قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ ۚ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Mereka berkata, “Kesialan kalian ada bersama kalian. Apakah jika kalian diberi peringatan? Bahkan, kalian adalah kaum yang melampaui batas.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْqaaluu thaa'irukum ma'akummereka berkata, kesialan kalian ada bersama kalian
  2. أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَa-in dzukkirtum bal antum qawmun musrifuunaapakah jika kalian diberi peringatan? Bahkan, kalian adalah kaum yang melampaui batas

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. طَائِرُكُمْthaa'irukumkesialan kalian
  3. مَعَكُمْma'akumbersama kalian
  4. أَئِنْa-inapakah jika
  5. ذُكِّرْتُمْdzukkirtumkalian diperingatkan
  6. بَلْbalbahkan
  7. أَنْتُمْantumkalian
  8. قَوْمٌqawmunkaum
  9. مُسْرِفُونَmusrifuunaorang-orang yang melampaui batas

Inti bacaan

Rangkaian (قَوْمٌ مُسْرِفُونَ, qawmun musrifuuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:81 dan 36:19.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (طَائِرُكُمْ, thaa'irukum) yang berarti "kesialan kalian". Bentuknya tersusun dari thaa'ir, "kesialan", dan akhiran -kum, "kalian", dengan akar ط-ي-ر. Kata benda thaa'ir muncul lima kali di lima ayat, yaitu 6:38, 7:131, 17:13, 27:47, dan 36:19. Di 6:38, (وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ, wa-laa thaa'irin yathiiru bi-janaahayhi) yang berarti "dan tidak pula burung yang terbang dengan kedua sayapnya", kata itu menyebut makhluk bersayap. Pada empat kemunculan lainnya thaa'ir diikuti keterangan tempat. Di 27:47 dan 7:131 tempatnya (عِنْدَ اللَّهِ, 'inda llaahi) yang berarti "di sisi Allah", di 17:13 tempatnya (فِي عُنُقِهِ, fii 'unuqihi) yang berarti "di lehernya", dan di 36:19 tempatnya (مَعَكُمْ, ma'akum) yang berarti "bersama kalian". Terjemahan memakai "kesialan" di 27:47 dan 36:19, dan "nasib" di 7:131 dan 17:13. Bentuk persis thaa'irukum hanya muncul dua kali, yaitu di 27:47 dan 36:19, dan di kedua tempat itu bentuk tersebut mengikuti ucapan pihak lain yang memakai kata kerja berakar sama, yaitu (اطَّيَّرْنَا, ththayyarnaa) di 27:47 dan (تَطَيَّرْنَا, tathayyarnaa) di 36:18, yang berarti "kami menganggap sebagai pembawa kesialan".

Kata (مَعَكُمْ, ma'akum) tersusun dari ma'a, "bersama", dan -kum, "kalian". Terjemahan "ada bersama kalian" memuat kedua unsur itu dan tidak menambahkan "pada diri" atau "sendiri", karena kata Arabnya hanya memuat "bersama" dan "kalian". Kata ma'a juga muncul dalam tuduhan sial di dua ayat lain untuk menunjuk orang-orang yang menyertai utusan, yaitu (وَبِمَنْ مَعَكَ, wa-bi-man ma'aka) yang berarti "dan orang-orang yang bersamamu" di 27:47, dan (وَمَنْ مَعَهُ, wa-man ma'ahu) yang berarti "dan orang-orang yang bersamanya" di 7:131. Di 36:19 kata ganti -kum menunjuk pihak yang diajak bicara oleh pembicara ayat ini.

