وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنْقَذُونَ
Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka, maka tidak ada penolong bagi mereka, dan mereka tidak diselamatkan,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْwa-in nasya' nughriqhum fa-laa shariikha lahumdan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka, maka tidak ada penolong bagi mereka
- وَلَا هُمْ يُنْقَذُونَwa-laa hum yunqadzuunadan mereka tidak diselamatkan
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَإِنْwa-indan jika
- نَشَأْnasya'Kami kehendaki
- نُغْرِقْهُمْnughriqhumKami menenggelamkan mereka
- فَلَاfa-laamaka tidak ada
- صَرِيخَshariikhapenolong
- لَهُمْlahumbagi mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- هُمْhummereka
- يُنْقَذُونَyunqadzuunamereka diselamatkan
Inti bacaan
Rangkaian (إِنْ نَشَأْ, in nasya') muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:4, 34:9, dan 36:43.
Penjelasan pilihan kata
Pembuka ayat, (وَإِنْ نَشَأْ, wa-in nasya'), berarti "dan jika Kami menghendaki". Kata in membuka syarat dan diterjemahkan "jika", sedangkan (نَشَأْ, nasya') berakar ش-ي-أ dengan pelaku Kami. Rangkaian (إِنْ نَشَأْ, in nasya') muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 26:4, 34:9, dan 36:43. Di ketiganya Kami yang menghendaki, dan akibatnya dituturkan sebagai perbuatan Kami sendiri: menurunkan tanda dari langit di 26:4, membenamkan mereka di bumi di 34:9, dan menenggelamkan mereka di 36:43. Bentuk dengan law, (وَلَوْ نَشَاءُ, wa-law nasyaa'u), muncul di 36:66, 36:67, 43:60, dan 47:30. Terjemahan memakai "seandainya" atau "sekiranya" untuk bentuk itu, sehingga in dan law tidak mendapat padanan yang sama.
Kata kerja (نُغْرِقْهُمْ, nughriqhum) yang berarti "Kami tenggelamkan mereka" terdiri dari kata kerja nughriq yang berarti "Kami tenggelamkan" dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Penenggelaman yang sudah terjadi dituturkan dengan bentuk lampau, misalnya (وَأَغْرَقْنَا, wa-aghraqnaa) yang berarti "dan Kami tenggelamkan" di 7:64 dan 10:73, tentang orang-orang yang mendustakan tanda-tanda Kami. Bentuk "Kami tenggelamkan" yang belum terjadi hanya muncul di 36:43. Bentuk belum terjadi yang lain memakai pelaku lain, yaitu (فَيُغْرِقَكُمْ, fa-yughriqakum) yang berarti "lalu Dia menenggelamkan kalian" di 17:69, dan (لِتُغْرِقَ, li-tughriqa) yang berarti "untuk menenggelamkan" di 18:71 dengan pelaku engkau. Di 17:69 penenggelaman itu disertai sebab, sedangkan di 36:43 sebabnya tidak dituturkan.
Frasa (فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ, fa-laa shariikha lahum) yang berarti "maka tidak ada penolong bagi mereka" memuat kata (صَرِيخَ, shariikha) yang hanya muncul di 36:43. Akarnya ص-ر-خ muncul di tiga ayat lain. Di 14:22 setan berkata (مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ, maa anaa bi-mushrikhikum) yang berarti "aku tidak menjadi penolong kalian". Di 28:18 (يَسْتَصْرِخُهُ, yastashrikhuhu) berarti "berteriak minta tolong kepadanya", dan di 35:37 (يَصْطَرِخُونَ, yashtharikhuuna) berarti "mereka berteriak". Ayat 35:37 menaruh teriakan itu berdampingan dengan (مِنْ نَصِيرٍ, min nashiirin) yang berarti "seorang penolong pun". Terjemahan 36:43 memakai "penolong" mengikuti 14:22. Ayat ini sendiri tidak menyatakan apakah shariikh menunjuk orang yang menjawab teriakan atau teriakan itu sendiri, dan terjemahan mengambil bacaan yang pertama.
