بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ

tentang bagaimana Tuhanku mengampuniku dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَbi-maa ghafara lii rabbii wa-ja'alanii mina l-mukramiinatentang bagaimana Tuhanku mengampuniku dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. بِمَاbi-maatentang bagaimana
  2. غَفَرَghafaramengampuni
  3. لِيliibagiku
  4. رَبِّيrabbiiTuhanku
  5. وَجَعَلَنِيwa-ja'alaniidan Dia menjadikanku
  6. مِنَminadari
  7. الْمُكْرَمِينَl-mukramiinaorang-orang yang dimuliakan

Inti bacaan

Bentuk lampau (غَفَرَ, ghafara) muncul tiga kali di Al-Qur'an (28:16, 36:27, 42:43), dan gabungan (غَفَرَ لِي, ghafara lii) hanya ada di 36:27.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (بِمَا, bi-maa) yang berarti "tentang bagaimana", dan melanjutkan harapan yang berhenti di 36:26 pada (يَعْلَمُونَ, ya'lamuuna) yang berarti "mereka mengetahui". Terjemahan memakai "tentang bagaimana" untuk mengisi objek kata kerja itu. Pilihan ini perlu dinyatakan, sebab kata (بِمَا, bi-maa) di tempat lain diterjemahkan "karena apa yang": di 16:32 dan 43:72, (بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, bi-maa kuntum ta'maluuna) menjadi "karena apa yang telah kalian kerjakan" dan "disebabkan apa yang kalian kerjakan", dan di kedua ayat itu taman dikaitkan dengan amal penghuninya. Di 36:27 bacaan "karena" tidak ditutup oleh teks, tetapi kata kerja di ayat sebelumnya menunggu objek, dan "tentang bagaimana" memberi objek itu isi tanpa menambah sebab.

Kata kerja (غَفَرَ, ghafara) yang berarti "mengampuni" berakar غ-ف-ر. Bentuk lampau ini muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 28:16, 36:27, dan 42:43. Di 28:16, (فَغَفَرَ, fa-ghafara) yang berarti "maka Dia mengampuni" menyusul pengakuan (ظَلَمْتُ نَفْسِي, zhalamtu nafsii) yang berarti "aku telah menzalimi diriku sendiri" dan permohonan ampun. Di 42:43, (وَغَفَرَ, wa-ghafara) yang berarti "dan memaafkan" dipakai untuk manusia yang bersabar. Di 36:27 pelakunya disebut dalam ayat itu sendiri, yaitu (رَبِّي, rabbii) yang berarti "Tuhanku". Gabungan (غَفَرَ لِي, ghafara lii) yang berarti "mengampuniku" hanya ada di 36:27.

Kata (وَجَعَلَنِي, wa-ja'alanii) yang berarti "dan menjadikanku" berakar ج-ع-ل dan muncul empat kali di tiga surah, yaitu 19:30, 19:31, 26:21, dan 36:27. Di keempatnya Tuhan menjadi pelaku perbuatan menjadikan menurut ayat di sekitarnya: di 19:30 pembicara menyebut Dia yang memberinya Kitab, dan di 26:21 pelakunya tertulis (رَبِّي, rabbii). Gabungan (وَجَعَلَنِي مِنَ, wa-ja'alanii mina) yang berarti "dan menjadikanku termasuk" ada dua kali, yaitu di 26:21 dan 36:27. Di 26:21 kelompoknya (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) yang berarti "para rasul", dan di 36:27 kelompoknya (الْمُكْرَمِينَ, l-mukramiina) yang berarti "orang-orang yang dimuliakan".

Kata (الْمُكْرَمِينَ, l-mukramiina) berakar ك-ر-م dan berbentuk "yang dimuliakan", yaitu pihak yang dikenai perbuatan. Dengan kata sandang al- kata ini muncul dua kali, yaitu di 36:27 dan 51:24, yang kedua menyebut tamu Ibrahim. Tanpa kata sandang, (مُكْرَمُونَ, mukramuuna) muncul tiga kali, yaitu di 21:26, 37:42, dan 70:35. Di 21:26 bunyinya (عِبَادٌ مُكْرَمُونَ, 'ibaadun mukramuuna) yang berarti "hamba-hamba yang dimuliakan", sedangkan di 37:42 dan 70:35 penghuni taman disebut sebagai yang dimuliakan. Di kelima tempat itu kata ini sendiri tidak menyebut siapa yang memuliakan. Di 36:27 pelakunya terbaca dari kata kerja sebelumnya, yaitu (وَجَعَلَنِي, wa-ja'alanii) dengan Tuhanku sebagai pelaku. Bentuk kata kerja aktif dari akar yang sama, (فَأَكْرَمَهُ, fa-akramahu) yang berarti "lalu memuliakannya", di 89:15 menyebut (رَبُّهُ, rabbuhu) yang berarti "Tuhannya" sebagai pelaku.

Huruf (وَ, wa-) yang berarti "dan" pada (وَجَعَلَنِي, wa-ja'alanii) menyambung dua kata kerja itu, mengampuni lebih dulu, lalu menjadikan. Terjemahan memakai "dan" sesuai tulisannya, sehingga hubungan waktu atau sebab di antara keduanya dibiarkan seperti dalam teks.

Tafsiran

Ayat ini menutup ucapan lelaki itu dan memberi isi pada kata mengetahui yang berhenti di 36:26. Kaumnya diharapkan mengetahui dua perbuatan Tuhannya terhadap dirinya, yaitu mengampuni dan menjadikannya termasuk orang-orang yang dimuliakan, dan kedua kata kerja itu memakai Tuhanku sebagai pelaku.

