وَآيَةٌ لَهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ

Suatu tanda bagi mereka adalah bumi yang mati, Kami menghidupkannya, dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, lalu darinya mereka makan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَآيَةٌ لَهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَاwa-aayatun lahumu l-ardhu l-maytatu ahyaynaahaasuatu tanda bagi mereka adalah bumi yang mati, Kami menghidupkannya
  2. وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَwa-akhrajnaa minhaa habban fa-minhu ya'kuluunadan Kami keluarkan darinya biji-bijian, lalu darinya mereka makan

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَآيَةٌwa-aayatundan tanda
  2. لَهُمُlahumubagi mereka
  3. الْأَرْضُl-ardhubumi
  4. الْمَيْتَةُl-maytatubangkai
  5. أَحْيَيْنَاهَاahyaynaahaaKami menghidupkannya
  6. وَأَخْرَجْنَاwa-akhrajnaadan Kami mengeluarkan
  7. مِنْهَاminhaadarinya
  8. حَبًّاhabbanbiji-bijian
  9. فَمِنْهُfa-minhumaka darinya
  10. يَأْكُلُونَya'kuluunamereka makan

Inti bacaan

Bentuk (الْمَيْتَةُ, l-maytatu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 5:3 dan 36:33, dan hanya di 36:33 bentuk itu menyertai (الْأَرْضُ, l-ardhu).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَآيَةٌ لَهُمُ, wa-aayatun lahumu) yang berarti "dan suatu tanda bagi mereka". Susunan (وَآيَةٌ, wa-aayatun) muncul tiga kali di Al-Qur'an dan ketiganya berada di surah ini, yaitu di 36:33, 36:37, dan 36:41. Pada ketiganya tanda itu ditujukan kepada mereka, dan isinya berbeda: bumi yang mati di 36:33, malam di 36:37, dan kapal yang mengangkut keturunan mereka di 36:41. Kata ganti mereka di sini memakai bentuk yang sama dengan mereka di 36:30 dan 36:31, dan terjemahan membiarkannya tanpa nama karena ayat tidak menyebutnya.

Terjemahan memakai "bumi yang mati" untuk (الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ, l-ardhu l-maytatu). Bentuk (الْمَيْتَةُ, l-maytatu) berakar م-و-ت dan hanya muncul dua kali, yaitu di 5:3 dan 36:33. Di 5:3 kata itu berdiri sendiri sebagai benda dan diterjemahkan "bangkai", sedangkan di 36:33 kata itu menerangkan bumi, sehingga terjemahannya "yang mati". Susunan (الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ, l-ardhu l-maytatu) muncul satu kali. Keadaan mati bagi bumi ditulis dengan cara lain di tempat lain, yaitu (بَعْدَ مَوْتِهَا, ba'da mawtihaa) yang berarti "setelah matinya" di delapan ayat, yaitu 2:164, 16:65, 30:19, 30:24, 30:50, 35:9, 45:5, dan 57:17, dan (بَلْدَةً مَيْتًا, baldatan maytan) yang berarti "negeri yang mati" di 25:49, 43:11, dan 50:11.

Kata kerja (أَحْيَيْنَاهَا, ahyaynaahaa) yang berarti "Kami menghidupkannya" berakar ح-ي-ي dan tersusun dari kata kerja, akhiran -naa yang berarti "Kami", dan akhiran -haa yang berarti "-nya" untuk bumi. Bentuk (أَحْيَيْنَا, ahyaynaa) muncul empat kali, yaitu di 6:122, 35:9, 36:33, dan 50:11. Di 6:122, (فَأَحْيَيْنَاهُ, fa-ahyaynaahu) menyangkut orang yang tadinya mati, dan di 35:9 serta 50:11 kata kerja itu disusul (بِهِ, bihi) yang berarti "dengannya", yaitu dengan awan yang digiring di 35:9 dan dengan air yang diberkahi di 50:9. Ayat 36:33 tidak memuat bihi dan tidak menyebut sarana apa pun. Terjemahan tidak menambahkan "dengan hujan" karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.

