وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ

Dan tidaklah masing-masing mereka melainkan semuanya dihadirkan di sisi Kami.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَwa-in kullun lammaa jamii'un ladaynaa muhdharuunadan tidaklah masing-masing mereka melainkan semuanya dihadirkan di sisi Kami

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَإِنْwa-indan tidaklah
  2. كُلٌّkullunmasing-masing
  3. لَمَّاlammaamelainkan
  4. جَمِيعٌjamii'unsemuanya
  5. لَدَيْنَاladaynaadi sisi Kami
  6. مُحْضَرُونَmuhdharuunayang dihadirkan

Inti bacaan

Frasa (جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ, jamii'un ladaynaa muhdharuuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:32 dan 36:53.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا, wa-in kullun lammaa) yang berarti "dan tidaklah masing-masing melainkan". Susunan in, kull, lalu lammaa muncul tiga kali di Al-Qur'an dalam bentuk yang sebangun, yaitu di 36:32, 43:35, dan 86:4. Di 86:4, (إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ, in kullu nafsin lammaa 'alayhaa haafizhun) berarti "tidak ada satu jiwa pun melainkan atasnya ada penjaga", dan di 43:35, (وَإِنْ كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, wa-in kullu dzaalika lammaa mataa'u l-hayaati d-dunyaa) berarti "dan semua itu tidak lain kesenangan hidup dunia". Di kedua tempat itu terjemahan memakai penyangkalan, dan lammaa dibaca "melainkan" atau "tidak lain". Surah ini sendiri memuat ayat sepadan yang menguatkan bacaan itu. Kalimat 36:53 dibuka dengan (إِنْ كَانَتْ إِلَّا, in kaanat illaa) yang memakai illaa di tempat lammaa, dan 36:32 serta 36:53 berakhir dengan (جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ, jamii'un ladaynaa muhdharuuna) yang berarti "semuanya dihadirkan di sisi Kami". Bacaan lain memahami in sebagai penegas, "sesungguhnya", dan lammaa sebagai "pasti", dan bacaan itu menghasilkan isi yang serupa, yaitu tidak ada yang terkecuali. Terjemahan di sini mengikuti 86:4 dan 43:35 yang sebangun dan memakai penyangkalan.

Kata (كُلٌّ, kullun) yang berarti "masing-masing" berakar ك-ل-ل dan di sini berdiri tanpa kata benda sesudahnya. Pola yang sama ada di 21:93, (كُلٌّ إِلَيْنَا رَاجِعُونَ, kullun ilaynaa raaji'uuna) yang berarti "masing-masing kembali kepada Kami", dan di 21:33 serta 36:40, (كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ, kullun fii falakin yasbahuuna) yang berarti "masing-masing beredar pada garis edarnya". Di tiga tempat itu kullun mengambil pengertiannya dari yang disebut di kalimat sebelumnya: orang-orang yang memecah-belah urusan mereka di 21:93, serta malam, siang, matahari, dan bulan di 21:33 dan 36:40. Kalimat sebelum 36:32, yaitu 36:31, menyebut generasi-generasi dan kata ganti mereka, sehingga kullun dapat dibaca meliputi keduanya. Terjemahan memakai "mereka" sebagai rujukan itu, dan ayat sendiri tidak merinci siapa saja yang tercakup.

Kata (جَمِيعٌ, jamii'un) yang berarti "semuanya" berakar ج-م-ع dan dalam bentuk persis ini muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 26:56, 36:32, 36:53, dan 54:44. Di 26:56, (وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ, wa-innaa la-jamii'un haadziruuna) berarti "dan sesungguhnya kita semua benar-benar waspada", dan di 54:44, (نَحْنُ جَمِيعٌ مُنْتَصِرٌ, nahnu jamii'un muntashirun) berarti "kami adalah golongan yang pasti menang". Di kedua tempat itu jamii'un menyebut sekumpulan orang sebagai satu kesatuan. Di 36:32 kata itu menyusul kullun yang menyebut masing-masing, sehingga ayat memuat dua sudut sekaligus: tiap orang satu per satu, lalu mereka semua sebagai satu kumpulan.

