Ayat 36:33
وَآيَةٌ لَهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ
Suatu tanda bagi mereka adalah bumi yang mati, Kami menghidupkannya, dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, lalu darinya mereka makan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَآيَةٌ لَهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَاwa-aayatun lahumu l-ardhu l-maytatu ahyaynaahaasuatu tanda bagi mereka adalah bumi yang mati, Kami menghidupkannya
- وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَwa-akhrajnaa minhaa habban fa-minhu ya'kuluunadan Kami keluarkan darinya biji-bijian, lalu darinya mereka makan
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَآيَةٌwa-aayatundan tanda
- لَهُمُlahumubagi mereka
- الْأَرْضُl-ardhubumi
- الْمَيْتَةُl-maytatubangkai
- أَحْيَيْنَاهَاahyaynaahaaKami menghidupkannya
- وَأَخْرَجْنَاwa-akhrajnaadan Kami mengeluarkan
- مِنْهَاminhaadarinya
- حَبًّاhabbanbiji-bijian
- فَمِنْهُfa-minhumaka darinya
- يَأْكُلُونَya'kuluunamereka makan
Inti bacaan
Tanda alam 'bumi yang mati' dihidupkan menjadi penghasil biji-bijian untuk dimakan, siklus kesuburan yang bisa disaksikan tiap musim sebagai bukti berulang tentang kemampuan menghidupkan yang mati.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(tandus lalu)' dan '(biji-bijian)' dihapus: 'ahyaynaahaa' ('Kami menghidupkannya') dirajut langsung sebagai kelanjutan kalimat, dan 'minhu' ('darinya') sudah cukup jelas merujuk biji-bijian dari bagian sebelumnya.
Tafsiran
Ayat ini beralih ke tanda-tanda kekuasaan Allah di alam: kebangkitan tanah mati menjadi hidup sebagai analogi langsung bagi kebangkitan yang dijelaskan di 36:32.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai bumi yang mati sebagai tanda. Bukan gunung atau langit. Yang dipakai membuktikan kebangkitan justru yang tiap musim terulang.
- Rangkaiannya lengkap: dihidupkan, dikeluarkan biji-bijian, lalu dimakan. Sampai ke piring. Buktinya ditelusuri sampai ke tangan mereka sendiri.
- Allah menaruhnya sesudah menyebut kebangkitan. Sebagai bandingan. Yang diragukan diterangkan dengan yang sudah biasa dilihat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.
Ayat 36:34
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ
Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur, dan Kami pancarkan padanya mata air,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍwa-ja'alnaa fiihaa jannaatin min nakhiilin wa-a'naabindan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur
- وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِwa-fajjarnaa fiihaa mina l-'uyuunidan Kami pancarkan padanya mata air
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
- فِيهَاfiihaapadanya
- جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
- مِنْmindari
- نَخِيلٍnakhiilinpohon kurma
- وَأَعْنَابٍwa-a'naabindan anggur
- وَفَجَّرْنَاwa-fajjarnaadan Kami mengalirkan
- فِيهَاfiihaapadanya
- مِنَminadari
- الْعُيُونِl-'uyuunimata air
Inti bacaan
Kebun kurma-anggur dan mata air yang memancar sebagai kelengkapan tanda kesuburan, kelimpahan sumber daya alam yang saling melengkapi (buah dan air) menopang kehidupan secara menyeluruh.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan tanda kebangkitan tanah dengan kekayaan yang tumbuh darinya: kebun subur dan mata air yang terpancar, hasil nyata dari kehidupan yang dianugerahkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut buahnya dan airnya sekaligus. Kurma dan anggur. Lalu mata air.
- Airnya disebut dipancarkan, bukan dialirkan. Keluar dari dalam. Bukan datang dari luar.
- Kebun itu tumbuh di tanah yang tadi mati. Allah menyambungkan keduanya. Yang kering menjadi berbuah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-'-l, j-n-n, n-kh-l, '-n-b, f-j-r, '-y-n): jannaat min nakhiil wa a'naab diterjemahkan 'kebun kurma & anggur' (akar j-n-n + akar n-kh-l + akar '-n-b); fajjarnaa diterjemahkan 'memancarkan' (akar f-j-r); uyuun diterjemahkan 'mata air' (akar '-y-n). gloss '(juga)/(bumi)' dibuang.
Ayat 36:35
لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
Agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil yang dikerjakan tangan mereka. Maka, tidakkah mereka bersyukur?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْli-ya'kuluu min tsamarihi wa-maa 'amilat-hu aydiihimagar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil yang dikerjakan tangan mereka
- أَفَلَا يَشْكُرُونَa-fa-laa yasykuruunamaka, tidakkah mereka bersyukur
Terjemahan per kata (8 kata)
- لِيَأْكُلُواli-ya'kuluuagar mereka makan
- مِنْmindari
- ثَمَرِهِtsamarihibuahnya
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- عَمِلَتْهُ'amilat-hudikerjakannya
- أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
- أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
- يَشْكُرُونَyasykuruunamereka bersyukur
Inti bacaan
Buah yang dimakan digambarkan berasal 'dari hasil usaha tangan mereka' juga, siklus pertanian menggabungkan pemberian alam dan kerja manusia sebagai kemitraan, bukan pemberian pasif semata; pertanyaan penutup 'mengapa mereka tidak bersyukur?' menuntut respons nyata atas kesadaran kemitraan ini.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian tanda kesuburan dengan pertanyaan retoris tentang syukur: hasil yang dinikmati adalah gabungan anugerah alam dan kerja tangan manusia, sebuah kombinasi yang seharusnya melahirkan rasa syukur.
Renungan dan Hikmah
- Dua sumber makanan disebut dalam satu kalimat. Buah yang tumbuh sendiri. Kerja tangan yang mengolahnya.
- Kerja manusia tidak dihapus dari gambaran itu. Allah menyebutnya bersama buahnya. Kemitraannya diakui.
- Pertanyaan penutupnya menuntut sikap, bukan pengetahuan. Allah bertanya tidakkah mereka bersyukur. Yang diminta tanggapan, bukan pengakuan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bersyukur'; profil verba terjemahan lain 42/42 seragam). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠masykuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).