إِلَّا رَحْمَةً مِنَّا وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ

kecuali karena rahmat dari Kami, dan sebagai kesenangan sampai waktu tertentu.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِلَّا رَحْمَةً مِنَّا وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍillaa rahmatan minnaa wa-mataa'an ilaa hiininkecuali karena rahmat dari Kami, dan sebagai kesenangan sampai waktu tertentu

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. إِلَّاillaakecuali
  2. رَحْمَةًrahmatanrahmat
  3. مِنَّاminnaadari Kami
  4. وَمَتَاعًاwa-mataa'andan kesenangan
  5. إِلَىٰilaasampai
  6. حِينٍhiininwaktu tertentu

Inti bacaan

Rangkaian (وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ, wa-mataa'an ilaa hiinin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:80 dan 36:44.

Penjelasan pilihan kata

Tanpa satu pun kata kerja, ayat ini bertumpu pada (إِلَّا رَحْمَةً, illaa rahmatan) yang berarti "kecuali karena rahmat". Apa yang dikecualikan harus dibaca dari 36:43, yang menyangkal penolong dan penyelamatan bagi mereka. Rangkaian (إِلَّا رَحْمَةً, illaa rahmatan) muncul empat kali di empat surah, yaitu 17:87, 21:107, 28:86, dan 36:44. Di 17:86 Kami disebut dapat melenyapkan apa yang diwahyukan, lalu (وَكِيلًا, wakiilan) yang berarti "seorang wakil" tidak ditemukan terhadap Kami, dan 17:87 menyambungnya dengan (إِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ, illaa rahmatan min rabbika) yang berarti "kecuali karena rahmat dari Tuhanmu". Susunan 17:86 dan 17:87 sebangun dengan 36:43 dan 36:44: syarat kehendak, ketiadaan pembela, lalu pengecualian berupa rahmat. Karena itu terjemahan 36:44 memakai "karena rahmat" seperti 17:87. Di 21:107, (وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً, wa-maa arsalnaaka illaa rahmatan) yang berarti "dan Kami tidak mengutusmu kecuali sebagai rahmat", rahmat adalah isi tugas, sehingga padanannya "sebagai".

Frasa (رَحْمَةً مِنَّا, rahmatan minnaa) yang berarti "rahmat dari Kami" muncul empat kali di empat surah, yaitu 19:21, 36:44, 38:43, dan 41:50. Di tiga di antaranya rahmat itu bersanding dengan kata benda lain lewat huruf wa yang berarti "dan": dengan tanda di 19:21, (وَرَحْمَةً مِنَّا, wa-rahmatan minnaa) yang berarti "dan rahmat dari Kami", dengan pelajaran di 38:43, dan dengan kesenangan di 36:44. Di 41:50 rahmat itu adalah sesuatu yang dirasakan manusia sesudah kesusahan.

Kata (وَمَتَاعًا, wa-mataa'an) yang berarti "dan kesenangan" berakar م-ت-ع. Rangkaian (إِلَىٰ حِينٍ, ilaa hiinin) yang berarti "sampai waktu tertentu" muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 2:36, 7:24, 10:98, 16:80, 21:111, 36:44, dan 37:148. Bentuk (وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ, wa-mataa'an ilaa hiinin) muncul dua kali, yaitu 16:80 dan 36:44. Bentuk (وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ, wa-mataa'un ilaa hiinin) muncul tiga kali, yaitu 2:36, 7:24, dan 21:111. Bentuk kata kerja (وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ, wa-matta'naahum ilaa hiinin) yang berarti "dan Kami beri mereka kesenangan sampai suatu waktu" ada di 10:98, dan (فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَىٰ حِينٍ, fa-matta'naahum ilaa hiinin) ada di 37:148. Di 2:36 dan 7:24 mereka yang diperintahkan turun ke bumi mendapat kesenangan sampai waktu tertentu, dan di 16:80 perabot dari bulu hewan ternak mendapat sebutan yang sama. Terjemahan memakai "kesenangan" di 2:36, 7:24, 10:98, 16:80, dan 21:111. Terjemahan 36:44 memakai kata yang sama dan tidak menambahkan "hidup", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.

Kata (حِينٍ, hiinin) berakar ح-ي-ن dan berbentuk tak tentu di ketujuh ayat itu, tanpa kata sandang al-. Dengan bentuk itu ayat menyebut adanya batas waktu dan tidak menyebut panjangnya. Terjemahan memakai "waktu tertentu" seperti 2:36, dengan kata tertentu menyatakan bahwa batas itu ada.

Tafsiran

Ayat ini memuat pengecualian yang berdiri tanpa perbuatan apa pun, sehingga pembaca menyambungkannya sendiri pada 36:43. Penyambungan paling dekat ialah pada dua penyangkalan di ayat itu: bagi mereka tidak ada penolong dan mereka tidak diselamatkan, kecuali karena (رَحْمَةً مِنَّا, rahmatan minnaa) yang berarti "rahmat dari Kami". Ayat ini tidak menuturkan bahwa kapal di 36:41 selamat. Dapat dibaca bahwa keselamatan yang di 36:41 sudah tampak, yaitu keturunan mereka yang diangkut dalam kapal penuh muatan, dinamai di sini sebagai rahmat, tetapi pembacaan itu bergantung pada urutan ayat, tidak pada kata kerja di 36:44.

