إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ
Yaitu ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya. Kemudian Kami kuatkan dengan yang ketiga, maka mereka berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepada kalian.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَاidz arsalnaa ilayhimu tsnayni fa-kadzdzabuuhumaayaitu ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya
- فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَfa-'azzaznaa bi-tsaalitsin fa-qaaluu innaa ilaykum mursaluunakemudian Kami kuatkan dengan yang ketiga, maka mereka berkata, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepada kalian
Terjemahan per kata (11 kata)
- إِذْidzketika
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- إِلَيْهِمُilayhimukepada mereka
- اثْنَيْنِtsnaynidua
- فَكَذَّبُوهُمَاfa-kadzdzabuuhumaalalu mereka mendustakan keduanya
- فَعَزَّزْنَاfa-'azzaznaamaka Kami menguatkan
- بِثَالِثٍbi-tsaalitsindengan yang ketiga
- فَقَالُواfa-qaaluulalu mereka berkata
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- إِلَيْكُمْilaykumkepada kalian
- مُرْسَلُونَmursaluunayang diutus
Inti bacaan
Bentuk (فَكَذَّبُوهُمَا, fa-kadzdzabuuhumaa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 23:48 dan 36:14.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِذْ أَرْسَلْنَا, idz arsalnaa) yang berarti "yaitu ketika Kami mengutus". Kata "yaitu" di awal terjemahan menyambung ke 36:13, sebab idz yang kedua ini dapat dibaca memerinci idz "ketika para utusan datang" di ayat sebelumnya. Kata kerja (أَرْسَلْنَا, arsalnaa) berakar ر-س-ل, sama dengan al-mursaluuna di 36:13, dan pelakunya adalah "Kami". Susunan (إِذْ أَرْسَلْنَا, idz arsalnaa) muncul tiga kali di dua surah, termasuk yang bersambung dengan akhiran seperti di 51:38, yaitu di 36:14, 51:38, dan 51:41. Di 51:38, (إِذْ أَرْسَلْنَاهُ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ, idz arsalnaahu ilaa fir'awna) yang berarti "ketika Kami mengutusnya kepada Firaun", sasarannya seorang manusia, sedangkan di 51:41, (إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ الْعَقِيمَ, idz arsalnaa 'alayhimu ar-riiha l-'aqiima) sasarannya angin. Terjemahan memakai "mengutus" bila yang dikirim manusia, yaitu di 36:14 dan 51:38, dan "mengirim" bila yang dikirim angin, yaitu di 51:41. Bentuk (أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ, arsalnaa ilayhimu) yang berarti "Kami mengutus kepada mereka" hanya muncul satu kali, di 36:14.
Kata (اثْنَيْنِ, tsnayni) yang berarti "dua" berakar ث-ن-ي dan berbentuk dual. Bentuk persis ini muncul di delapan ayat pada tujuh surah, yaitu di 6:143, 6:144, 9:40, 11:40, 13:3, 16:51, 23:27, dan 36:14. Di enam ayat di antaranya angka itu bersanding dengan kata yang menyebut apa yang dihitung, misalnya (إِلَٰهَيْنِ اثْنَيْنِ, ilaahayni tsnayni) di 16:51 yang berarti "dua tuhan", dan (زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ, zawjayni tsnayni) di 11:40 dan 23:27. Di 9:40, (ثَانِيَ اثْنَيْنِ, tsaaniya tsnayni) yang berarti "salah satu dari dua", benda yang dihitung tidak disebut, sama seperti di 36:14, dan terjemahan kedua ayat menulis "dua orang". Terjemahan 36:14 memakai "dua orang utusan", dengan "orang" bagi dual yang menunjuk manusia dan "utusan" yang diambil dari kata kerja arsalnaa serta dari al-mursaluuna di 36:13.
Kata (فَكَذَّبُوهُمَا, fa-kadzdzabuuhumaa) yang berarti "lalu mereka mendustakan keduanya" tersusun dari (فَ, fa) "lalu", kata kerja (كَذَّبَ, kadzdzaba) "mendustakan", akhiran (وا, -uu) "mereka", dan akhiran (هُمَا, -humaa) "keduanya". Akarnya ك-ذ-ب. Bentuk kedua ini, "mendustakan", menyatakan penolakan terhadap kebenaran yang datang dari pihak lain. Bentuk dasarnya, (كَذَبَ, kadzaba) yang berarti "berdusta", menyatakan pelaku sendiri berkata tidak benar. Bentuk dasar muncul di sebelas ayat, yaitu 2:10, 6:24, 9:77, 9:90, 11:18, 12:27, 12:110, 36:15, 39:32, 39:60, dan 53:11, sedangkan bentuk kedua muncul di 163 ayat. Dua ayat berurutan, 36:14 dan 36:15, memuat keduanya. Bentuk persis (فَكَذَّبُوهُمَا, fa-kadzdzabuuhumaa) muncul dua kali di dua surah, yaitu di 23:48 dan 36:14. Di 23:48, (فَكَذَّبُوهُمَا فَكَانُوا مِنَ الْمُهْلَكِينَ, fa-kadzdzabuuhumaa fa-kaanuu mina l-muhlakiina) yang berarti "maka mereka mendustakan keduanya, lalu mereka termasuk orang-orang yang dibinasakan", dua orang yang didustakan disebut di 23:45 sebagai Musa dan Harun.
