وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ

Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri, ketika para utusan datang kepadanya,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِwa-dhrib lahum matsalan ashaaba l-qaryatidan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri
  2. إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَidz jaa'ahaa l-mursaluunaketika para utusan datang kepadanya

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَاضْرِبْwa-dhribdan buatlah
  2. لَهُمْlahumbagi mereka
  3. مَثَلًاmatsalanperumpamaan
  4. أَصْحَابَashaabagolongan
  5. الْقَرْيَةِl-qaryatinegeri
  6. إِذْidzketika
  7. جَاءَهَاjaa'ahaadatang kepadanya
  8. الْمُرْسَلُونَl-mursaluunapara utusan

Inti bacaan

Frasa (وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا, wa-dhrib lahum matsalan) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 18:32 dan 36:13.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَاضْرِبْ, wa-dhrib) yang berarti "dan buatlah". Kata kerjanya berakar ض-ر-ب dan berbentuk perintah untuk satu orang yang diajak bicara. Ayat-ayat sebelumnya juga berbicara kepada satu orang dengan kata ganti "engkau", yaitu 36:3, 36:6, 36:10, dan 36:11. Frasa (وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا, wa-dhrib lahum matsalan) yang berarti "dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 18:32 dan 36:13. Bentuk (وَاضْرِبْ, wa-dhrib) sendiri muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 18:32, 18:45, dan 36:13.

Kata (مَثَلًا, matsalan) yang berarti "suatu perumpamaan" berakar م-ث-ل. Kata ini dan kata sesudahnya, (أَصْحَابَ, ashaaba), sama-sama menjadi sasaran perintah wa-dhrib. Dengan susunan itu penduduk negeri sendiri yang disebut sebagai perumpamaannya, dan terjemahan menyambungnya dengan "yaitu". Pola ini sama dengan 18:32, tempat (وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا رَجُلَيْنِ, wa-dhrib lahum matsalan rajulayni) yang berarti "dan buatlah bagi mereka perumpamaan, dua orang laki-laki", sehingga di kedua ayat orangnya disebut tepat sesudah kata perumpamaan. Di 18:45 kata sesudahnya menyebut keadaan, yaitu (مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, matsala l-hayaati d-dunyaa) yang berarti "perumpamaan kehidupan dunia".

Kata (أَصْحَابَ, ashaaba) yang berarti "penduduk" berakar ص-ح-ب. Bila diikuti nama tempat, kata ini menyebut orang yang berasal dari tempat itu, dan terjemahan memakai "penduduk" untuknya, misalnya (وَأَصْحَابُ مَدْيَنَ, wa-ashaabu madyana) di 22:44, (وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ, wa-ashaabu l-aykati) di 38:13, dan (وَأَصْحَابَ الرَّسِّ, wa-ashaaba r-rassi) di 25:38. Susunan (كَذَّبَ أَصْحَابُ, kadzdzaba ash-haabu) yang berarti "penduduk ... mendustakan" muncul dua kali, yaitu di 15:80 dan 26:176, dan keduanya menyebut (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina), kata yang seakar dengan para utusan di ayat ini, sebagai pihak yang didustakan. Kata lain untuk penduduk, (أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ, ahli haadzihi l-qaryati), ada di 29:31 dan 29:34, dan di sana pun diterjemahkan "penduduk"; bedanya terlihat pada kata Arabnya dan pada kata tunjuk haadzihi yang berarti "ini", sedangkan di 36:13 negerinya tidak ditunjuk.

Kata (الْقَرْيَةِ, l-qaryati) yang berarti "negeri" berakar ق-ر-ي dan memakai kata sandang al-. Terjemahan menulis "suatu negeri" karena tidak ada negeri yang disebut di surah ini sebelum 36:13, sehingga pembaca baru mengenalnya di sini dan negeri itu belum bernama. Ayat 36:20 memakai kata Arab yang lain untuk "kota", dan tidak ada kalimat yang menyatakan kota itu sama dengan negeri di sini.

