اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ
ikutilah orang-orang yang tidak meminta imbalan kepada kalian, dan mereka mendapat petunjuk.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًاittabi'uu man laa yas'alukum ajranikutilah orang-orang yang tidak meminta imbalan kepada kalian
- وَهُمْ مُهْتَدُونَwa-hum muhtaduunadan mereka mendapat petunjuk
Terjemahan per kata (7 kata)
- اتَّبِعُواittabi'uuikutilah kalian
- مَنْmanorang yang
- لَاlaatidak
- يَسْأَلُكُمْyas'alukummeminta kepada kalian
- أَجْرًاajranupah
- وَهُمْwa-humdan mereka
- مُهْتَدُونَmuhtaduunaorang-orang yang mendapat petunjuk
Inti bacaan
Rangkaian (وَهُمْ مُهْتَدُونَ, wa-hum muhtaduuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:82 dan 36:21.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (اتَّبِعُوا, ittabi'uu) yang berarti "ikutilah", kata kerja perintah yang sama dengan penutup seruan di 36:20, dan tanpa penghubung seperti wa atau fa di depannya. Kata itu berakar ت-ب-ع. Di 36:20 dan 36:21 kata itu diikuti orang, sedangkan di enam ayat lain, yaitu 2:170, 3:95, 7:3, 29:12, 31:21, dan 39:55, kata itu diikuti benda. Di 29:12, (اتَّبِعُوا سَبِيلَنَا, ttabi'uu sabiilanaa) yang berarti "ikutilah jalan kami", ajakan itu disertai tawaran, yaitu (وَلْنَحْمِلْ خَطَايَاكُمْ, wa-l-nahmil khathaayaakum) yang berarti "dan kami akan memikul kesalahan-kesalahan kalian", sedangkan di 36:21 ajakan itu disertai ketiadaan tuntutan.
Kata (مَنْ, man) yang berarti "orang yang" membuka frasa (مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا, man laa yas'alukum ajran) yang berarti "orang-orang yang tidak meminta imbalan kepada kalian". Kata kerja (يَسْأَلُكُمْ, yas'alukum) berbentuk tunggal dan berakar س-أ-ل, sedangkan kata ganti sesudahnya, (وَهُمْ, wa-hum) yang berarti "dan mereka", berbentuk jamak, sehingga terjemahan memakai "orang-orang" supaya kedua bentuk itu terbaca sebagai satu kelompok. Bentuk persis yas'alukum hanya muncul di 36:21. Rangkaian (لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا, laa as'alukum 'alayhi ajran) yang berarti "aku tidak meminta kepada kalian imbalan atasnya" muncul tiga kali, yaitu di 6:90, 11:51, dan 42:23. Di tiga ayat itu pembicara berbicara tentang dirinya sendiri dengan kata kerja orang pertama dan memakai kata atasnya, sedangkan di 36:21 kata kerjanya orang ketiga dan kata atasnya tidak ada, sehingga lelaki itu berbicara tentang pihak lain.
Kata (أَجْرًا, ajran) berakar أ-ج-ر, dan terjemahan memakai "imbalan" di 36:21, 6:90, 11:51, dan 42:23. Akar yang sama muncul di surah ini pada 36:11, (وَأَجْرٍ كَرِيمٍ, wa-ajrin kariimin) yang berarti "dan pahala yang mulia", yang dikabarkan kepada orang yang mengikuti peringatan dan takut kepada Ar-Rahman tanpa melihat-Nya. Terjemahan memakai "pahala" di 36:11 dan "imbalan" di 36:21. Di 36:11 ajr datang kepada pengikut peringatan, dan di 36:21 ajr adalah sesuatu yang tidak diminta dari pendengar.
Kata (مُهْتَدُونَ, muhtaduuna) yang berarti "orang-orang yang mendapat petunjuk" berakar ه-د-ي dan muncul delapan kali di lima surah, yaitu di 2:70, 2:157, 6:82, 7:30, 36:21, 43:22, 43:37, dan 43:49. Di lima ayat, yaitu 2:70, 7:30, 43:22, 43:37, dan 43:49, petunjuk itu diucapkan atau diduga oleh orang yang membicarakan dirinya sendiri, misalnya (وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ, wa-yahsabuuna annahum muhtaduuna) yang berarti "dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk" di 7:30 dan 43:37. Di tiga ayat lain, yaitu 2:157, 6:82, dan 36:21, petunjuk itu dinyatakan tentang orang lain. Rangkaian (وَهُمْ مُهْتَدُونَ, wa-hum muhtaduuna) yang berarti "dan mereka mendapat petunjuk" hanya muncul di 6:82 dan 36:21.
Tafsiran
Ayat ini memberi dua alasan bagi seruan di 36:20, dan keduanya berupa keadaan orang yang diikuti: mereka tidak meminta imbalan dan mereka mendapat petunjuk. Alasan itu tidak menyinggung isi pesan, yang sudah disebut para utusan di 36:16 dan 36:17 sebagai kesaksian bahwa mereka diutus dan sebagai kewajiban menyampaikan dengan jelas.