Di 17:87 pengecualian rahmat ditutup dengan pernyataan bahwa karunia Tuhan atas penerimanya besar. Di 36:44 pengecualian itu disertai (وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ, wa-mataa'an ilaa hiinin) yang berarti "dan kesenangan sampai waktu tertentu", yaitu batas yang tidak disebutkan panjangnya. Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berbeda, wahyu di 17:87 dan air di 36:44, tetapi pada keduanya pengecualian hadir sesudah ketiadaan pembela. Bagian kedua di 36:44 memberi rahmat itu ukuran waktu: rahmat yang diterima berupa sebuah jangka, dan ayat tidak menyatakan bahwa jangka itu tanpa ujung.

Ayat 36:44 menutup uraian tentang kapal. Ayat 36:45 beralih ke (وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ, wa-idzaa qiila lahumu) yang berarti "dan apabila dikatakan kepada mereka", dan tujuan seruan di dalamnya adalah (لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ, la'allakum turhamuuna) yang berarti "agar kalian dirahmati". Rahmat yang di 36:44 disebut sebagai pengecualian muncul di 36:45 sebagai tujuan, dan dua ayat itu memakai akar yang sama berurutan. Ayat tidak menjelaskan hubungan sebab di antara keduanya, sehingga yang dapat dikatakan hanya bahwa kata itu menyambungkan satu bagian surah dengan bagian berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Pengecualian di 36:44 diberi satu nama, yaitu rahmat dari Kami. Kepandaian berlayar, kekuatan kapal, atau kebaikan penumpang tidak muncul sebagai alasan di ayat ini. Di 17:87 pola yang sama dipakai sesudah Allah disebut dapat melenyapkan wahyu, dan pengecualiannya lagi-lagi rahmat dari Tuhan. Kedua ayat berbicara tentang hal yang berbeda, wahyu dan air, tetapi keduanya menamai penahan dengan satu kata. Pembaca dapat mengingat sebuah kejadian ketika selamat atau pulih, lalu memperhatikan kata apa yang biasa dipakainya untuk menamai penyebabnya. Apakah kata itu pernah sama dengan kata yang dipilih ayat ini?
  • Frasa rahmat dari Kami muncul lagi di 41:50, pada manusia yang dibuat merasakan rahmat sesudah kesusahan lalu berkata, "Ini milikku." Pembicaranya di sana Allah, dan yang diberikan bernama sama dengan di 36:44, tetapi penerimanya mengganti nama itu menjadi hak sendiri. Ayat 36:44 tidak memuat penerima yang berbicara, sehingga keduanya tidak disamakan, tetapi dua ayat itu menaruh pilihan nama di depan pembaca. Pemulihan sesudah masa sulit, misalnya sembuh dari sakit atau pulih dari kerugian, dapat disebut rahmat dan dapat disebut milik. Sebutan mana yang lebih cepat keluar, dan apa yang ikut berubah bila sebutan itu ditukar?
  • Kesenangan di 36:44 dibatasi dengan sampai waktu tertentu, dan waktu itu tidak diberi angka. Di tujuh ayat kata waktu itu berbentuk tak tentu, yaitu 2:36, 7:24, 10:98, 16:80, 21:111, 36:44, dan 37:148. Akhir yang tidak diumumkan membuat masa kesenangan itu dapat dibayangkan panjang atau pendek, dan ayat tidak memutuskannya. Pembaca yang menyusun rencana untuk tahun-tahun mendatang dapat menimbang bagaimana rencana itu terbaca bila diletakkan di bawah kata sampai waktu tertentu yang ujungnya tidak diketahui. Apakah rencana itu masih memuat sesuatu yang berkali-kali ditundanya?
  • Di 2:36 Allah berfirman, turunlah kalian, dan bagi kalian di bumi ada tempat tinggal dan kesenangan sampai waktu tertentu. Di 36:44 kata yang sama dipakai untuk jangka yang menyusul sesudah air. Tempat tinggal di bumi dan jangka yang menyertai pengecualian di 36:44, menurut dua ayat itu, mendapat sebutan yang sama: kesenangan yang berbatas. Ayat 2:36 berbicara tentang tempat tinggal di bumi dan 36:44 tentang orang yang dikecualikan dari penenggelaman, sehingga dua keadaan itu tidak disamakan. Apa yang terasa berbeda pada rumah dan pekerjaan sehari-hari bila keduanya dibaca dengan sebutan kesenangan sampai waktu tertentu?
  • Di 16:80 Allah menjadikan rumah-rumah bagi manusia dan dari bulu domba, bulu unta, dan bulu kambing menjadikan perabot dan kesenangan sampai suatu waktu. Benda-benda rumah tangga yang paling biasa itu mendapat sebutan yang sama dengan jangka yang menyertai pengecualian di 36:44. Ayat 16:80 membicarakan perabot dan tidak membicarakan air, sehingga keduanya dipertemukan hanya pada sebutannya. Pembaca yang menyimpan barang dengan rapi dapat menyadari bahwa penyimpanan itu berlangsung di bawah kata yang sama. Barang mana di rumahnya yang dirawat seolah tanpa batas waktu?
  • Rahmat disebut di 36:44 sebagai pengecualian, lalu di 36:45 sebagai tujuan seruan: agar kalian dirahmati. Ayat tidak menyebut hubungan sebab di antara keduanya, tetapi pembaca yang membaca 36:44 sebagai kabar baik langsung menemukan bahwa 36:45 memuat seruan dengan tujuan yang sama. Orang yang pernah merasa terluput dari sesuatu dapat memperhatikan bagaimana keterluputan itu diperlakukannya sesudahnya, sebagai penutup kabar atau sebagai pintu ke seruan berikutnya. Apakah rahmat yang sudah diterimanya dari Allah dibacanya sebagai akhir cerita atau sebagai awal sebuah jawaban?