Kata (إِذْ, idz) yang berarti "ketika" memberi waktu bagi perumpamaan itu. Bentuk (إِذْ جَاءَهَا, idz jaa'ahaa) yang berarti "ketika datang kepadanya" hanya muncul di 36:13. Akhiran (هَا, -haa) yang berarti "-nya" berjenis perempuan, sama dengan al-qaryah, sehingga negeri itu sendiri menjadi sasaran kedatangan mereka, dan terjemahan memakai "kepadanya" tanpa menambah kata "penduduknya". Kata kerja (جَاءَ, jaa'a) berakar ج-ي-ء. Pelakunya, (الْمُرْسَلُونَ, l-mursaluuna) yang berarti "para utusan", berakar ر-س-ل dan berbentuk pasif, "yang diutus", sehingga kata itu menyebut orang yang dikirim tanpa menyebut pengirimnya. Bentuk persis (الْمُرْسَلُونَ, l-mursaluuna) muncul tujuh kali di empat surah, yaitu di 15:57, 15:61, 27:10, 27:35, 36:13, 36:52, dan 51:31. Di 27:35, (فَنَاظِرَةٌ بِمَ يَرْجِعُ الْمُرْسَلُونَ, fa-naazhiratun bi-ma yarji'u l-mursaluuna) yang berarti "lalu menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan", kata itu menyebut orang yang diutus membawa hadiah, sehingga bentuknya sendiri tidak memuat pengirim tertentu. Terjemahan memakai "para utusan" tanpa tambahan "dari Tuhan". Sebutan "Kami" sebagai pengutus baru muncul di 36:14, dan jumlah utusan juga baru tertulis di sana.

Tafsiran

Ayat ini memuat satu perintah, dan peristiwanya sendiri baru berjalan di 36:14. Dua ayat sebelumnya masih berupa pernyataan, yaitu 36:11 tentang orang yang mau mengikuti peringatan dan takut kepada Ar-Rahman tanpa melihat-Nya, dan 36:12 tentang Kami yang menghidupkan orang mati serta mencatat apa yang mereka dahulukan dan bekas-bekas mereka. Di 36:13 pembicaraan beralih ke satu kasus yang diminta untuk diceritakan.

Kata ganti -hum pada (لَهُمْ, lahum) dapat dihubungkan dengan "mereka" di 36:7 sampai 36:10, yaitu orang-orang yang menurut 36:10 tidak beriman, baik engkau memberi peringatan maupun tidak. Dapat dibaca bahwa perintah ini juga ditujukan kepada orang yang sudah dinyatakan tidak akan beriman, tetapi ayat ini tidak mengulang siapa yang dimaksud -hum, dan pembacaan itu berdiri di atas urutan ayat saja.

Dua keterangan waktu berurutan, "ketika para utusan datang" di 36:13 dan "ketika Kami mengutus" di 36:14, dapat dibaca sebagai dua sisi satu peristiwa, yaitu sisi negeri yang didatangi lebih dulu dan sisi pihak yang mengutus sesudahnya. Akar ر-س-ل yang sama sudah dipakai di 36:3 untuk engkau, sehingga kisah yang diminta untuk diceritakan dapat dibaca menyangkut orang-orang yang tugasnya sejenis dengan tugas penerima perintah ini.

