إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ
Ia tidak lain adalah satu teriakan, maka seketika itu mereka padam.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَin kaanat illaa shayhatan waahidatan fa-idzaa hum khaamiduunaia tidak lain adalah satu teriakan, maka seketika itu mereka padam
Terjemahan per kata (8 kata)
- إِنْintidaklah
- كَانَتْkaanatadalah
- إِلَّاillaakecuali
- صَيْحَةًshayhatansuara keras
- وَاحِدَةًwaahidatansatu
- فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
- هُمْhummereka
- خَامِدُونَkhaamiduunaorang-orang yang padam
Inti bacaan
Kata (خَامِدُونَ, khaamiduuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:29, dan bentuk dari akar yang sama, (خَامِدِينَ, khaamidiina), muncul satu kali di 21:15.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنْ كَانَتْ إِلَّا, in kaanat illaa) yang berarti "tidak lain". Kata (إِنْ, in) menyangkal, dan bersama (إِلَّا, illaa) keduanya membentuk rumus "tidak lain", seperti (إِنْ هُوَ إِلَّا, in huwa illaa) di 36:69 dan 53:4. Kata (كَانَتْ, kaanat) adalah kata kerja lampau berbentuk perempuan tunggal, dan pelakunya tidak tertulis, sehingga terjemahan memakai kata ganti "ia" untuk pelaku itu. Rumus lengkap (إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً, in kaanat illaa shayhatan waahidatan) muncul dua kali, dan keduanya berada dalam satu surah, yaitu 36:29 dan 36:53.
Kata (صَيْحَةً, shayhatan) yang berarti "teriakan" berakar ص-ي-ح, dan (وَاحِدَةً, waahidatan) yang berarti "satu" berakar و-ح-د serta berbentuk perempuan seperti kata di depannya. Susunan (إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً, illaa shayhatan waahidatan) muncul empat kali di dua surah, yaitu 36:29, 36:49, 36:53, dan 38:15. Di 36:49 dan 38:15 teriakan itu masih ditunggu oleh pihak yang disebut, sedangkan di 36:29 dan 36:53 teriakan itu sudah datang dan akibatnya langsung ditulis. Terjemahan memakai "teriakan" di keempat tempat itu.
Susunan (فَإِذَا هُمْ, fa-idzaa hum) yang berarti "maka seketika itu mereka" muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu 6:44, 7:201, 27:45, 36:29, 36:37, 36:51, 36:53, 37:19, 39:68, dan 79:14. Susunan ini menyambungkan satu kejadian dengan keadaan yang langsung terjadi sesudahnya, dan keadaannya berbeda-beda: (فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ, fa-idzaa hum mublisuuna) yang berarti "maka seketika mereka putus asa" di 6:44, dan (فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ, fa-idzaa hum muzhlimuuna) yang berarti "maka seketika itu mereka berada dalam kegelapan" di 36:37. Di 36:29 keadaannya (فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ, fa-idzaa hum khaamiduuna) yang berarti "maka seketika itu mereka padam". Rumus pembuka yang sama dipakai di 36:53, tetapi keadaan yang menyusulnya lain, yaitu (فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ, fa-idzaa hum jamii'un ladaynaa muhdharuuna) yang berarti "maka seketika itu mereka semua dihadirkan kepada Kami".
Kata (خَامِدُونَ, khaamiduuna) yang berarti "padam" berakar خ-م-د. Bentuk ini muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:29, dan bentuk (خَامِدِينَ, khaamidiina) muncul satu kali di 21:15, sehingga akar ini muncul dua kali di dua ayat itu. Di 21:15, (حَصِيدًا خَامِدِينَ, hashiidan khaamidiina) yang berarti "tanaman yang dituai lagi padam" menyandingkan kata ini dengan gambar tanaman yang dituai. Di 36:29 tidak ada gambar lain di dalam ayat itu, dan terjemahan memakai "padam" seperti di 21:15. Terjemahan tidak memakai (مَاتُوا, maatuu) yang berarti "mereka mati", kata kerja yang ada di 2:161, 3:91, 3:156, 9:84, 9:125, 22:58, dan 47:34, sehingga ayat ini tidak memakai kata yang dipakai di tempat lain untuk menyatakan kematian.
Tafsiran
Ayat ini menjawab 36:28 dengan hal yang terjadi. Ayat 36:28 menyebut apa yang tidak diturunkan, yaitu bala tentara dari langit, dan 36:29 menyebut apa yang ada, yaitu satu teriakan, lalu keadaan kaum itu langsung berubah. Ayat 36:28 dibuka dengan penyangkalan yang diulang di ujung, sedangkan 36:29 dibuka dengan penyangkalan yang diikuti pengecualian, "tidak lain satu teriakan", sehingga ukuran kejadian yang disebut berpindah dari bala tentara ke satu teriakan.
