أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنْقِذُونِ
Apakah aku akan mengambil sembahan-sembahan selain-Nya? Jika Ar-Rahman menghendaki bencana terhadapku, syafaat mereka sedikit pun tidak mencukupkanku, dan mereka tidak dapat menyelamatkanku.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةًa-attakhidzu min duunihi aalihatanapakah aku akan mengambil sembahan-sembahan selain-Nya
- إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًاin yuridni r-rahmaanu bi-dhurrin laa tughni 'annii syafaa'atuhum syay'anjika Ar-Rahman menghendaki bencana terhadapku, syafaat mereka sedikit pun tidak mencukupkanku
- وَلَا يُنْقِذُونِwa-laa yunqidzuunidan mereka tidak dapat menyelamatkanku
Terjemahan per kata (15 kata)
- أَأَتَّخِذُa-attakhidzuapakah aku mengambil
- مِنْmindari
- دُونِهِduunihiselain-Nya
- آلِهَةًaalihatantuhan-tuhan
- إِنْinjika
- يُرِدْنِyuridniDia menghendaki bagiku
- الرَّحْمَٰنُr-rahmaanuAr-Rahman
- بِضُرٍّbi-dhurrindengan mudarat
- لَاlaatidak
- تُغْنِtughnimencukupkan
- عَنِّي'anniidariku
- شَفَاعَتُهُمْsyafaa'atuhumsyafaat mereka
- شَيْئًاsyay'ansedikit pun
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يُنْقِذُونِyunqidzuunimereka menyelamatkanku
Inti bacaan
Rangkaian (مِنْ دُونِهِ آلِهَةً, min duunihi aalihatan) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 18:15, 21:24, 25:3, dan 36:23.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَأَتَّخِذُ, a-attakhidzu) yang berarti "apakah aku akan mengambil", tersusun dari a, huruf tanya, dan kata kerja orang pertama tunggal attakhidzu yang berakar أ-خ-ذ. Bentuk persis a-attakhidzu hanya muncul di 36:23, dan bentuk attakhidzu muncul dua kali, yaitu di 6:14 dan 36:23. Di 6:14, (أَغَيْرَ اللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا, a-ghayra llaahi attakhidzu waliyyan) yang berarti "apakah selain Allah akan aku jadikan pelindung", objek yang ditolak langsung disusul sebutan pihak lain lewat perbuatannya, (فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, faathiri s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "Pencipta langit dan bumi". Di kedua ayat itu pembicara bertanya tentang mengambil sesuatu bagi dirinya.
Frasa (مِنْ دُونِهِ آلِهَةً, min duunihi aalihatan) yang berarti "sembahan-sembahan selain-Nya" muncul empat kali di empat surah, yaitu di 18:15, 21:24, 25:3, dan 36:23. Di tiga ayat pertama kata kerja yang mendahuluinya berbentuk orang ketiga jamak, (اتَّخَذُوا, ttakhadzuu) yang berarti "mereka mengambil", sedangkan di 36:23 kata kerjanya berbentuk orang pertama tunggal dan berupa pertanyaan, sehingga pembicara menaruh dirinya sebagai pelaku yang diuji. Kata (آلِهَةً, aalihatan) berakar أ-ل-ه dan berbentuk jamak tak tentu, tanpa kata sandang al-. Bentuk persis itu muncul tiga belas kali di sembilan surah, yaitu di 6:19, 6:74, 18:15, 19:81, 21:21, 21:24, 21:99, 25:3, 36:23, 36:74, 37:86, 43:45, dan 46:28.
Frasa (إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ, in yuridni r-rahmaanu bi-dhurrin) yang berarti "jika Ar-Rahman menghendaki bencana terhadapku" dibuka dengan in yang berarti "jika", dan kata kerjanya (يُرِدْنِ, yuridni) tersusun dari yurid yang berarti "menghendaki" dan akhiran -ni yang berarti "aku". Bentuk persis yuridni hanya muncul di 36:23. Kata (بِضُرٍّ, bi-dhurrin) berakar ض-ر-ر dan muncul empat kali, yaitu di 6:17, 10:107, 36:23, dan 39:38. Di 6:17 dan 10:107 bunyinya (وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ, wa-in yamsaska llaahu bi-dhurrin) yang berarti "dan jika Allah menimpakan mudarat kepadamu", dengan Allah sebagai pelaku dan orang kedua sebagai penerima. Di 39:38 dan 36:23 kata kerjanya sama-sama menyatakan kehendak dengan akhiran -nii bagi pembicara sebagai penerima, tetapi pelakunya Allah di 39:38 dan Ar-Rahman di 36:23. Di surah ini kata (الرَّحْمَٰنُ, r-rahmaanu) muncul tiga kali, yaitu di 36:15, 36:23, dan 36:52, dan terjemahan menulisnya sebagai nama, "Ar-Rahman".