Kata (يُنْقَذُونَ, yunqadzuuna) yang berarti "mereka diselamatkan" berakar ن-ق-ذ, dan akar ini muncul di lima ayat, yaitu 3:103, 22:73, 36:23, 36:43, dan 39:19. Di 3:103 pelakunya Allah, (فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا, fa-anqadzakum minhaa) yang berarti "lalu Dia menyelamatkan kalian darinya". Di 36:23, dua puluh ayat sebelum ayat ini, (وَلَا يُنْقِذُونِ, wa-laa yunqidzuuni) yang berarti "dan mereka tidak dapat menyelamatkanku" menyangkal kemampuan tuhan-tuhan selain Allah. Di 39:19 (تُنْقِذُ, tunqidzu) yang berarti "engkau akan menyelamatkan" dipakai dalam pertanyaan. Bentuk pasif (يُنْقَذُونَ, yunqadzuuna) hanya muncul di 36:43. Dalam bentuk pasif itu penyelamatnya tidak muncul, dan yang tertulis hanya bahwa mereka tidak menerima penyelamatan. Terjemahan mempertahankan bentuk pasif itu dengan "tidak diselamatkan". Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 36:44, yang dibuka dengan kata kecuali.
Tafsiran
Ayat ini menggantungkan kapal yang di 36:41 disebut tanda pada kehendak yang sama dengan yang mengangkutnya. Di 36:41 Kami yang (حَمَلْنَا, hamalnaa) mengangkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan, dan di 36:43 Kami pula yang, jika menghendaki, menenggelamkan mereka. Kata ganti mereka pada lahum di 36:41 dan 36:42 serta pada -hum di 36:43 menurut urutan ayat menunjuk kelompok yang sama, sehingga kapal yang di 36:41 tampil sebagai tanda kini ditunjukkan dari sisi kemungkinan yang lain.
Penenggelaman di ayat ini tidak diberi sebab. Di 17:69 penenggelaman yang baru berupa pengandaian disusul (بِمَا كَفَرْتُمْ, bi-maa kafartum) yang berarti "karena kekufuran kalian", dan di 71:25 (مِمَّا خَطِيئَاتِهِمْ, mimmaa khathii'aatihim) yang berarti "disebabkan kesalahan-kesalahan mereka" menyebut sebab bagi penenggelaman yang sudah terjadi. Ayat 17:69 dan 36:43 sama-sama berbicara tentang kemungkinan, dan hanya yang pertama menyebut sebab. Ketiga ayat itu berbeda konteks, sehingga ketiadaan sebab di sini tidak dapat dibaca sebagai bukti bahwa sebab itu tidak ada.
Dua penyangkalan di ujung ayat menutup dua jalan keluar sekaligus: tidak ada penolong, dan tidak ada penyelamatan. Ayat 36:44 langsung membuka satu pengecualian dengan (إِلَّا رَحْمَةً مِنَّا, illaa rahmatan minnaa) yang berarti "kecuali karena rahmat dari Kami", sehingga 36:43 dan 36:44 terbaca sebagai satu kalimat yang memuat kemungkinan penenggelaman, ketiadaan penolong, dan satu pengecualian. Kapal di 36:41 adalah tanda ketiga dalam surah ini yang dibuka dengan (وَآيَةٌ لَهُمْ, wa-aayatun lahum) atau bentuk yang berdekatan, sesudah bumi yang mati di 36:33 dan malam di 36:37. Ayat 36:43 tidak membuka tanda baru, sehingga masih termasuk tanda kapal itu.
Renungan dan Hikmah
- Di 36:41 Kami disebut mengangkut mereka dalam kapal yang penuh muatan, dan di 36:43 Kami pula yang, jika menghendaki, menenggelamkan mereka. Pelakunya sama pada kedua ayat, sehingga kedua ayat tidak memperlihatkan kapal sebagai penopang yang berdiri sendiri. Di 69:11 penuturannya searah: ketika air melampaui batas, Kami mengangkut kalian ke dalam yang berlayar. Pembaca yang tiap hari bertumpu pada sesuatu yang tampak kokoh, misalnya kendaraan, pekerjaan, atau tabungan, dapat memperhatikan siapa yang disebutnya sebagai penopang. Apa yang berubah dalam caranya memandang penopang itu bila Allah dituturkan sebagai pihak yang mengangkut sekaligus pihak yang berkuasa menenggelamkan?
