قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ

Mereka berkata, “Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami benar-benar para utusan kepada kalian.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَqaaluu rabbunaa ya'lamu innaa ilaykum la-mursaluunamereka berkata, Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami benar-benar para utusan kepada kalian

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. رَبُّنَاrabbunaaTuhan kami
  3. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  4. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  5. إِلَيْكُمْilaykumkepada kalian
  6. لَمُرْسَلُونَla-mursaluunabenar-benar para utusan

Inti bacaan

Susunan (قَالُوا رَبُّنَا, qaaluu rabbunaa) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 18:14, 36:16, 41:30, dan 46:13.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini membuka giliran bicara para utusan dengan (قَالُوا رَبُّنَا, qaaluu rabbunaa) yang berarti "mereka berkata, Tuhan kami". Kata (رَبُّنَا, rabbunaa) berakar ر-ب-ب dan tersusun dari rabb "Tuhan" serta akhiran (نَا, -naa) "kami". Susunan (قَالُوا رَبُّنَا, qaaluu rabbunaa) muncul empat kali di empat surah, yaitu di 18:14, 36:16, 41:30, dan 46:13. Di 41:30 dan 46:13 bunyinya (قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ, qaaluu rabbunaa llaahu) yang berarti "berkata, Tuhan kami adalah Allah", dan di 18:14 bunyinya (فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, fa-qaaluu rabbunaa rabbu s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "lalu berkata, Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi". Di ketiganya kata sesudah rabbunaa menyebut siapa Tuhan itu. Di 36:16 kata sesudahnya adalah kata kerja (يَعْلَمُ, ya'lamu), sehingga yang diucapkan para utusan menyangkut apa yang dilakukan Tuhan mereka, tidak menyangkut namanya.

Kata (يَعْلَمُ, ya'lamu) yang berarti "mengetahui" berakar ع-ل-م dan berpelaku satu orang. Frasa (رَبُّنَا يَعْلَمُ, rabbunaa ya'lamu) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:16. Kata kerja yang sama dengan Tuhan sebagai pelaku ada di 21:4, (قَالَ رَبِّي يَعْلَمُ الْقَوْلَ, qaala rabbii ya'lamu l-qawla) yang berarti "ia berkata, Tuhanku mengetahui perkataan", dengan "Tuhanku" bagi satu pembicara, sedangkan 36:16 memakai "Tuhan kami" bagi satu kelompok. Susunan (يَعْلَمُ إِنَّا, ya'lamu innaa) hanya muncul satu kali, di 36:16. Kata (إِنَّا, innaa) sesudah kata kerja "mengetahui" membuka isi yang diketahui, sehingga terjemahan menulis "bahwa sesungguhnya". Di 36:76, (إِنَّا نَعْلَمُ, innaa na'lamu) yang berarti "sesungguhnya Kami mengetahui" juga hanya muncul satu kali, dengan "Kami" sebagai pelaku, dan di sana innaa berada di depan kata kerja sehingga tidak ada kata "bahwa". Pengetahuan di ayat ini ditulis tanpa kata "kelak". Di 11:93, (سَوْفَ تَعْلَمُونَ, sawfa ta'lamuuna) yang berarti "kelak kalian akan mengetahui" diucapkan kepada kaum si pembicara, dan bentuk dengan fa di depannya ada di 6:135 dan 39:39. Di ketiga ayat itu pengetahuan ditaruh di masa depan dan pada orang yang diajak bicara, sedangkan di 36:16 pengetahuan itu milik Tuhan para utusan dan dinyatakan tanpa penunjuk waktu.

Susunan (إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ, innaa ilaykum la-mursaluuna) yang berarti "sesungguhnya kami benar-benar para utusan kepada kalian" hampir sama dengan ucapan di 36:14, (إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ, innaa ilaykum mursaluuna), dan bedanya terletak pada huruf (لَ, la-) di depan mursaluuna. Susunan (إِنَّا إِلَيْكُمْ, innaa ilaykum) muncul dua kali di satu surah, yaitu di 36:14 dan 36:16. Huruf la- menambah penegasan, dan terjemahan memakainya sebagai "benar-benar". Penegasan yang sama ada di 36:3, (إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, innaka la-mina l-mursaliina) yang berarti "sesungguhnya engkau benar-benar salah seorang dari para rasul". Susunan itu muncul dua kali di dua surah, yaitu di 2:252 dan 36:3. Kata (لَمُرْسَلُونَ, la-mursaluuna) berakar ر-س-ل dan berbentuk pasif, "yang diutus". Terjemahan di ayat ini memakai "para utusan", sedangkan 36:14 memakai "orang-orang yang diutus" untuk kata dasar yang sama, dan keduanya menyatakan "yang diutus" dengan pengirim yang tidak tertulis di dalam kalimat. Kata (إِلَيْكُمْ, ilaykum) yang berarti "kepada kalian" menunjuk orang kedua jamak laki-laki, seperti antum di 36:15, sehingga alamat tugas itu tetap ditujukan kepada orang yang baru saja menolak.

Tafsiran

Ayat ini menjawab tiga penolakan di 36:15 dengan satu kalimat yang tidak menyinggung satu pun di antaranya. Para utusan tidak menyatakan setuju atau tidak setuju bahwa mereka manusia seperti penduduk negeri, tidak menyebut apa yang diturunkan, dan tidak membalas tuduhan berdusta dengan tuduhan serupa. Mereka mengulang isi ucapan 36:14, bahwa mereka diutus kepada penduduk, dan menaruh pembenarannya pada pengetahuan Tuhan mereka.

