". Ketiganya menyebut apa yang tampak sebagai bekas dari sesuatu yang sudah terjadi atau sudah lewat, dan terjemahan "bekas-bekas" dipakai karena mencakup jejak langkah dan peninggalan sekaligus.

Kata (وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ, wa-kulla syay'in ahshaynaahu) yang berarti "dan segala sesuatu Kami hitung" tersusun dari (كُلَّ, kulla) "setiap", (شَيْءٍ, syay'in) "sesuatu", dan kata kerja (أَحْصَيْنَاهُ, ahshaynaahu) "Kami menghitungnya" dengan akhiran (هُ, -hu) "-nya". Akarnya ح-ص-ي muncul sebelas kali di sebelas ayat, yaitu 14:34, 16:18, 18:12, 18:49, 19:94, 36:12, 58:6, 65:1, 72:28, 73:20, dan 78:29. Bentuk ahshaynaahu muncul dua kali, yaitu di 36:12 dan 78:29. Di 78:29, (وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا, wa-kulla syay'in ahshaynaahu kitaaban) berarti "dan segala sesuatu Kami hitung dalam suatu kitab". Di 72:28, (وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا, wa-ahshaa kulla syay'in 'adadan) berarti "dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu". Pelaku kata kerja ini tertulis Kami di dua ayat pertama dan Dia di ayat ketiga.

Frasa (فِي إِمَامٍ مُبِينٍ, fii imaamin mubiinin) yang berarti "dalam pedoman yang nyata" memakai kata (إِمَامٍ, imaamin) yang berakar أ-م-م dan sifat (مُبِينٍ, mubiinin) "yang nyata". Kata imaam muncul dua belas kali, yaitu di 2:124, 9:12, 11:17, 15:79, 17:71, 21:73, 25:74, 28:5, 28:41, 32:24, 36:12, dan 46:12. Tujuh di antaranya, yaitu 2:124, 9:12, 17:71, 21:73, 28:5, 28:41, dan 32:24, diterjemahkan "pemimpin", dan di 25:74 "teladan". Di 11:17, (إِمَامًا وَرَحْمَةً, imaaman wa-rahmatan) berarti "pedoman dan rahmat" dan menyifati Kitab Musa, sehingga kata itu dipakai untuk sesuatu yang tertulis. Di 15:79, (لَبِإِمَامٍ مُبِينٍ, la-bi-imaamin mubiinin) berarti "benar-benar di jalan raya yang nyata", dan padanan itu tidak cocok untuk tempat segala sesuatu dihitung. Frasa imaamin mubiinin muncul dua kali, yaitu di 15:79 dan 36:12. Ayat ini tidak memuat kata kitab dan tidak memuat kata umm, sehingga "induk Kitab" yang ditulis (أُمُّ الْكِتَابِ, ummu l-kitaabi) di 13:39 dan (أُمِّ الْكِتَابِ, ummi l-kitaabi) di 43:4 tidak dipakai di sini. Pada tempat yang sama dalam susunan kalimat, lima ayat memakai (فِي كِتَابٍ مُبِينٍ, fii kitaabin mubiinin) yang berarti "dalam kitab yang nyata", yaitu 6:59, 10:61, 11:6, 27:75, dan 34:3. Di 36:12 tempat itu diisi imaamin, sehingga terjemahan memakai "pedoman" dan membiarkan pembaca melihat bahwa kata kitab tidak ada.

Tafsiran

Ayat ini memperluas cakupan sesudah 36:11. Ayat 36:7 sampai 36:11 berbicara tentang mereka dan tentang dia yang mengikuti peringatan, sedangkan 36:12 berbicara tentang orang-orang mati tanpa sifat tambahan, dan tentang segala sesuatu. Pelakunya Kami dengan penegasan (إِنَّا نَحْنُ, innaa nahnu), dan Kami melakukan tiga hal dalam satu ayat: menghidupkan, mencatat, dan menghitung.

Kata mereka di apa yang mereka dahulukan menunjuk orang-orang mati yang baru disebut dalam kalimat yang sama, karena hanya kata itu yang jamak di kalimat tersebut. Ayat ini tidak menyebut kelompok tertentu, tidak pengikut peringatan di 36:11 dan tidak penolak di 36:10. Dengan begitu cakupan 36:12 lebih luas daripada ayat-ayat sebelumnya di rangkaian ini.

Ayat ini menyebut apa yang didahulukan dan bekas-bekas mereka sebagai yang dicatat, lalu segala sesuatu sebagai yang dihitung. Tidak ada kalimat yang menghubungkan 36:12 dengan ampunan dan pahala di 36:11, sehingga teks tidak menyatakan bahwa pencatatan itu sebab bagi kabar gembira di ayat sebelumnya.

