وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ

Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur, dan Kami pancarkan padanya mata air,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍwa-ja'alnaa fiihaa jannaatin min nakhiilin wa-a'naabindan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur
  2. وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِwa-fajjarnaa fiihaa mina l-'uyuunidan Kami pancarkan padanya mata air

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
  2. فِيهَاfiihaapadanya
  3. جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
  4. مِنْmindari
  5. نَخِيلٍnakhiilinpohon kurma
  6. وَأَعْنَابٍwa-a'naabindan anggur
  7. وَفَجَّرْنَاwa-fajjarnaadan Kami mengalirkan
  8. فِيهَاfiihaapadanya
  9. مِنَminadari
  10. الْعُيُونِl-'uyuunimata air

Inti bacaan

Susunan (جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ, jannaatin min nakhiilin wa-a'naabin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 23:19 dan 36:34.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَجَعَلْنَا فِيهَا, wa-ja'alnaa fiihaa) yang berarti "dan Kami jadikan padanya". Susunan persis ini muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:31, 36:34, dan 77:27. Di 21:31 bumi diberi jalan-jalan yang luas, dan di 77:27 gunung-gunung yang tinggi, sehingga di ketiga tempat (فِيهَا, fiihaa) berarti "padanya" untuk bumi. Di 36:34 bumi diberi kebun-kebun. Di ketiga ayat itu kata kerja (جَعَلْنَا, ja'alnaa) yang berarti "Kami jadikan" menyebut sesuatu yang ada pada bumi. Di 23:19 kebun yang sama disebut dengan kata kerja lain, (فَأَنْشَأْنَا, fa-ansya'naa) yang berarti "lalu Kami tumbuhkan", disusul (بِهِ, bihi) yang berarti "dengannya".

Terjemahan memakai "kebun-kebun" untuk (جَنَّاتٍ, jannaatin) di sini. Di 36:26, (الْجَنَّةَ, l-jannata) yang berarti "taman" berbentuk tunggal, memakai kata sandang, dan tidak diikuti tanaman apa pun. Di 36:34 bentuk jamak tak tentu itu diikuti kurma dan anggur, dan terjemahan memakai "kebun-kebun" seperti di 23:19, tempat susunan yang sama diterjemahkan "kebun-kebun kurma dan anggur". Susunan (جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ, jannaatin min nakhiilin wa-a'naabin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 23:19 dan 36:34. Bentuk tunggalnya dengan tanwin lain, (جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ, jannatun min nakhiilin wa-a'naabin), ada di 2:266.

Kata (نَخِيلٍ, nakhiilin) yang berarti "kurma" berakar ن-خ-ل dan dalam bentuk persis ini muncul empat kali, yaitu di 2:266, 17:91, 23:19, dan 36:34. Kata ini berarti pohon kurma. Buahnya disebut dengan susunan lain, (ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ, tsamaraati n-nakhiili) yang berarti "buah-buah kurma" di 16:67. Karena itu "kebun-kebun kurma" di sini dibaca sebagai kebun yang berisi pohon-pohon kurma. Kata (أَعْنَابٍ, a'naabin) yang berarti "anggur" berakar ع-ن-ب dan dalam bentuk persis ini muncul enam kali, yaitu di 2:266, 6:99, 13:4, 18:32, 23:19, dan 36:34. Dua kata itu dihubungkan dengan huruf wa, dan pasangan (نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ, nakhiilin wa-a'naabin) dengan urutan kurma lebih dulu muncul tiga kali, yaitu di 2:266, 23:19, dan 36:34.

Kata kerja (فَجَّرْنَا, fajjarnaa) yang berarti "Kami pancarkan" berakar ف-ج-ر dan dalam bentuk persis ini muncul tiga kali, yaitu di 18:33, 36:34, dan 54:12. Objeknya sungai, (نَهَرًا, naharan), di 18:33, dan mata air di 36:34 serta di 54:12, (عُيُونًا, 'uyuunan) yang berarti "banyak mata air". Terjemahan memakai "alirkan" untuk sungai di 17:91 dan 18:33, dan "pancarkan" atau "menyemburkan" untuk mata air di 36:34 dan 54:12. Akar yang sama dipakai untuk mata air di 2:60, dan di sana terjemahannya "memancarlah". Tempat keluarnya mata air di 36:34 disebut dengan fiihaa, yaitu di dalam bumi.

Kata (الْعُيُونِ, l-'uyuuni) yang berarti "mata air" berakar ع-ي-ن dan dalam bentuk persis ini muncul satu kali, yaitu di 36:34. Ayat ini memakai (مِنَ الْعُيُونِ, mina l-'uyuuni) yang diawali min, "dari", dan ayat tidak menyebut jumlah mata air.

Tafsiran

Ayat ini menambah dua hal ke dalam tanda yang dibuka di 36:33, yaitu kebun-kebun dan mata air, dan urutannya menaruh biji-bijian lebih dulu, lalu kebun, lalu mata air. Urutan yang mirip ada di 80:27 sampai 80:28, tempat biji-bijian mendahului anggur dan sayuran. Ayat 36:34 tidak memuat kata penghubung selain wa, dan tidak ada orang yang disebut di dalamnya: tidak ada kata mereka, dan tidak ada yang makan. Orang-orang itu baru muncul lagi di 36:35 lewat kata yang berarti "agar mereka makan", sehingga tiga ayat 36:33 sampai 36:35 terbaca sebagai satu rangkaian tanda yang selesai di ayat ketiga.