Frasa (أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ, a-in dzukkirtum) tersusun dari a, huruf tanya, in yang berarti "jika", dan (ذُكِّرْتُمْ, dzukkirtum) yang berarti "kalian diberi peringatan". Terjemahan memakai "jika" untuk in, sesuai penandaan korpus morfologi bagi kata itu sebagai kata syarat, dan tidak memakai "karena". Kata kerja dzukkirtum berakar ذ-ك-ر dan berbentuk pasif, sehingga pemberi peringatannya tidak disebut. Bentuk persis ini hanya muncul sekali, yaitu di 36:19. Bentuk pasif lampau berpola sama untuk orang ketiga dari akar yang sama muncul di sembilan ayat lain, yaitu 5:13, 5:14, 6:44, 7:165, 18:57, 25:73, 32:15, 32:22, dan 37:13. Di delapan dari sembilan ayat itu isi peringatannya disebut sesudah huruf bi-, misalnya (ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ, dzukkiruu bi-aayaati rabbihim) yang berarti "mereka diberi peringatan dengan tanda-tanda Tuhan mereka" di 25:73, dan (ذُكِّرُوا بِهِ, dzukkiruu bihi) yang berarti "mereka diperingatkan dengannya" di 6:44. Hanya 37:13 dan 36:19 memuat kata kerja itu tanpa isi peringatan.

Kata (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan" membuka sebutan terakhir ayat ini. Rangkaian (بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ, bal antum qawmun) yang berarti "bahkan kalian adalah kaum" muncul lima kali di empat surah, yaitu di 7:81, 26:166, 27:47, 27:55, dan 36:19, dan terjemahan memakai "bahkan" di kelimanya. Kata sesudah qawmun berbeda di tiap ayat: (مُسْرِفُونَ, musrifuuna) di 7:81 dan 36:19, (عَادُونَ, 'aaduuna) di 26:166, (تُفْتَنُونَ, tuftanuuna) di 27:47, dan (تَجْهَلُونَ, tajhaluuna) di 27:55. Rangkaian (قَوْمٌ مُسْرِفُونَ, qawmun musrifuuna) yang berarti "kaum yang melampaui batas" hanya muncul di 7:81 dan 36:19. Bentuk pelaku dari akar س-ر-ف, seperti musrifuuna di 36:19, muncul lima belas kali di lima belas ayat, yaitu 5:32, 6:141, 7:31, 7:81, 10:12, 10:83, 21:9, 26:151, 36:19, 40:28, 40:34, 40:43, 43:5, 44:31, dan 51:34. Terjemahan memakai "melampaui batas" di tiga belas dari lima belas ayat itu, dan "berlebihan" di 6:141 dan 7:31. Kedua ayat itu bergandengan dengan perintah makan, misalnya (وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا, wa-kuluu wa-syrabuu wa-laa tusrifuu) yang berarti "dan makanlah dan minumlah dan janganlah berlebihan" di 7:31.

Tafsiran

Ayat ini membalas tuduhan di 36:18 dengan tiga langkah dalam satu ucapan: kesialan dipindahkan ke pihak yang menuduh, peringatan dijadikan bahan pertanyaan, dan penuduh diberi sebutan baru. Ayat 36:18 memuat dua hal dari para penolak, yaitu tuduhan lewat (تَطَيَّرْنَا بِكُمْ, tathayyarnaa bikum) yang berarti "kami menganggap kalian pembawa kesialan", dan ancaman rajam serta azab yang pedih. Ayat 36:19 menjawab tuduhan itu dan tidak memuat jawaban atas ancamannya. Pembicara ayat ini tidak dinamai. Karena ucapan itu menolak tuduhan yang di 36:18 diarahkan kepada para utusan, dan kata ganti kalian di 36:19 menunjuk pihak yang berbeda dari kalian di 36:18, ucapan itu dapat dibaca sebagai jawaban para utusan, sebagaimana 36:16 yang juga dibuka dengan qaaluu dan berisi kesaksian para utusan.

Susunan serupa ada di 27:47, yaitu kata kerja tuduhan, jawaban (طَائِرُكُمْ, thaa'irukum) dengan keterangan tempat, lalu (بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ, bal antum qawmun) dengan satu sebutan. Perbedaannya terletak pada tempat kesialan dan pada sebutannya. Di 27:47 kesialan itu berada di sisi Allah dan kaumnya disebut sedang diuji, sedangkan di 36:19 kesialan itu berada bersama kalian dan kaumnya disebut melampaui batas. Kedua ayat berbicara kepada kaum yang berbeda, yaitu Tsamud di 27:45 dan penduduk suatu negeri di 36:13, sehingga perbedaan keterangan tempat itu tidak dibaca sebagai pertentangan antara dua ayat.

