لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

Agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil yang dikerjakan tangan mereka. Maka, tidakkah mereka bersyukur?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْli-ya'kuluu min tsamarihi wa-maa 'amilatsu aydiihimagar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil yang dikerjakan tangan mereka
  2. أَفَلَا يَشْكُرُونَa-fa-laa yasykuruunamaka, tidakkah mereka bersyukur

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. لِيَأْكُلُواli-ya'kuluuagar mereka makan
  2. مِنْmindari
  3. ثَمَرِهِtsamarihibuahnya
  4. وَمَاwa-maadan tidaklah
  5. عَمِلَتْهُ'amilatsudikerjakannya
  6. أَيْدِيهِمْaydiihimtangan mereka
  7. أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
  8. يَشْكُرُونَyasykuruunamereka bersyukur

Inti bacaan

Buah yang dimakan digambarkan berasal 'dari hasil usaha tangan mereka' juga, siklus pertanian menggabungkan pemberian alam dan kerja manusia sebagai kemitraan, bukan pemberian pasif semata; pertanyaan penutup 'mengapa mereka tidak bersyukur?' menuntut respons nyata atas kesadaran kemitraan ini.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian tanda kesuburan dengan pertanyaan retoris tentang syukur: hasil yang dinikmati adalah gabungan anugerah alam dan kerja tangan manusia, sebuah kombinasi yang seharusnya melahirkan rasa syukur.

Renungan dan Hikmah

  • Dua sumber makanan disebut dalam satu kalimat. Buah yang tumbuh sendiri. Kerja tangan yang mengolahnya.
  • Kerja manusia tidak dihapus dari gambaran itu. Allah menyebutnya bersama buahnya. Kemitraannya diakui.
  • Pertanyaan penutupnya menuntut sikap, bukan pengetahuan. Allah bertanya tidakkah mereka bersyukur. Yang diminta tanggapan, bukan pengakuan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bersyukur'; profil verba terjemahan lain 42/42 seragam). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).