وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

Dan datanglah dari ujung kota seorang lelaki dengan bergegas; ia berkata, “Wahai kaumku, ikutilah para rasul itu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰwa-jaa'a min aqsha l-madiinati rajulun yas'aadan datanglah dari ujung kota seorang lelaki dengan bergegas
  2. قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَqaala yaa qawmi ttabi'u l-mursaliinaia berkata, wahai kaumku, ikutilah para rasul itu

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَجَاءَwa-jaa'adan datang
  2. مِنْmindari
  3. أَقْصَىaqshaaujung
  4. الْمَدِينَةِl-madiinatikota
  5. رَجُلٌrajulunseorang lelaki
  6. يَسْعَىٰyas'aabersegera
  7. قَالَqaalaberkata
  8. يَاyaawahai
  9. قَوْمِqawmikaumku
  10. اتَّبِعُواttabi'uikutilah kalian
  11. الْمُرْسَلِينَl-mursaliinapara rasul

Inti bacaan

Kata (يَسْعَىٰ, yas'aa) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 28:20, 36:20, 57:12, 66:8, 79:22, dan 80:8.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَجَاءَ, wa-jaa'a) yang berarti "dan datanglah", lalu keterangan tempat "dari ujung kota" yang memuat (الْمَدِينَةِ, l-madiinati) yang berarti "kota", dan baru sesudahnya (رَجُلٌ, rajulun) yang berarti "seorang lelaki". Rangkaian min aqshaa l-madiinati, "dari ujung kota", muncul dua kali, yaitu di 28:20 dan 36:20. Di 28:20 kata rajulun menyusul langsung sesudah kata kerja, (وَجَاءَ رَجُلٌ, wa-jaa'a rajulun) yang berarti "dan datanglah seorang lelaki", sedangkan di 36:20 kata itu tertunda sampai sesudah keterangan tempat, sehingga ayat ini menyebut ujung kota lebih dulu. Terjemahan mengikuti urutan itu. Kata aqshaa berakar ق-ص-و dan muncul tiga kali, yaitu di 17:1, 28:20, dan 36:20. Di 17:1 terjemahan memakai "Masjid Terjauh", sedangkan di 28:20 dan 36:20 kata itu bersanding dengan kota, sehingga terjemahan memakai "ujung kota".

Kata (يَسْعَىٰ, yas'aa) yang berarti "bergegas" berakar س-ع-ي dan muncul enam kali di enam surah, yaitu di 28:20, 36:20, 57:12, 66:8, 79:22, dan 80:8. Untuk orang yang datang, kata itu dipakai di 28:20, 36:20, dan 80:8, yaitu (جَاءَكَ يَسْعَىٰ, jaa'aka yas'aa) yang berarti "datang kepadamu dengan bersegera", dan terjemahan memakai "bergegas" atau "bersegera" di ketiganya. Di 79:22, (ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ, tsumma adbara yas'aa) yang berarti "kemudian dia berpaling seraya berusaha", kata yang sama menyertai orang yang berbalik, dan di 57:12 serta 66:8 kata itu menyertai (نُورُهُمْ, nuuruhum) yang berarti "cahaya mereka", sehingga terjemahan memakai "memancar". Arah geraknya ditunjukkan kata kerja yang berdiri di depan yas'aa, yaitu datang di 36:20 dan berpaling di 79:22.

Tempat cerita disebut dengan dua kata. Di 36:13, (أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ, ashaaba l-qaryati) yang berarti "penduduk suatu negeri", dipakai kata qaryah, dan di 36:20 dipakai (الْمَدِينَةِ, l-madiinati) yang berarti "kota". Bentuk persis l-qaryati muncul tujuh kali di enam surah, yaitu di 4:75, 7:163, 21:74, 25:40, 29:31, 29:34, dan 36:13, sedangkan bentuk persis l-madiinati muncul tiga belas kali di sepuluh surah, yaitu di 7:123, 9:101, 9:120, 12:30, 15:67, 18:19, 18:82, 27:48, 28:18, 28:20, 33:60, 36:20, dan 63:8. Rangkaian ashaaba l-qaryati hanya muncul di 36:13. Terjemahan memakai "negeri" di 36:13 dan "kota" di 36:20, dan tidak ada kata di kedua ayat yang menyatakan bahwa dua tempat itu sama.

