وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَ
Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya, setelahnya, satu bala tentara pun dari langit, dan Kami tidak menurunkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِwa-maa anzalnaa 'alaa qawmihi min ba'dihi min jundin mina s-samaa'idan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya, setelahnya, satu bala tentara pun dari langit
- وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَwa-maa kunnaa munziliinadan Kami tidak menurunkan
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَنْزَلْنَاanzalnaaKami menurunkan
- عَلَىٰ'alaaatas
- قَوْمِهِqawmihikaumnya
- مِنْmindari
- بَعْدِهِba'dihisesudahnya
- مِنْmindari
- جُنْدٍjundinbala tentara
- مِنَminadari
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- كُنَّاkunnaaKami adalah
- مُنْزِلِينَmunziliinayang menurunkan
Inti bacaan
Bentuk (مُنْزِلِينَ, munziliina) muncul tiga kali di Al-Qur'an (12:59, 23:29, 36:28), dan gabungan (كُنَّا مُنْزِلِينَ, kunnaa munziliina) hanya ada di 36:28.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَمَا أَنْزَلْنَا, wa-maa anzalnaa) yang berarti "dan Kami tidak menurunkan", kata kerja lampau dari akar ن-ز-ل dengan akhiran -naa yang menunjuk "Kami". Bentuk ini muncul tiga kali, yaitu di 8:41, 16:64, dan 36:28, tetapi kata (مَا, maa) menyangkal hanya di 16:64 dan 36:28. Di 8:41 kata itu berarti "apa yang", sehingga terjemahannya "kepada apa yang Kami turunkan". Di 16:64 (الْكِتَابَ, l-kitaaba) yang berarti "Kitab" tidak diturunkan tanpa tujuan menjelaskan, dan di 36:28 bala tentara tidak diturunkan. Gabungan (أَنْزَلْنَا عَلَىٰ, anzalnaa 'alaa) ada dua kali, yaitu di 8:41 dan 36:28.
Kata (عَلَىٰ قَوْمِهِ, 'alaa qawmihi) yang berarti "kepada kaumnya" berakar ق-و-م, dan akhiran -hi menunjuk lelaki yang berbicara dari 36:20 sampai 36:27. Akhiran yang sama ada pada (مِنْ بَعْدِهِ, min ba'dihi) yang berarti "setelahnya", dari akar ب-ع-د, yang menandai waktu sesudah lelaki itu. Berapa lama jaraknya tidak dinyatakan. Gabungan (مِنْ بَعْدِهِ مِنْ, min ba'dihi min) ada dua kali, yaitu di 7:148 dan 36:28, dan di 7:148 akhiran -hi menunjuk Musa.
Kata (مِنْ جُنْدٍ, min jundin) yang berarti "satu bala tentara pun" terdiri dari (مِنْ, min) yang menguatkan penyangkalan dan (جُنْدٍ, jundin) yang berarti "bala tentara". Terjemahan menulis (مِنْ, min) sebagai "pun", seperti (مِنْ شَيْءٍ, min syay'in) di 36:15 yang berarti "sesuatu apa pun", dalam (وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَٰنُ مِنْ شَيْءٍ, wa-maa anzala r-rahmaanu min syay'in) yang berarti "dan Ar-Rahman tidak menurunkan sesuatu apa pun". Kata (جُنْدٍ, jundin) berakar ج-ن-د, dan bentuk tunggal tak tentu yang bergenitif ini hanya ada di 36:28. Terjemahan memakai "bala tentara" untuk akar ini, seperti di (وَأَنْزَلَ جُنُودًا, wa-anzala junuudan) yang berarti "dan menurunkan bala tentara" di 9:26, di (جُنْدٌ مُحْضَرُونَ, jundun muhdharuuna) yang berarti "bala tentara yang dihadirkan" di 36:75, dan di (وَلِلَّهِ جُنُودُ, wa-li-llaahi junuudu) yang berarti "dan milik Allah bala tentara" di 48:4.
