لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Tidaklah pantas bagi matahari mengejar bulan, dan malam pun tidak mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَla sy-syamsu yanbaghii lahaa an tudrika l-qamaratidaklah pantas bagi matahari mengejar bulan
  2. وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِwa-la l-laylu saabiqu n-nahaaridan malam pun tidak mendahului siang
  3. وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَwa-kullun fii falakin yasbahuunadan masing-masing beredar pada garis edarnya

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. لَاlatidak
  2. الشَّمْسُsy-syamsumatahari
  3. يَنْبَغِيyanbaghiipantas
  4. لَهَاlahaabaginya
  5. أَنْanuntuk
  6. تُدْرِكَtudrikamengejar
  7. الْقَمَرَl-qamarabulan
  8. وَلَاwa-ladan tidak pula
  9. اللَّيْلُl-laylumalam
  10. سَابِقُsaabiquyang mendahului
  11. النَّهَارِn-nahaarisiang
  12. وَكُلٌّwa-kullundan masing-masing
  13. فِيfiipada
  14. فَلَكٍfalakingaris edar
  15. يَسْبَحُونَyasbahuunamereka beredar

Inti bacaan

Kata kerja (يَنْبَغِي, yanbaghii) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 19:92, 25:18, 26:211, 36:40, 36:69, dan 38:35, dan di keenamnya kata itu dipakai dalam kalimat penyangkalan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لَا الشَّمْسُ, la sy-syamsu) yang berarti "tidaklah matahari". Kata penyangkal diletakkan sebelum matahari, dan rangkaian la sy-syamsu hanya muncul di 36:40. Susunan itu diulang untuk malam di (وَلَا اللَّيْلُ, wa-la l-laylu), sehingga penyangkalan jatuh pada dua pasangan, yaitu matahari dengan bulan, dan malam dengan siang.

Kata kerja (يَنْبَغِي, yanbaghii) berakar ب-غ-ي dan terjemahan memakai "pantas". Kata ini muncul enam kali di lima surah, yaitu di 19:92, 25:18, 26:211, 36:40, 36:69, dan 38:35, dan di keenamnya kata itu berada dalam kalimat penyangkalan. Di 19:92, (وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَٰنِ, wa-maa yanbaghii li-r-rahmaani) berarti "dan tidak sepantasnya bagi Ar-Rahman". Di 25:18, (مَا كَانَ يَنْبَغِي لَنَا, maa kaana yanbaghii lanaa) berarti "tidaklah pantas bagi kami". Di 38:35, (لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ, laa yanbaghii li-ahadin) berarti "tidak patut bagi seorang pun". Pihak yang disebut sesudah kata li berbeda di tiap ayat, dan di 36:40 pihaknya matahari. Terjemahan memakai "pantas" di 36:40 seperti di 19:92, 25:18, 26:211, dan 36:69, dan memakai "patut" di 38:35. Terjemahan tidak memakai "mungkin", karena di lima ayat lainnya padanan yang dipakai adalah kepantasan dan tidak satu pun kemungkinan.

Kata kerja (تُدْرِكَ, tudrika) yang berarti "mengejar" berakar د-ر-ك dan hanya muncul di 36:40 dalam bentuk ini, dengan rangkaian (أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ, an tudrika l-qamara) yang berarti "mengejar bulan". Akar yang sama dipakai untuk benda bergerak yang sedang dikejar. Di 26:61, (لَمُدْرَكُونَ, la-mudrakuuna) berarti "benar-benar akan tersusul", dan 26:60 menyebut orang yang sebelumnya mengikuti mereka, (فَأَتْبَعُوهُمْ, fa-atba'uuhum) yang berarti "lalu mereka menyusul mereka". Di 36:40 sasarannya bulan, yang juga bergerak.