Kata (حَبًّا, habban) yang berarti "biji-bijian" berakar ح-ب-ب dan dalam bentuk persis ini muncul empat kali, yaitu di 6:99, 36:33, 78:15, dan 80:27. Di 78:15 dan 80:27 kata itu berdiri sendiri seperti di sini dan diterjemahkan "biji-bijian". Di 6:99, (نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا, nukhriju minhu habban mutaraakiban) berarti "Kami keluarkan darinya butir yang bertumpuk", dan di sana kata itu disifati (مُتَرَاكِبًا, mutaraakiban) yang berarti "yang bertumpuk". Kata kerja (وَأَخْرَجْنَا, wa-akhrajnaa) yang berarti "dan Kami keluarkan" berakar خ-ر-ج dan muncul satu kali dalam bentuk persis ini. Kata ganti -haa pada (مِنْهَا, minhaa) yang berarti "darinya" bertanda perempuan dan menunjuk bumi, sedangkan -hu pada (فَمِنْهُ, fa-minhu) yang berarti "lalu darinya" bertanda laki-laki dan menunjuk biji-bijian.

Kata (يَأْكُلُونَ, ya'kuluuna) yang berarti "mereka makan" berakar أ-ك-ل dan muncul sembilan kali dalam bentuk persis ini, yaitu di 2:174, 2:275, 4:10, 9:34, 21:8, 25:20, 36:33, 36:72, dan 47:12. Dari sembilan itu, hanya 36:33 dan 36:72 yang memuat min dalam rangkaian yang menyebut asal makanan. Di 36:72, (وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ, wa-minhaa ya'kuluuna) menyangkut hewan ternak. Bentuk persis (فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ, fa-minhu ya'kuluuna) muncul satu kali, yaitu di ayat ini, dan huruf (فَ, fa) yang berarti "lalu" menyambungkan makan itu sebagai langkah sesudah mengeluarkan biji-bijian.

Tafsiran

Ayat ini membuka satu tanda baru bagi orang-orang yang tadi ditanya di 36:31 dan disebut dihadirkan di 36:32, dan tanda itu berupa sesuatu yang dapat disaksikan: bumi yang mati, lalu hidup, lalu mengeluarkan biji-bijian untuk dimakan. Ayat ini dibuka dengan bagi mereka dan ditutup dengan mereka makan, sehingga tanda itu berakhir pada perbuatan orang-orang yang dituju olehnya.

Ayat ini menaruh hubungan dengan kebangkitan tanpa menyebutnya. Di 35:9 kalimat tentang menghidupkan bumi ditutup (كَذَٰلِكَ النُّشُورُ, ka-dzaalika n-nusyuuru) yang berarti "demikianlah kebangkitan itu", di 50:11 ditutup (كَذَٰلِكَ الْخُرُوجُ, ka-dzaalika l-khuruuju) yang berarti "demikianlah keluarnya", dan di 30:19 serta 43:11 ditutup dengan (كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ, ka-dzaalika tukhrajuuna) yang berarti "demikianlah kalian dikeluarkan". Di 36:33 penghubung semacam itu tidak ada. Hubungannya ditunjukkan oleh letaknya: dua ayat sebelumnya menyatakan semua dihadirkan di sisi Kami, dan di 36:12 sudah tertulis (إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ, innaa nahnu nuhyi l-mawtaa) yang berarti "sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang mati". Pembaca menyambungkan bumi yang dihidupkan dengan orang-orang mati yang dihidupkan, dan ayat tidak menuliskan sambungan itu.

Di 35:9 dan 50:11 sarana menghidupkan bumi disebut, yaitu angin dan awan di 35:9 serta air yang diberkahi di 50:9. Ayat 36:33 tidak menyebut sarana. Air baru muncul sebagai mata air di 36:34, sesudah bumi hidup dan biji-bijian keluar. Perhatian ayat ini terkumpul pada peralihan dari mati ke hidup dan pada hasilnya.