Rumus yang sama dipakai lagi di 36:53 dengan akibat yang lain: di 36:29 mereka padam, dan di 36:53 mereka semua dihadirkan kepada Kami. Surah ini memakai satu kerangka kalimat untuk dua akhir yang berbeda. Di antara keduanya, 36:51 memuat (فَإِذَا هُمْ, fa-idzaa hum) lagi dengan keadaan bergegas dari kubur menuju Tuhan mereka, sehingga keadaan padam di 36:29 dan keadaan bergerak di 36:51 ditulis dengan pembuka yang sama.
Ayat ini tidak menyebut siapa yang menimbulkan teriakan itu. Ayat 36:28 memuat "Kami" sebagai pelaku yang tidak menurunkan bala tentara, sedangkan 36:29 memakai kata kerja tanpa pelaku yang tertulis. Hubungan antara "Kami" di ayat sebelumnya dan teriakan di ayat ini tidak dinyatakan, sehingga pembaca hanya menerima urutannya.
Ayat sesudahnya, 36:30, beralih ke seruan penyesalan atas para hamba, dan dengan itu kisah penduduk negeri yang dimulai di 36:13 berakhir pada keadaan padam dan sebuah seruan.
Renungan dan Hikmah
- Rumus maka seketika itu mereka dipakai di 36:29 untuk keadaan padam, dan di 36:51 untuk keadaan sebaliknya: mereka bergegas dari kubur menuju Tuhan mereka. Dua ayat itu menyangkut peristiwa yang berbeda, tetapi kalimat yang sama menampung dua keadaan yang saling berlawanan, diam dan bergerak. Pembaca yang membayangkan akhir sebuah kehidupan sebagai titik berhenti dapat menimbang bahwa 36:51 menaruh gerak sesudah diam. Keadaan mana dari kedua ayat itu yang lebih sering dibayangkan pembaca, dan menuju siapa gerak bergegas itu?
- Ayat 36:28 menyebut bala tentara yang tidak diturunkan, dan 36:29 menyebut satu teriakan. Di 36:49 teriakan serupa menyambar mereka saat mereka bertengkar, dan di 38:15 teriakan itu tidak punya sela. Pembaca yang menakar sebuah peristiwa besar dengan besarnya sebab dapat mencatat bahwa ayat-ayat ini menyebut satu teriakan. Ukuran apa yang dipakai pembaca ketika menilai betapa cepatnya keadaan bisa berubah, besarnya alat atau singkatnya waktu?
- Kata padam di 36:29 ada juga di 21:15, tempat kaum dibandingkan dengan tanaman yang dituai lagi padam. Di 36:29 tidak ada gambar tanaman atau api, dan kata itu berdiri tanpa pembanding. Pembaca yang pernah melihat sesuatu yang semula berfungsi tiba-tiba berhenti dapat menyandingkan dua gambar itu, tanaman yang sudah dituai dan sesuatu yang padam. Gambar mana yang terasa lebih dekat ketika menilai kehidupan sebuah kaum yang berhenti begitu saja, dan apa yang ditambahkan pembaca sendiri ke dalam gambar itu?
- Dalam rumus maka seketika itu mereka, keadaan yang menyusul tidak diumumkan lebih dulu. Di 6:44 mereka putus asa tepat setelah mereka ditimpa tiba-tiba, di 36:37 mereka berada dalam kegelapan tepat setelah siang ditanggalkan, dan di 36:29 mereka padam tepat setelah teriakan. Selang waktu di antara kejadian dan keadaan itu tidak disebut panjangnya. Pembaca dapat menimbang bagian mana dalam hidupnya yang berubah tanpa pengumuman lebih dulu. Bila perubahan itu datang tepat setelah satu kejadian kecil, apakah tanda-tandanya terlihat sebelumnya?
- Di 36:26 lelaki itu berharap kaumnya mengetahui sesuatu, dan di 36:27 isi pengetahuan itu berupa ampunan dan kemuliaan dari Tuhan. Di 36:29 kaum itu padam tanpa disebut apakah mereka sempat mengetahui. Pembaca yang pernah berharap seseorang mengetahui sesuatu dapat melihat bahwa harapan dan akhir kisah dituturkan dengan jarak dua ayat, tanpa jawaban di antaranya. Bila harapan itu tidak sempat dijawab, apa yang tersisa dari ucapan yang sudah disampaikan?
- Ayat 36:82 menyebut urusan-Nya, bila Dia menghendaki sesuatu, ialah mengucapkan satu kata kepada sesuatu itu, maka sesuatu itu terjadi, dan 36:83 menyebut bahwa kekuasaan atas segala sesuatu ada di tangan-Nya. Satu teriakan di 36:29 dan satu kata di 36:82 sama-sama satuan kecil dalam surah yang sama, dan ayat 36:29 tidak menghubungkan keduanya. Pembaca dapat bertanya ukuran apa yang dipakainya untuk membayangkan kekuasaan Tuhan, besarnya bala tentara atau pendeknya sebuah kata. Dari mana ukuran itu diambil, dari ayat atau dari kebiasaan sendiri?