إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ
Ia tidak lain hanyalah satu teriakan, maka seketika itu mereka padam.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَin kaanat illaa shayhatan waahidatan fa-idzaa hum khaamiduunaia tidak lain hanyalah satu teriakan, maka seketika itu mereka padam
Terjemahan per kata (8 kata)
- إِنْinjika
- كَانَتْkaanatadalah
- إِلَّاillaakecuali
- صَيْحَةًshayhatansuara keras
- وَاحِدَةًwaahidatansatu
- فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
- هُمْhummereka
- خَامِدُونَkhaamiduunaorang-orang yang padam
Inti bacaan
Kehancuran instan lewat 'satu teriakan', pengingat tajam akan kerapuhan eksistensi duniawi di hadapan konsekuensi yang bisa datang seketika tanpa proses panjang.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan sebab kehancuran yang disinggung di ayat sebelumnya: hanya satu teriakan, kontras tajam dengan bayangan pasukan besar, menegaskan betapa mudahnya kehancuran itu terjadi bagi Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai kata padam, kata untuk api. Bukan mati. Padam.
- Yang dipakai satu teriakan, bukan pasukan. Tanpa tentara. Tanpa pengepungan.
- Kalimat ini menjawab bayangan pembalasan yang besar. Allah mengecilkannya. Yang dibayangkan perang, yang terjadi satu bunyi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, s-y-h, w-h-d, kh-m-d): sayhah waahidah diterjemahkan 'satu teriakan' (akar s-y-h + akar w-h-d); khaamiduun diterjemahkan 'padam (mati)' (akar kh-m-d). gloss '(Azab mereka)' dibuang.