Kata (لَدَيْنَا, ladaynaa) yang berarti "di sisi Kami" tersusun dari laday yang berarti "di sisi" dan akhiran -naa yang berarti "Kami". Bentuk ini muncul tujuh kali di enam surah, yaitu di 12:54, 23:62, 36:32, 36:53, 43:4, 50:35, dan 73:12. Di 43:4 terjemahan memakai "di sisi Kami" untuk Kitab yang berada dalam induk Kitab, dan di 73:12 untuk belenggu dan neraka, sehingga laday menyebut tempat yang berada pada pihak yang berbicara. Di 36:32 tempat itu menjadi tujuan dihadirkan. Terjemahan memakai "di sisi Kami" di sini dan tidak "kepada Kami", sebab arah gerak tertulis dengan kata lain, (إِلَيْنَا, ilaynaa) yang berarti "kepada Kami" di 21:93, sedangkan ladaynaa menyebut tempat.

Kata (مُحْضَرُونَ, muhdharuuna) yang berarti "yang dihadirkan" berakar ح-ض-ر dan muncul tujuh kali di empat surah dalam bentuk persis ini, yaitu di 30:16, 34:38, 36:32, 36:53, 36:75, 37:127, dan 37:158. Kata itu menyebut orang yang dihadirkan tanpa menyebut siapa yang menghadirkan. Tujuan hadir disebut di empat dari tujuh tempat: (فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ, fii l-'adzaabi muhdharuuna) yang berarti "dihadirkan di dalam azab" di 30:16 dan 34:38, serta (لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ, ladaynaa muhdharuuna) yang berarti "dihadirkan di sisi Kami" di 36:32 dan 36:53. Ayat 37:127 dan 37:158 tidak menyebut tujuan, dan 36:75 menyebut mereka dihadirkan sebagai (جُنْدٌ, jundun) yang berarti "bala tentara" bagi tuhan-tuhan palsu. Di 3:30, (مُحْضَرًا, muhdharan) menyebut kebaikan yang dihadirkan, sehingga akar ini tidak terbatas pada orang. Terjemahan tidak menambahkan "pada hari itu" atau "untuk dihisab", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.

Tafsiran

Ayat ini menyatakan bahwa masing-masing dari mereka, tanpa pengecualian, akan dihadirkan semuanya di sisi Kami. Pertanyaan 36:31 tentang generasi yang binasa berujung di sini pada pernyataan tentang mereka semua. Bila kullun dibaca meliputi generasi di 36:31, generasi yang tidak kembali kepada mereka tetap berada dalam cakupan ayat ini.

Surah ini memuat dua kalimat yang dibuka sama, (إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً, in kaanat illaa shayhatan waahidatan) yang berarti "tidak lain satu teriakan", yaitu di 36:29 dan 36:53. Ujung keduanya berlainan: 36:29 berakhir dengan mereka padam, dan 36:53 berakhir dengan mereka semua dihadirkan di sisi Kami. Ayat 36:32 memuat ujung yang sama dengan 36:53 tanpa teriakan di depannya, sehingga 36:53 dapat dibaca menjelaskan cara 36:32 terjadi, yaitu satu teriakan lalu semuanya hadir. Waktu dihadirkan tidak disebut di 36:32. Ayat 36:51 memuat tiupan sangkakala dan 36:53 memuat satu teriakan, dan kedua ayat itu tidak saling menggantikan.

Di 21:93 pola kullun ditaruh sesudah kaum yang memecah-belah urusan mereka dan disusul kata kerja kembali yang dilakukan masing-masing sendiri. Di 36:32 geraknya tidak datang dari mereka. Kata kerja kembali di 36:31 dinyatakan tidak terjadi, dan di 36:32 yang terjadi berupa dihadirkan, tanpa menyebut siapa yang membawa. Dengan demikian dua ayat berurutan itu memuat dua jenis gerak: langkah pulang mereka sendiri yang tidak ada, dan kehadiran yang dilakukan oleh pihak lain.

