إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Sesungguhnya aku, jika demikian, benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍinnii idzan la-fii dhalaalin mubiininsesungguhnya aku, jika demikian, benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata
Terjemahan per kata (5 kata)
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- إِذًاidzanjika demikian
- لَفِيla-fiibenar-benar dalam
- ضَلَالٍdhalaalinkesesatan
- مُبِينٍmubiininyang nyata
Inti bacaan
Pengakuan jujur konsekuensi logis dari pilihan salah: 'aku akan dalam kesesatan nyata', kejernihan berpikir yang berani mengakui secara terbuka akibat dari keputusan yang keliru, bukan menutup-nutupinya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini melanjutkan logika dari 36:23: 'idzan' ('jika demikian') menandai kesimpulan dari premis sebelumnya.
Tafsiran
Ayat ini menyimpulkan pengujian logis di ayat sebelumnya: jika sembahan lain benar-benar tidak berdaya, maka mengambilnya sebagai sembahan jelas merupakan kesesatan nyata.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam orang itu menyimpulkan tentang dirinya sendiri. Bukan menuduh orang lain. Yang ditimbang risikonya sendiri.
- Kesimpulannya diambil dari premis di ayat sebelumnya. Jika demikian. Alurnya bisa diikuti.
- Ia menyebut kesesatan itu nyata, bukan mungkin. Allah merekam ketegasan itu. Yang berpikir jernih tidak berdalih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Selaras penuh; tak ada divergensi.