Di 23:19 kebun kurma dan anggur ditumbuhkan dengannya, yaitu dengan air yang diturunkan dan dijadikan menetap di bumi menurut 23:18. Di 36:34 kebun yang sama dijadikan di bumi, dan mata air dipancarkan sesudahnya. Dua ayat itu menempatkan kebun pada dua pangkal yang berlainan, air di 23:19 dan bumi di 36:34. Di 36:34 ayat tidak mengatakan apakah mata air itu mengairi kebun-kebun tadi. Keduanya disebut berurutan, tanpa hubungan yang tertulis, sebagai sesuatu yang Kami jadikan dan Kami pancarkan.

Kebun kurma dan anggur muncul dalam tiga susunan yang sama bunyinya, dan masing-masing menaruhnya pada kedudukan yang berbeda. Di 2:266 kebun itu menjadi bahan perumpamaan tentang orang yang menginginkannya, lalu kebun itu terbakar. Di 23:19 kebun itu menjadi sesuatu yang ditumbuhkan untuk kalian dengan buah yang banyak. Di 36:34 kebun itu menjadi bagian dari tanda bagi mereka. Tiga ayat itu tidak disamakan, dan ayat yang ini tidak memuat nasib kebun itu kemudian.

Renungan dan Hikmah

  • Di 2:266 kebun kurma dan anggur yang sama bunyinya disebut dalam perumpamaan tentang orang yang menginginkannya, lalu kebun itu ditimpa angin yang di dalamnya ada api dan terbakar, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah menerangkan ayat-ayat kepada kalian. Ayat 36:34 menyebut kebun yang sama sebagai sesuatu yang dijadikan, tanpa menyebut kepemilikan atau kehilangannya. Dua ayat itu tidak disamakan, sebab yang satu perumpamaan dan yang lain tanda. Pembaca yang memiliki kebun, tanah, atau sesuatu yang tumbuh di bawah pengelolaannya dapat memperhatikan kata dijadikan yang dipakai di sini. Bila kebun itu pertama-tama sesuatu yang dijadikan, kata apa yang selama ini dipakainya untuk menyebut miliknya?
  • Kata kerja yang di 36:34 dipakai untuk mata air, Kami pancarkan, dipakai di 18:33 untuk sungai di tengah dua kebun, dan di 18:42 buah kebun itu dibinasakan lalu pemiliknya berkata, "Aduhai, seandainya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan seorang pun." Ayat 18:33 sampai 18:42 menceritakan dua kebun dalam sebuah perumpamaan, dan 36:34 menyebut kebun-kebun sebagai tanda, sehingga dua tempat itu tidak disamakan. Keduanya memperlihatkan kebun dan air yang sama-sama datang bersama kata Kami. Pembaca dapat memperhatikan kapan terakhir air, tanah, atau buah dalam hidupnya dihitung sebagai sesuatu yang diberikan, dan kapan sebagai sesuatu yang dimiliki sepenuhnya. Seandainya kebun itu lenyap, kalimat apa yang akan keluar dari mulut pemiliknya?
  • Di 23:19 kebun ditumbuhkan dengan air yang diturunkan dari langit dan dijadikan menetap di bumi, sedangkan di 36:34 kebun dijadikan di bumi dan mata air dipancarkan sesudahnya. Di 6:99 kalimat tentang air dibuka dengan pernyataan tentang Dia yang menurunkan air dari langit. Dua dari tiga ayat itu menaruh air di awal rangkaian, dan 36:34 menaruhnya di akhir. Pembaca yang terbiasa menghitung sumber kehidupan di sekelilingnya dari yang terlihat, seperti hujan, dapat memperhatikan bahwa 36:34 menyebut sesuatu yang tersimpan di dalam tanah. Dari mana pembaca biasanya mulai menghitung, dari langit yang tampak atau dari tanah yang tidak tampak?
  • Ayat 36:34 menyebut mata air dengan kata di dalamnya, yaitu di dalam bumi yang di ayat sebelumnya disebut mati, dan di 54:12 bumi sendirilah yang dijadikan menyemburkan banyak mata air. Dua ayat itu tidak disamakan, sebab 36:34 memuat mata air yang dipancarkan di dalam bumi dan 54:12 memuat bumi yang dijadikan menyemburkan mata air. Orang yang menilai sebuah tempat dari permukaannya dapat memperhatikan bahwa 36:34 menaruh mata air di dalam bumi, tempat yang tidak terlihat dari permukaan. Bagian mana dari hidupnya yang selama ini dinilai dari permukaannya saja?
  • Ayat 36:34 menyebut kebun dan mata air tanpa menyebut orang yang akan menikmatinya. Kata mereka dan kata makan baru kembali di 36:35. Bagi pembaca yang terbiasa menilai sesuatu dari siapa yang memakainya, ayat ini menaruh persediaan itu lebih dulu daripada pemakainya. Gambaran itu dapat dibaca sebagai dunia yang sudah tersedia sebelum ada yang datang, dan ayat tidak menuliskannya demikian. Orang yang menyiapkan sesuatu untuk orang lain dan baru kemudian berpikir tentang siapa penerimanya dapat memperhatikan urutan di ayat ini. Bila persediaan disebut sebelum pemakainya, siapa yang sebenarnya sedang ditunggu di ujung urutan itu?
  • Tanda yang di 36:33 memuat bumi yang mati dan biji-bijian bertambah isinya di 36:34 dengan kebun kurma dan anggur serta mata air. Tiga ayat berurutan, 36:33 sampai 36:35, memuat satu tanda yang makin lengkap sampai pertanyaan penutup di 36:35. Orang yang cepat merasa bahwa satu contoh sudah cukup dapat memperhatikan bahwa surah ini menambah isi pada satu tanda yang sama dan tidak berpindah ke tanda lain. Berapa banyak rincian yang selama ini dilewati karena contoh pertama dianggap sudah cukup?