وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Dan kewajiban kami hanya penyampaian yang jelas.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُwa-maa 'alaynaa illaa l-balaaghu l-mubiinudan kewajiban kami hanya penyampaian yang jelas

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. عَلَيْنَا'alaynaaatas kami
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. الْبَلَاغُl-balaaghupenyampaian
  5. الْمُبِينُl-mubiinuyang jelas

Inti bacaan

Frasa (وَمَا عَلَيْنَا, wa-maa 'alaynaa) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:17.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا, wa-maa 'alaynaa illaa) yang berarti "dan tidaklah atas kami kecuali". Bentuk ini tersusun dari (وَ, wa) "dan", (مَا, maa) "tidaklah", (عَلَيْنَا, 'alaynaa) "atas kami", dan (إِلَّا, illaa) "kecuali". Kata (عَلَيْنَا, 'alaynaa) terdiri dari (عَلَىٰ, 'alaa) "atas" dan akhiran (نَا, -naa) "kami". Di Al-Qur'an 'alaa dipakai untuk beban yang ditanggung pihak yang disebut sesudahnya. Di 24:54, (فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ, fa-innamaa 'alayhi maa hummila wa-'alaykum maa hummiltum) yang berarti "maka atasnya apa yang dibebankan kepadanya, dan atas kalian apa yang dibebankan kepada kalian", 'alaa berpasangan dengan kata kerja yang berarti "dibebani". Terjemahan memakai "kewajiban" untuk 'alaa yang bersambung dengan rasul atau utusan, seperti di 5:92, 5:99, 16:35, 24:54, 29:18, dan 64:12. Frasa (وَمَا عَلَيْنَا, wa-maa 'alaynaa) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:17. Kata 'alaynaa dipakai juga di 13:40, (وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ, wa-'alaynaa l-hisaabu) yang berarti "dan Kamilah yang memperhitungkan", dengan "Kami" sebagai pihak yang memikul perhitungan, sedangkan di 36:17 pemikulnya para utusan dan yang dipikul adalah penyampaian.

Kata (الْبَلَاغُ, l-balaaghu) yang berarti "penyampaian" berakar ب-ل-غ dan memakai kata sandang al-. Kata ini muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu di 3:20, 5:92, 5:99, 13:40, 16:35, 16:82, 24:54, 29:18, 36:17, 42:48, dan 64:12. Di semua sebelas ayat itu kata tersebut didahului 'alaa dan pihak yang menanggung, yaitu engkau di 3:20, 13:40, 16:82, dan 42:48, rasul atau para rasul di 5:99, 16:35, 24:54, dan 29:18, Rasul Kami di 5:92 dan 64:12, dan kami di 36:17. Susunan (إِلَّا الْبَلَاغُ, illaa l-balaaghu) yang berarti "kecuali penyampaian" muncul enam kali di enam surah, yaitu di 5:99, 16:35, 24:54, 29:18, 36:17, dan 42:48. Arti "penyampaian" didukung kata kerja dari akar yang sama di 7:62, (أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي, uballighukum risaalaati rabbii) yang berarti "aku sampaikan kepada kalian risalah-risalah Tuhanku", yang berobjek isi kabar yang dibawa.