Perbuatan lelaki itu sendiri tidak muncul dalam ayat ini. Di 36:23 dan 36:25 kata kerja yang dipakainya menyangkut dirinya, yaitu (أَأَتَّخِذُ, a-attakhidzu) yang berarti "apakah aku akan mengambil" dan (آمَنْتُ, aamantu) yang berarti "aku telah beriman". Di 36:27 kedua kata kerja menyangkut perbuatan Tuhannya, sehingga ucapan itu bergeser dari apa yang dilakukan lelaki itu ke apa yang dilakukan kepadanya.

Sebutan Tuhan juga berpindah dari milik pendengar di 36:25, (رَبِّكُمْ, rabbikum) yang berarti "Tuhan kalian", ke milik pembicara di 36:27, (رَبِّي, rabbii) yang berarti "Tuhanku". Perpindahan itu terjadi sesudah 36:26 membawa lelaki itu ke taman, dan isi yang dikabarkan tentang Tuhan itu menyangkut pengampunan atas dirinya sendiri.

Ucapan ini ditutup tanpa kata yang menyalahkan kaumnya. Ayat 36:26 menyebut harapan agar mereka mengetahui, dan 36:27 menyebut apa yang diketahui, tetapi tidak menyebut apa yang diharapkan terjadi pada mereka sesudah mengetahui. Ayat 36:28 kemudian kembali kepada kaum itu, dengan pembicara yang berganti menjadi "Kami".

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 36:27 menyebut mengampuni lebih dulu, lalu menjadikan termasuk orang-orang yang dimuliakan. Urutan serupa ada di 57:21, ketika orang diajak berlomba menuju ampunan dari Tuhan kalian lebih dulu, baru taman. Dua ayat itu tidak saling menafsirkan, tetapi keduanya menaruh ampunan di depan. Pembaca yang menceritakan hal terbaik yang pernah terjadi padanya dapat memeriksa susunan kalimatnya sendiri: kemuliaan yang disebut di depan, atau apa yang diampuni dari dirinya? Ketika kabar itu disampaikan kepada orang yang menolak, mana yang diucapkan lebih dulu?
  • Di 16:32 dan 43:72 taman dikaitkan dengan apa yang dikerjakan penghuninya, dengan kata karena dan disebabkan. Di 36:27 lelaki itu mengabarkan dua perbuatan Tuhannya terhadap dirinya, dan tidak membuat daftar perbuatannya sendiri. Ayat 36:27 tidak menolak kaitan dengan amal, dan 36:23 sampai 36:25 memuat tindakannya, tetapi kabar yang diucapkan kepada kaumnya berisi apa yang dikerjakan Tuhan untuknya. Bila seseorang ditanya mengapa dirinya berada di tempat yang baik, apa yang pertama disebutnya: apa yang dikerjakannya atau apa yang dikerjakan Tuhan untuknya?
  • Di 89:15 seorang manusia berkata, "Tuhanku telah memuliakanku", sesudah diberi kenikmatan, dan 89:17 menjawabnya dengan "Sekali-kali tidak!" lalu menyebut bahwa kalian tidak memuliakan anak yatim. Di 36:27 kalimat serupa diucapkan sesudah ampunan, dan 36:28 tidak memuat bantahan atas ucapan itu. Pembaca dapat bertanya dari mana ukuran dimuliakan itu diambil, dari apa yang dimiliki atau dari apa yang diampuni darinya. Bagaimana dengan perlakuan terhadap anak yatim di sekitarnya, apakah ukuran itu ikut memuat mereka?
  • Ayat 28:16 memuat pengakuan dan permohonan sebelum pengampunan: "aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku", lalu "Maka Dia mengampuninya". Ayat 36:27, yang menyangkut orang berbeda, memuat kabar pengampunan tanpa menyebut apa yang diampuni. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kabar pengampunan dituturkan dengan rincian kesalahan di satu tempat dan tanpa rincian di tempat lain. Bagian mana dari hidupnya yang pernah diampuni, dan bagaimana bagian itu diceritakan kepada orang lain, dengan rincian atau tanpa rincian?
  • Harapan di 36:26 dan isinya di 36:27 menyangkut kaum yang menolak, dan isi itu berupa kabar tentang diri lelaki itu dan Tuhannya. Ayat 36:27 tidak memuat kata yang menyalahkan kaumnya. Pembaca yang ingin orang lain mengetahui sesuatu dapat menimbang apakah kabar yang ingin disampaikannya menyangkut dirinya sendiri atau menyangkut kesalahan mereka. Bila hanya ada satu kalimat untuk disampaikan kepada orang yang menolaknya, kalimat itu akan berisi tentang siapa?
  • Di 36:25 lelaki itu menyebut Tuhan kalian dan di 36:27 menyebut Tuhanku. Sebutan berpindah dari milik pendengar ke milik pembicara dalam satu rangkaian ucapan, dengan taman di antaranya, dan ayat 36:27 tidak menjelaskan perpindahan itu. Pembaca yang memperhatikan kata ganti yang dipakainya untuk Tuhan dalam berbagai keadaan dapat menimbang bagaimana kata itu berubah. Kapan sebutan itu dalam hidupnya berganti dari Tuhan kalian menjadi Tuhanku, dan apa yang terjadi di antara keduanya?