أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ
Tidakkah mereka melihat, berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, bahwa mereka tidak akan kembali kepada mereka?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِa-lam yaraw kam ahlaknaa qablahum mina l-quruunitidakkah mereka melihat, berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka
- أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَannahum ilayhim laa yarji'uunabahwa mereka tidak akan kembali kepada mereka
Terjemahan per kata (11 kata)
- أَلَمْa-lamtidakkah
- يَرَوْاyarawmereka melihat
- كَمْkambetapa banyak
- أَهْلَكْنَاahlaknaaKami binasakan
- قَبْلَهُمْqablahumsebelum mereka
- مِنَminadari
- الْقُرُونِl-quruunigenerasi-generasi
- أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
- إِلَيْهِمْilayhimkepada mereka
- لَاlaatidak
- يَرْجِعُونَyarji'uunakembali
Inti bacaan
Susunan (كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ, kam ahlaknaa qablahum mina l-quruuni) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 20:128 dan 36:31, dan hanya 36:31 yang melanjutkannya dengan (لَا يَرْجِعُونَ, laa yarji'uuna).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَلَمْ يَرَوْا, a-lam yaraw) yang berarti "tidakkah mereka melihat", kata kerja dari akar ر-أ-ي. Susunan persis ini muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:6, 7:148, 16:79, dan 36:31. Benda yang diminta untuk dilihat berbeda di tiap tempat: burung-burung di angkasa pada 16:79, anak sapi buatan yang tidak berbicara pada 7:148, dan generasi-generasi yang dibinasakan pada 6:6 dan 36:31. Di 36:71 pertanyaan serupa memakai (أَوَلَمْ يَرَوْا, a-wa-lam yaraw), yaitu bentuk yang sama dengan tambahan huruf wa di depannya, sehingga surah ini memuat kedua bentuk. Ayat 36:31 tidak mengatakan lewat apa penglihatan itu terjadi, sedangkan 20:128 dan 32:26 memakai kata kerja lain, (يَهْدِ, yahdi) yang berarti "memberi petunjuk", lalu menyebut tempat tinggal yang dilewati.
Kata (كَمْ, kam) yang berarti "berapa banyak" berada dalam kalimat tanya di ayat ini, dan angkanya tidak disebut. Frasa (كَمْ أَهْلَكْنَا, kam ahlaknaa) yang berarti "berapa banyak Kami binasakan" muncul sepuluh kali di sembilan surah, yaitu di 6:6, 17:17, 19:74, 19:98, 20:128, 28:58, 32:26, 36:31, 38:3, dan 50:36, dan tidak satu pun dari kesepuluhnya memuat bilangan. Sembilan di antaranya menyebut yang dibinasakan dengan akar ق-ر-ن, yaitu (قَرْنٍ, qarnin) di 6:6, 19:74, 19:98, 38:3, dan 50:36, serta (الْقُرُونِ, l-quruuni) di 17:17, 20:128, 32:26, dan 36:31. Satu sisanya, 28:58, memakai (قَرْيَةٍ, qaryatin) yang berarti "negeri". Urutan kata yang sama dengan ayat ini terdapat di dua ayat, yaitu 20:128 dan 36:31, dalam (كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ, kam ahlaknaa qablahum mina l-quruuni) yang berarti "berapa banyak generasi yang Kami binasakan sebelum mereka".
Terjemahan memakai "generasi" untuk (قَرْنٍ, qarnin) dan (الْقُرُونِ, l-quruuni). Di 6:6, (وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ, wa-ansya'naa min ba'dihim qarnan aakhariina) berarti "dan Kami adakan sesudah mereka generasi lain", dan susunan (قَرْنًا آخَرِينَ, qarnan aakhariina) muncul dua kali, yaitu di 6:6 dan 23:31. Kedua ayat itu menaruh satu generasi sesudah generasi yang lain, sehingga kata ini dipakai untuk satu lapisan dalam deretan yang saling menggantikan, dan "generasi" mengikuti kedudukan itu. Terjemahan tidak memakai "abad" atau "zaman", karena ayat-ayat yang dikutip di sini tidak menyebut lamanya masa.
Kata kerja (أَهْلَكْنَا, ahlaknaa) yang berarti "Kami binasakan" berakar ه-ل-ك dan memakai akhiran -naa yang berarti "Kami". Di 28:78, (أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ, anna llaaha qad ahlaka min qablihi mina l-quruuni) berarti "bahwa Allah telah membinasakan generasi-generasi sebelumnya". Ayat 28:78 menyebut Allah sebagai pelaku pembinasaan generasi, perbuatan yang sama dengan yang di 36:31 dinyatakan dengan kata Kami.
