قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ

Dikatakan, “Masuklah ke taman.” Ia berkata, “Aduhai, sekiranya kaumku mengetahui,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَqiila dkhuli l-jannatadikatakan, masuklah ke taman
  2. قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَqaala yaa layta qawmii ya'lamuunaia berkata, aduhai, sekiranya kaumku mengetahui

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. قِيلَqiiladikatakan
  2. ادْخُلِdkhulimasukkanlah
  3. الْجَنَّةَl-jannatataman
  4. قَالَqaalaberkata
  5. يَاyaawahai
  6. لَيْتَlaytasekiranya
  7. قَوْمِيqawmiikaumku
  8. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Bentuk tunggal (ادْخُلِ الْجَنَّةَ, dkhuli l-jannata) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:26, sedangkan bentuk jamaknya, (ادْخُلُوا الْجَنَّةَ, udkhuluu l-jannata), muncul tiga kali (7:49, 16:32, 43:70).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قِيلَ, qiila) yang berarti "dikatakan", kata kerja lampau dari akar ق-و-ل yang disusun tanpa menyebut pelakunya. Pembicaranya tidak tertulis di sini, padahal 39:73 menyebutnya untuk undangan serupa: (وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا, wa-qaala lahum khazanatuhaa) yang berarti "dan para penjaganya berkata kepada mereka" menunjuk penjaga-penjaga taman. Rumus pembuka (قِيلَ ادْخُلُوا, qiila dkhuluu) yang berarti "dikatakan, masuklah" ada di 39:72 dan dipakai untuk pintu-pintu Jahanam, jadi kalimat pembuka yang serupa melayani dua tujuan yang berlawanan, taman di 36:26 dan (جَهَنَّمَ, jahannama) di 39:72.

Kata (ادْخُلِ, dkhuli) yang berarti "masuklah" berakar د-خ-ل dan ditujukan kepada satu orang. Bentuk (ادْخُلِ الْجَنَّةَ, dkhuli l-jannata) yang berarti "masuklah ke taman" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:26. Bentuk jamaknya, (ادْخُلُوا الْجَنَّةَ, udkhuluu l-jannata), muncul tiga kali, yaitu di 7:49, 16:32, dan 43:70, dan ketiganya ditujukan kepada orang banyak. Dengan bentuk tunggal itu, undangan di 36:26 ditujukan kepada seorang saja.

Kata (الْجَنَّةَ, l-jannata) yang berarti "taman" berakar ج-ن-ن dan memakai kata sandang al-, sama seperti di tiga ayat jamak tadi. Terjemahan memakai "taman" untuk kata ini di seluruh ayat tersebut. Ayat ini tidak menyebut apa yang terjadi antara 36:25 dan 36:26, termasuk bagaimana lelaki itu sampai ke taman.

Kata (قَالَ, qaala) yang berarti "berkata" menunjuk satu pelaku laki-laki. Terjemahan memakai kata ganti orang ketiga karena ucapannya menyebut "kaumku", sama dengan sebutan (يَا قَوْمِ, yaa qawmi) yang berarti "wahai kaumku" di 36:20.

Harapan lelaki itu dibuka dengan (يَا لَيْتَ, yaa layta) yang berarti "aduhai, sekiranya". Bentuk-bentuk yang memuat (يَا لَيْتَ, yaa layta) ada tiga belas kemunculan di Al-Qur'an, yaitu di 4:73, 6:27, 18:42, 19:23, 25:27, 28:79, 33:66, 36:26, 43:38, 69:25, 69:27, 78:40, dan 89:24. Di dua belas kemunculan selain 36:26, yang diharapkan menyangkut keadaan pembicara sendiri atau kelompoknya: (يَا لَيْتَنِي, yaa laytanii) yang berarti "aduhai, sekiranya aku" tujuh kali, yaitu di 4:73, 18:42, 19:23, 25:27, 69:25, 78:40, dan 89:24; (يَا لَيْتَنَا, yaa laytanaa) yang berarti "aduhai, sekiranya kami" dua kali, yaitu di 6:27 dan 33:66; (يَا لَيْتَ لَنَا, yaa layta lanaa) yang berarti "aduhai, sekiranya kita mempunyai" di 28:79; (يَا لَيْتَ بَيْنِي, yaa layta baynii) yang berarti "aduhai, sekiranya antara aku" di 43:38; dan (يَا لَيْتَهَا, yaa laytahaa) yang berarti "aduhai, sekiranya itu" di 69:27. Bentuk (يَا لَيْتَ قَوْمِي, yaa layta qawmii) hanya ada di 36:26, dan harapannya menyangkut orang lain.

Kata (قَوْمِي, qawmii) yang berarti "kaumku" berakar ق-و-م dan muncul lima kali di lima surah, yaitu 7:142, 25:30, 26:117, 36:26, dan 71:5. Di 25:30 dan 26:117 bunyinya (رَبِّ إِنَّ قَوْمِي, rabbi inna qawmii) yang berarti "Tuhanku, sesungguhnya kaumku", yaitu keluhan kepada Tuhan. Di 36:26 kata yang sama dipakai dalam harapan tentang pengetahuan.

Kata kerja (يَعْلَمُونَ, ya'lamuuna) yang berarti "mereka mengetahui" berakar ع-ل-م dan berhenti tanpa objek. Yang diketahui baru disebut di 36:27, dan terjemahan ayat ini ditutup dengan koma untuk menandai sambungan itu.