Dalam alur surah, 36:32 menutup bagian yang dibuka pertanyaan di 36:31, lalu 36:33 membuka satu tanda baru bagi mereka, yaitu bumi yang mati. Surah beralih dari tujuan yang tidak dapat disaksikan ke sesuatu yang dapat disaksikan, dan 36:12 sudah lebih dulu menaruh dua hal itu berdampingan, yaitu pernyataan bahwa Kamilah yang menghidupkan orang-orang mati.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini memakai dua kata cakupan dalam satu kalimat, masing-masing dan semuanya, dan membukanya dengan penyangkalan sehingga tidak ada kemungkinan ketiga. Di 21:93 kata masing-masing yang sama berdiri sesudah kaum yang memecah-belah urusan mereka, dan di 3:30 setiap jiwa mendapati apa yang telah dikerjakannya dihadirkan, dengan penutup bahwa Allah memperingatkan kalian akan diri-Nya. Tiga ayat itu menyangkut keadaan yang berbeda, tetapi sama-sama tidak menyisakan seorang pun di luar cakupan. Orang yang menyusun hidupnya dengan anggapan bahwa namanya akan terlewat dari perhitungan dapat memeriksa dasar anggapan itu. Pada hitungan siapa seseorang berharap namanya luput, bila kalimat ini mencakup masing-masing dan semuanya sekaligus?
  • Di 36:51 orang-orang bergegas dari kubur menuju Tuhan mereka, dengan kata kerja yang menunjuk gerak mereka sendiri, sedangkan di 36:32 dan 36:53 kata dihadirkan tidak menyebut siapa yang menggerakkan. Dua ayat itu dapat dibaca menyorot saat yang sama dari dua sisi, tetapi keduanya tidak disamakan. Orang yang selama ini mengatur sendiri kapan dan bagaimana dirinya hadir di sebuah pertemuan dapat memperhatikan bahwa satu pertemuan disebut di sini dengan kata yang tidak menempatkan orang yang hadir sebagai pengatur kedatangannya. Pertemuan semacam apa yang sampai sekarang masih dianggap dapat ditunda, bila kata yang dipakai tidak menyebut siapa yang mengatur kedatangan itu?
  • Ayat ini menyebut masing-masing lebih dulu, lalu semuanya. Urutan itu memberi dua gambaran sekaligus: tiap orang berdiri dengan keadaannya sendiri, dan mereka semua berada dalam satu kumpulan. Di 26:56 kata semuanya dipakai oleh kelompok yang menyatakan dirinya waspada, dan di 54:44 oleh golongan yang menyatakan dirinya pasti menang, keduanya berbicara sebagai satu kumpulan. Orang yang biasa berlindung di balik banyaknya orang yang sependapat dapat memperhatikan bahwa 36:32 menaruh masing-masing sebelum semuanya. Bila yang disebut lebih dulu adalah dirinya sendiri, apa yang tersisa dari rasa aman karena banyaknya teman?
  • Ayat 36:32 menyebut tujuan, di sisi Kami, dan tidak menyebut keadaan orang yang dihadirkan. Di 30:16 dan 34:38 kata yang sama dilengkapi dengan di dalam azab, dan di 3:30 setiap jiwa mendapati kebaikan yang telah dikerjakannya dihadirkan, sedangkan ayat yang sama menyebut bahwa Allah penuh iba kepada hamba-hamba-Nya. Ayat-ayat itu berbicara tentang orang yang berbeda dan tidak dicampur. Pembaca yang langsung mengisi kekosongan itu dengan rasa takut atau dengan rasa aman dapat memperhatikan dari mana isian itu datang, dari bunyi ayat atau dari kebiasaan dirinya. Bila ayat sendiri tidak menyebut keadaannya, bagian mana dari isian itu yang sebenarnya berasal dari ayat?
  • Bila kullun di 36:32 dibaca meliputi generasi yang dibicarakan di 36:31, generasi yang dinyatakan tidak kembali kepada mereka tetap tercakup dalam pernyataan dihadirkan. Dua ayat itu menaruh dua arah yang berlainan untuk pihak yang sama: arah pulang ke tengah yang hidup tertutup, dan kehadiran di sisi Kami tetap berlaku. Pembaca yang menganggap sebuah kisah sudah selesai ketika para pelakunya sudah tidak ada dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menutup buku pada saat itu. Siapa yang selama ini dianggap sudah lewat dari semua perhitungan, dan atas dasar apa anggapan itu dibuat?
  • Frasa di sisi Kami memuat isi yang berbeda di tiap ayat. Di 43:4 isinya Kitab dalam induk Kitab, di 50:35 tambahan sesudah apa yang dikehendaki orang-orang di dalamnya, di 73:12 belenggu dan neraka, dan di 36:32 kehadiran semua orang. Ayat-ayat itu tidak saling menafsirkan, dan tiap ayat mengisi tempat itu dengan sesuatu yang lain. Pembaca yang membayangkan di sisi Kami sebagai satu gambar tunggal dapat memperhatikan berapa banyak isi yang sudah dimasukkannya sendiri ke dalam gambar itu. Gambar apa yang sudah dipegangnya, dan dari ayat mana gambar itu berasal?