Bagian terakhir, (أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ, annahum ilayhim laa yarji'uuna) yang berarti "bahwa mereka tidak akan kembali kepada mereka", memuat dua kata ganti -hum yang berbentuk sama, jadi tulisan Arabnya tidak membedakan siapa yang dimaksud. Terjemahan memakai pembacaan bahwa generasi yang dibinasakan tidak kembali, dan mereka yang ditanya menjadi tujuan kembali itu. Pembacaan ini bersandar pada 36:50, (وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ, wa-laa ilaa ahlihim yarji'uuna) yang berarti "dan tidak kembali kepada keluarga mereka", tempat kata kerja yang sama bertujuan kepada sekelompok orang yang masih ada.
Kata kerja (يَرْجِعُونَ, yarji'uuna) yang berarti "mereka kembali" berakar ر-ج-ع dan muncul enam belas kali di sebelas surah, yaitu di 2:18, 3:72, 7:168, 7:174, 12:62, 21:58, 21:95, 27:28, 30:41, 32:21, 36:31, 36:50, 36:67, 43:28, 43:48, dan 46:27. Sepuluh di antaranya memuat (لَعَلَّهُمْ, la'allahum) yang berarti "agar mereka", yaitu 3:72, 7:168, 7:174, 12:62, 21:58, 30:41, 32:21, 43:28, 43:48, dan 46:27. Lima memuat kata penyangkal laa sebelumnya, yaitu 2:18, 21:95, 36:31, 36:50, dan 36:67, dan satu, 27:28, didahului kata tanya (مَاذَا, maadzaa). Tiga dari lima yang memuat laa berada di surah ini. Akar yang sama dipakai di 36:22 dan 36:83 dalam (وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, wa-ilayhi turja'uuna) yang berarti "dan kepada-Nya kalian dikembalikan", bentuk yang tidak menyebut siapa yang mengembalikan.
Tafsiran
Ayat ini menaruh satu pertanyaan di hadapan mereka, yang dapat dibaca sebagai orang-orang yang di 36:30 disebut mengolok-olok setiap rasul yang datang kepada mereka, dan arah pertanyaannya mundur, ke generasi-generasi yang sudah dibinasakan. Olok-olok itu tidak dijawab dengan bantahan. Ayat ini mengajukan dua hal yang dapat dilihat dari belakang: berapa banyak yang sudah binasa, dan jalan pulang yang tertutup bagi mereka.
Pertanyaan yang dibuka dengan kalimat yang sama muncul di 6:6, dan di sana generasi yang dibinasakan diberi rincian: diteguhkan kedudukannya di bumi, dicurahi hujan lebat, dialiri sungai di bawah mereka, lalu dibinasakan karena dosa-dosa mereka, dan sesudahnya Kami adakan generasi lain. Ayat 36:31 tidak memuat satu pun rincian itu. Isinya langsung ke akibat, sehingga bobot ayat ini jatuh pada tidak adanya kepulangan dan tidak pada sebab pembinasaan.
Dalam alur surah, 36:28 dan 36:29 menuturkan akhir sebuah kaum: tidak ada pasukan yang diturunkan dari langit, cukup satu teriakan, lalu mereka padam. Ayat 36:31 membesarkan pandangan dari satu kaum ke generasi-generasi yang jumlahnya ditanyakan dan tidak dijawab dengan angka. Ayat 36:32 menyambungnya dengan pernyataan bahwa masing-masing akan dihadirkan di sisi Kami. Dua ayat itu berhadapan, sebab 36:31 dapat dibaca menutup arah kembali kepada mereka yang masih hidup dan 36:32 menyebut tujuan lain, di sisi Kami. Keduanya tidak saling meniadakan karena arahnya berbeda.
Dua ayat yang pertanyaannya paling dekat dengan ayat ini, 20:128 dan 32:26, melanjutkan pertanyaan itu dengan tempat tinggal generasi yang dibinasakan, yang dilewati para pendengar. Ayat 36:31 tidak menyebut tempat apa pun. Bukti yang diajukannya berupa keadaan generasi itu sendiri: sudah binasa dan tidak kembali. Ayat ini juga tidak mengatakan apakah pendengarnya melihat dengan mata atau mengetahui dari penuturan, sebab kata kerjanya hanya (يَرَوْا, yaraw).