Kata (يَا قَوْمِ, yaa qawmi) yang berarti "wahai kaumku" memuat akhiran orang pertama tunggal pada qawmi, sehingga lelaki itu menyebut para pendengarnya sebagai kaumnya sendiri. Kata (اتَّبِعُوا, ittabi'uu) yang berarti "ikutilah" berakar ت-ب-ع dan berbentuk perintah untuk banyak orang. Bentuk ini, dengan atau tanpa awalan, muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu di 2:170, 3:95, 7:3, 29:12, 31:21, 36:20, 36:21, dan 39:55. Di enam ayat selain 36:20 dan 36:21, kata itu diikuti benda, yaitu (اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ, ttabi'uu maa anzala llaahu) yang berarti "ikutilah apa yang diturunkan Allah" di 2:170 dan 31:21, (اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ, ittabi'uu maa unzila ilaykum) yang berarti "ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian" di 7:3, lalu millah Ibrahim di 3:95, jalan kami di 29:12, dan yang terbaik dari apa yang diturunkan di 39:55. Hanya di 36:20 dan 36:21 kata itu diikuti orang.

Kata (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) yang berarti "para rasul" berakar ر-س-ل dan berbentuk jamak dari kata yang berarti "yang diutus". Di surah ini bentuk persis itu hanya muncul di 36:3 dan 36:20, dan terjemahan memakai "para rasul" di keduanya. Untuk bentuk yang bersandang al- ini terjemahan menulis "para rasul itu".

Tafsiran

Ayat ini menaruh seorang lelaki tanpa nama di antara dua pihak yang sejak 36:14 berbicara bergantian, dan memberinya satu seruan. Sampai 36:19 setiap pembicara berbentuk jamak, yaitu para utusan dan para penolak yang masing-masing dibuka dengan qaaluu. Di 36:20 muncul satu orang yang berbicara atas namanya sendiri, dan ucapannya terbaca berlanjut tanpa kata pembuka baru sampai 36:25, sebab 36:26 membuka kutipan lain dengan (قِيلَ, qiila) yang berarti "dikatakan".

Kedatangan serupa dituturkan di 28:20, dan bedanya ada pada pendengar serta isi ucapan. Di 28:20 lelaki itu berbicara kepada satu orang, (يَا مُوسَىٰ, yaa muusaa) yang berarti "wahai Musa", dengan kabar bahwa para pembesar sedang berunding untuk membunuhnya, dan isi ucapannya menyuruh pergi: (فَاخْرُجْ, fa-khruj) yang berarti "maka keluarlah". Di 36:20 lelaki itu berbicara kepada banyak orang dan isi ucapannya menyuruh mengikuti. Ayat-ayat itu tidak menghubungkan kedua lelaki, dan kemiripan susunannya tidak dibaca sebagai kesamaan orang.