- Rumpun kata yang sama dengan penolong di 36:43 dipakai di 35:37 untuk orang-orang yang berteriak, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa orang-orang zalim tidak mempunyai seorang penolong pun. Ayat 35:37 berbicara tentang neraka dan 36:43 tentang air yang menenggelamkan, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi di keduanya pertolongan tidak sampai. Pembaca dapat menyusun daftar orang yang akan ia panggil pada saat paling genting, lalu menimbang apa yang tersisa dari daftar itu bila tidak seorang pun datang. Pada saat seperti itu, kepada siapa seruan pertamanya diarahkan: kepada Allah, atau kepada nama-nama dalam daftar itu?
- Ayat ini memakai kata jika dan tidak memakai kata akan. Penenggelaman ada dalam kemungkinan yang diletakkan pada kehendak Allah, sedangkan penenggelaman yang sudah terjadi dituturkan di ayat lain dengan bentuk lampau, misalnya di 7:64 dan 37:82. Dengan pembacaan itu, perjalanan di atas air yang tiba dengan selamat adalah perjalanan ketika kemungkinan itu tidak dijalankan, dan ayat ini menaruh penentunya pada kehendak, tidak pada keadaan air. Ketika sebuah perjalanan sudah sampai di tujuan, kata apa yang pertama kali keluar dari mulut pembaca, dan kepada siapa kata itu ditujukan?
- Di 17:69 penenggelaman disusul keterangan sebabnya, yaitu kekufuran, dan di 71:25 sebabnya adalah kesalahan-kesalahan mereka. Di 36:43 keterangan semacam itu tidak ada: ayat berhenti pada kehendak dan tidak menuturkan apa yang telah dikerjakan mereka. Ketiga ayat itu berbicara tentang keadaan yang berlainan, sehingga ketiadaan sebab di 36:43 hanya menunjukkan bahwa sebab itu tidak dituturkan di sana. Pembaca yang mendengar kabar kapal tenggelam atau bencana yang menimpa orang lain dapat memperhatikan seberapa cepat sebabnya disusun, padahal ayat ini sendiri tidak menyusunnya. Apa yang sebenarnya diketahui tentang sebab itu pada saat dikatakan?
- Mereka tidak diselamatkan, demikian bunyi ayat ini, dalam bentuk pasif yang memunculkan penerimanya dan tidak memunculkan penyelamatnya. Di 36:23 bentuk aktif dipakai ketika seorang laki-laki berkata bahwa tuhan-tuhan selain Allah tidak dapat menyelamatkannya, sehingga di sana ada pihak yang gagal menyelamatkan, sedangkan di 36:43 tidak ada pihak yang tampil sama sekali. Dalam hidup pembaca ada keselamatan yang diterima tanpa pernah dikerjakan, misalnya terhindar dari musibah yang tidak pernah diketahui hampir terjadi. Kepada siapa utang atas bahaya yang tidak pernah terlihat itu ditujukan, dan apakah Allah ikut disebut dalam utang itu?
- Di 36:42 Kami disebut menciptakan bagi mereka apa yang mereka kendarai, dari jenis serupa kapal itu, lalu 36:43 menyebut penenggelaman, sehingga kendaraan yang diciptakan dan kendaraan yang dapat ditenggelamkan berada dalam satu rangkaian. Siapa yang membangun kapal itu tidak dituturkan. Di 36:35, pada tanda yang lain, mereka disebut makan dari buah kebun yang Kami jadikan dan dari hasil yang dikerjakan tangan mereka, sehingga kerja manusia dan kerja Kami dituturkan berdampingan dalam surah yang sama. Ketika menaiki kendaraan buatan manusia, apakah kedua penyebutan itu pernah ditimbang bersamaan?