Kata (فَعَزَّزْنَا, fa-'azzaznaa) yang berarti "kemudian Kami kuatkan" tersusun dari (فَ, fa) "kemudian", kata kerja 'azzaza, dan akhiran (نَا, -naa) "Kami". Akarnya ع-ز-ز, dan bentuk persis ini hanya muncul di 36:14. Kata kerja dari akar itu muncul tiga kali, masing-masing dalam pola yang berbeda dan dengan padanan yang berbeda, yaitu (وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ, wa-tu'izzu man tasyaa'u) di 3:26 yang berarti "dan Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki", (وَعَزَّنِي فِي الْخِطَابِ, wa-'azzanii fii l-khithaabi) di 38:23 yang berarti "dan dia mengalahkanku dalam perdebatan", dan fa-'azzaznaa di 36:14. Akar yang sama membentuk (الْعَزِيزِ, l-'aziizi) di 36:5 yang berarti "Sang Digdaya", sebutan bagi pemilik daya. Terjemahan 36:14 memakai "kuatkan" dan tidak memakai "digdayakan" karena objeknya, (بِثَالِثٍ, bi-tsaalitsin) yang berarti "dengan yang ketiga", menunjukkan penambahan tenaga pada dua orang yang sudah ada.
Kata (ثَالِثٍ, tsaalitsin) berakar ث-ل-ث dan, dengan mengabaikan akhiran, muncul dua kali di dua surah, yaitu di 5:73 dan 36:14. Di 5:73, (ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ, tsaalitsu tsalaatsatin) diterjemahkan "salah satu dari tiga" karena ada kata (ثَلَاثَةٍ, tsalaatsatin) yang berarti "tiga" di sebelahnya, sedangkan di 36:14 tidak ada kata hitungan lain sehingga terjemahannya "yang ketiga" tanpa tambahan "utusan".
Kata (مُرْسَلُونَ, mursaluuna) yang berarti "orang-orang yang diutus" berakar ر-س-ل dan berbentuk pasif, bentuk yang sama dengan al-mursaluuna di 36:13 tetapi tanpa kata sandang. Karena berbentuk pasif, ucapan (إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ, innaa ilaykum mursaluuna) yang berarti "sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepada kalian" memberi kabar tentang diri pembicara tanpa menuliskan pengirimnya. Pelaku ucapan itu, (فَقَالُوا, fa-qaaluu) "maka mereka berkata", tidak diberi nama, dan isi ucapan sendiri menunjukkan siapa yang berbicara. Susunan (إِنَّا إِلَيْكُمْ, innaa ilaykum) yang berarti "sesungguhnya kami kepada kalian" muncul dua kali di satu surah, yaitu di 36:14 dan 36:16.
Tafsiran
Ayat ini memerinci kedatangan para utusan di 36:13 dalam empat langkah, yaitu dua orang diutus, keduanya didustakan, mereka dikuatkan dengan yang ketiga, lalu para utusan berbicara untuk pertama kalinya. Pelaku langkah pertama dan ketiga adalah "Kami", pelaku langkah kedua adalah penduduk negeri, dan pelaku langkah keempat adalah para utusan, sehingga tiga pihak tampil berganti dalam satu ayat.
Bentuk jumlah ikut berubah di dalam ayat. Penolakan ditulis dengan akhiran dual, (فَكَذَّبُوهُمَا, fa-kadzdzabuuhumaa) "mereka mendustakan keduanya", sedangkan sesudah yang ketiga datang, pembicaraan memakai bentuk jamak, (فَقَالُوا إِنَّا, fa-qaaluu innaa) "maka mereka berkata, sesungguhnya kami". Perubahan itu mengikuti perubahan jumlah dari dua ke tiga, dan para utusan berbicara bersama dalam satu suara, tanpa pembagian siapa mengatakan apa.
Penolakan di ayat ini ditulis sebagai kata kerja saja, tanpa kutipan ucapan penduduk dan tanpa kutipan ucapan utusan sebelum yang ketiga datang. Ucapan penduduk yang pertama baru dikutip di 36:15, dan ucapan para utusan yang pertama dikutip di ayat ini setelah penambahan itu. Dapat dibaca bahwa penolakan terjadi lebih dulu daripada penjelasan yang dikutip dari para utusan, tetapi ayat tidak menyatakan apa yang sudah mereka katakan sebelum itu.