Di 6:99 rangkaian yang sejenis diuraikan panjang, dari air yang diturunkan sampai tumbuhan, butir, kurma, anggur, zaitun, dan delima. Ayat 36:33 sampai 36:34 meringkasnya menjadi dua ayat berurutan: biji-bijian dan makan di 36:33, lalu kebun dan mata air di 36:34.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 36:12 menyatakan bahwa Kami menghidupkan orang-orang mati, dan 36:33 menaruh bumi yang mati dan dihidupkan sebagai tanda bagi mereka. Dua ayat itu berbicara tentang objek yang berbeda dan ayat tidak menyamakannya secara tertulis. Di 36:78 ada orang yang bertanya siapa yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh, dan 36:79 menjawab dengan Dia yang menumbuhkannya pertama kali. Orang yang pernah memandang tanah gersang dan menganggapnya sudah berakhir dapat memperhatikan bahwa tanah itu disebut mati dengan akar kata yang sama dengan kata untuk manusia. Bila tanah yang dianggap selesai bisa hidup, apa lagi yang selama ini dianggap selesai tanpa pernah diperiksa?
  • Ayat ini memuat tiga gerak berurutan, yaitu bumi dihidupkan, biji-bijian dikeluarkan, dan mereka makan, dengan kata lalu menyambung gerak ketiga. Dua gerak pertama memakai kata Kami, dan gerak ketiga memakai kata mereka. Di 6:99 rangkaian yang sama dibuka dengan pernyataan bahwa Dia yang menurunkan air dari langit, sehingga di sana rantainya lebih panjang di bagian awal. Orang yang merasa makanannya seluruhnya hasil kerjanya sendiri dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh dirinya pada mata rantai terakhir. Pada mata rantai mana dari sepiring makanan campur tangannya mulai terasa?
  • Ayat 36:33 menyebut bumi dihidupkan tanpa menyebut air, angin, atau awan. Di 35:9 sarana itu disebut, dan pembukanya menyebut bahwa Allah yang mengirim angin. Dua ayat itu tidak disamakan. Orang yang langsung bertanya bagaimana mekanisme sebuah kejadian dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyampaikan hasilnya terlebih dahulu dan tidak menerangkan caranya. Bila sebuah ayat memilih menyebut hasilnya saja, dari mana datangnya dorongan untuk segera menanyakan caranya?
  • Di 30:19 tertulis bahwa Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mati dari yang hidup, lalu menghidupkan bumi setelah matinya. Di 36:33 bumi yang mati dihidupkan dan dari bumi itu dikeluarkan biji-bijian untuk dimakan, sehingga dua ayat itu menaruh kata mati dan kata hidup berdekatan dalam satu rangkaian. Dua ayat itu tidak diperlakukan sebagai satu keterangan. Pembaca dapat memperhatikan benda-benda di sekelilingnya yang disebutnya mati, tanah, kayu, atau biji, dan menanyakan atas dasar apa sebutan itu dipakai. Pada benda mana dalam hidupnya sebutan mati dan hidup belum pernah dipisahkan dengan teliti?
  • Ayat 36:33 membuka tanda dengan bagi mereka, dan kata yang sama membuka dua tanda lain di surah ini, malam di 36:37 dan kapal di 36:41. Kata bagi mereka di sini dapat dibaca menyapa orang-orang yang sama dengan yang di 36:30 digambarkan mengolok-olok. Pembaca yang biasa melewati tanah, malam, dan kapal tanpa menyebutnya apa-apa dapat memperhatikan bahwa surah ini memberi ketiganya satu nama. Dari semua yang dilihatnya tiap hari, berapa yang pernah disebutnya tanda?
  • Di 35:9 dan 50:11 kalimat tentang bumi yang dihidupkan diikuti penegasan bahwa demikianlah kebangkitan atau keluarnya, sedangkan di 36:33 penegasan itu tidak ditulis. Pembaca dibiarkan menyambungkannya sendiri, dan sambungan itu bergantung pada dua ayat sebelumnya yang menyatakan semua dihadirkan di sisi Kami. Orang yang selama ini hanya menerima kesimpulan dari orang lain dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyerahkan satu langkah penyimpulan kepada pembacanya. Kesimpulan apa yang selama ini diterimanya tanpa pernah menempuh langkah itu sendiri, dan di ayat mana langkah itu sebenarnya disediakan?