وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ
Suatu tanda bagi mereka adalah malam, Kami menanggalkan siang darinya, maka, seketika itu mereka berada dalam kegelapan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَwa-aayatun lahumu l-laylu naslakhu minhu n-nahaarasuatu tanda bagi mereka adalah malam, Kami menanggalkan siang darinya
- فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَfa-idzaa hum muzhlimuunamaka, seketika itu mereka berada dalam kegelapan
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَآيَةٌwa-aayatundan tanda
- لَهُمُlahumubagi mereka
- اللَّيْلُl-laylumalam
- نَسْلَخُnaslakhuKami menanggalkan
- مِنْهُminhudarinya
- النَّهَارَn-nahaarasiang
- فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
- هُمْhummereka
- مُظْلِمُونَmuzhlimuunaorang-orang dalam kegelapan
Inti bacaan
Akar س-ل-خ pada (نَسْلَخُ, naslakhu) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:175, 9:5, dan 36:37, dan di dua ayat pertama kata kerjanya berdiri tanpa objek.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَآيَةٌ لَهُمُ, wa-aayatun lahumu) yang berarti "dan suatu tanda bagi mereka". Kata (وَآيَةٌ, wa-aayatun) tidak memakai kata sandang al-, sehingga terjemahan memakai "suatu tanda" dan tidak memakai "tanda itu". Rangkaian wa-aayatun lahumu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 36:33 dan 36:37, keduanya di surah yang sama. Di 36:41 pembukaan yang sama muncul dengan akhiran lain, (وَآيَةٌ لَهُمْ, wa-aayatun lahum). Di tiga tempat itu benda yang menjadi tanda disebut langsung sesudah lahum atau lahumu: bumi yang mati di 36:33, malam di 36:37, dan di 36:41 satu peristiwa yang dibuka dengan "bahwa Kami mengangkut keturunan mereka".
Kata (اللَّيْلُ, l-laylu) yang berarti "malam" berakar ل-ي-ل. Morfologi mencatat l-laylu sebagai kata berjenis laki-laki, sedangkan wa-aayatun berjenis perempuan. Akhiran -hu pada (مِنْهُ, minhu), "darinya", berjenis laki-laki, sehingga menunjuk malam dan tidak menunjuk "suatu tanda". Pasangan serupa ada di 36:33: (أَحْيَيْنَاهَا, ahyaynaahaa) yang berarti "Kami menghidupkannya" memakai akhiran berjenis perempuan -haa dan menunjuk bumi yang berjenis perempuan. Karena itu terjemahan 36:37 memakai "darinya" untuk malam, tanpa menambahkan kata "malam" dalam kurung.
Kata kerja (نَسْلَخُ, naslakhu) yang berarti "Kami menanggalkan" berakar س-ل-خ dan memakai bentuk yang menandai perbuatan yang belum selesai, sehingga terjemahan tidak memakai kata "telah". Akar س-ل-خ muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:175, 9:5, dan 36:37, dan bentuk naslakhu hanya ada di 36:37. Di 7:175, (فَانْسَلَخَ مِنْهَا, fa-nsalakha minhaa) yang berarti "kemudian ia melepaskan diri darinya" menuturkan orang yang diberi tanda-tanda lalu melepaskan diri dari tanda-tanda itu. Di 9:5, (انْسَلَخَ, nsalakha) yang berarti "telah berlalu" memakai bulan-bulan haram sebagai pelakunya. Di dua ayat itu kata kerjanya tidak punya objek langsung, sehingga yang lepas atau berlalu adalah pelakunya sendiri. Di 36:37 ayat menyebut pelaku, yaitu Kami, benda yang dilepas, yaitu siang, dan asalnya, yaitu malam. Karena itu terjemahan memakai "menanggalkan" dan tidak memakai "melepaskan diri". Ayat ini tidak menyebutkan apa yang diserupai oleh gerakan menanggalkan itu.
Kata (النَّهَارَ, n-nahaara) yang berarti "siang" berakar ن-ه-ر dan menjadi benda yang ditanggalkan. Di ayat lain malam dan siang dihubungkan lewat kata kerja yang berbeda. Di 7:54 dan 13:3 ada (يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ, yughsyii l-layla n-nahaara) yang berarti "Dia menutupkan malam pada siang". Di 39:5 ada (يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ, yukawwiru l-layla 'alaa n-nahaari) yang berarti "menggulungkan malam atas siang". Di 22:61, 31:29, 35:13, dan 57:6 ada (يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ, yuuliju l-layla fii n-nahaari) yang berarti "memasukkan malam ke dalam siang". Ketiga kata kerja itu meletakkan salah satunya pada yang lain. Di 36:37 kata kerjanya mengeluarkan siang dari malam.
