لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
Agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil yang dikerjakan tangan mereka. Maka, tidakkah mereka bersyukur?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْli-ya'kuluu min tsamarihi wa-maa amilatsu aydiihimagar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil yang dikerjakan tangan mereka
- أَفَلَا يَشْكُرُونَa-fa-laa yashkuruunamaka, tidakkah mereka bersyukur
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bersyukur'; profil verba terjemahan lain 42/42 seragam). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. sebagian penerjemah: 'That they might eat of its fruit. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).
Aplikasi
Buah yang dimakan digambarkan berasal 'dari hasil usaha tangan mereka' juga, siklus pertanian menggabungkan pemberian alam DAN kerja manusia sebagai kemitraan, bukan pemberian pasif semata; pertanyaan penutup 'mengapa mereka tidak bersyukur?' menuntut respons nyata atas kesadaran kemitraan ini.