Rangkaian (شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا, syafaa'atuhum syay'an) yang berarti "syafaat mereka sedikit pun" muncul dua kali, yaitu di 36:23 dan 53:26. Di 53:26 kalimat itu disusul pengecualian, (إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ, illaa min ba'di an ya'dzana llaahu) yang berarti "kecuali setelah Allah mengizinkan", sedangkan di 36:23 tidak ada pengecualian sesudahnya. Subjek kedua ayat itu berbeda, yaitu malaikat di 53:26 dan sembahan-sembahan di 36:23, sehingga keduanya tidak disamakan. Kata kerja (تُغْنِ, tughni) yang berarti "mencukupkan" diterjemahkan sama di 53:26 dan 36:23, yaitu "sedikit pun tidak mencukupkan".
Kata kerja (يُنْقِذُونِ, yunqidzuuni) dalam (وَلَا يُنْقِذُونِ, wa-laa yunqidzuuni) yang berarti "dan mereka tidak dapat menyelamatkanku" berakar ن-ق-ذ dan hanya muncul dalam bentuk ini di 36:23. Akar yang sama muncul lima kali di lima ayat, yaitu di 3:103, 22:73, 36:23, 36:43, dan 39:19. Di 36:43, (وَلَا هُمْ يُنْقَذُونَ, wa-laa hum yunqadzuuna) yang berarti "dan mereka tidak diselamatkan", kata kerjanya pasif dan menyangkut orang-orang yang ditenggelamkan, sedangkan di 36:23 kata kerjanya aktif dan menyangkut sembahan-sembahan yang tidak menyelamatkan pembicara. Kedua ayat berada dalam satu surah dan memuat peniadaan penyelamat, tetapi pihak yang ditiadakan penyelamatannya berbeda.
Tafsiran
Ayat ini mengubah pertanyaan di 36:22 menjadi sebuah ujian yang dibayangkan: jika Ar-Rahman menghendaki bencana terhadap pembicara, dua pertolongan dari sembahan-sembahan lain gagal, yaitu syafaat dan penyelamatan. Ayat ini tidak menyatakan bahwa bencana itu akan datang. Yang disebut hanya persyaratannya, sehingga pembicara menguji sebuah kemungkinan dan tidak melaporkan sebuah kejadian.
Ujian serupa ada di 39:38, tetapi bentuknya berbeda. Di 39:38 dua kemungkinan diuji berdampingan, yaitu (بِضُرٍّ, bi-dhurrin) yang berarti "dengan bencana" dan (بِرَحْمَةٍ, bi-rahmatin) yang berarti "dengan rahmat", dan keduanya dihadapkan pada apa yang diseru selain Allah. Di 36:23 hanya bencana yang diuji, tetapi pelakunya disebut dengan nama Ar-Rahman, yang akarnya sama dengan rahmat di 39:38. Ayat ini karena itu menaruh kehendak bencana dalam tangan pihak yang namanya berasal dari akar rahmat, tanpa menjelaskan hubungan kedua hal itu.