Di 14:11 jawaban para rasul atas kalimat yang sama, "manusia seperti kami", mengakui kemanusiaan mereka lalu menambahkan keterangan tentang karunia. Di 36:16 jawaban itu mengambil jalan lain, yaitu menaruh perkara pada pengetahuan Tuhan. Kedua ayat berbicara tentang kaum yang berbeda, dan perbedaan jalannya cukup disebut saja.

Ucapan di ayat ini dan ucapan di 36:14 berisi pokok yang sama, yaitu kami diutus kepada kalian. Perbedaannya terletak pada dua tambahan, yaitu huruf la- yang menegaskan dan kalimat pembuka tentang pengetahuan Tuhan. Dapat dibaca bahwa penegasan itu muncul sesudah ucapan pertama ditolak, tetapi ayat ini tidak mengaitkan kedua tambahan itu dengan penolakan secara langsung. Kalimat pembuka tentang pengetahuan Tuhan juga menemukan padanannya di 36:76, yang memakai kata kerja akar yang sama dengan "Kami" sebagai pelaku, tentang apa yang dirahasiakan dan dinyatakan orang yang menolak.

Ucapan para utusan belum selesai di akhir ayat ini. Pernyataan tentang pengetahuan Tuhan disusul pernyataan tentang batas tugas di 36:17, sehingga jawaban lengkap para utusan terdiri dari dua bagian, yang pertama tentang siapa yang mengetahui dan yang kedua tentang apa yang menjadi kewajiban mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 36:16 memuat jawaban para utusan yang berupa kesaksian, Tuhan kami mengetahui, dan tidak memuat bukti yang diminta. Di 36:15 penduduk memang belum meminta bukti, tetapi tuduhan berdusta sudah dilontarkan, dan jawaban yang tercatat menunjuk pihak yang mengetahui sebelum menunjuk tanda apa pun. Pembaca yang pernah dituduh berdusta dan tidak memegang satu pun bukti dapat bertanya pada diri sendiri, kepada siapa kesaksian atas dirinya ditaruh, dan apakah jawabannya masih sama bila tidak ada seorang pun yang mendengar?
  • Di 36:76 pihak yang menyebut dirinya Kami menyatakan mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan, dan di 36:16 para utusan menyebut Tuhan mereka mengetahui bahwa mereka benar-benar diutus. Kedua ayat menaruh pengetahuan pada pihak yang tidak terhalang oleh apa yang disembunyikan atau diucapkan. Para utusan tidak perlu membuka isi batin mereka kepada penduduk agar kebenaran status mereka diketahui, sebab ucapan itu menyebut Dia yang sudah mengetahuinya. Pembaca dapat menimbang apa yang selama ini dirahasiakannya dan apa yang dinyatakannya, dan apakah keduanya sama di hadapan Tuhan yang mengetahui keduanya?
  • Ucapan para utusan di 36:16 memuat pokok yang sama dengan ucapan di 36:14, yaitu kami diutus kepada kalian, dengan tambahan penegas. Sesudah tiga penolakan di 36:15, isi ucapan itu tidak diubah dan tidak diperlunak, dan yang bertambah adalah penegasnya serta penyebutan Tuhan mereka. Orang yang kabarnya ditolak dapat menimbang apa yang diubahnya ketika mengulang kabar itu, isinya atau nadanya, dan apakah pengulangan itu menjadi lebih kuat karena pengetahuan Tuhan diletakkan di depan, sementara suaranya tidak dikeraskan?
  • Di 18:14, 41:30, dan 46:13 kata sesudah Tuhan kami menyebut siapa Tuhan itu, yaitu Allah atau Tuhan langit dan bumi. Di 36:16 kata sesudahnya adalah mengetahui, sehingga yang dinyatakan para utusan tentang Tuhan mereka berupa apa yang dilakukan-Nya. Penduduk di 36:15 sudah menyebut nama Ar-Rahman, dan pembahasan nama itu tidak dilanjutkan para utusan. Apakah pembaca yang ditanya tentang Tuhannya lebih mudah menyebut nama-Nya daripada menyatakan apa yang diyakininya tentang pengetahuan-Nya atas dirinya?
  • Penduduk di 36:15 memanggil para utusan dengan kalian dua kali, dan para utusan di 36:16 menjawab dengan kata kepada kalian, sehingga alamat tugas mereka tidak berubah meski sudah disebut manusia biasa, tidak membawa apa yang diturunkan, dan berdusta. Di ayat ini Tuhan mereka disebut mengetahui bahwa tugas itu ditujukan kepada orang-orang yang baru saja menolaknya. Pembaca dapat bertanya apakah orang yang menolak kabarnya masih dianggap berada dalam alamat pesannya, dan apakah alamat itu pernah diganti karena tuduhan yang diterima?
  • Di 6:135, 11:93, dan 39:39 jawaban kepada kaum yang menolak berbunyi kelak kalian akan mengetahui, sebuah pernyataan tentang masa depan yang ditujukan kepada penolak. Di 36:16 jawabannya berbunyi Tuhan kami mengetahui, tanpa kata kelak dan tanpa menunjuk apa yang akan menimpa penduduk. Ancaman baru muncul di 36:18, dan datang dari pihak penduduk. Pembaca yang sedang menolak dan ditegur dapat memperhatikan nada tegurannya, apakah menunjuk masa depan penolak atau menunjuk pengetahuan Tuhan yang sudah ada sekarang, dan apa yang berubah pada hatinya bila yang pertama diganti yang kedua?