Sapaan di ayat ini berbeda nadanya dari sebutan di ayat sebelumnya. Pembicara 36:19 memakai qawmun untuk menjuluki penduduk, sedangkan lelaki ini memakai qawmi, "kaumku", yang memasukkan dirinya ke dalam kelompok pendengar. Kata qawm muncul di kedua ayat, dan urutannya dapat dibaca sebagai satu kelompok yang disebut dengan dua cara, tetapi ayat-ayat itu sendiri tidak menyatakannya. Seruan (اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ, ttabi'u l-mursaliina) juga mengarah kepada pihak lain. Di 40:38 sapaan yang sama dibuka dengan (يَا قَوْمِ اتَّبِعُونِ, yaa qawmi ttabi'uuni) yang berarti "wahai kaumku, ikutilah aku", yaitu pembicara menunjuk dirinya sendiri, sedangkan 36:20 menunjuk para rasul. Ayat 36:21 mengulang kata kerja yang sama tanpa penghubung, sehingga ayat berikutnya terbaca sebagai alasan bagi seruan ini.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 36:20 menyebut dari mana lelaki itu datang sebelum menyebut siapa dia, dan namanya tidak pernah ditulis. Di 28:20 kedatangan seorang pembawa kabar disebut dengan keterangan tempat yang sama, sehingga dua pembawa kabar yang tidak sama orangnya sama-sama datang dari tepi. Sesudah pertengkaran di 36:18 dan 36:19, kabar berikutnya tidak datang dari pihak yang sedang berbicara dalam ayat-ayat itu. Dari arah mana kabar yang paling diperlukan biasanya sampai kepada pembaca, dari tengah keramaian atau dari tepinya? Apakah arah itu pernah diperiksa?
  • Kata yang sama menyertai lelaki yang datang di 36:20 dan orang yang berpaling di 79:22. Dengan begitu kesungguhan gerak tidak menunjukkan ke arah mana gerak itu menuju, sebab arahnya dibawa kata kerja di depannya, jaa'a di 36:20 dan adbara di 79:22. Ayat 36:20 mencatat kecepatan lelaki itu, dan 79:22 mencatat usaha orang yang berbalik. Orang yang merasa sedang bekerja keras dapat bertanya ke arah mana kerja kerasnya menghadap, mendekat atau menjauh dari seruan yang didengarnya? Apa yang akan terlihat bila arahnya ditimbang lebih dulu daripada kecepatannya?
  • Hud memakai sapaan yaa qawmi di 11:50 untuk mengajak mengabdi kepada Allah, dan lelaki di 36:20 memakainya untuk mengajak mengikuti para rasul. Di dua ayat itu pembicara menyebut pendengar sebagai kaumnya sendiri sebelum mengajukan permintaan, sedangkan di 36:19 kata qawmun dipakai sebagai julukan. Sapaan sudah memuat pernyataan hubungan sebelum isi ajakan dimulai. Dengan sebutan apa seseorang biasa membuka teguran kepada orang yang dianggap keliru, dan apakah sebutan itu menyisakan tempat bagi pendengar untuk tetap menjadi bagian dari kelompoknya?
  • Dari delapan kemunculan ittabi'uu, enam ayat mengarahkannya kepada benda, misalnya apa yang diturunkan Allah di 2:170 dan 31:21, atau apa yang diturunkan dari Tuhan kalian di 7:3. Ayat 36:20 dan 36:21 mengarahkannya kepada orang. Ayat-ayat itu berbicara dalam suasana yang berbeda, sehingga tidak saling menggantikan. Perbedaan arah itu memperlihatkan bahwa ajakan mengikuti dapat menunjuk kepada isi dan dapat menunjuk kepada pembawa isi. Pembaca yang diajak mengikuti dapat bertanya, apakah ajakan itu dinilai dari isinya atau dari siapa yang membawanya? Apakah kedua penilaian itu pernah dipisahkan?
  • Di 36:16 para utusan berkata bahwa Tuhan mereka mengetahui bahwa mereka benar-benar diutus kepada kalian. Lelaki di 36:20 menyebut para rasul itu tanpa mengulang kesaksian tersebut dan tanpa menambah bukti baru dalam ayatnya, dan dari susunan ayat-ayat itu seruannya dapat dibaca bersandar pada kesaksian yang sudah ada. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebuah ajakan dapat berdiri di atas kesaksian pihak lain tanpa mengulangnya. Kesaksian siapa yang dipercaya pembaca tanpa pernah diperiksa ulang, dan atas dasar apa kepercayaan itu bertahan?
  • Ucapan lelaki itu di 36:20 membuka dengan perintah, dan pernyataan iman lelaki itu baru muncul di 36:25, (إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ, innii aamantu bi-rabbikum) yang berarti "sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhan kalian". Urutan itu menaruh ajakan lebih dulu daripada pengakuan, dan di antaranya ada empat ayat yang berisi alasan. Orang yang biasa menunggu pembicara menyatakan keyakinannya sebelum mau mendengar ajakannya dapat memperhatikan urutan ini. Apakah ajakan yang disertai alasan terlebih dahulu terdengar berbeda dari ajakan yang disertai pengakuan terlebih dahulu?