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan di 36:31 meminta pendengarnya melihat sesuatu yang sudah selesai terjadi, yaitu generasi-generasi yang ada di belakang mereka, dan tidak meminta mereka menunggu apa pun. Ayat 28:78 menyebut pelakunya dengan nama, Allah, dan di sana orang yang mengaku memperoleh hartanya karena ilmunya ditanya apakah orang itu tidak tahu bahwa generasi yang lebih kuat dan lebih kaya daripadanya sudah dibinasakan. Dua ayat itu menyapa orang yang berbeda, tetapi sama-sama meletakkan bukti di masa lalu yang sudah dapat dibaca. Pembaca dapat memeriksa cara diri sendiri memperlakukan akhir cerita orang lain yang sudah tertulis, sebagai tontonan atau sebagai keterangan tentang keadaan yang dapat menimpa diri sendiri juga. Bila sebuah akhir sudah tertulis di belakang, apa lagi yang masih ditunggu sebelum akhir itu dianggap sebagai keterangan?
- Kalimat tanya di 36:31 menanyakan berapa banyak generasi yang dibinasakan, dan ayat tidak menyebut satu bilangan pun. Sembilan ayat lain yang memuat seruan sejenis juga tidak memberi angka. Di 17:17 seruan itu bergandengan dengan pernyataan bahwa Tuhanmu cukup sebagai yang waskita lagi melihat dosa-dosa hamba-Nya, dan penyandingan itu dapat dibaca sebagai penyerahan hitungan kepada Dia yang melihat. Orang yang terbiasa menenangkan diri dengan angka dapat mengamati apa yang terjadi pada pikirannya ketika yang diberikan berupa kata berapa banyak tanpa jumlah yang bisa dicatat atau dibandingkan. Seandainya jumlahnya disebut, apakah pendengarnya akan lebih cepat mengerti, atau lebih cepat merasa sudah selesai menghitung?
- Ayat 36:50 memuat orang-orang yang tidak sempat membuat wasiat dan tidak kembali kepada keluarga mereka, dan 36:31 memakai kata kerja kembali yang sama dengan tujuan yang dapat dibaca sama, yaitu orang-orang yang masih ada. Dua ayat itu tidak disamakan, sebab 36:31 menyangkut generasi yang dibinasakan sedangkan 36:50 menyangkut mereka yang disambar satu teriakan ketika sedang bertengkar di 36:49. Keduanya sama-sama menutup jalan pulang kepada orang-orang yang masih ada. Pembaca dapat melihat percakapan apa dalam hidupnya yang selalu dijanjikan untuk nanti, setelah urusan lain selesai. Bila jalan pulang itu tertutup lebih dulu dari dugaan, kalimat apa yang tertinggal tanpa pernah dikatakan?
- Pertanyaan di 36:31 diakhiri tanda tanya, dan 36:32 tidak dibuka dengan jawaban ya atau belum. Ayat berikutnya langsung beralih ke pernyataan tentang dihadirkan di sisi Kami, jadi tempat jawaban dibiarkan kosong dan pembacalah yang mengisinya. Pendengar yang di 36:30 digambarkan mengolok-olok tidak diberi ruang tertulis untuk menjawab, sehingga jawabannya hanya ada di dalam dirinya. Pembaca yang membaca ayat ini dapat mendengarkan jawabannya sendiri sebelum membaca lanjutannya, yaitu apakah pernah memperhatikan akhir orang-orang sebelumnya atau cerita seperti itu lewat begitu saja. Jawaban yang tidak pernah diucapkan keras-keras, kepada siapa sebenarnya jawaban itu ditujukan?
- Ayat 36:31 menutup arah kembali kepada mereka yang masih hidup. Di 36:51 orang-orang bergegas dari kubur menuju Tuhan mereka, dan di 36:22 serta 36:83 tujuan kembali disebut dengan kata kepada-Nya. Dengan demikian surah ini memuat dua arah yang berlainan, satu dinyatakan tertutup dan satu dinyatakan terbuka. Pembaca dapat menimbang ke arah mana sebagian besar rencananya menghadap: ke tengah orang-orang yang akan ditinggalkannya, atau ke Dia yang dituju oleh kepergian itu. Bila hanya satu arah yang terbuka, rencana mana yang sudah menghadap ke sana?
- Sesudah 36:30 mencatat olok-olok kepada setiap rasul, 36:31 menjawab dengan pertanyaan tentang generasi yang binasa, dan tidak membantah olok-olok itu satu per satu. Ayat itu juga tidak mengulang isi pesan yang diolok. Orang yang pernah menertawakan sesuatu yang belum diperiksanya dapat memperhatikan bahwa bahan yang diberikan kepada pengolok di sini berupa sesuatu yang dapat diperiksanya sendiri, karena letaknya di belakang. Apakah olok-olok yang dulu terasa ringan akan tetap terasa ringan bila diletakkan di samping daftar generasi yang tidak kembali?