Ayat 36:20
وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ
Dan datanglah dari ujung kota seorang lelaki dengan bergegas; ia berkata, “Wahai kaumku, ikutilah para rasul itu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰwa-jaa'a min aqsha l-madiinati rajulun yas'aadan datanglah dari ujung kota seorang lelaki dengan bergegas
- قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَqaala yaa qawmi ttabi'u l-mursaliinaia berkata, wahai kaumku, ikutilah para rasul itu
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَجَاءَwa-jaa'adan datang
- مِنْmindari
- أَقْصَىaqshaaujung
- الْمَدِينَةِl-madiinatikota
- رَجُلٌrajulunseorang lelaki
- يَسْعَىٰyas'aabersegera
- قَالَqaalaberkata
- يَاyaawahai
- قَوْمِqawmikaumku
- اتَّبِعُواttabi'uikutilah kalian
- الْمُرْسَلِينَl-mursaliinapara rasul
Inti bacaan
Sang penyeru datang bergegas dari ujung kota mengajak mengikuti para rasul, kepedulian yang mendorong seseorang bertindak cepat dan berani menyuarakan kebenaran di tengah kaumnya sendiri, meski berisiko ditolak.
Penjelasan pilihan kata
Kutip dibuka di ayat ini, berlanjut ke ayat berikutnya.
Tafsiran
Ayat ini menghadirkan tokoh baru di tengah penolakan kolektif: seorang lelaki dari ujung kota yang justru mendukung para utusan, sebuah pengecualian yang akan menjadi teladan dalam kisah ini.
Renungan dan Hikmah
- Allah menghadirkan satu orang di tengah penolakan ramai-ramai. Datang dari ujung. Bukan dari pusat.
- Ia bergegas, bukan berjalan santai. Kecepatannya disebut. Yang mendesak dirasakannya sendiri.
- Sapaannya wahai kaumku, sama seperti para nabi. Allah merekam pilihan kata itu. Yang menegur tetap menyebut mereka miliknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-y-a, q-s-w, m-d-n, r-j-l, s-'-y, q-w-l, q-w-m, t-b-', r-s-l): aqsaa l-madiinah diterjemahkan 'ujung kota' (akar q-s-w); rajul yas'aa diterjemahkan 'lelaki bergegas' (akar r-j-l + akar s-'-y); ittabi'uu l-mursaliin diterjemahkan 'ikutilah para rasul' (akar t-b-' + akar r-s-l).
Ayat 36:21
اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ
ikutilah orang-orang yang tidak meminta imbalan kepada kalian, dan mereka mendapat petunjuk.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًاittabi'uu man laa yas'alukum ajranikutilah orang-orang yang tidak meminta imbalan kepada kalian
- وَهُمْ مُهْتَدُونَwa-hum muhtaduunadan mereka mendapat petunjuk
Terjemahan per kata (7 kata)
- اتَّبِعُواittabi'uuikutilah kalian
- مَنْmanorang yang
- لَاlaatidak
- يَسْأَلُكُمْyas'alukummeminta kepada kalian
- أَجْرًاajranupah
- وَهُمْwa-humdan mereka
- مُهْتَدُونَmuhtaduunaorang-orang yang mendapat petunjuk
Inti bacaan
Kriteria praktis membedakan pembawa kebenaran sejati: 'mereka tak minta balasan darimu dan berpetunjuk', ketiadaan motif finansial dan bukti nyata bahwa mereka sendiri berada di jalan yang benar menjadi ukuran kredibilitas yang bisa diperiksa siapa pun.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini melanjutkan langsung kutipan lelaki dari ujung kota yang dibuka di 36:20 ('ittabi'u l-mursaliina', 'ikutilah para rasul itu'), bukan kalimat baru berdiri sendiri: tidak ada tanda kutip pembuka baru di ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi seruan lelaki tersebut dengan dua alasan konkret: ketiadaan motif keuntungan pada para utusan dan status mereka yang sudah mendapat petunjuk, dua tanda kredibilitas yang bisa diperiksa langsung.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam ia menyebut ukurannya: mereka tidak meminta imbalan. Bukan kefasihan. Yang bisa diperiksa siapa pun apakah penyerunya mendapat untung dari seruannya.
- Ukuran keduanya mereka sendiri mendapat petunjuk. Bukan hanya menyampaikan. Yang diikuti harus lebih dahulu berjalan di jalan yang ia tunjukkan.
- Allah menempatkan kalimat ini di mulut orang yang datang dari ujung kota. Bukan dari utusan. Yang paling meyakinkan kadang orang yang tak punya kepentingan apa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Selaras terjemahan lain/sebagian penerjemah; tambahan '(dalam berdakwah)' terjemahan lain tak diikuti terjemahan ini.