Rangkaian (فَإِذَا هُمْ, fa-idzaa hum) berarti "maka seketika itu mereka" dan muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu di 6:44, 7:201, 27:45, 36:29, 36:37, 36:51, 36:53, 37:19, 39:68, dan 79:14. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 36 memuatnya empat kali. Di setiap tempat rangkaian itu mengantar satu keadaan baru bagi "mereka" sesudah satu peristiwa. Di 36:29, (فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ, fa-idzaa hum khaamiduuna) yang berarti "maka seketika itu mereka padam" datang sesudah satu teriakan. Di 36:37 peristiwanya penanggalan siang, dan keadaan baru itu ada pada kata terakhir ayat. Terjemahan memakai "seketika itu" untuk rangkaian ini di 36:29, 36:37, 36:51, dan 36:53.
Kata (مُظْلِمُونَ, muzhlimuuna) yang berarti "orang-orang dalam kegelapan" hanya muncul di 36:37. Morfologi menggolongkannya ke bentuk kata kerja yang sama dengan (أَظْلَمَ, azhlama) di 2:20, dan tiga kata dari akar ظ-ل-م tergolong ke bentuk itu, yaitu azhlama di 2:20, (مُظْلِمًا, muzhliman) di 10:27, dan muzhlimuuna di 36:37. Di 2:20, (وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ, wa-idzaa azhlama 'alayhim) yang berarti "dan apabila gelap menimpa mereka" menaruh gelap sebagai sesuatu yang datang kepada mereka. Di 10:27, muzhliman menerangkan malam, "malam yang gelap gulita". Di 36:37 kata itu menerangkan mereka sendiri, dan terjemahan memakai "berada dalam kegelapan" sebagai keadaan orangnya, tidak memakai "gelap gulita" yang dipakai untuk malam.
Akar ب-ص-ر memberi bentuk yang sejajar untuk lawannya. Di (وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا, wa-n-nahaara mubshiran), yang berarti "dan siang terang benderang", kata mubshiran menerangkan siang, dan susunan itu ada di 10:67, 27:86, dan 40:61. Untuk orang, bentuk yang sama ada di 7:201, (فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ, fa-idzaa hum mubshiruuna) yang berarti "maka seketika itu juga mereka melihat". Susunan ayat itu sejajar dengan fa-idzaa hum muzhlimuuna di 36:37, dengan keadaan yang berlawanan. Konteksnya berbeda: 7:201 menyebut orang yang bertakwa lalu ingat sebelum keadaan itu, sedangkan 36:37 menyebut penanggalan siang.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan malam sebagai benda yang siangnya dilepas, dan menaruh akibatnya pada "mereka" yang sama dengan penerima tanda di awal ayat. Kata lahumu di pembuka dan kata hum di penutup menunjuk pihak yang sama, sehingga penerima tanda adalah pihak yang berada dalam kegelapan pada akhir ayat.
Tiga pembukaan "suatu tanda bagi mereka", yaitu di 36:33, 36:37, dan 36:41, berjarak empat ayat satu sama lain, dan 36:45 membuka dengan "apabila dikatakan kepada mereka". Karena itu ayat-ayat ini dapat dibaca sebagai tiga kelompok berurutan: 36:33 sampai 36:36, 36:37 sampai 36:40, dan 36:41 sampai 36:44. Tanda pertama berisi pemberian, yaitu bumi yang dihidupkan lalu buah yang dimakan "mereka" di 36:33 sampai 36:35. Tanda kedua berisi penarikan, yaitu siang yang ditanggalkan, dan hasilnya jatuh pada "mereka" sebagai keadaan. Di 36:41 arahnya berganti lagi, ketika Kami mengangkut keturunan mereka. Ayat 36:38 sampai 36:40 tidak mengulang kata "tanda", tetapi melanjutkan dengan benda-benda lain dalam kalimat yang berdiri sendiri: matahari, bulan, lalu malam dan siang bersama-sama.