Para utusan berbicara tentang kesaksian dan kewajiban mereka, dan imbalan tidak muncul dalam ucapan mereka di dua ayat itu. Lelaki ini yang menyebutnya, sebagai keadaan para utusan yang disampaikannya kepada kaumnya. Ayat ini karena itu memperlihatkan pihak ketiga yang berbicara tentang orang lain, berbeda dari 6:90, 11:51, dan 42:23 yang diucapkan pembicara tentang dirinya sendiri. Pembicara di ketiga ayat itu menyebut ketiadaan permintaan sebagai sikapnya, sedangkan di sini ketiadaan itu menjadi kesaksian seorang pendengar.
Surah ini sudah memakai akar أ-ج-ر pada 36:11 untuk pahala yang mulia, dan 36:21 memakainya dari arah sebaliknya, yaitu sesuatu yang tidak diminta dari pendengar. Alasan kedua menyatakan bahwa mereka mendapat petunjuk, tanpa menjelaskan dari mana petunjuk itu datang. Kata wa di depan (وَهُمْ, wa-hum) menyambungkan dua keadaan itu, sehingga keduanya dibaca bersama. Sesudah dua alasan tentang orang lain, 36:22 beralih kepada pembicara sendiri dengan (وَمَا لِيَ, wa-maa liya) yang berarti "dan mengapa aku", sehingga urutan ucapannya berjalan dari ajakan, ke alasan tentang orang lain, lalu ke alasan tentang diri sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Lelaki di 36:21 menyebut imbalan lebih dulu daripada isi pesan, dan ukuran itu berbentuk pertanyaan tentang pembicara, bukan tentang pesannya. Di 11:51 Hud menyebut bahwa imbalannya hanya dari Dia yang menciptakannya, jadi pembicara yang tidak meminta dari pendengar tetap dapat menunjuk kepada pihak yang memberinya. Ayat 36:21 tidak merinci siapa pihak itu bagi para utusan. Ketika menimbang sebuah seruan, apakah pertanyaan tentang untung dan rugi pembicaranya pernah diajukan sebelum pertanyaan tentang isinya? Apa yang berubah bila urutannya dibalik?
- Surah ini memakai akar yang sama di dua arah. Di 36:11 pahala yang mulia dikabarkan kepada orang yang mengikuti peringatan dan takut kepada Ar-Rahman tanpa melihat-Nya, dan di 36:21 para pembawa seruan disebut tidak meminta apa pun dari pendengar. Pembaca dapat melihat bahwa pahala yang disebut di 36:11 dan imbalan yang tidak diminta di 36:21 tidak bergerak di jalur yang sama. Apakah sebuah ajakan pernah terasa lebih meyakinkan karena pembawanya tidak menagih apa pun, dan apakah hal itu cukup untuk membuat isinya diterima?
- Di 2:70 pembicara berkata bahwa dirinya akan mendapat petunjuk jika Allah menghendaki, dan di 7:30 serta 43:37 orang-orang mengira dirinya mendapat petunjuk. Di 36:21 petunjuk itu disebut oleh orang lain tentang para utusan, dan di 6:82 oleh teks tentang orang-orang beriman. Tiga ayat pertama menyangkut keadaan yang diklaim atau diduga oleh pelakunya sendiri, dan dua ayat terakhir menyangkut keadaan yang dinyatakan pihak lain. Pembaca yang menyebut dirinya berada di jalan yang benar dapat bertanya, siapa lagi yang akan menyebutnya demikian dan atas dasar apa?
- Para utusan di 36:16 berkata bahwa Tuhan mereka mengetahui bahwa mereka diutus, dan di 36:17 berkata bahwa kewajiban mereka menyampaikan dengan jelas. Imbalan tidak termuat dalam ucapan mereka di dua ayat itu, dan lelaki di 36:21 yang menyebutnya. Dari susunan itu satu pembacaan dapat dicoba, yaitu keadaan seseorang kadang disampaikan paling jelas oleh pihak lain, bukan oleh dirinya. Orang yang sedang menyampaikan sesuatu dapat bertanya, siapa di sekitarnya yang sanggup bersaksi tentang apa yang tidak diminta, dan sudahkah kesaksian itu didengar?
- Di 29:12 orang-orang yang kufur mengajak orang-orang beriman mengikuti jalan mereka dan menawarkan pemikulan dosa, dan ayat itu menyebut bahwa mereka tidak akan memikul sedikit pun dari dosa itu. Di 36:21 ajakan mengikuti datang bersama ketiadaan tuntutan. Kedua ayat berbicara tentang keadaan yang berbeda, sehingga tidak dibaca sebagai pasangan lawan. Pembaca dapat membandingkan dua jenis ajakan itu: yang menawarkan sesuatu sebagai bayaran agar diikuti, dan yang tidak menuntut apa pun dari pendengarnya. Ajakan jenis mana yang lebih sering dipercaya pembaca tanpa memeriksanya?
- Sesudah dua alasan tentang orang lain di 36:21, ayat 36:22 beralih kepada diri pembicara dengan pertanyaan mengapa ia tidak mengabdi kepada Dia yang menciptakannya. Urutan itu menaruh pembelaan atas orang lain lebih dulu daripada pembelaan atas dirinya. Orang yang biasa memulai dengan menjelaskan dirinya dapat memperhatikan urutan ini. Apa yang berubah pada sebuah seruan bila alasan tentang orang yang diikuti diucapkan lebih dulu, dan alasan tentang diri sendiri menyusul sesudahnya?