Kata (مِنَ السَّمَاءِ, mina s-samaa'i) yang berarti "dari langit" berakar س-م-و. Di 29:34, (مُنْزِلُونَ, munziluuna) yang berarti "akan menurunkan" bergandengan dengan frasa yang sama dalam kalimat tentang azab yang akan diturunkan kepada penduduk sebuah negeri. Di 36:28 frasa itu menyertai bala tentara, dan ayat ini menyatakan bala tentara itu tidak diturunkan.
Penutup ayat, (وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَ, wa-maa kunnaa munziliina) yang berarti "dan Kami tidak menurunkan", tersusun dari (كُنَّا, kunnaa) yang berarti "Kami adalah" dan (مُنْزِلِينَ, munziliina) yang berarti "pihak yang menurunkan". Gabungan (كُنَّا مُنْزِلِينَ, kunnaa munziliina) hanya ada di 36:28. Bentuk (مُنْزِلِينَ, munziliina) muncul tiga kali, yaitu di 12:59, 23:29, dan 36:28. Di dua ayat lain bentuk itu ada dalam (خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ, khayru al-munziliina), yang dalam terjemahan ini menjadi "sebaik-baik tuan rumah" di 12:59 dan "sebaik-baik yang menempatkan" di 23:29. Di 36:28 bentuk itu bersambung dengan penyangkalan, dan terjemahan memakai kata kerja "menurunkan" dengan "Kami" sebagai pelaku. Pola (وَمَا كُنَّا, wa-maa kunnaa) muncul sepuluh kali di delapan surah, yaitu di 7:7, 7:43, 12:73, 12:81, 17:15, 23:17, 26:209, 28:59, 36:28, dan 43:13. Di 17:15, (وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ, wa-maa kunnaa mu'adzdzibiina) diterjemahkan "Kami tidak akan menyiksa", dan di 28:59, (وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي, wa-maa kunnaa muhlikii) diterjemahkan "Tidak pernah Kami membinasakan". Kedua ayat itu juga menulis kata benda pelaku sebagai kata kerja, seperti di 36:28. Ayat ini berakhir tanpa objek, dan terjemahan tidak mengulang "bala tentara" untuk kedua kalinya.
Tafsiran
Ayat ini memindahkan kisah dari lelaki itu kepada kaumnya. Sesudah 36:26 dan 36:27 menutup ucapan lelaki itu dengan taman, ampunan, dan kemuliaan, 36:28 kembali ke bumi dengan (قَوْمِهِ, qawmihi) yang berarti "kaumnya", dan pembicaranya berganti dari lelaki itu menjadi "Kami". Isinya sebuah penyangkalan: tidak ada bala tentara dari langit yang diturunkan kepada kaumnya setelah lelaki itu, dan penyangkalan itu diulang di ujung ayat. Apa yang terjadi pada kaum itu belum disebut di sini, dan kata yang menyebutnya baru ada di 36:29.
Penyangkalan ini berhadapan dengan 36:15, tempat para penolak berkata kepada para utusan bahwa Ar-Rahman tidak menurunkan sesuatu apa pun. Kata kerja dari akar yang sama, penyangkalan, dan penguat (مِنْ, min) yang sama dipakai di 36:28 dalam ucapan "Kami" tentang bala tentara. Dua ayat itu berbeda pembicara dan berbeda isi, dan keduanya tidak saling membantah.
Bala tentara disebut diturunkan di 9:26, dan di 48:4 bala tentara langit dan bumi disebut milik Allah. Ayat 36:28 menyatakan bala tentara semacam itu tidak diturunkan kepada kaum ini, tanpa menyangkal bahwa bala tentara itu ada.