Bentuk (الرَّحْمَٰنُ, r-rahmaanu) muncul tiga kali di surah ini. Di 36:15 para penolak berkata bahwa Ar-Rahman tidak menurunkan sesuatu apa pun, di 36:23 lelaki itu menyebutnya sebagai pihak yang bila menghendaki bencana tidak tertahan oleh syafaat apa pun, dan di 36:52 orang-orang yang dibangkitkan menyebut apa yang dijanjikan Ar-Rahman. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa 36:23 menjawab 36:15, tetapi bentuk yang sama muncul di surah ini dari tiga pembicara yang berbeda. Susunan ucapan lelaki itu berjalan dari para rasul di 36:20, ke alasan tentang orang lain di 36:21, ke dirinya sendiri di 36:22, lalu ke kemungkinan bencana di 36:23, sebelum kesimpulan di 36:24.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 36:23 mengukur sembahan-sembahan lain pada satu saat saja, yaitu ketika bencana dikehendaki. Di 6:17 saat yang sama disebut dengan kalimat bahwa jika Allah menimpakan mudarat, tidak ada yang menghilangkannya selain Dia. Dua ayat itu berbicara kepada pendengar yang berbeda, tetapi sama-sama memilih keadaan genting sebagai tempat ujian. Pembaca dapat melihat bahwa sandaran yang selama ini terasa kokoh jarang diuji pada saat tenang. Kepada siapa pembaca menoleh pertama kali ketika keadaan berubah genting, dan apakah arah itu pernah diperiksa saat keadaan masih tenang?
- Nama Ar-Rahman muncul di 36:15 dari mulut para penolak, di 36:23 dari mulut lelaki itu, dan di 36:52 dari mulut orang-orang yang dibangkitkan. Di 36:23 nama itu dipakai untuk menyebut pihak yang dapat menghendaki bencana, dan di 39:38 pelaku kehendak bencana disebut Allah, disusul kemungkinan kedua, yaitu rahmat. Kedua ayat berasal dari pembicara yang berbeda dan tidak saling menafsirkan. Pembaca dapat bertanya, nama apa yang dipakainya untuk pihak yang berkuasa atas nasibnya, dan apakah nama itu sempat berubah antara saat tenang dan saat terdesak?
- Ayat 36:23 menyebut dua pertolongan yang tidak ada, yaitu syafaat yang tidak mencukupkan sedikit pun dan penyelamatan yang tidak terjadi. Di 53:26 kalimat tentang syafaat disusul pengecualian, bahwa syafaat itu baru berlaku setelah Allah mengizinkan. Dua ayat itu berbicara tentang subjek yang berbeda, malaikat dan sembahan-sembahan, sehingga tidak disamakan. Pertolongan yang diharapkan dari perantara dapat dibedakan dari pertolongan yang diharapkan dari penyelamat. Dalam harapan pembaca sendiri, siapa yang diminta menjadi perantara dan siapa yang diminta menyelamatkan, dan apakah keduanya orang yang sama?
- Pertanyaan di 36:23 memakai kata kerja orang pertama, apakah aku akan mengambil, sedangkan tiga ayat lain dengan frasa yang sama memakai orang ketiga, mereka mengambil. Di 6:14 pertanyaan serupa diajukan dengan selain Allah sebagai objeknya dan Pencipta langit dan bumi sebagai pembandingnya. Pembicara di dua ayat itu tidak menilai pilihan orang lain, tetapi pilihannya sendiri. Apa yang diambil pembaca sebagai sandaran bagi dirinya, dan siapa yang akan disebut bila ditanya mengapa memilihnya?
- Ayat 36:23 dibuka dengan jika, dan tidak menyatakan bahwa bencana akan datang kepada lelaki itu. Ujian yang diajukannya berdiri di atas sebuah kemungkinan, dan kesimpulannya di 36:24 baru muncul sesudah kemungkinan itu diuji. Orang yang biasa menunggu bencana nyata sebelum menimbang sandarannya dapat memperhatikan bahwa ujian ini disusun tanpa menunggu bencana. Apa yang berubah bila sandaran ditimbang dengan kemungkinan dan tidak dengan kejadian?
- Di 36:43 orang-orang yang ditenggelamkan tidak diselamatkan, dan di 36:23 sembahan-sembahan tidak menyelamatkan pembicara. Kedua ayat berada dalam satu surah, tetapi pihak yang ditiadakan penyelamatannya berbeda, sehingga keduanya tidak dijadikan satu. Pembaca dapat melihat bahwa kalimat yang menyangkal penyelamat muncul dua kali dalam surah ini dengan sasaran yang berlainan. Pada keadaan apa dalam hidup pembaca kalimat itu paling terasa berlaku, dan siapa yang dicari sebagai penyelamat ketika kalimat itu terdengar?