Kata (سَابِقُ, saabiqu) berakar س-ب-ق dan berbentuk kata benda dengan siang sebagai pasangannya, sehingga susunan (اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ, l-laylu saabiqu n-nahaari) berarti "malam yang mendahului siang". Susunan itu hanya muncul di 36:40. Terjemahan memakai kata kerja "mendahului" supaya kalimat penyangkalannya tetap sejajar dengan kalimat tentang matahari dan bulan. Akar yang sama dipakai di 56:10 untuk orang-orang yang paling dahulu.

Kalimat terakhir dibuka dengan (وَكُلٌّ, wa-kullun) yang berarti "dan masing-masing", tanpa kata benda yang menyebut siapa saja yang dimaksud. Kalimat (كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ, kullun fii falakin yasbahuuna) yang sama muncul dua kali, yaitu di 21:33 dan 36:40. Di 21:33 kalimat itu mengikuti daftar (وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ, wa-huwa lladzii khalaqa l-layla wa-n-nahaara wa-sy-syamsa wa-l-qamara) yang berarti "dan Dialah yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan". Kata (فَلَكٍ, falakin) yang berarti "garis edar" tidak memakai kata sandang dan muncul dua kali, yaitu di 21:33 dan 36:40. Akarnya ف-ل-ك sama dengan akar (الْفُلْكِ, l-fulki) di 36:41, ayat berikutnya. Terjemahan memakai "garis edarnya" karena wa-kullun membagikan satu garis edar kepada tiap satu yang dimaksud.

Kata kerja (يَسْبَحُونَ, yasbahuuna) yang berarti "mereka beredar" berakar س-ب-ح dan menandai perbuatan yang sedang berlangsung. Kata ini muncul dua kali, yaitu di 21:33 dan 36:40. Akar yang sama dipakai untuk benda yang beredar di 79:3, (وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا, wa-s-saabihaati sabhan) yang berarti "demi yang beredar dengan mudah". Morfologi mencatat bahwa akar ini juga akar (سُبْحَانَ, subhaana) di 36:36, empat ayat sebelumnya, yang berarti "Mahasuci".

Tafsiran

Ayat ini merangkum benda-benda yang disebut sejak 36:37 dengan dua penyangkalan dan satu pernyataan: matahari tidak pantas mengejar bulan, malam tidak mendahului siang, dan masing-masing beredar pada garis edarnya. Malam dan siang muncul di 36:37, matahari di 36:38, dan bulan di 36:39, lalu keempatnya muncul lagi dalam satu ayat sebagai dua pasangan. Kata "masing-masing" di akhir ayat tidak menyebut siapa yang dimaksud. Di 21:33 kalimat yang sama mengikuti daftar malam, siang, matahari, dan bulan, sehingga di 36:40 kata itu dapat dibaca menunjuk keempatnya. Pembacaan ini bertumpu pada 21:33 dan urutan ayat, dan 36:40 sendiri tidak menyatakannya.

Dari 36:38 sampai 36:40 pihak yang menetapkan disebut dengan cara yang berganti. Ayat 36:38 menyebutnya lewat dua sifat, 36:39 lewat Kami yang menetapkan, dan 36:40 tidak menyebutnya sama sekali: yang disebut hanya batas-batas, yaitu apa yang tidak terjadi dan garis edar tiap benda. Dapat dibaca bahwa ayat ini adalah akibat dari penetapan di dua ayat sebelumnya, sebab tempat menetap dan tempat-tempat peredaran sudah ditetapkan lebih dulu. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, karena ayat tidak memakai kata yang menyatakan sebab.