Dalam alur kisah, ayat ini terletak sesudah para utusan diutus di 36:14 dan sesudah kaum itu disebut kaum yang melampaui batas di 36:19. Ayat 36:28 tidak menghubungkan penyangkalannya dengan pengutusan atau dengan sebutan kaum yang melampaui batas, tetapi urutannya tertulis: utusan lebih dulu, lelaki itu kemudian, dan kaumnya sesudah lelaki itu.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 36:28 menyebut apa yang tidak diturunkan, yaitu bala tentara dari langit, tanpa menyebut apa yang terjadi, dan jawabannya baru datang di ayat berikutnya. Pembaca yang membayangkan akhir sebuah kaum yang menolak dapat memperhatikan gambar apa yang pertama muncul di kepalanya, bala tentara, bencana besar, atau gambar lain, lalu memeriksa apakah gambar itu berasal dari ayat atau dari dirinya sendiri. Dari gambar-gambar itu, mana yang benar-benar tertulis di 36:28, dan mana yang ditambahkan oleh pembaca?
- Ayat 48:4 menyatakan bahwa bala tentara langit dan bumi milik Allah, dan 74:31 menyatakan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia. Ayat 36:28 tidak membantah kepemilikan itu, tetapi menyatakan bahwa bala tentara tidak diturunkan kepada kaum ini. Pembaca dapat membedakan antara memiliki kemampuan dan menggunakannya, lalu menimbang apa yang dimilikinya dan tidak digunakannya terhadap orang yang menolaknya. Siapa yang mengetahui bahwa kemampuan itu ada padanya?
- Di 36:15 para penolak berkata bahwa Ar-Rahman tidak menurunkan sesuatu apa pun, dan di 36:28 pembicaranya berkata Kami tidak menurunkan bala tentara kepada kaumnya. Dua kalimat penyangkalan itu memakai kata kerja dari akar yang sama, yang satu diucapkan manusia tentang Dia dan yang lain diucapkan dalam suara Kami. Pembaca dapat memeriksa penyangkalan yang pernah diucapkannya tentang Tuhan. Dari mana penyangkalan seperti itu berasal, dari sesuatu yang dilihat atau dari sesuatu yang dibayangkan tentang Dia?
- Ayat 36:28 memakai kata setelahnya untuk menandai waktu sesudah lelaki itu, tanpa menyebut berapa lama jaraknya. Kaumnya masih disebut kaumnya, dan 36:26 sudah menyebut mereka kaumku dalam harapan lelaki itu. Pembaca yang pernah meninggalkan tempat yang dipenuhi orang-orang yang tidak sependapat dapat memikirkan apa yang berlangsung di tempat itu sesudah kepergiannya. Apa yang diketahuinya tentang orang-orang yang pernah ditinggalkannya, dan apa yang belum diketahuinya?
- Di 9:26 Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin, dan menurunkan bala tentara yang tidak kalian lihat. Bantuan yang tidak terlihat dicatat sebagai sesuatu yang turun kepada satu pihak, dan 36:28 mencatat bala tentara tidak turun kepada pihak lain. Pembaca dapat menimbang bagaimana ia menghitung pertolongan, dari apa yang tampak atau dari apa yang disebut ayat. Apakah pertolongan yang tidak terlihat masih dihitung sebagai pertolongan, dan bagaimana dengan ketiadaannya?
- Ayat 17:15 menyatakan bahwa Kami tidak akan menyiksa hingga Kami mengutus seorang rasul, dan 28:59 menyatakan bahwa Kami tidak pernah membinasakan negeri-negeri kecuali penduduknya dalam keadaan zalim. Dalam kisah ini 36:14 menyebut Kami mengutus utusan kepada penduduk negeri itu, dan 36:19 menyebut mereka kaum yang melampaui batas. Ayat 36:28 sendiri berbicara tentang bala tentara dan tidak menyebut syarat apa pun. Pembaca dapat menyandingkan ketiga ayat itu tanpa menyatukannya. Apa yang tersedia di ayat-ayat itu, dan apa yang masih harus diisi sendiri oleh pembaca?