Kata (الْمُبِينُ, l-mubiinu) berakar ب-ي-ن dan menyifati kata sebelumnya. Susunan (الْبَلَاغُ الْمُبِينُ, l-balaaghu l-mubiinu) yang berarti "penyampaian yang jelas" muncul tujuh kali di enam surah, yaitu di 5:92, 16:35, 16:82, 24:54, 29:18, 36:17, dan 64:12. Di dalam surah 36 kata mubiin muncul tujuh kali di tujuh ayat, yaitu di 36:12, 36:17, 36:24, 36:47, 36:60, 36:69, dan 36:77. Di 36:12 bunyinya (إِمَامٍ مُبِينٍ, imaamin mubiinin) "kitab induk yang nyata", di 36:24 dan 36:47 (ضَلَالٍ مُبِينٍ, dhalaalin mubiinin) "kesesatan yang nyata", di 36:60 (عَدُوٌّ مُبِينٌ, 'aduwwun mubiinun) "musuh yang nyata", di 36:69 (وَقُرْآنٌ مُبِينٌ, wa-qur'aanun mubiinun) "Al-Qur'an yang jelas", dan di 36:77 (خَصِيمٌ مُبِينٌ, khashiimun mubiinun) "penentang yang nyata". Terjemahan memakai "jelas" bila yang disifati penyampaian atau bacaan, yaitu di 36:17 dan 36:69, dan "nyata" bila yang disifati benda, keadaan, atau pelaku, yaitu di lima ayat lainnya. Karena itu 36:17 memakai "penyampaian yang jelas", sejajar dengan "Al-Qur'an yang jelas" di 36:69.

Tafsiran

Ayat ini menutup ucapan para utusan dengan pernyataan batas tugas, dan kerangkanya sama dengan kerangka penolakan di 36:15. Penduduk memakai pola "tidak lain" untuk menyempitkan para utusan menjadi manusia seperti mereka dan menjadi pembuat dusta. Para utusan memakai pola yang sama, (وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا, wa-maa 'alaynaa illaa), untuk menyempitkan tugas mereka sendiri menjadi penyampaian yang jelas. Kedua sisi memakai bentuk kalimat yang sama untuk dua ukuran yang berlainan, yang satu tentang siapa mereka menurut penduduk dan yang lain tentang apa yang menjadi kewajiban mereka menurut mereka sendiri.

Ucapan dua ayat ini berurutan. Ayat 36:16 menyebut siapa yang mengetahui, dan 36:17 menyebut apa yang dipikul para utusan. Penerimaan penduduk dan perhitungan atas penerimaan itu tidak tercantum dalam kewajiban yang disebut. Ayat 13:40 menaruh perhitungan pada pihak yang menyebut dirinya Kami, sehingga dapat dibaca bahwa yang tidak dipikul para utusan berada di pihak lain, meskipun 36:17 sendiri tidak menyebut siapa pihak itu.

Kalimat tentang batas tugas muncul di tujuh ayat lain sesudah pengandaian bahwa pendengar berpaling atau mendustakan, yaitu 3:20, 5:92, 16:82, 24:54, 29:18, 42:48, dan 64:12. Di 36:17 pengandaian itu sudah menjadi kenyataan di ayat sebelumnya, sebab penduduk menolak di 36:15. Ayat ini berbeda dari ketujuh ayat itu karena diucapkan para utusan tentang diri mereka sendiri, memakai kata kami, sedangkan di ayat-ayat lain batas itu ditulis sebagai pernyataan tentang engkau atau rasul.

Ayat 36:17 mengakhiri giliran bicara para utusan sebelum penduduk menjawab di 36:18. Kata mubiin yang dipakainya muncul pula dalam ucapan penolak di 36:47, ketika orang yang kufur menyebut orang beriman berada dalam kesesatan yang nyata, dan dalam ucapan lelaki di 36:24 tentang dirinya seandainya dirinya mengambil sembahan lain. Tiga pembicara itu memakai kata yang sama untuk hal yang berlainan, yaitu penyampaian, kesesatan yang dituduhkan kepada orang beriman, dan kesesatan yang dibayangkan lelaki itu bagi dirinya.