Kata kerja ayat ini ada pada Kami, yaitu menanggalkan, dan sesudah gelap datang ayat tidak mencatat tindakan "mereka". Di 2:20 gelap yang menimpa mereka disusul gerakan, (قَامُوا, qaamuu) yang berarti "mereka berhenti", sedangkan 36:37 berhenti pada keadaan itu. Tanggapan "mereka" terhadap tanda-tanda dituturkan di 36:46: tidak satu pun tanda dari Tuhan mereka datang kepada mereka kecuali mereka berpaling darinya. Dapat dibaca bahwa 36:37 menyediakan salah satu tanda itu, tetapi 36:46 tidak menyebut malam secara khusus, sehingga pembacaan ini bersifat kemungkinan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini tidak mengubah apa pun pada malam. Malam tetap malam, dan yang ditambahkan ayat adalah namanya, yaitu tanda bagi mereka. Di 36:46 tanda-tanda dari Tuhan mereka datang kepada mereka lalu mereka berpaling darinya, sehingga sebuah benda dapat hadir di depan mata dan tetap tidak terbaca sebagai tanda. Perbedaannya terletak pada cara benda itu dibaca, tidak pada bendanya. Pembaca dapat menimbang malam mana yang pernah dibacanya sebagai penanda jam tidur dan tidak lebih. Apa yang berubah pada malam itu bila namanya diganti dengan tanda dari Tuhan?
- Siang di ayat ini disebut sebagai benda yang dapat ditanggalkan, sehingga siang punya pemberi dan punya pihak yang dapat menariknya. Di 28:71 ada pengandaian bahwa Allah menjadikan malam terus-menerus, lalu ayat itu bertanya tuhan mana selain Allah yang dapat mendatangkan sinar terang. Di 28:72 pertanyaannya dibalik untuk siang. Dua ayat itu memakai pengandaian, sedangkan 36:37 menyatakan perbuatan Kami, jadi keduanya tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa siang yang dipakai untuk bekerja dihitung sebagai pemberian, dan 78:11 menyebut siang sebagai penghidupan. Pembaca dapat menghitung hasil kerjanya sendiri tanpa lupa menghitung siang yang menyediakan waktunya.
- Kata kerja di ayat ini ada pada Kami, yaitu menanggalkan. "Mereka" muncul dua kali, sebagai penerima tanda dan sebagai orang yang berada dalam kegelapan, dan di dua tempat itu ayat tidak mencatat tindakan mereka. Gambaran ini berbeda dari 36:33 sampai 36:35, tempat mereka makan dari buah dan tangan mereka mengerjakan hasilnya. Orang yang terbiasa menilai hidupnya dari yang dikerjakannya dapat memperhatikan bahwa ada bagian dari hari yang tidak dikerjakannya sama sekali. Apakah bagian itu pernah dihitungnya sebagai bagian dari hidupnya?
- Di 2:20 gelap menimpa mereka dari luar, lalu mereka berhenti, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa sekiranya Allah menghendaki, Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Di 36:37 gelap disebut sebagai keadaan mereka sendiri, tanpa gerakan yang dicatat sesudahnya. Dua ayat itu berbeda perumpamaannya, 2:20 memuat kilat sedangkan 36:37 memuat malam, sehingga keduanya tidak dipakai saling menafsirkan. Pembaca dapat bertanya apa yang dilakukannya ketika terang yang biasa dipakainya hilang: berhenti seperti di 2:20, atau tetap pada keadaan itu seperti 36:37 yang tidak mencatat tindakan?
- Di 17:12 malam dan siang sama-sama disebut tanda, lalu tanda malam dihapus dan tanda siang dijadikan terang benderang agar kalian mencari karunia dari Tuhan kalian dan mengetahui bilangan tahun serta perhitungan. Di 36:37 malam disebut tanda, sedangkan siang disebut sebagai benda yang ditanggalkan. Dua ayat itu menuturkan hal yang berlainan, dan 17:12 tidak menyebut penanggalan. Dapat dibaca bahwa siang membawa tujuan yang disebut 17:12, yaitu mencari karunia dan menghitung waktu, sehingga yang ditanggalkan di 36:37 adalah waktu yang menurut 17:12 dipakai untuk kedua hal itu. Pembaca dapat memeriksa bagaimana ia menghitung waktunya.
- Rangkaian fa-idzaa hum membawa keadaan baru yang langsung menyusul peristiwanya, yaitu padam sesudah satu teriakan di 36:29 dan kegelapan sesudah penanggalan siang di 36:37. Ayat-ayat itu tidak mencatat tahap di antaranya dan tidak membandingkan besar kecil peristiwanya. Catatan keduanya berhenti pada keadaan, dan perasaan orang yang berada di dalamnya tidak ditulis. Pembaca yang membandingkan dua ujung itu mendapati bahwa teks memberi dua kata keadaan yang berbeda untuk dua peristiwa yang berbeda. Apakah keadaan di ujung 36:37 sama jauhnya dengan keadaan di ujung 36:29? Teksnya tidak menjawab, dan jawaban itu tidak dapat dipinjam dari salah satu ayat untuk ayat yang lain.