Ayat penutup kelompok ini memakai akar yang sama dengan ayat penutup kelompok pertama. Ayat 36:36 dibuka dengan subhaana, dan 36:40 ditutup dengan yasbahuuna, dua kata dari satu akar. Ayat-ayat itu tidak menyatakan hubungan di antara keduanya, sehingga kesamaan akar ini dicatat tanpa ditafsirkan lebih jauh. Sesudah 36:40, ayat 36:41 membuka kelompok baru dengan "suatu tanda bagi mereka", dan kata (الْفُلْكِ, l-fulki) di sana berakar sama dengan falakin di 36:40.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menggambarkan keteraturan dengan menyebut apa yang tidak terjadi: matahari tidak mengejar bulan, dan malam tidak mendahului siang. Di 21:33 kalimat penutupnya sama, tetapi didahului daftar bahwa Dia yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Dua ayat itu memakai daftar yang sama dengan arah yang berbeda: 21:33 menyebut penciptanya, 36:40 menyebut batas-batasnya. Pembaca dapat menimbang bagaimana keteraturan di hidupnya dikenali: dari yang terjadi, atau dari yang tidak pernah terjadi. Hal apa yang tidak terjadi pada hari-harinya selama ini, dan pernahkah hal itu dihitungnya sebagai tanda?
  • Kata pantas di 19:92 dipakai untuk Ar-Rahman dan di 25:18 untuk pihak yang berkata, dan di ayat ini kata itu dipakai untuk matahari. Di 38:35 kata yang sama muncul dalam doa kepada Tuhan tentang kerajaan yang tidak patut bagi orang lain, sehingga kata itu juga dipakai untuk menandai batas kepemilikan. Dua pemakaian itu berbeda, tetapi sama-sama menaruh sebuah batas pada pihak yang disebut. Batas yang diletakkan pada matahari adalah batas kepantasan, sebab ayat tidak menyebut kemampuan. Pembaca dapat bertanya batas mana pada dirinya yang termasuk kepantasan dan tidak termasuk kemampuan.
  • Ayat ini menaruh dua pasangan dalam satu rangkaian: matahari dengan bulan, dan malam dengan siang. Pasangan pertama dibahas dengan kata mengejar, pasangan kedua dengan kata mendahului, dan keduanya diikat oleh satu pernyataan tentang masing-masing. Kata masing-masing tidak menyebut siapa yang dimaksud, sehingga pembaca perlu memutuskan apakah yang dimaksud dua benda, empat benda, atau seluruh yang disebut sejak 36:37. Siapa saja yang termasuk dalam masing-masing itu, dan bagian ayat mana yang membuat pembaca memilih jawabannya?
  • Di 36:37 siang ditanggalkan dari malam, dan di 36:40 malam tidak mendahului siang. Kedua ayat menyebut malam dan siang dari dua sisi: yang pertama dari sisi sesuatu yang diambil, yang kedua dari sisi urutan yang terjaga. Di 10:67 Dia menjadikan malam bagi kalian untuk beristirahat padanya dan siang terang benderang. Pembaca dapat memperhatikan bahwa malam dan siang disebut sebagai urutan yang terjaga dan sekaligus sebagai pemberian, sehingga menerimanya sebagai biasa berarti melewati dua pernyataan sekaligus.
  • Kata kerja beredar di ayat ini menandai perbuatan yang sedang berlangsung, dan tidak disertai tempat menetap seperti di 36:38. Di ayat yang satu matahari berjalan menuju tempat menetapnya, dan di ayat yang lain masing-masing beredar tanpa ujung yang disebut. Dua ayat itu bersebelahan, tetapi tidak menyatakan bagaimana keduanya terkait. Pembaca yang menimbang urusannya sendiri dapat bertanya bagaimana gerak tanpa ujung yang disebut berdampingan dengan tempat menetap yang disebut. Apakah keduanya bisa benar sekaligus, dan ayat mana yang lebih sering dipakainya untuk menggambarkan hidupnya?
  • Empat benda yang tersebar di empat ayat dapat dibaca disatukan oleh satu kata kerja, yaitu beredar. Malam yang di 36:37 menjadi tempat siang ditanggalkan, matahari yang berjalan di 36:38, dan bulan yang ditetapkan di 36:39, semuanya disebut dalam ayat yang sama. Di 36:36 akar yang sama dipakai untuk kata Mahasuci, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan hubungan antara kedua pemakaian tersebut. Pembaca yang mengikuti ayat demi ayat sampai di sini dapat bertanya apa yang ditangkapnya dari satu kata kerja di ujung ayat yang menyebut keempat benda itu.