Kisah itu dapat dibaca berjalan sampai 36:29, yang menyebut satu teriakan dan keadaan mereka yang seketika padam. Ayat 36:30 menanggapinya dengan seruan penyesalan atas para hamba karena tidak ada rasul yang datang kepada mereka tanpa diolok-olok. Dengan pembacaan itu 36:13 membuka tujuh belas ayat yang kesimpulannya sudah dirumuskan surah sendiri di 36:30, sehingga perumpamaan yang diminta di sini tidak dibiarkan menggantung.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 36:10 menyatakan bahwa bagi mereka sama saja, engkau memberi peringatan atau tidak, dan 36:13 sesudahnya tetap memerintahkan sebuah perumpamaan bagi mereka. Ayat 36:5 menyebut bacaan ini diturunkan oleh Sang Digdaya lagi Sang Pengasih, sehingga perintah itu berada dalam tuturan yang bersumber dari Dia. Perintah yang sama muncul sesudah pernyataan bahwa hasilnya sudah diketahui, dan yang diminta tetap dikerjakan adalah menyusun cerita. Pembaca yang pernah berhenti menjelaskan sesuatu kepada orang yang sudah menolak dapat bertanya pada diri sendiri, apakah penjelasannya yang berhenti atau cara menjelaskannya saja, dan apakah sebuah kisah pernah dicoba sebelum berhenti?
  • Perumpamaan yang diminta di 36:13 berwujud orang-orang, yaitu penduduk sebuah negeri, sama seperti 18:32 yang berupa dua orang laki-laki. Ayat 36:11 dan 36:12 sebelumnya berupa pernyataan tentang orang yang takut kepada Ar-Rahman tanpa melihat-Nya dan tentang pencatatan, sehingga pembaca menimbang isinya. Sebuah kisah mengajak pembaca menimbang tokoh, yaitu siapa yang berbicara, siapa yang menjawab, dan sikap siapa yang terasa dekat. Pembaca kisah ini dapat mengamati pada titik mana dirinya mulai membela salah satu tokoh, dan apakah pembelaan itu sudah disadari sebelum 36:14 menuturkan apa yang dialami para utusan?
  • Negeri di 36:13 tidak diberi nama dan jumlah penduduknya tidak disebut, sedangkan 36:12 baru saja menyatakan bahwa Kami mencatat apa yang didahulukan manusia dan bekas-bekasnya. Pembaca dapat menimbang bahwa sebuah kisah tentang negeri tanpa alamat tidak menyediakan tempat yang dapat dipakai untuk menjauhkan kisah dari diri sendiri. Kota atau kampung mana yang dianggap pembaca tidak mungkin didatangi cerita seperti ini?
  • Ayat 36:13 menyebut para utusan datang kepada negeri itu, dan isi yang mereka bawa belum tertulis. Negeri itu didatangi sebelum penduduknya tahu apa yang akan dikatakan, dan 36:14 baru memberi tahu siapa yang mengutus. Orang yang kedatangan tamu atau kabar tanpa dijemput berada dalam keadaan yang sama, yaitu harus menentukan sikap pertama sebelum isinya jelas. Pembaca dapat menanyai diri sendiri, kabar mana yang pernah ditolaknya karena cara datangnya saja, dan apakah pihak yang menurut 36:14 mengutus mereka, yang berbicara dengan kata Kami, pernah menyampaikan kabar lewat jalan yang tidak disukainya?
  • Perintah di 36:13 membuat mereka menjadi penonton atas penduduk sebuah negeri yang didatangi utusan, dan 36:13 belum mengatakan bahwa penonton sedang melihat dirinya sendiri. Penonton bisa menilai orang lain dengan tajam sambil tidak melihat bahwa sikapnya serupa. Ayat 36:5 menyebut bacaan ini diturunkan oleh Sang Digdaya lagi Sang Pengasih, dan perumpamaan ini dimuat di dalamnya tanpa nama pembaca yang harus dikenai. Pembaca dapat mengamati apakah penduduk negeri itu ditaruhnya sebagai orang lain yang jauh, dan apa yang terjadi pada penilaiannya bila Tuhan yang menurunkan bacaan ini menaruh kisah itu di depannya tepat pada bagian tentang orang yang tidak mau mendengar?
  • Ayat 36:13 memerintahkan pembuatan perumpamaan bagi mereka dan tidak memuat hasil yang akan dicapai. Ayat 36:10 sudah menyatakan bahwa mereka tidak beriman, sehingga perintah ini berdiri tanpa janji bahwa perumpamaan itu akan mengubah mereka. Perintah itu datang dari tuturan Dia yang menurunkan bacaan ini menurut 36:5, dan isinya pekerjaan menyusun cerita. Pembaca yang sedang menyampaikan sesuatu kepada orang lain dapat bertanya, apakah pekerjaannya sudah selesai pada saat ia menyusun penjelasan, atau ia baru merasa selesai sesudah orang itu berubah?