Ayat 78:29 memuat kalimat yang hampir sama, dengan (كِتَابًا, kitaaban) sebagai tempatnya, dan 36:12 memuat (إِمَامٍ مُبِينٍ, imaamin mubiinin). Kedua ayat berbeda konteks dan tidak disamakan, tetapi keduanya menaruh segala sesuatu yang dihitung di dalam sesuatu yang bersifat tertulis atau rujukan. Ayat 36:13 sesudahnya membuka perumpamaan tentang penduduk sebuah negeri.

Renungan dan Hikmah

  • Di 75:13 dan 82:5 apa yang didahulukan berpasangan dengan apa yang diakhirkan, tetapi di 36:12 apa yang didahulukan berpasangan dengan bekas-bekas mereka. Dua jenis hal ditulis berdampingan: sesuatu yang dikirim ke depan dan sesuatu yang tertinggal sesudah pelakunya berlalu. Pembaca yang menimbang hidupnya sendiri dapat menghitung apa yang sudah dikerjakannya, dan ayat ini menambahkan jenis kedua yang tidak dikerjakan lagi tetapi masih ada. Apa yang masih tinggal dari pembaca di tempat yang sudah ditinggalkannya, selain apa yang didahulukannya?
  • Di 43:23 dan 37:70 jejak nenek moyang diikuti oleh orang-orang sesudah mereka, dan di 18:6 jejak orang lain diikuti dengan duka. Di 36:12 bekas-bekas mereka disebut dicatat. Ayat-ayat itu berbeda konteks, tetapi semuanya menyebut jejak. Pembaca yang meninggalkan sebuah kebiasaan, ucapan, atau pekerjaan di tengah keluarganya dapat melihat bahwa teks menyebut jejak bersama pencatatan, dan tidak menyebut apakah ada yang menuruti jejak itu sesudahnya.
  • Di 36:12 menghidupkan orang-orang mati dan mencatat apa yang mereka dahulukan ditulis dalam satu kalimat dengan pelaku yang sama, yaitu Kami. Di 22:6 dan 42:9 pelaku menghidupkan orang-orang mati tertulis Allah dan Dia. Dua kata kerja itu, menghidupkan dan mencatat, tidak dipisahkan oleh kata lain di 36:12. Pembaca yang menaruh keduanya berdampingan mendapati bahwa yang menghidupkan disebut juga sebagai yang mencatat, dan tidak disebut ada pihak ketiga di antara keduanya.
  • Di 18:49 orang-orang yang berdosa melihat kitab dan berkata bahwa kitab itu tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar kecuali mencatatnya, lalu ayat itu menutup dengan pernyataan bahwa Tuhanmu tidak menzalimi siapa pun. Di 36:12 segala sesuatu dihitung, dan kata segala sesuatu tidak disertai ukuran. Pembaca yang menganggap sebuah perbuatan terlalu kecil untuk dicatat sedang memakai ukuran yang tidak ada di kedua ayat itu. Perbuatan kecil apa yang pembaca anggap tidak dicatat oleh siapa pun, dan dari ayat mana anggapan itu berasal?
  • Di 11:6 Allah menjamin rezeki setiap hewan yang bergerak di bumi dan mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya, lalu ayat itu menyebut semua ada dalam Kitab yang nyata. Di 36:12 tempat segala sesuatu dihitung disebut dengan kata lain, imaamin mubiinin, tetapi sifat nyatanya sama. Pembaca yang membaca dua ayat itu berdampingan melihat bahwa yang tertulis di tempat yang nyata mencakup hal yang tidak pernah dilihatnya, seperti rezeki hewan atau bekas yang ditinggalkan orang yang sudah wafat. Apa yang pembaca ketahui tentang tempat itu selain sifat nyatanya?
  • Di 36:11 sasaran peringatan ditandai dua perbuatan, mengikuti peringatan dan takut kepada Ar-Rahman. Di 36:12 orang-orang yang dihidupkan disebut orang-orang mati tanpa satu sifat pun. Ayat ini tidak menulis siapa yang dihidupkan dan siapa yang tidak, dan tidak menulis ciri mereka. Pembaca yang mencari ciri dalam ayat ini tidak menemukannya, sebab ciri itu tertulis di ayat sebelumnya untuk hal yang berbeda, yaitu sasaran peringatan. Apakah ada kalimat di 36:12 yang menyaring siapa yang dihidupkan dan siapa yang dicatat?