Tafsiran

Ayat ini memuat dua ucapan berurutan: perintah masuk taman yang pembicaranya tidak disebut, lalu harapan lelaki itu untuk kaumnya. Di antara 36:25 dan 36:26 tidak ada kalimat penghubung. Ucapan lelaki itu di 36:25 berakhir dengan permintaan didengar, kemudian 36:26 membuka dengan "dikatakan, masuklah ke taman", sehingga kisah melompat dari negeri yang menolak ke taman tanpa memperlihatkan jalannya.

Ayat ini bersambung dengan 36:24 dari arah yang berlawanan. Di 36:24 lelaki itu menilai bahwa dirinya berada dalam kesesatan yang nyata seandainya mengambil sembahan selain-Nya, dan di 36:26, sesudah pengakuannya di 36:25, lelaki itu disebut diundang masuk taman. Urutannya tertulis, sedangkan hubungan sebab di antara pengakuan dan undangan itu tidak dinyatakan.

Arah ucapan lelaki itu berubah. Di 36:20 lelaki itu berseru kepada kaumnya dengan (يَا قَوْمِ, yaa qawmi), dan di 36:25 masih berbicara, dengan "kalian", kepada orang banyak yang dibaca sebagai kaum itu. Di 36:26 mereka disebut (قَوْمِي, qawmii) sebagai pihak yang dibicarakan, karena (يَا, yaa) di ayat ini melekat pada (لَيْتَ, layta) dan tidak pada kata kaum. Lelaki itu kini berbicara tentang mereka dan tidak lagi kepada mereka.

Bila 36:26 dibaca bersama 36:28, kedua ayat ini mengapit 36:27. Ayat 36:28 kembali kepada kaum itu dengan (قَوْمِهِ, qawmihi) yang berarti "kaumnya", dan pembicaranya berganti dari lelaki itu ke "Kami". Kisah taman lelaki itu karena itu terletak di antara ucapannya kepada kaumnya dan nasib kaumnya. Ayat 36:28 tidak mengatakan apakah harapan di 36:26 terpenuhi.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 36:26 menulis undangan masuk taman tanpa menyebut siapa yang mengundang, sedangkan 39:73 menyebut para penjaga taman sebagai pembicara. Di 39:74 penghuni taman menjawab dengan pujian, "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya", sehingga pujian di sana tertuju kepada Allah dan tidak kepada penyampai undangan. Pembaca dapat membayangkan menerima kabar baik yang pengirimnya tidak disebut, lalu bertanya ke mana terima kasihnya akan diarahkan. Apakah ucapan terima kasih itu menunggu nama penyampainya, atau sudah tahu ke mana harus pergi?
  • Di dua belas kemunculan lain, harapan berawalan "aduhai, sekiranya" menyangkut keadaan pembicara sendiri atau kelompoknya: mati sebelum ini di 19:23, mengambil jalan bersama Rasul di 25:27, menjadi tanah di 78:40. Di 36:26 harapan itu menyangkut kaumnya, dan isinya pengetahuan, tanpa menyebut keselamatan atau kenikmatan untuk dirinya. Pembaca yang menghitung harapan-harapannya sendiri dapat memilah mana yang menyangkut orang lain dan mana yang menyangkut dirinya. Bila pintu taman terbuka di hadapannya, harapan apa yang pertama terucap, dan untuk siapa harapan itu?
  • Di 36:20 lelaki itu memanggil mereka "wahai kaumku", dan di 36:25 menyebut Tuhan kalian. Di 36:26 mereka tetap disebut kaumku, tetapi kini yang diucapkan adalah harapan tentang mereka, tanpa orang yang dimaksud berada di hadapannya. Sebutan itu sama sebelum dan sesudah kisah berpindah ke taman, padahal 36:25 tidak mencatat tanggapan mereka. Pembaca dapat mencatat nama apa yang dipakainya untuk orang yang menolaknya ketika orang itu tidak hadir. Apakah nama itu sama dengan yang dipakainya ketika orang itu mendengar?
  • Harapan di 36:26 berhenti pada kata mengetahui tanpa menyebut apa yang diketahui, dan isinya baru ada di 36:27. Jeda itu terbuka selama satu ayat, dan terjemahan menandainya dengan koma. Pembaca yang pernah berharap seseorang mengetahui sesuatu dapat mencoba menyelesaikan kalimat itu untuk dirinya sendiri sebelum membaca ayat berikutnya: mengetahui apa? Bila kalimat itu diselesaikan lebih dulu, apakah isinya tentang dirinya, tentang orang yang dimaksud, atau tentang Tuhan?
  • Perpindahan lelaki itu dari seruan di ujung kota ke taman dicatat 36:26 dengan dua kata kerja ucapan, yaitu dikatakan dan berkata, tanpa kalimat yang melukiskan perasaan atau keadaan sekitarnya. Pembaca yang menceritakan perubahan besar dalam hidupnya dapat menghitung berapa kalimat yang dipakai untuk perubahan itu dan berapa kalimat untuk hal yang diharapkannya dari orang lain. Mana yang lebih panjang dalam ceritanya sendiri, perubahan itu atau harapannya?
  • Ayat 9:72 mencatat bahwa Allah menjanjikan taman-taman kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, dan 36:25 memuat pengakuan beriman dari seorang laki-laki yang sesudahnya, di 36:26, diundang masuk taman. Ayat 36:26 tidak menyebut undangan itu sebagai penunaian janji tersebut dan tidak menyebut sebab masuknya, sehingga kaitan keduanya dibuat pembaca ketika menyandingkan ayat. Pembaca dapat bertanya janji apa yang didengarnya dari ayat-ayat tentang taman, dan apakah pembaca membaca 36:26 sebagai tempat janji itu mulai berlaku atau sebagai penutup kisah satu orang?