يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ
Alangkah besar penyesalan atas para hamba! Tidak datang kepada mereka seorang rasul kecuali mereka selalu mengolok-oloknya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِyaa hasratan 'ala l-'ibaadialangkah besar penyesalan atas para hamba
- مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَmaa ya'tiihim min rasuulin illaa kaanuu bihi yastahzi'uunatidak datang kepada mereka seorang rasul kecuali mereka selalu mengolok-oloknya
Terjemahan per kata (12 kata)
- يَاyaawahai
- حَسْرَةًhasratanpenyesalan
- عَلَى'alaatas
- الْعِبَادِl-'ibaadipara hamba
- مَاmaatidaklah
- يَأْتِيهِمْya'tiihimdatang kepada mereka
- مِنْmindari
- رَسُولٍrasuulinrasul
- إِلَّاillaakecuali
- كَانُواkaanuumereka selalu
- بِهِbihipadanya
- يَسْتَهْزِئُونَyastahzi'uunamereka mengolok
Inti bacaan
Bentuk (يَا حَسْرَةً, yaa hasratan) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:30, dan kalimat (مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, maa ya'tiihim min rasuulin illaa kaanuu bihi yastahzi'uuna) muncul dua kali (15:11, 36:30).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (يَا حَسْرَةً, yaa hasratan) yang berarti "alangkah besar penyesalan". Kata (يَا, yaa) adalah seruan, dan (حَسْرَةً, hasratan) yang berarti "penyesalan" berakar ح-س-ر. Bentuk (يَا حَسْرَةً, yaa hasratan) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:30, sedangkan (حَسْرَةً, hasratan) muncul tiga kali, yaitu di 3:156, 8:36, dan 36:30. Seruan penyesalan lain memakai bentuk milik pembicara: (يَا حَسْرَتَنَا, yaa hasratanaa) yang berarti "alangkah besar penyesalan kami" di 6:31, dan (يَا حَسْرَتَا, yaa hasrataa) yang berarti "alangkah besar penyesalanku" di 39:56. Di kedua ayat itu penyesalan menyangkut kelalaian pembicara sendiri, sedangkan di 36:30 penyesalan itu jatuh atas pihak lain.
Kata (الْعِبَادِ, l-'ibaadi) yang berarti "para hamba" berakar ع-ب-د dan memakai kata sandang al-. Dengan kata sandang itu kata ini muncul dua kali, yaitu di 36:30 dan 40:48, dan terjemahan memakai "hamba" untuk kata benda ini, seperti di 40:48 yang berarti "di antara hamba-hamba". Pihak yang disebut hamba di 36:30 adalah pihak yang mengolok-olok rasul di kalimat berikutnya, sehingga kata itu dipakai tanpa memilah mereka. Akar yang sama dipakai di 21:26 untuk pihak yang dimuliakan, (عِبَادٌ مُكْرَمُونَ, 'ibaadun mukramuuna) yang berarti "hamba-hamba yang dimuliakan".
Kalimat kedua dibuka dengan (مَا يَأْتِيهِمْ, maa ya'tiihim) yang berarti "tidak datang kepada mereka". Kata (يَأْتِيهِمْ, ya'tiihim) berakar أ-ت-ي, berbentuk kata kerja berlangsung, dan berakhiran -him yang berarti "mereka". Susunan (مَا يَأْتِيهِمْ, maa ya'tiihim) muncul lima kali di lima surah, yaitu 15:11, 21:2, 26:5, 36:30, dan 43:7. Di kelimanya yang datang dan sambutan atasnya disebut berpasangan. Di 15:11 dan 36:30 yang datang adalah (رَسُولٍ, rasuulin) yang berarti "seorang rasul", di 43:7 (نَبِيٍّ, nabiyyin) yang berarti "seorang nabi", dan di 21:2 serta 26:5 sebuah peringatan. Sambutannya pun berbeda: mengolok-olok di 15:11, 36:30, dan 43:7, bermain-main di 21:2 dengan (إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ, illaa stama'uuhu wa-hum yal'abuuna) yang berarti "kecuali mereka mendengarkannya sambil bermain-main", dan berpaling di 26:5 dengan (إِلَّا كَانُوا عَنْهُ مُعْرِضِينَ, illaa kaanuu 'anhu mu'ridhiina) yang berarti "kecuali mereka selalu berpaling darinya".
Kalimat (مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, maa ya'tiihim min rasuulin illaa kaanuu bihi yastahzi'uuna) muncul dua kali, yaitu di 15:11 dengan awalan wa- dan di 36:30. Di 43:7 kata rasul diganti nabi dengan sisa kalimat yang sama, sehingga (إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ, illaa kaanuu bihi yastahzi'uuna) muncul tiga kali, yaitu di 15:11, 36:30, dan 43:7. Kata (كَانُوا, kaanuu) yang berarti "mereka telah" bersambung dengan (يَسْتَهْزِئُونَ, yastahzi'uuna) yang berarti "mereka mengolok-olok", kata kerja berlangsung dari akar ه-ز-أ. Terjemahan memakai "mereka selalu mengolok-oloknya" di ketiga ayat itu, dan memakai "selalu" juga di 26:5 untuk (كَانُوا, kaanuu) yang bersambung dengan (مُعْرِضِينَ, mu'ridhiina) yang berarti "orang-orang yang berpaling", sehingga rumus ini diterjemahkan sama di tiap ayat. Akhiran (بِهِ, bihi) menunjuk rasul yang datang, dan terjemahan menulisnya "-nya".