Renungan dan Hikmah

  • Di 24:54 Rasul disebut menanggung apa yang dibebankan kepadanya, dan pendengar menanggung apa yang dibebankan kepada pendengar, dalam ayat yang juga memerintahkan ketaatan kepada Allah dan kepada Rasul. Ayat 36:17 memakai pembagian yang serupa dengan kata kami: atas kami penyampaian yang jelas, dan penerimaan tidak termasuk di dalamnya. Pembaca yang merasa menanggung banyak hal dapat memeriksa daftarnya, mana yang benar-benar dibebankan kepadanya dan mana yang diambil sendiri karena takut kabar yang dibawanya ditolak, dan apa yang terjadi pada pundaknya bila daftar itu dipangkas sampai seukuran penyampaian yang jelas?
  • Dalam 13:40 pihak yang menyebut dirinya Kami memikul perhitungan, sedangkan penyampaian dipikul orang yang diajak bicara, dan di 36:17 para utusan menyebut penyampaian sebagai bagian mereka. Hubungan penyampai dengan penerima menjadi tidak berat sebelah, sebab apa yang terjadi sesudah kabar sampai tidak ada di pundak penyampai. Para utusan di 36:16 menyebut Tuhan mereka sebagai yang mengetahui, dan 13:40 menaruh perhitungan pada pihak yang berbicara dengan kata Kami. Pembaca dapat bertanya, bagian mana dari urusan orang lain yang dipikulnya padahal ada pihak lain yang memikulnya, dan apa yang akan terasa lebih ringan bila bagian itu dikembalikan?
  • Penduduk di 36:15 meringkas para utusan menjadi manusia seperti mereka dan menjadi pembuat dusta, dan para utusan di 36:17 meringkas tugas mereka menjadi penyampaian yang jelas. Dua ringkasan itu memakai bentuk kalimat yang sama, tidak lain, tetapi isinya berbeda dan salah satunya disusun oleh orang yang menjalani tugas itu sendiri. Tuhan mereka disebut mengetahui di 36:16, dan ringkasan tugas yang disusun para utusan diletakkan sesudahnya. Pembaca yang dirangkum orang lain dalam dua kata dapat bertanya, apakah dirinya punya rangkuman tentang tugasnya yang tidak dipinjam dari orang yang menilainya, dan di hadapan siapa rangkuman itu pertama kali diucapkan?
  • Kata jelas di 36:17 menyifati penyampaian, sehingga kejelasan itu ditaruh pada pihak yang menyampaikan. Kata yang sama menyifati kitab induk di 36:12, tempat segala sesuatu dihitung oleh pihak yang menyebut dirinya Kami, dan Al-Qur'an di 36:69. Para utusan tidak mengklaim bahwa kabar mereka akan diterima, dan klaim yang mereka ajukan menyangkut kejelasan. Pembaca yang merasa tidak didengar dapat memeriksa terlebih dahulu jernih tidaknya cara penyampaiannya, dan apakah yang disebutnya penolakan sebenarnya kabar yang belum pernah dibuat terang sebelum pendengarnya menjawab?
  • Di 3:20, 5:92, 16:82, 24:54, 29:18, 42:48, dan 64:12 pernyataan tentang batas tugas muncul sesudah pengandaian bahwa pendengar berpaling atau mendustakan, misalnya 5:92 yang membuka dengan perintah taat kepada Allah dan kepada Rasul. Di 36:17 penolakan itu sudah tertulis di 36:15, sehingga para utusan menyebut batas tugas ketika tuduhan berdusta sudah ada di telinga mereka. Pembaca yang menerima penolakan dapat memperhatikan pada saat apa batas tugasnya biasa disebut, sebelum penolakan datang atau sesudahnya, dan apakah batas itu terasa seperti pembelaan diri atau seperti pengakuan yang jujur tentang apa yang menjadi bagiannya?
  • Para utusan menutup ucapan mereka di 36:17 dengan batas tugas yang tidak menuntut apa pun dari penduduk, dan 36:18 membalasnya dengan ancaman merajam. Ucapan yang tidak menuntut apa pun dari penduduk dibalas dengan ancaman. Di 36:16 Tuhan mereka disebut mengetahui bahwa mereka diutus, dan ayat-ayat sesudahnya tidak mencatat bahwa para utusan membalas ancaman itu dengan ancaman. Pembaca dapat bertanya, bila batas tugasnya sudah disebut dengan jujur dan tekanan tetap datang, pada apa pembaca bersandar, dan apakah sandaran itu sama dengan yang ditunjuk para utusan di ayat sebelumnya?