Pertanyaan di tengah ayat menyentuh peringatan yang sudah dibicarakan sejak awal surah. Ayat 36:11 memakai akar ذ-ك-ر untuk (الذِّكْرَ, dz-dzikra) yang berarti "peringatan itu", yang diikuti oleh orang yang takut kepada Ar-Rahman, dan 36:19 memakai akar yang sama untuk kenyataan bahwa para penolak diberi peringatan. Kalimat itu berhenti pada kata jika, dan kelanjutannya tidak dituliskan. Sebutan terakhir menutup ucapan, lalu 36:20 berpindah kepada seorang lelaki yang datang dari ujung kota. Jawaban para penolak atas sebutan itu tidak dikutip.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 36:19 menaruh kesialan bersama pihak yang diajak bicara, sedangkan 27:47 menaruhnya di sisi Allah. Kedua ayat menjawab tuduhan yang berakar sama dan ditujukan kepada kaum yang berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan. Dari keduanya terlihat bahwa jawaban atas sebuah peristiwa buruk bergantung pada tempat yang ditunjuk, dan tiga kemunculan thaa'ir yang lain, di 7:131, 17:13, dan 27:47, juga diberi keterangan tempat. Ketika sesuatu yang buruk menimpa, ke arah mana penjelasan pertama biasanya dicari, ke pihak lain, ke sisi Allah, atau ke dalam diri sendiri? Apakah arah itu pernah diperiksa sebelum dipercaya?
  • Di 25:73 dan 32:15 orang yang diberi peringatan menerima tanda-tanda Tuhan mereka, sedangkan di 36:19 dan 37:13 kata kerja yang sama berdiri tanpa isi. Pertanyaan di 36:19 hanya menyebut kenyataan bahwa kalian diberi peringatan, dan tidak menyebut apa yang diperingatkan. Orang yang pernah diperingatkan dapat memeriksa dirinya sendiri, apakah yang ditolaknya isi peringatan itu atau kenyataan bahwa dirinya diperingatkan? Apakah isinya masih diingat?
  • Ayat 36:18 memuat dua hal, tuduhan kesialan dan ancaman rajam disertai azab yang pedih, dan 36:19 hanya mencatat jawaban atas yang pertama. Ancaman rajam tidak dibalas dengan ancaman, dan kalimat tentang kesialan diluruskan lebih dulu. Dalam sebuah pertengkaran, orang yang diancam dapat bertanya pada dirinya bagian mana dari serangan itu yang paling perlu dijawab lebih dulu, tuduhannya atau ancamannya.
  • Di 7:31 dan 6:141 akar س-ر-ف dipakai dalam larangan, dan kedua ayat itu menyatakan bahwa Dia tidak mencintai orang-orang yang berlebihan. Di 36:19 akar yang sama menjadi sebutan bagi sebuah kaum dan muncul sesudah pertanyaan. Ayat ini tidak mengatakan apa yang dilampaui, sehingga pembaca tidak diberi daftar kesalahan untuk dicocokkan. Pembaca yang mendengar sebutan itu dapat bertanya kepada dirinya, batas apa yang sedang didekati, dan siapa yang menetapkan batas itu?
  • Di 17:13 kata yang sama dikalungkan di leher setiap manusia, lalu pada hari kebangkitan dikeluarkan sebuah kitab yang dijumpai dalam keadaan terbuka. Ayat itu berbicara tentang manusia pada umumnya dan 36:19 tentang satu kaum, sehingga keduanya tidak disamakan. Satu pembacaan dapat dicoba, yaitu kesialan yang berada bersama orang itu sendiri sejajar dengan sesuatu yang melekat di lehernya. Orang yang menyalahkan keadaan dapat bertanya apa yang sebenarnya melekat pada dirinya, dan apakah catatannya sendiri pernah dibaca?
  • Sesudah sebutan terakhir di 36:19, ayat 36:20 langsung berpindah kepada seorang lelaki dari ujung kota, dan tanggapan para penolak atas sebutan itu tidak ditulis. Orang yang pernah disebut dengan nama yang tidak ia sukai dapat memperhatikan bahwa teks membiarkan sebutan itu berdiri tanpa pembelaan. Seberapa sering sebuah sebutan terasa lebih berat karena dijawab, dan seberapa sering karena dibiarkan?