Tafsiran
Ayat ini menutup kisah penduduk negeri dengan dua kalimat yang beralih dari satu kaum ke para hamba pada umumnya. Kisah itu dibuka di 36:13 dengan (مَثَلًا, matsalan) yang berarti "perumpamaan", yaitu "buatlah bagi mereka suatu perumpamaan", lalu menyebut penduduk suatu negeri. Karena kisahnya disebut perumpamaan sejak awal, kalimat di 36:30 dapat dibaca sebagai pelebaran dari satu negeri ke pola yang lebih luas.
Kalimat kedua memakai kata kerja berlangsung, (يَأْتِيهِمْ, ya'tiihim), dan tidak berbentuk lampau, sehingga cakupan waktunya tidak terikat pada satu kejadian. Ayat 15:10 dan 15:11 memuat kalimat serupa setelah menyebut utusan yang diutus di kalangan golongan-golongan terdahulu, dan 43:6 serta 43:7 memuatnya setelah menyebut nabi yang diutus di kalangan orang-orang terdahulu. Di 36:30 kalimat itu didahului kisah satu negeri, dan sesudahnya 36:31 menyebut generasi-generasi yang telah dibinasakan sebelum mereka. Dengan susunan itu kisah negeri ini ditaruh di antara para hamba yang mengolok-olok dan generasi-generasi yang telah lewat.
Seruan di awal ayat tidak menyebut pengucapnya. Di 6:31 dan 39:56 seruan penyesalan diucapkan atas kelalaian diri sendiri, tetapi di 36:30 penyesalan itu jatuh atas para hamba, sehingga seruan ini terdengar dari pihak yang memandang mereka dari luar. Teks tidak menyebut siapa pihak itu.
Ayat 36:29 menyebut akhir kaum itu, dan 36:30 menyebut pola yang berulang di antara para hamba. Ayat 36:30 tidak menyatakan olok-olok itu sebagai sebab padamnya kaum di 36:29, dan kedua ayat berdampingan dalam urutan yang tertulis.
Renungan dan Hikmah
- Di 6:31 dan 39:56 seruan penyesalan diucapkan atas kelalaian diri sendiri, sedangkan di 36:30 penyesalan itu diarahkan kepada para hamba. Di 39:56 penyesalan itu bahkan menyebut kelalaian terhadap Allah. Pembaca dapat memilah penyesalannya sendiri menjadi dua kelompok, yang menyangkut tindakannya dan yang menyangkut orang lain. Bila penyesalan atas orang lain muncul tanpa ada yang memintanya, apa yang diharapkan dari penyesalan itu, dan kepada siapa penyesalan itu diarahkan?
- Di 21:2 peringatan baru dari Tuhan mereka disambut dengan mendengarkan sambil bermain-main, di 26:5 peringatan baru dari Ar-Rahman disambut dengan berpaling, dan di 36:30 seorang rasul disambut dengan mengolok-olok. Tiga ayat itu memuat tiga sambutan terhadap sesuatu yang datang, dan ketiganya diawali kalimat yang sama, tidak datang kepada mereka. Pembaca dapat memikirkan sambutan mana yang paling dekat dengan caranya menerima hal baru yang datang dari Tuhan: bermain-main, berpaling, atau mengolok-olok. Mungkinkah ada sambutan keempat yang tidak tercatat di ketiga ayat itu?
- Kata hamba dipakai di 36:30 untuk pihak yang mengolok-olok rasul, dan kata dari akar yang sama dipakai di 21:26 untuk hamba-hamba yang dimuliakan. Ayat 36:30 tidak membagi para hamba itu menjadi dua kelompok. Pembaca yang menimbang kata hamba untuk dirinya sendiri dapat memperhatikan bahwa kata itu menampung orang yang menyambut dan orang yang mengolok. Dalam keadaan mana pembaca lebih sering menyebut dirinya hamba, dan apakah sebutan itu berubah ketika yang datang kepadanya tidak disukainya?
- Kisah penduduk negeri di 36:13 dibuka dengan kata perumpamaan, dan 36:30 mengubah satu negeri menjadi pola yang mencakup para hamba. Pembaca yang membaca kisah orang lain dapat bertanya apakah kisah itu dibacanya sebagai peristiwa yang sudah selesai atau sebagai perumpamaan yang masih berjalan. Kalimat tidak datang kepada mereka seorang rasul memakai kata kerja berlangsung, dan 36:30 tidak membatasi waktunya. Siapa yang sedang dibicarakan ketika pembaca sampai pada kata mereka di ayat ini?
- Di 35:8 ada larangan agar diri tidak lenyap karena kesedihan terhadap mereka, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah berilmu akan apa yang mereka perbuat. Ayat 36:30 memuat seruan penyesalan atas para hamba, dan 35:8 memuat cara lain menyikapi kesedihan atas orang lain. Dua ayat itu berbeda pembicara, tetapi pembaca yang bersedih atas orang yang menolak dapat menyandingkan keduanya. Apakah kesedihannya mengarah kepada orang itu atau kepada pengetahuan Allah tentang mereka?
- Ayat 36:30 memakai kata seorang rasul dalam bentuk tunggal dan menyebut mengolok-olok sebagai sambutan bagi tiap yang datang. Di 43:7 bentuk tunggal yang sama dipakai untuk seorang nabi, dan di 15:11 untuk seorang rasul. Ayat 36:30 tidak memuat isi kabar para rasul itu, hanya sambutan terhadapnya. Sambutan apa yang masih diingat pembaca dari saat terakhir kabar yang tidak diinginkannya datang, dan apakah isi kabar itu masih diingatnya sebaik sambutannya sendiri?