Frasa yang sama, "maka mereka mendustakan keduanya", ada di 23:48, dan di sana kelanjutannya adalah kebinasaan. Di 36:14 kelanjutannya adalah penguatan lewat yang ketiga. Kedua ayat berbicara tentang kaum yang berbeda dan tidak disamakan, sehingga yang sama hanya rangkaian katanya. Ayat 36:14 membuka giliran bicara yang berselang-seling, yaitu para utusan di ayat ini, penduduk di 36:15, para utusan di 36:16 sampai 36:17, penduduk di 36:18, dan para utusan di 36:19, sehingga ucapan di ayat ini menjadi pembuka percakapan lima giliran.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 36:14 menulis dua tindakan dari pihak yang menyebut dirinya Kami, yaitu mengutus dua orang lalu menguatkan mereka dengan yang ketiga, dan di antara keduanya penduduk mendustakan. Pihak yang sama di 36:12 menyebut diri menghidupkan orang mati dan mencatat apa yang mereka dahulukan serta bekas-bekasnya. Dia tidak tertulis menanggapi penolakan itu dengan menarik utusannya. Pembaca yang usahanya pernah ditolak dapat menimbang apa yang ditambahkannya sesudah itu, yaitu orang, cara, atau kesabaran, dan apakah usaha itu pernah diulang dengan bentuk yang sama sambil berharap hasilnya lain?
- Ayat 36:14 menyebut Kami sebagai pihak yang mengutus, dan penduduk negeri hanya tercatat sebagai pihak yang mendustakan. Ayat 22:75 menyebut Allah memilih utusan dari kalangan malaikat dan manusia, dan 6:124 menyebut sekelompok orang berkata tidak akan beriman sebelum diberi seperti yang diberikan kepada para rasul Allah, lalu menjawab bahwa Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Dalam ketiga ayat itu pemilihan utusan berada di pihak pengutus, dan penerima kabar tidak ikut memilih. Pembaca dapat bertanya pada diri sendiri, kabar apa yang ditundanya sampai datang dari orang yang cocok dengan seleranya, dan apakah selera itu pernah disebutnya sebagai syarat di depan Tuhan?
- Penolakan di 36:14 ditulis lebih dulu daripada ucapan para utusan yang dikutip, sebab kutipan pertama mereka baru datang sesudah yang ketiga ikut serta. Ayat itu memuat kata kerja mendustakan tanpa menulis isi dustanya, sehingga pembaca hanya tahu bahwa dua orang sudah dinilai sebelum pembaca mendengar apa yang mereka katakan. Orang yang menilai kabar dari siapa pembawanya dapat menimbang urutannya sendiri: pembawa dinilai dulu, lalu isinya didengar, atau isinya didengar dulu sebelum pembawanya dinilai? Pertanyaan itu menyentuh bacaan ini juga, yang menurut 36:5 diturunkan oleh Sang Digdaya lagi Sang Pengasih, dan yang menurut 36:3 menyebut penerimanya termasuk para rasul.
- Sesudah dua orang menjadi tiga, ayat 36:14 mengganti dual dengan jamak dan para utusan berbicara sebagai satu kelompok, sesungguhnya kami diutus kepada kalian. Pembagian siapa mengucapkan bagian mana tidak ditulis. Ucapan itu juga memakai bentuk pasif, sehingga pengirimnya tidak tertulis dalam kalimat mereka, padahal 36:16 kemudian menyebut Tuhan kami dalam ucapan yang sama kelompoknya. Orang yang bekerja dalam sebuah tim dapat bertanya, apakah kabar yang disampaikan bersama itu terdengar sebagai satu suara bagi pendengarnya, dan kapan pengirim sebenarnya disebut di tengah penyampaian?
- Ayat 36:14 memakai fa tiga kali untuk menyusun urutan, yaitu lalu mereka mendustakan, kemudian Kami kuatkan, maka mereka berkata, dan tidak menulis berapa lama jarak antara langkah-langkah itu. Pihak yang mengutus menurut ayat ini adalah Kami, dan lama menunggu tidak diumumkan kepada pembaca. Cerita yang di ayat 36:13 disebut perumpamaan ini hanya memperlihatkan urutan, tanpa ukuran hari atau bulan. Pembaca yang sedang menunggu hasil dari sesuatu yang disampaikannya dapat bertanya, apakah waktu yang dihitungnya pernah dijanjikan kepadanya, dan apakah Allah yang mengutus sudah menetapkan lamanya sebelum hitungan itu selesai?
- Ayat 36:13 menulis kabar dari sisi negeri yang didatangi, dan 36:14 menulisnya dari sisi pihak yang mengutus, sehingga pembaca diberi dua tempat untuk berdiri. Dari sisi penerima kabar tampak orang asing yang datang tanpa diundang, dan dari sisi pengirim tampak dua orang yang dikirim lalu ditambah yang ketiga. Kedua sisi itu ditulis di ayat yang berdampingan dan tidak saling menyingkirkan. Pembaca yang menerima kabar yang tidak disukainya dapat memeriksa di sisi mana dirinya berdiri ketika membacanya, dan apakah pernah dicobanya berdiri di sisi pihak yang mengirim, yaitu Dia yang menurut 36:12 mencatat bekas-bekas manusia?